Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Wordwall terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Peserta Didik Kelas IV Asmara, Desi; Ika Evitasari Aris; Anna Maria Oktaviani
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3: Desember (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i3.742

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan guru kelas IV yang mengungkapkan bahwa Kemampuan penalaran matematis peserta didik kelas IV masih rendah. Karena Kegiatan belajar dan mengajar kebanyakan mencatat dan ceramah sehingga peserta didik cenderung bosan dan pasif mendengarkan materi yang disampaikan, serta kurangnya implementasi model dan media pembelajaran yang diberikan saat pembelajaran berlangsung maka dari itu  siswa kurang antusias dalam belajar. Peserta didik juga kurang merespon ketika belajar matematika berlangsung dikelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media  Wordwall terhadap kemampuan penalaran matematis peserta didik kelas IV. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi eksperimental design, dengan populasi seluruh siswa SD Negeri Sanding 2 tahun ajaran 2024-2025 dan sampelnya adalah peserta didik kelas IV yang berjumlah 50 peserta didik. Pengambilan sampel menggunakan teknik Probability Sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes. Analisis data dilakukan pada saat awal pembelajaran (pretest) dan setelah pembelajaran (posttest). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penalaran matematis peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Wordwall yaitu 73 dan rata-rata hasil belajar pada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 64. Hasil Uji Hipotesis dengan bantuan Software IBM SPSS Statistics versi 22 menggunakan statistik uji Independent Sample t Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000<0,05 sehingga dapat disimpulkan H₀ ditolak yang berarti bahwa ada pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)  berbantuan media Wordwall terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Peserta didik Kelas IV.
Pengaruh Penggunaan Media Mind Mapping terhadap Kreativitas Siswa pada Pembelajaran IPA Kelas V SDN Sanding 2 arwati, aan; Ika Evitasari Aris; Anna Maria Oktaviani
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3: Desember (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i3.751

Abstract

Penelitian yang membahas Pengaruh Media Mind Mapping terhadap Kreativitas Mahasiswa SDN Sanding 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan pemahaman siswa dalam pembelajaran yang diajarkan dengan menggunakan mind mapping dengan pembelajaran non mind mapping. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Metode ini dilakukan dengan tipe eksperimental. Dengan teknik pengambilan sampel probabilitas. Dalam desain ini, dilakukan tes Pretest dan Posttest. Sampel penelitian ini adalah 22 siswa di kelas VA sebagai kelas eksperimen dan 22 siswa di kelas VB sebagai kelas kontrol, sehingga totalnya adalah 44 siswa. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata kreativitas siswa di kelas eksperimen, yaitu hasil pretest 46,5 hingga 54 pada hasil posttest, sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol, yaitu pretest 41,55 hingga 41 pada hasil posttest. Dari hasil tersebut, terbukti bahwa kreativitas siswa yang menggunakan media mind mapping lebih tinggi dibandingkan pembelajaran konvensional. Hal ini juga dapat dilihat berdasarkan analisis uji t data akhir, yaitu tcount = 15,059 ttable = 0,361 dengan tingkat signifikansi a = 0,05, dapat disimpulkan bahwa Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh media mind mapping terhadap kreativitas mahasiswa di SDN Sanding 2.
Analysis of Curriculum Policy Development and Implementation of Independent Curriculum in Elementary Schools Fitriyani, Fitriyani; Kurnia, Ira Restu; Fadillah, Siska Nur; Oktaviani, Anna Maria
Journal Of Education And Teaching Learning (JETL) Vol. 5 No. 3 (2023): Journal of Education and Teaching Learning (JETL)
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jetl.v5i3.1504

Abstract

This research is to find out and examine the "Analysis of the Implementation of the Independent Curriculum in SDIT Citra Insani Driving School, Cikarang. This research was conducted using a phenomenological approach. This type of research is qualitative research that looks and hears more closely and in detail an individual's explanation and understanding of his or her experiences. The phenomenological approach is based on the interest of researchers to study more deeply about the phenomena experienced by key informants. The research was conducted at SDIT Citra Insani, Cikarang. The informants in this study were teachers, principals, supervisors. Data collection is carried out by several techniques, namely; (a) observation; (b) interviews; and (c) documentation studies To ensure the validity of the data is carried out with several efforts as follows: (a) extending the data collection period, (b) making continuous and earnest observations, (c) triangulating, and (d) involving colleagues to discuss. From the results of the study in this study, it was found that there is an independent curriculum that is a reference in driving schools, which produces students who believe and are devoted to the One God and have noble morals, Global diversity, mutual assistance, independence, creativity, and critical reasoning. The driving principals encourage a wide variety of participatory, unique and innovative programs. Fostering cooperation with teachers who support their leaders in participating in realizing mobilizing schools.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PERMAINAN TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR SISWA KELAS III DI SD NEGERI LABAN TENGAH Sidik, Sahrul; Nursehah, Uvia; Oktaviani, Anna Maria
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4467

