Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN VIA BERTELEPON DAN TUTOR TEMAN SEBAYA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE MinDS DAN TIPE MAKING A CONVERSATION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI Yayu Laila Sulastri; Didin Wahidin; Deti Ahmatika
UJMES (Uninus Journal of Mathematics Education and Science) Vol 2, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1154.938 KB) | DOI: 10.30999/ujmes.v2i1.949

Abstract

The problem in this research is the lack of readiness of the practitioner students to practice in the field and the low ability ofhigh-order thinking of the students of praktikan. The purpose of this research is to know the comparison by using four activelearning models to improve students' high thinking ability. This research uses Research and Development method, with firstphase design, preliminary study done by applying qualitative descriptive approach. The second stage, the development of modeldesign, teaching materials web-based learning media by applying a descriptive approach, followed by the application of smallscopes of model design, teaching materials, and web-based learning media by applying the experimental method (Single OneShot Case Study). The results of the limited trials show that the average value of higher-order thinking skills for the guideddiscovery-based learning model and peer instruction is higher than the MinDS and Making A Conversation type of learningmodel. The findings of the limited trial result of the four guided discovery learning models are more suitable for improvingthe activity as well as the material content of the design of discovery learning activities (KBP) still confuses the students, sothere needs to be improvement.
PENGGUNAAN MODUL PEMBELAJARAN IPA DENGAN PENDEKATAN INKUIRIDALAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BAGI GURU IPA DI SEKOLAH DASAR Didin Wahidin
UJMES (Uninus Journal of Mathematics Education and Science) Vol 1, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.281 KB) | DOI: 10.30999/ujmes.v1i2.874

Abstract

Various innovations in the field of education have been carried out to produce the best learning programs that have thepotential to develop students' abilities in mastering teaching material, skills and attitudes of students. But any renewal inan effort to improve the quality of education will lead to learning in the classroom where the main determinant of quality isthe teacher. Therefore, the preparation of qualified teachers will determine the overall quality of education. Forms of qualityteacher preparation are done through competency-based teacher training. To further improve the results in this papersupplemented by the use of inquiry-based modules. The main characteristic of this module is that the inculcation of conceptsis integrated with the inculcation of the underlying reasoning accompanied by the inculcation of science process skills.
PENDIDIKAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI ABAD 21 Didin Wahidin
UJMES (Uninus Journal of Mathematics Education and Science) Vol 5, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.765 KB) | DOI: 10.30999/ujmes.v5i1.912

Abstract

Human progress is increasingly developing due to the increasingly advanced science and technology in the 21st century, also develops aparadigm of human thinking that is increasingly diverse. This also results in increasingly large challenges in the world of educationtoday. Therefore, everything must be prepared relating to education in the 21st century that changes and develops rapidly along with therapid development of Science and technology. The rapid changes that occur in the world of education are expected to not cause us to beuprooted from the cultural roots that we have inherited from time to time. Based on such background, an education based on localwisdom should be developed. Local wisdom, among others, in the form of values, norms, beliefs, natural resources, culture and customs,or rules that support the development of human resources. Local wisdom is integrated into various educational activities both curricular,co-curricular and extra-curricular as well as school or educational institution management. The learning can be done by choosingstrategies, approaches, methods and techniques that are considered suitable for incorporating local wisdom in various forms.
Quality Improvement Management in Preparing Graduates to Enter State Universities Tri Yulinda Narayanti; Didin Wahidin; N. Dede Koeriah; Helmawati
International Journal of Science Education and Technology Management Vol 2 No 1 (2023): International Journal Of Science Education and Technology Management
Publisher : Yayasan Azka Hafidz Maulana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28301/ijsetm.v1i3.14

