Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi pencegahan penyakit pneumonia pada anak di wilayah kerja Puskesmas Satelit Pahoman Rizwan, Al Khairul; Elvania, Dewa Ayu Neli; Mardani, Mardani; Alfian, Rika; Mardiani, Wiwin; Apriyanti, Apriyanti; Yuniarti, Yuniarti; Noprianti, Noprianti; Rita, Desi Risna; Kusumaningsih, Dewi; Setiawati, Setiawati; Novikasari, Linawati
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i1.406

Abstract

Pendahuluan: Penyakit infeksi masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian, khususnya pada anak-anak. Di Indonesia, berdasarkan data pada tahun 2005, sebanyak 28% kematian anak masih disebabkan oleh infeksi yakni infeksi saluran pernapasan. Salah satu penyakit infeksi yang sering terjadi pada bayi dan balita adalah pneumonia. Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan yang mengenai jaringan paru-paru. Tujuan: Untuk mensosialisasikan pencegahan penyakit pneumonia pada anak. Metode: Penelitian yang dilakukan melalui ceramah dan menggunakan media leaflet mengenai sosialisasi penyakit pneumonia pada anak. Penelitian dilakukan pada tanggal 5 Januari 2024 di Puskesmas Satelit Pahoman, Tanjung Agung Raya. Materi sosialisasi yang diberikan yaitu pengertian, penyebab, tanda dan gejala, penatalaksanaan, serta pencegahan pneumonia. Materi disampaikan selama 15 menit dilanjutkan dengan tanya jawab selama 5 menit. Hasil: Salah satu faktor penyebab pneumonia adalah lingkungan dan udara yang tidak sehat. Anak yang tinggal di lingkungan yang padat, sirkulasi udara yang buruk, serta keluarga yang merokok berpotensi lebih besar terkena penyakit ini. Sehingga dalam pencegahannya, menjaga lingkungan dan udara tetap bersih sangat penting untuk dilakukan Simpulan: Penyebab paling umum pneumonia adalah virus dan bakteri, diikuti oleh jamur dan parasit. Pneumonia juga dapat dikatakan sebagai komplikasi dari penyakit yang lain terutama penyakit yang terjadi secara kronis. Kata Kunci: Anak; Kesehatan Masyarakat; Pneumonia.
Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Siswa Melalui Nilai Kearifan Lokal Waja Sampai Kaputing Rahmi, Agustina; Redjeki , Dwi Sogi Sri; Eshariyani, Eshariyani; Rasuna, Rasuna; Husnusyaziah, Husnusyaziah; Mardani, Mardani
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang
Publisher : FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jikt.v15i1.326

Abstract

The aim of this research is to explore the principal's leadership strategies in improving student academic achievement at SMAN 3 Banjarbaru, as well as identifying inhibiting factors and the solutions offered. This research uses qualitative methods with data collection techniques including observation, interviews and documentation. The results of the research show that the strategy used by the Principal of SMAN 3 Banjarbaru is by conducting a SWOT analysis, establishing a vision, mission and making a strategic plan by carrying out effective communication through the waja to kaputing philosophy and creating a supportive environment and approaching students both internally and external. Meanwhile, the implementation carried out by the school principal is by listening to opinions, accommodating needs and ensuring the commitment of all school members. Meanwhile, the solution taken by the school principal if there are challenges and obstacles is to carry out analysis, provide solutions and provide guidance and follow-up.
Penyuluhan Program Pendidikan Anti Korupsi di SMP untuk Membentuk Generasi Muda yang Integritas Adiyono Adiyono; Mardani Mardani; Ahmad Fauzan; Ali Maftuuh Mutaqiin; Aqil Dhiya Ulhaq; Hasan Mustofa Al-Baihaq; Romdani; Indra Gunawan
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2023): September
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v1i3.365