Abstract

Abstract: This research aims to determine the effect of the game movement learning model on the gross motor skills of third grade students at SDN Laban Tengah, Tirtayasa Sub-district, Serang Regency. The study employed a quantitative approach with an experimental design involving 31 students, consisting of 18 students in the control class and 13 students in the experimental class. Data on gross motor skills were obtained through several test instruments, namely a 30-meter sprint test to measure speed, a shuttle run 4 x 10 meters test to measure agility, a throwing and catching ball test to measure coordination, and a stork stand test to measure balance. The results of the study revealed significant differences between the control and experimental classes. In the experimental class, 30.77% of students were categorized as very high in gross motor skills, while in the control class only 16.67% achieved the same category. The t-test analysis showed a significance value of 0.002 < 0.05, indicating that the game movement learning model had a significant effect on students gross motor skills. In addition, the F-test supported these findings, with an Fvalue of 6.564 ? Ftable 3.091 and a significance value of 0.002 < 0.05.Keyword: Learning Model, Game Movement, Gross Motor Skills.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran gerak permainan terhadap kemampuan motorik kasar siswa kelas III SDN Laban Tengah, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen yang melibatkan 31 siswa, yang terdiri dari 18 siswa di kelas kontrol dan 13 siswa di kelas eksperimen. Data kemampuan motorik kasar diperoleh melalui beberapa instrumen tes, yaitu tes lari cepat 30 Meter untuk mengukur kecepatan, tes lari bolak-balik 4 x 10 Meter untuk mengukur kelincahan, tes melempar dan menangkap bola untuk mengukur koordinasi, dan tes berdiri bangau untuk mengukur keseimbangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dan eksperimen. Pada kelas eksperimen, 30,77% siswa berkategori sangat tinggi pada kemampuan motorik kasar, sedangkan pada kelas kontrol hanya 16,67% yang mencapai kategori yang sama. Analisis uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,002 < 0,05, yang menunjukkan bahwa model pembelajaran gerak permainan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan motorik kasar siswa. Selain itu, uji F mendukung temuan ini, dengan nilai F sebesar 6,564 ? F tabel 3,091 dan nilai signifikansi 0,002 < 0,05.Kata kunci: Model Pembelajaran, Gerak Permainan, Motorik Kasar.
Development of augmented reality (AR) SI MOPEM to improve teachers' understanding of learning models Nurma'ardi, Hilda Dhaniartika; Oktaviani, Anna Maria; Antoni, Ahmad; Limas, Nida Nabilah
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 6 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v6i3.5464

Abstract

Based on the analysis, many teachers experience limitations in understanding the syntax of learning models that impact the quality of teaching and student competency. Therefore, the development of AR media becomes an effective solution. This study aims to develop AR-based SI MOPEM (Learning Model Syntax) media. This R&D research was conducted using a 4D development model. The population of this study was all elementary school teachers in Serang Regency, whose samples were taken using purposive sampling of 50 people in the same cluster. Data collection techniques included observation, interviews, documentation, questionnaires, and tests, while the instruments were validity sheets, teacher understanding tests, and self-assessment questionnaires. Overall, the validity test was in the very feasible category, and a limited trial with 12 teachers found SI MOPEM very practical (91.46%). The results showed that the effectiveness test resulted in a significant increase in understanding (paired sample t-test, p = 0.000) with an n-gain score of 0.63 (moderate category). Therefore, it is concluded that SI MOPEM is highly feasible, practical, and effective as a tool for understanding learning models interactively and independently. This research recommends conducting larger-scale testing and further developing SI MOPEM, such as adding features or integrating it with other platforms.
Upaya peningkatan Minat Membaca dan Motivasi Belajar Siswa Melalui Kegiatan Literasi di Madrasah Ibtidaiyah Marwiyah, Marwiyah; Sastra Wijaya; Anna Maria Oktaviani
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v4i4.1753

Abstract

Rendahnya minat membaca dan motivasi belajar siswa di MI Darul Qori berdampak pada kurang optimalnya proses pembelajaran, sehingga diperlukan upaya terstruktur untuk meningkatkan budaya literasi di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan minat membaca dan motivasi belajar siswa melalui kegiatan literasi yang dilaksanakan secara konsisten. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara selama empat minggu. Subjek penelitian terdiri dari 25 siswa kelas V dan guru wali kelas. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kedua aspek yang diteliti. Persentase siswa dengan minat membaca tinggi meningkat dari 20% pada minggu pertama menjadi 48% pada minggu keempat. Selain itu, motivasi belajar yang awalnya didominasi motivasi ekstrinsik, seperti pujian dan reward dari guru, secara bertahap bergeser menjadi motivasi intrinsik, ditunjukkan oleh munculnya keinginan siswa untuk membaca dan belajar secara mandiri. Penelitian juga menemukan adanya hubungan positif antara minat membaca dan motivasi belajar, di mana siswa dengan minat membaca tinggi cenderung lebih aktif, percaya diri, dan menunjukkan semangat belajar yang lebih kuat. Namun demikian, hambatan seperti keterbatasan bahan bacaan yang menarik serta pemanfaatan pojok baca yang belum optimal masih ditemukan. Oleh karena itu, sekolah disarankan memperkaya fasilitas literasi dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung perkembangan motivasi dan minat membaca siswa.
Pengaruh Model Direct Instruction Berbantu Media Geoboard Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Matematika Bangun Datar Kelas V SDN Turus 5 Hidayatullah, Sahrul; Ari Gunardi; Anna Maria Oktaviani
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v4i4.1764