Abstract

High School is an educational institution that is very important for the nation's children. SMA as a formal institution that aims to educate is very heavy responsibility. Because high school students are expected to be able to live independently and continue to higher education, namely college. Although many universities in Indonesia are private and public, the number of students who are recruited by state universities in a high school is considered to improve the quality of the school. So this study aims to determine: 1). How is management planning to improve the quality of graduates who enter state universities at SMAN 29 Jakarta, SMAN 32 Jakarta and SMA SMAN 86 Jakarta, 2). How is the implementation of management to improve the quality of graduates who enter state universities at SMAN 29 Jakarta, SMAN 32 Jakarta and SMA SMAN 86 Jakarta, 3). How to evaluate the quality of management to improve the quality of graduates who enter state universities at SMAN 29 Jakarta, SMAN 32 Jakarta and SMA SMAN 86 Jakarta 4). What are the management barriers to improving the quality of graduates who enter state universities at SMAN 29 Jakarta, SMAN 32 Jakarta and SMA SMAN 86 Jakarta 5). What is the solution to the management problem of improving the quality of graduates who enter state universities at SMAN 29 Jakarta, SMAN 32 Jakarta and SMA SMAN 86 Jakarta.
PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KELUARGA DAN BUDAYA RELIGIUS SEKOLAH TERHADAP KEDISIPLINAN BERAGAMA (PENELITIAN KUANTITATIF KEPADA SISWA SMP PLUS AL-AITAAM BANDUNG) Muhammad Mirwan M; Didin Wahidin; Wiwik Dyah Aryani
Jurnal Education and Development Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.827 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i3.4094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji data-data empirik terkait pengaruh pendidikan agama Islam terhadap kedisiplinan beragama peserta didik SMP Plus Al-Aitaam Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif serta metode survey. Hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif dan sangat signifikan antara pendidikan agama islam dalam keluarga terhadap kedisilinan beragama dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,536 dan koefisien determinasi (R2)=0,2873. Artinya pendidikan agama islam dalam keluarga dapat mempengaruhi kedisiplinan beragama sebesar 28,7%. Sedangkan arah pengaruh ditunjukan dengan melalui persamaan regresi Ŷ = 37,496 + 0,315 X1 artinya setiap peningkatan 1 unit skor pendidikan agama islam akan mempengaruhi peningkatan skor kedisiplinana beragama sebesar = 0,315. Kedua, Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan budaya religius sekolah terhadap kedisiplinan beragama dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,381 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,1452. Artinya budaya religius sekolah dapat mempengaruhi kedisiplinan beragama sebesar %. Sedangkan arah pengaruh ditunjukan dengan melalui persamaan regresi Ŷ = 37,496 + 0,091 X2 artinya setiap peningkatan 1 unit skor budaya religius sekolah akan mempengaruhi peningkatan skor kedisiplinan beragama sebesar = 0,091. Ketiga, Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan pendidikan agama islam dalam keluarga dan budaya religius sekolah secara bersama-sama terhadap kedisiplinan beragama dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 29,8 %. Implikasi dari kesimpulan diatas adalah karena kedisiplinan beragama dapat ditentukan melalui pendidikan agama Islam dalam keluarga dan budaya religius sekolah sehingga perlu dipupuk kerjasama antara sekolah dengan keluarga dalam pembinaan kedisiplinan beragama agar terwujud kepribadian anak yang berdisiplin melalui program-program budaya religius yang ada disekolah.
Implementasi Pembelajaran Kampus Mandiri dalam Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Victor Deak; Didin Wahidin; Supyan Sauri; Rita Sulistini
Formosa Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 5 (2022): September 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjmr.v1i5.1222

Abstract

Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka dianggap sebagai jawaban atas persolan pendidikan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi. Implementasi kurikulum tersebut akan di potret melalui teori manajemen POSDCoRB dari Luther Gullick. Secara khusus penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis tentang (1) Planing, (2) Organizing, (3) Staffing, (4) Directing, (5) Coordinating, (6) Reporting, (7) Budgeting tentang implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka dengan menggunakan teori mutu dari Sallis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi yang sangat erat antara implementasi kebijakan dengan menggunakan manajemen yang baik dengan peningkatan mutu perguruan tinggi.
ANALISIS TERHADAP JAWABAN SOAL BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI MISTAKE DAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS Devi Ambarwati; Usep Kosasih; Didin Wahidin
UJMES (Uninus Journal of Mathematics Education and Science) Vol 7, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/ujmes.v7i2.2148

Abstract

Polyhedron are a part of mathematics that are often considered difficult by students, so there are many mistakes made by students in solving problems of polyhedron. This is caused by the lack of students' mathematical understanding ability. Therefore, it is necessary to analyze the students' mistakes in solving mathematical understanding problems with the discussion of polyhedron. Based on this, this study aims to (1) determine the relationship between mathematical understanding and the student's mistake phenomenon (2) find out the forms of mistakes made by students in solving the problem of polyhedron. Participants in this study consisted of 7 students who were selected according to research needs. This study uses a qualitative approach and descriptive method with a case study design. The data obtained were analyzed using constant comparative techniques and qualitative coding. The results of this study indicate the forms of mistakes that arise from solving mathematical understanding ability test questions, namely (1) mistakes in identifying concepts (2) mistakes in absorbing information about questions (3) mistakes in using principles (4) mistakes in completion procedures (5) calculation mistakes on the process of determining the final answer.
Model Pembelajaran Pancaniti Dalam Pendidikan Karakter Ervin Aulia Rachman; Daris Yolanda Sari; Dita Humaeroh; Didin Wahidin; Hanafiah Hanafiah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 4 (2022): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i4.3987

