Claim Missing Document
Check
Articles

Bentuk Tindak Tutur Ekspresif Tokoh Dalam Novel Surga Yang Tak Dirindukan 2 Karya Asma Nadia Annisa Febriani; Yulia Sri Hartati; Asri Wahyuni Sari
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v4i1.546

Abstract

This study aims to describe the forms of expressive speech acts of characters in the novel Heaven Yang Not Missed 2 by Asma Nadia. This type of research is qualitative research. The method used in this research is descriptive method. The data needed in this study is in the form of utterances used by characters in the novel Heaven Yang Not Missed 2 by Asma Nadia. The source of the data in this study is the novel Heaven that is Not Missed 2 by Asma Nadia. The technique of collecting data for this research is that the first technique used in this research is the basic technique of observing free engagement or SLBC. The second is note-taking technique. Third, taking inventory of data related to expressive speech acts in the novel Heaven Yang Not Missed 2 by Asma Nadia. The data validation technique in this study is the triangulation technique. The results of this study are that there are several forms of expressive speech acts in the novel Heaven Yang Not Missed 2 by Asma Nadia, namely in the novel Heaven Yang Not Missed 2 by Asma Nadia.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI SISWA KELAS X FASE E SMAN 1 PAINAN Wahyuni, Rahma Silvia; Hartati, Yulia Sri; Satini, Ria
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1415

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya kemampuan memahami struktur dan kaidah kebahasaan menulis teks laporan hasil observasi. Menurut guru bahasa Indonesia siswa Menurut siswa pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi ini cukup sulit. Tujuan penelitian ini agar siswa bisa mendeskripsikan Efektivitas model pembelajaran problem based instruction (PBI) terhadap siswa kelas X Fase E SMAN 1 Painan. Jenis Penelitian adalah penelitian kuantatif menggunakan metode Pra Eksperimen dengan rancangan penelitian One Group Pretest-Posttest Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Fase E SMAN 1 Painan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini yaitu siswa Fase E2. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes unjuk kerja. Data pada penelitian ini berupa skor dari hasil tes unjuk kerja menulis teks laporan hasil observasi sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI). Hasil penelitian ini. Pertama, keterampilan dan teks laporan hasil observasi sebelum menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) siswa kelas X Fase E SMAN 1 Painan berada pada tingkat penguasaan 66-75% berkualifikasi lebih dari cukup dengan memperoleh rata-rata 66,50. Kelemahan siswa sebelum menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) terletak pada indikator struktur teks laporan hasil observasi. Kedua, keterampilan menulis teks laporan hasil observasi sesudah menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) siswa kelas X Fase E SMAN 1 Painan berada pada tingkat penguasaan 76-85% dengan kualifikasi baik dengan memperoleh nilai rata-rata 83,17. Pada penerapan model pembelajaran Problem Based Instrcution (PBI) siswa sudah baik dalam penguasaan indikator struktur dan kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi. Ketiga, penggunaan teks laporan hasil observasi terdapat perbedaan yang signifikan 95% dengan dk= n-1 karena thitung >ttabel (2,68>1,70), dan penggunaan model Problem Based Instruction (PBI) ini cukup efektif digunakan karena nilai N-GainNya 0,56. Model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) cukup efektif karena terdapat perbedaan terhadap keterampilan menulis teks laporan hasil observasi model ini dapat meningkatkan daya serap siswa karena pembelajaran dilakukan dengan melibatkan siswa dalam aktivitas pemecahan masalah yang diteliti, mendefenisikan, mengorganisasikan, dan guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap kemampuan menulis siswa.