Abstract

Community service activities are carried out by the PKM Team of STIT Ibnu Rusyd Tanah Grogot PAI Study Program by choosing a theme that attracts the attention of many people today, including students. The number of corruption cases that occur in society encourages the PPM team to provide knowledge about the crime of corruption and its legal arrangements to prevent students from being affected by acts that lead to criminal acts of corruption in various forms, therefore the PKM team chose the theme of "Counseling Anti-Corruption Education Programs in Junior High Schools to Form an Integrity Young Generation". This article aims to describe and analyze the implementation of the anti-corruption education program carried out at SMP Muhammadiyah Tanah Grogot. Anti-corruption education aims to form a young generation that has integrity and awareness about the importance of opposing corruption in society. The methods used in this research are participatory observation, interviews with students and teachers, and document analysis related to the anti-corruption education program at SMP Muhammadiyah Tanah Grogot. The results of this study are expected to provide insights and recommendations for relevant parties in developing anti-corruption education programs in schools. The recommendations generated from this journal can serve as guidelines for related parties, including schools, teachers, and policy makers, in implementing the anti-corruption education program. Thus, it is expected that the young generation involved in the program will become agents of change who have high integrity and strong awareness to fight corruption in society.
Efektivitas terapi benson untuk mengatasi gangguan pola tidur pada lansia Mardani, Mardani; Elliya, Rahma; Furqoni, Prima Dian
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i2.413

Abstract

Background: Elderly is the closing period of a person's life span in which gradual physical and psychological decline occurs. One of the main aspects of improving the health of the elderly is maintaining sleep. The impact that occurs if someone is unable to get enough sleep is a change in personality and behavior. One of the non-pharmacological therapies that can be done is Benson relaxation therapy. Purpose: To determine the effectiveness of Benson therapy to treat sleep pattern disorders in the elderly. Method: Qualitative descriptive research using the case study method and using a Quasi Experimental approach with a One Group Pretest-Posttest Design. The nursing care approach was carried out on 2 patients in Sukajaya Lempasing Village, Teluk Pandan District, Pesawaran Regency, Lampung Province in 2024. This research will be carried out using the Benson relaxation therapy method to overcome sleep pattern disorders in the elderly. The instruments used are the Benson relaxation therapy SOP to overcome sleep pattern disorders in the elderly and observation sheets. Results: Sleep pattern disturbance before Benson therapy was obtained by Mrs. M=17 (Poor) and Mrs. Score. C=16 (Bad). However, after doing Benson relaxation therapy, Mrs. M=7 (Good) and Mrs. score. C=6 (Good). Conclusion: The results of the evaluation show that Benson relaxation therapy has proven to be effective in treating sleep pattern disorders in the elderly.   Keywords: Elderly; Benson Relaxation Therapy; Sleep Pattern Disorders.   Pendahuluan: Lansia merupakan periode penutup bagi rentang kehidupan seseorang yang terjadi kemunduran fisik dan psikologis secara bertahap. Salah satu aspek utama dari peningkatan kesehatan lansia ialah pemeliharaan tidur. Dampak yang terjadi apabila seseorang tidak mampu mencukupi kebutuhan tidurnya adalah perubahan kepribadian dan perilaku. terapi non-farmakologi yang dapat dilakukan salah satunya adalah terapi relaksasi Benson. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi benson untuk mengatasi gangguan pola tidur pada lansia. Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus dan menggunakan pendekatan Quasi Eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Pendekatan asuhan keperawatan dilakukan kepada 2 pasien di Desa Sukajaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Tahun 2024. Penelitian ini akan dilakukan dengan metode terapi relaksasi benson untuk mengatasi gangguan pola tidur pada lansia. Instrumen yang digunakan yaitu SOP terapi relaksasi Benson untuk mengatasi gangguan pola tidur pada lansia dan lembar observasi. Hasil: Gangguan pola tidur sebelum dilakukan terapi benson diperoleh skor Ny. M=17 (Buruk) dan Skor Ny. C=16 (Buruk). Namun setelah dilakukan terapi relaksasi benson diperoleh skor Ny. M=7 (Baik) dan skor Ny. C=6 (Baik). Simpulan: Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tindakan terapi relaksasi benson terbukti efektif dalam mengatasi gangguan pola tidur pada lansia.   Kata Kunci: Lansia; Gangguan Pola Tidur; Terapi Relaksasi Benson.
Penyuluhan kesehatan tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (stunting) Chrisanto, Eka Yudha; Wandini, Riska; Yulyani, Vera; Nirwanto, Nirwanto; Mardani, Mardani; Dewi Anggraini, Mega; Selvianti, Utari Aditia
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.247

