Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengembangan Media Digital Unity 2D untuk Meningkatkan Kemampuan Merangkai Suku Kata pada Anak Tunarungu Suarti, Siti; Sartinah , Endang Pudjiastuti; Sujarwanto, Sujarwanto
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7731

Abstract

Penelitian yang dirancang untuk membantu anak tunarungu dalam meningkatkan kemampuan merangkai suku kata menjadi kata utuh. Keterbatasan pendengaran sering menyebabkan kesulitan dalam memahami struktur bahasa, sehingga diperlukan media visual yang menarik, mudah diakses, dan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih efektif. Pengembangan dilakukan menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, melalui tahapan analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi yang melibatkan ahli media, ahli materi, dan praktisi pengguna. Media kemudian diujicobakan pada anak tunarungumenggunakan desain pretest-posttest one group untuk melihat perubahan kemampuan setelah penggunaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan dinilai layak, mudah digunakan, dan mampu memberikan peningkatan pemahaman dalam merangkai suku kata. Temuan ini menegaskan bahwa media digital berbasis Unity 2D dapat menjadi solusi inovatif yang mendukung pembelajaran bagi anak tunarungu, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktik inklusif yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan belajar individual.
Analysis of Language Disorders in the Deaf: Literature Review of Factors, Patterns, and Intervention Strategies Widyawati, Arista; Kartika, Kartika; Sujarwanto, Sujarwanto
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p15-18

Abstract

Language disorders in deaf people include difficulties in phonological production, syntactic structure, and vocabulary mastery, which are rooted in auditory perception limitations. This study uses a literature review method to analyze various language learning approaches designed for deaf people. The results of the review indicate that deaf people often experience sound deviations such as insertion, omission, and substitution of vowels and consonants. In addition, they face difficulties in constructing simple and complex sentences due to limited exposure to spoken language patterns. Vocabulary mastery is also a major challenge due to minimal hearing experience, although visual-based learning media have proven effective in helping them understand and remember new words. The study also highlights the importance of pragmatic aspects in language, where deaf people often have difficulty adjusting language use to certain social contexts. Various learning methods, such as the use of visual media (BISINDO videos, magic trees), demonstration methods, and interactive learning models such as Make A Match, have been shown to improve the language skills of deaf people. In addition, family involvement and educator training are key elements in successful learning. In conclusion, effective learning interventions should include a holistic approach, which not only improves technical language skills, but also social skills. With innovative learning strategies and ongoing support from families, educators, and communities, deaf people have great potential to overcome their language barriers.
Pengembangan Game Edukasi Multisensori Berbasis Android untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Permulaan Anak Cerebral Palsy Khasanah, Uswatun; Sujarwanto, Sujarwanto; Rifqi, Ainur
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p406-412