Abstract

Rendahnya motivasi dan hasil belajar matematika pada materi bangun datar di kelas V SDN Turus 5 menjadi dasar perlunya inovasi melalui penerapan model dan media pembelajaran yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model Direct Instruction berbantu media geoboard terhadap motivasi dan hasil belajar matematika siswa. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain one-group pretest–posttest dan melibatkan 29 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri atas angket motivasi belajar dan tes hasil belajar yang telah divalidasi serta diuji reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan membandingkan skor pretest dan posttest, di mana motivasi belajar diuji menggunakan paired sample t-test, sedangkan hasil belajar dianalisis melalui uji Wilcoxon dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Direct Instruction berbantu geoboard berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Rata-rata skor motivasi meningkat dari 53,28 menjadi 82,62 dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05. Hasil belajar juga mengalami peningkatan signifikan dari 53,00 menjadi 83,07, dibuktikan melalui uji Wilcoxon dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 serta N-Gain yang berada pada kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi model Direct Instruction dan media geoboard efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa pada materi bangun datar. Oleh karena itu, strategi ini dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang mendukung peningkatan kualitas proses belajar mengajar di sekolah dasar.
Analisis Model Team Games Tournament (TGT) untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran IPS Siswa Kelas IV MI Miftahul Falah Lutfiah, Fifi; Wijaya, Sastra; Anna Maria Oktaviani
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v4i4.1754

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar dalam pembelajaran IPS yang masih didominasi hafalan dan ceramah. Model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) dipandang relevan karena memadukan kerja sama, permainan, dan kompetisi untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterlaksanaan TGT dalam pembelajaran IPS serta kontribusinya terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV MI Miftahul Falah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif-induktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan model TGT mencapai rata-rata 90 persen dengan kategori sangat baik. Sementara itu, kemampuan berpikir kritis siswa mencapai rata-rata 72 persen dengan kategori baik. Indikator yang paling menonjol adalah mengidentifikasi masalah dan memberikan alasan logis, sedangkan indikator membandingkan informasi serta memberikan solusi alternatif masih relatif rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa TGT tidak hanya menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan, tetapi juga efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, TGT dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran IPS yang relevan untuk menjawab tuntutan pendidikan abad ke-21.
Pengaruh Model Think Talk Write (TTW) Berbantuan Video Interaktif Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Sifat-Sifat Magnet Di Kelas IV SD Maftuhah, Siti; Gunardi, Ari; Oktaviani, Anna Maria
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v4i4.1763

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan model Think Talk Write (TTW) berbantuan video interaktif terhadap hasil belajar siswa pada konsep sifat-sifat magnet. Instrumen penelitian berupa soal pilihan ganda yang telah diuji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembedanya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasi Experiment One-Group Pretest-Posttest Design yang dilaksanakan pada siswa kelas IV SD tahun ajaran 2024/2025 dengan jumlah sampel sebanyak 21 siswa.  Media video interaktif dirancang oleh peneliti dengan isi materi mengenai konsep sifat-sifat magnet beserta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran dilakukan dengan tahapan berpikir (Think), berdiskusi (Talk), menulis (Write), serta mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest siswa sebesar 47,86 meningkat menjadi 77,62 pada posttest, dengan selisih peningkatan sebesar 29,76%. Uji normalitas data menunjukkan hasil berdistribusi normal, dan uji hipotesis paired sample t-test memperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan video interaktif efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, karena mampu mendorong keterlibatan aktif, berpikir kritis, serta pemahaman yang lebih baik terhadap materi sifat-sifat magnet.
Pengaruh Media Komik Melalui Model Pembelajaran CIRC Untuk Meningkatkan Minat Baca Dan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran IPAS Lestari , Wida Wahyu; Gunardi, Ari; Oktaviani, Anna Maria
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v4i4.1755

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), khususnya materi Cahaya di kelas V SDN Serdang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media komik melalui model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) terhadap peningkatan minat baca dan hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group, melibatkan siswa kelas V yang dibagi menjadi kelas eksperimen dengan penerapan CIRC berbasis komik dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa angket minat baca dan tes hasil belajar, sedangkan data dianalisis melalui uji normalitas, homogenitas, uji t, serta perhitungan gain score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen mengalami peningkatan signifikan baik pada minat baca maupun hasil belajar dibandingkan kelas kontrol, dibuktikan dengan perolehan skor N-Gain yang lebih tinggi serta perbedaan signifikan pada uji statistik. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media komik yang dipadukan dengan model pembelajaran CIRC mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, interaktif, serta mendorong keterlibatan aktif siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan media komik melalui model CIRC berpengaruh positif terhadap peningkatan minat baca dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS, sehingga dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang inovatif dan efektif di sekolah dasar.