Abstract

Background: Stunting is a condition where toddlers have a length or height that is less than their age. From the results of the preliminary study at the Panjang Health Center in Bandar Lampung City, it was found that 39.95% of children experienced stunting problems. Children who experienced stunting problems in the Kelurahan Panjang Selatan neighborhood I and II can be caused by several factors such as environmental sanitation, food and beverage processing and mother’s knowledge of stunting. This needs further follow-up. Purpose: Respondents can find out about the influence of access to water and sanitation on health problems (Stunting). Methods: The implementation of the method used in community service is carried out in 2 stages, firstly, students of the Nursing Science Study Program (PSIK) explain the effect of water clean and sanitation on health problems (Stunting) using leaflets and secondly, after being given counseling about the effect of water clean and sanitation to health problems (Stunting), respondents were given questions and answers about the affect of clean water and sanitation on health problems (Stunting). Results: Respondents understand about the effect of clean water and sanitation on health problems (Stunting). Conclusion: Respondents can do their own way to prevent and reduce the risk of stunting in children, one of which is by implementing clean water treatment and improving adequate and good sanitation facilities. Keywords: Health Education; Effect of Clean Water; Sanitation; Stunting. Pendahuluan: Stunting merupakan suatu kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umurnya. Dari hasil prevalensi di Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung di dapat data sebesar 39,95% anak mengalami masalah stunting.Anak yang mengalami masalah stunting di wilayah Kelurahan Panjang Selatan Lingkungan I dan II dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti sanitasi lingkungan, pengolahan makanan dan minuman serta pengetahuan ibu terhadap stunting. Hal tersebut tentunya perlu ditindak lanjut lagi. Tujuan: Responden dapat mengetahui, memahami terkait pengaruh air bersih dan sanitasi terhdap masalah kesehatan (Stunting) pada anak. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap yaitu pertama mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) menjelaskan tentang pengaruh dari air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting) menggunakan lembar leaflet dan ke dua setelah diberikan penyuluhan tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting), responden diberikan Tanya jawab tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting). Hasil: Responden memahami tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting). Simpulan: Responden dapat melakukan sendiri cara untuk mecegah dan mengurangi resiko terjadninya stunting pada anak salah satunya dengan pengolahan air bersih dan perbaikan fasilitas sanitasi yang memadai serta baik untuk diterapkan.
Penyuluhan kesehatan penyakit menular seksual (PMS) pada remaja Keswara, Umi Romayati; Mardani, Mardani; Nepiana, Nurul; Triyono, Taufiq Hidayat; Rita, Desi Risna; Palupi, Antika
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i2.400