Abstract

Kemampuan menulis permulaan merupakan kompetensi dasar yang penting bagi anak, termasuk bagi anak Cerebral Palsy yang sering mengalami hambatan motorik halus dan koordinasi visuomotor. Kondisi tersebut menyebabkan proses menulis menjadi sulit dilakukan, sehingga diperlukan media pembelajaran yang adaptif dan multisensori. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan serta efektivitas Game Edukasi Multisensori “Tinta Ajaib” berbasis Android dalam meningkatkan kemampuan menulis permulaan anak Cerebral Palsy. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE melalui tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari enam anak Cerebral Palsy di SLB YPAC Surabaya. Kelayakan media dinilai oleh ahli media dan ahli materi, sedangkan kepraktisan dinilai oleh guru. Efektivitas diuji menggunakan desain One Group Pre-test– Post-test dan dianalisis melalui uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa game edukasi yang dikembangkan berada pada kategori sangat layak (validasi ahli media 93,57% dan ahli materi 92,35%), serta sangat praktis menurut guru (86,66%). Selain itu, terdapat peningkatan signifikan kemampuan menulis permulaan setelah penggunaan aplikasi, dibuktikan dengan nilai Asymp. Sig = 0,024 (< 0,05) pada uji Wilcoxon. Temuan ini menunjukkan bahwa Game Edukasi Multisensori “Tinta Ajaib” efektif meningkatkan kemampuan menulis permulaan anak Cerebral Palsy, sekaligus memberikan solusi teknologi pembelajaran yang adaptif, menarik, dan inklusif.
Pengembangan Media Komik Digital untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Teks Sederhana Peserta Didik Disabilitas Intelektual Pratiwi, Tri Sedya Silo; Sartinah, Endang Pudjiastuti; Sujarwanto, Sujarwanto
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media komik digital yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca teks sederhana pada peserta didik disabilitas intelektual ringan. Pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian adalah enam peserta didik disabilitas intelektual ringan di SLB Negeri Cerme, Gresik. Data diperoleh melalui validasi ahli media dan materi, observasi, wawancara, serta tes pretest–posttest. Hasil validasi ahli menunjukkan media termasuk kategori “sangat layak” dengan skor 96%–100%. Uji efektivitas menggunakan N-Gain menghasilkan nilai rata-rata 0,73 (kategori tinggi) disertai peningkatan signifikan (p = 0,001). Komik digital terbukti meningkatkan motivasi, konsentrasi, dan kemampuan membaca teks sederhana secara bermakna. Media ini direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran membaca di sekolah luar biasa
Cryotherapy terhadap Penurunan Nyeri Pasien Open Fraktur Femur Post Open Reduction External Fixation (OREF): Studi Kasus Effendi, Raihan Adijun; Murtaqib, Murtaqib; Susanti, Ika Adelia; Sujarwanto, Sujarwanto
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.115776

Abstract

Objective: Patients with grade III open fractures treated with OREF may experience postoperative pain, which can hinder mobilization and prolong their hospital stay. Non-pharmacological interventions such as cryotherapy are needed to help control pain safely. Clinical nursing practice does not have enough case studies on the effectiveness of cryotherapy in reducing postoperative pain. Objective: To describe the application of cryotherapyfor pain reduction in a patient with a grade III open femoral fracture following OREF in a case study. Case Report: This case study involved one male patient with postoperative pain following femoral fracture surgery who received cryotherapy in accordance with the Standard Operating Procedure (SOP) for cold therapy at Seruni Ward, dr. Soebandi Regional Hospital, Jember. For three days, the therapy was given once daily for 15 minutes. The researcher assessed the intensity of pain using the Numeric Rating Scale (NRS) before and after each intervention session. Result: Pain scores decreased gradually from 6 to 4 on the first day, 5 to 3 on the second day, and 4 to 2 on the third day. In addition, facial grimacing and protective behavior showed gradual improvement over the three-day intervention period. Conclusion: Cryotherapy was effective in reducing postoperative pain and can be utilized as a safe and practical non-pharmacological nursing intervention.INTISARILatar belakang: Nyeri pasca operasi pada pasien fraktur femur OREF, terutama fraktur terbuka grade III, dapat menghambat mobilisasi dan memperpanjang rawat inap. Intervensi nonfarmakologis seperti cryotherapy diperlukan untuk membantu mengontrol nyeri secara aman. Studi kasus mengenai efektivitas pemberian cryotherapy terhadap penurunan nyeri pasca operasi masih terbatas dalam praktik keperawatan klinis Tujuan: Mendeskripsikan penerapan cryotherapy terhadap penurunan nyeri pada pasien fraktur femur sinistra terbuka grade III pasca OREF dalam studi kasus. Laporan kasus: Studi kasus ini melibatkan satu pasien laki-laki dengan nyeri pasca operasi fraktur femur yang diberikan terapi cryotherapy sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) tindakan terapi dingin di Ruang Seruni RSD dr. Soebandi Jember, yaitu selama 15 menit, satu kali sehari, selama tiga hari berturut-turut. Penilaian tingkat nyeri dilakukan oleh peneliti menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) melalui pengukuran sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pemberian intervensi pada setiap sesi terapi. Hasil: Skala nyeri menurun bertahap dari 6 menjadi 4 pada hari pertama, 5 menjadi 3 pada hari kedua, dan 4 menjadi 2 pada hari ketiga. Selain itu, ekspresi meringis dan sikap protektif menunjukkan perbaikan bertahap selama tiga hari intervensi. Simpulan: Cryotherapy efektif menurunkan nyeri pasca operasi dan dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman dan praktis.
Pengaruh Terapi Relaksasi Benson Terhadap Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Studi Kasus Masruri, Mohammad Adib; Murtaqib, Murtaqib; Nistiandani, Ana; Sujarwanto, Sujarwanto
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.115849

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a chronic metabolic disorder that results from a decrease in insulin sensitivity, which results in persistent high blood sugar levels. Benson relaxation therapy is a complementary treatment that can be used in addition to medication. The use of this in nursing care is not well documented in case study. Ojective: This research aims to examine how Benson relaxation therapy affects the reduction of blood sugar levels in individuals diagnosed with type 2 diabetes. Case report: A 51-year-old female with a type 2 diabetes diagnosis was hospitalized at the RSD Dr. Soebandi, primarily reporting feelings of weakness and nausea. The lab report showed that a blood glucose measurement of 389 mg/dl, an HbA1c level of 11, 6%, and glucosuria (+3) at 300 mg/dl were all within the range. Benson relaxation therapy was administered daily for 10 to 15 minutes to manage her hyperglycemia over the course of three days. The effectiveness of this method was assessed by analyzing the patient's blood glucose levels before and after treatment sessions throughout the treatment period. Results: During the time of the intervention, the glucose levels in the blood dropped from 389 mg/dl to 380 mg/dl on day one, from 215 mg/dl to 205 mg/dl on day two, and from 185 mg/dl to 180 mg/dl on day three. Conclusion: Benson relaxation therapy is a nursing technique that is proven to be safe and effective in managing blood sugar levels.INTISARILatar belakang: Diabetes melitus tipe 2 (T2DM) merupakan sebuah kondisi metabolik yang bersifat kronis, di mana kadar gula darah tetap meningkat disebabkan oleh berkurangnya respons tubuh terhadap insulin. Selain cara pengobatan, terapi relaksasi Benson bisa dijadikan sebagai metode tambahan. Namun, masih sangat jarang temuan kasus yang menjelaskan penggunaan terapi ini dalam konteks studi kasus keperawatan. Tujuan: Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk meneliti dampak terapi relaksasi Benson terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2. Laporan kasus: Seorang wanita berusia 51 tahun yang didiagnosis menderita diabetes mellitus tipe 2 dirawat di RSD Dr. Soebandi dengan keluhan utama kelemahan dan mual. Hasil tes laboratorium menunjukkan kadar glukosa darah acak sebesar 389 mg/dl, kadar HbA1c sebesar 11,6%, dan glukosuria (+3) pada tingkat 300 mg/dl. Selama tiga hari, dia mendapatkan penanganan hiperglikemia dengan terapi relaksasi Benson, yang dilakukan sekali sehari selama 10–15 menit. Keefektifan intervensi dinilai dengan melakukan perbandingan terhadap perubahan kadar glukosa darah pasien sebelum dan sesudah terapi selama periode perawatan. Hasil: Selama periode intervensi, kadar glukosa darah turun dari 389 mg/dl menjadi 380 mg/dl pada hari pertama, dari 215 mg/dl menjadi 205 mg/dl pada hari kedua, dan dari 185 mg/dl menjadi 180 mg/dl pada hari ketiga. Simpulan: Terapi relaksasi Benson merupakan intervensi keperawatan yang efektif dan berbasis bukti, yang dengan aman membantu pengendalian kadar glukosa darah.