Abstract

Background: Adolescence is a transition period from childhood to adulthood, where rapid growth occurs including reproductive function that affects changes in development, both physical, mental, and social roles. Today's youth association needs to be highlighted especially, because currently the association of adolescents is very worrying due to the development of the global modernization current and the depletion of one's morals and faith. The association of adolescents today is very worrying, namely the high rate of drug use among adolescents, and the existence of free sex among adolescents outside marriage. Purpose: To increase adolescents' knowledge and understanding of sexually transmitted disease behaviour. Method: The implementation of this activity goes through several stages, namely conducting field surveys, holding cadus meetings to explain about health extension activity technicians, providing media that will be used for counseling in the form of poster media. Results: Adolescents were asked to understand the importance of avoiding sexually transmitted diseases, and an assessment of the process in the form of questions and answers given by the speaker was carried out until all participants could understand the importance of avoiding sexually transmitted diseases. Conclusion: The participants in hamlet 06 sukajaya lempasing Bandar Lampung City knew about knowledge of sexually transmitted diseases. Keywords: Adolescence; Health Education; Sexually Transmitted Diseases. Pendahuluan: Masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa, di mana terjadi pertumbuhan yang cepat termasuk fungsi reproduksi yang mempengaruhi perubahan perkembangan, baik peran fisik, mental, maupun sosial. Pergaulan remaja saat ini perlu disoroti terutama, karena saat ini pergaulan remaja sangat mengkhawatirkan akibat perkembangan arus modernisasi yang mendunia dan menipisnya akhlak dan iman seseorang. Pergaulan remaja saat ini sangat mengkhawatirkan, yaitu tingginya angka penggunaan narkoba di kalangan remaja, dan adanya seks bebas di kalangan remaja di luar nikah. Tujuan: Untuk menambah pengetahuan dan pemahaman remaja tentang perilaku penyakit menular seksual. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini melalui beberapa tahapan yaitu melakukan survey lapangan, mengadakan pertemuan pihak kadus untuk menjelaskan tentang teknisi kegiatan penyuluhan kesehatan, menyediakan media yang akan digunakan untuk penyuluhan berupa media poster. Hasil: Remaja diminta untuk memahami pentingnya menghindari penyakit menular seksual, serta dilakukan penilaian proses berupa tanya jawab yang diberikan pemateri tersebut sampai semua peserta bisa memahami pentingnya menghindari penyakit menular seksual. Simpulan: Para peserta di Dusun 06 Sukajaya Lempasing Kota Bandar Lampung mengetahui tentang pengetahuan penyakit menular seksual.
Sosialisasi pencegahan penyakit pneumonia pada anak di wilayah kerja Puskesmas Satelit Pahoman Rizwan, Al Khairul; Elvania, Dewa Ayu Neli; Mardani, Mardani; Alfian, Rika; Mardiani, Wiwin; Apriyanti, Apriyanti; Yuniarti, Yuniarti; Noprianti, Noprianti; Rita, Desi Risna; Kusumaningsih, Dewi; Setiawati, Setiawati; Novikasari, Linawati
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i1.406

Abstract

Pendahuluan: Penyakit infeksi masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian, khususnya pada anak-anak. Di Indonesia, berdasarkan data pada tahun 2005, sebanyak 28% kematian anak masih disebabkan oleh infeksi yakni infeksi saluran pernapasan. Salah satu penyakit infeksi yang sering terjadi pada bayi dan balita adalah pneumonia. Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan yang mengenai jaringan paru-paru. Tujuan: Untuk mensosialisasikan pencegahan penyakit pneumonia pada anak. Metode: Penelitian yang dilakukan melalui ceramah dan menggunakan media leaflet mengenai sosialisasi penyakit pneumonia pada anak. Penelitian dilakukan pada tanggal 5 Januari 2024 di Puskesmas Satelit Pahoman, Tanjung Agung Raya. Materi sosialisasi yang diberikan yaitu pengertian, penyebab, tanda dan gejala, penatalaksanaan, serta pencegahan pneumonia. Materi disampaikan selama 15 menit dilanjutkan dengan tanya jawab selama 5 menit. Hasil: Salah satu faktor penyebab pneumonia adalah lingkungan dan udara yang tidak sehat. Anak yang tinggal di lingkungan yang padat, sirkulasi udara yang buruk, serta keluarga yang merokok berpotensi lebih besar terkena penyakit ini. Sehingga dalam pencegahannya, menjaga lingkungan dan udara tetap bersih sangat penting untuk dilakukan Simpulan: Penyebab paling umum pneumonia adalah virus dan bakteri, diikuti oleh jamur dan parasit. Pneumonia juga dapat dikatakan sebagai komplikasi dari penyakit yang lain terutama penyakit yang terjadi secara kronis. Kata Kunci: Anak; Kesehatan Masyarakat; Pneumonia.
PENDIDIKAN ISLAM HOLISTIK DAN KOMPREHENSIF Mardani, Mardani
FIKRUNA Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 1 No 1 (2019): FIKRUNA : JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEMASYARAKATAN
Publisher : STIT Ibnu Rusyd Tanah Grogot

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.29 KB) | DOI: 10.56489/fik.v1i1.3

Abstract

Pendidikan Islam bertujuan membentuk pribadi Muslim “seutuhnya”, mengembangkan seluruh potensi manusia baik jasmaniyah maupun ruhaniyah, menumbuhkan hubungan yang harmonis setiap pribadi manusia dengan Allah, manusia, dan alam semesta. Pendidikan Islam bertolak dari pandangan Islam tentang manusia. Al-qur’an menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk yang mempunyai dua fungsi yang sekaligus mencakup dua tugas pokok pula. Fungsi pertama manusia sebagai khalifah Allah di bumi; makana ini mengandung arti bahwa manusia diberi amanah untuk memelihara, merawat, memanfaatkan serta melestarikan alam raya. Fungsi kedua mausia adalah makhluk Allah yang diberi tugas untuk menyembah dan mengabdi kepada-Nya. Selain itu manusia juga memiliki potensi lahir dan batin. Yang keduanya dikembangkan kearah keempurnaan.[1] Oleh karena itu perlu adanya model pendidikan sebagai alat guna mencapai tujuan pendidikan Islam tersebut. Pendidikan Islam holistic dan komprehensif yang di tawarkan oleh penulis yang termasuk dalam kapita selekta pendidikan Islam. Kata Kunci : Pendidikan Islam, Holistik, Konprehensif [1]Haidar Putra Daulay, Pendidikan Islam Dalam Prespektif Filsafat, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2014), hlm. 15.
PERAN KEPEMIMPINAN KIAI DALAM MENANGKAL RADIKALISME DI PONDOK PESANTREN NURUL MUHIBBIN PASER Mardani, Mardani
FIKRUNA Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 4 No 1 (2021): FIKRUNA : JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEMASYARAKATAN
Publisher : STIT Ibnu Rusyd Tanah Grogot

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.279 KB) | DOI: 10.56489/fik.v4i1.59

Abstract

Kiai berkewajiban memberikan pemahaman ajaran agama Islam yang benar kepada santrinya dan juga menjaga agar para santri tidak terpengaruh dengan pemahaman yang dapat merusak agamanya salah satunya adalah pemahaman radikalisme yang berbuntut pada beberapa tindakan terorisme yang membahayakan orang lain. Maka dari itu, dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kiai dalam menangkal paham radikalisme di pondok pesantren salah satunya yaitu Pondok Pesantren Nurul Muhibbin Paser. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis, kemudian dilakukan observasi, interview dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Selanjutnya data di analisis dengan mereduksi data dan terakhir di uji keabsahannya dengan metode triangulasi. Dalam penelitian ini seorang kiai setidaknya memiliki tiga peran dalam kepemimpinannya di pondok pesantren untuk menangkal radikalisme yaitu, menjadi teladan, pengambil keputusan dan pembimbing.
PERAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN MENCEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA TERHADAP WARGA BINAAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS I TANGERANG Ichsan, Muhammad; Marbun, Warasman; Mardani, Mardani
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 7, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v7i2.2420

Abstract

Penanganan dan pencegahan penggunaan narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang merupakan isu kritis yang memerlukan perhatian serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas strategi penanganan dan pencegahan penggunaan narkoba di Lapas Kelas I Tangerang serta mengevaluasi penerapan Undang-Undang Pemasyarakatan Nomor 22 Tahun 2022 terhadap pelaku narkoba di dalam lembaga tersebutPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, fokus pada analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan narkoba di dalam Lapas, termasuk kondisi lingkungan penjara, interaksi antarnarapidana, serta akses dan distribusi narkoba. Selain itu, penelitian ini menilai sejauh mana Undang-Undang Pemasyarakatan Nomor 22 Tahun 2022 diterapkan dan efektivitasnya dalam mengatasi masalah narkoba di Lapas Kelas I Tangerang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk menangani dan mencegah penyalahgunaan narkoba, masih terdapat banyak kendala yang dihadapi, seperti kurangnya pengawasan yang ketat dan program rehabilitasi yang belum optimal. Implementasi Undang-Undang Pemasyarakatan Nomor 22 Tahun 2022 juga masih menemui berbagai tantangan dalam hal pengawasan dan penerapan sanksi terhadap pelaku narkoba di dalam Lapas.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang dinamika penyalahgunaan narkoba di dalam Lapas dan menyoroti area yang memerlukan peningkatan dalam kebijakan dan strategi penanganan. Rekomendasi dari penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pembuat kebijakan untuk meningkatkan efektivitas program rehabilitasi dan pengawasan serta memastikan penerapan hukum yang lebih konsisten dan menyeluruh di lingkungan pemasyarakatan. 
Co-Authors Abdan Rahim Abdan Rahim, Abdan Adiyono Adiyono Adiyono Ahmad Fauzan Alfian, Rika Ali Maftuuh Mutaqiin Ali Ridlo Almakki, M. Arsyad Almas Shafira Mayzahira Anis Syamsu Rizal Apriyanti Apriyanti Aqil Dhiya Ulhaq Aslan Aslan Aslan Aslan Asri, Meidi Atha, Nasruddin Chrisanto, Eka Yudha Cita Citrawinda Noerhadi Darjanto, Dodi Dewi Anggraini, Mega Dewi Kusumaningsih Dwi Sogi Sri Redjeki Elliya, Rahma Elvania, Dewa Ayu Neli Eshariyani, Eshariyani Fathia, Suci Furqoni, Prima Dian Halim Zaini, Halim HARIYANTO HARIYANTO Harlofida, Demsie Hartati, Sawitri Yuli Hartono Widodo Hasan Mustofa Al-Baihaq Hirohito, Alfonico Husnusyaziah, Husnusyaziah Irwan Irwan Jupriadi Jupriadi Keswara, Umi Romayati Kusnadi Lubis, Zulham Effendi M. Iman Santoso M. Rasuli Mardeli, Iis Mardiani, Wiwin Mas Diding Eki Sukmadadi Mohamad Jaenudin Muhamad Musonif Muhammad Ichsan Murendah Tjahyani Mutia, Rara Mutiarany Nepiana, Nurul Nirwanto Nirwanto, Nirwanto Noprianti, Noprianti Novikasari, Linawati Nurhidayah Nurhidayah Palupi, Antika Prabowo, Rhesa Yusuf Prabowo, Sukma Prasetyono Hendriarto Pratiwi, Siswantar Qonitah Elghina Dzakiyyah Kamilah R. Jossy Belgradoputra Rahmi, Agustina Rara Mutia Rasuna Rasuna, Rasuna Riska Wandini, Riska Rita, Desi Risna Rizwan, Al Khairul Rochyana, Amir Rachman Romdani Rosyanto, Diding Tri S Siswanto Saefullah Saefullah, Saefullah Safitri, Aida Sardjana Orba Manullang Sari, Husna Selvianti, Utari Aditia Setiawati Setiawati Siswantari Pratiwi Siswantri Pratiwi Siti Khoiriah Soekmana Soma Suci Fathia Suharto, Ambarwati Sutrisno, Sutrisno Tri Kusmita Triyono, Taufiq Hidayat Veithzal Rivai Zainal Warasman Marbun Wibisana, Audie C. Widjaja, Rommy Windiani, Arovah Wisnu Nugraha Yesi Mutia Basri Yessy Kusumadewi Yulyani, Vera Yuniarti Yuniarti Zefri Zefri Zulhijra, Zulhijra