Abstract

Saat ini di abad ke 21, kemampuan untuk beradaptasi, berinovasi, dan menciptakan perubahan merupakan kunci keberhasilan karena sendi-sendi kehidupan telah berubah menjadi sistem lingkungan yang kompleks. Perubahan paradigma pada dunia Pendidikan menjadi contoh bentuk perubahan yang paling fundamental. Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyadari peran transformasi dunia pendidikan dalam memecahkan masalah lingkungan dan berupaya mengembangkan kesadaran ekologis melalui aktivitas pendidikan sekolah dengan disahkannya Peraturan Bupati Purwakarta nomor 103 Tahun 2021 tentang Tatanenndi Bale Atikan. Dengan disahkannya Perbup tersebut, pendidikan karakter harus diawali di ruang-ruang kelas dan di setiap aktivitas pembelajaran dengan menerapkan sebuah model pembelajaran yang sesuai dengan falsafah lokal yaitu model pembelajaran pancaniti. Model pembelajaran pancaniti merupakan sebuah program pendidikan yang berbasis atas nilai-nilai kearifan lokal yang berkembang pada masyarakat Sunda yang terdiri dari lima tahap, yaitu: nitinharti, nitinsurti, nitinbukti, niti bakti, dan niti sajati. Pembelajaran dengan model Pancaniti dengan berbasis falsafah kesundaan bertujuan membentuk kecakapan abad 21, kesadaran hidup ekologis, dan profil pelajar Pancasila sehingga peserta didik tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang semestinya. Dengan penelitian ini diharapkan diperoleh data dan fakta ilmiah, empiris, akuntabel dan sistematis mengenai implementaasi model pembelajaran pancaniti pada pendidikan karakter di sekolah dasar
Manajemen Mutu Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Dosen Armiyanti; Lia Yulianti; Nova Rati Lova; Didin Wahidin; Hanafiah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 4 (2022): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i4.3988

Abstract

Pendidikan Diploma Kebidanan merupakan Pendidikan Vokasi sebagaimana tertuang dalam undang undang kebidanan tahun 2019. Mahasiswa Kebidanan pada akhir masa pendidikan vokasi atau pendidikan profesi harus mengikuti Uji Kompetensi yang bersifat nasional. Uji Kompetensi sebagaimana dimaksud pada merupakan syarat kelulusan pendidikan vokasi atau pendidikan profesi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meganalisis menajemen laboratorium kebidanan dalam meningkatkan kualitas dosen. Dimana penerapan pembelajaran akan dilakukan di laboratorium kebidanan dengan mempersiakan bahan ajar dan kemampuan skil dosen untuk menentukan kualiatas dosen. Penelitian ini dilakukan dengan Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Adapun data yang akan di kumpulkan dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa menajemen dalam menerapkan pembelajaran praktek di labarotorium kebidanan dapat berjalan dengan sesuai dengan standar. Pendukung lainnya melaui metode pembelajaran yang dilakukan oleh dosen melalui simulasi dapat memberikan kemampuan skil yang baik. Adapun implementasi pembelajaran pada dosen pembimbing praktek masih minim dalam pengalaman klinis di lapangan sehingga pengelolaan berdampak pada mutu manajemen laboratorium klinik kebidanan
Manajemen Sekolah Berbasis Pesantren Dalam Meningkatkan Mutu Lulusan Ahmad Akbar; Raharjo Raharjo; Dadang Supriadi; Didin Wahidin; Hanafiah Hanafiah
Jurnal Pendidikan UNIGA Vol 16, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan UNIGA
Publisher : Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpu.v16i2.2388

Abstract

Adanya perubahan dalam kehidupan sosial mengantarkan manusia untuk bisa mewujudkan kehidupan yang selamat dunia dan akhirat. Pendidikan pesantren bertujuan mengembangakan kemampuna manusia dari apsek agama dan kurikulum nasioanal menjadi kesatuan yang utuh. Sekolah Berbasis merupakan model pendidikan yang mampu mengembangkan multiple intelligence, spiritual keagamaan, kecakapan hidup dan penguatan karakter kebangsaan. Tidak hanya pengetahuan agama saja, juga pengetahuan umum pun dipelajari sesuai ketentuan dari pemerintah. Adanya integrasi kultur kepesantren kedalam mata pelajaran dan manajemen sekolah. Oleh karena itu, keberhasilan suatu lembaga pendidikan tidak bisa lepas dari aspek kurikulum, dimana pengelolaan manajemen kurikulum disekolah berbasis pesantren akan berimbas pada out mutu lulusan dari lembaga pendidiakn tersebut. Maka dengan menerapkan manajemen sekolah berbasis pesantren di SMK Al-Falah Nagerg yang baik dan teringtegrasi akan menghasilkan mutu lulusan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk 1) bagimana manajemen sekolah berbasis pesantren dalam meningkatkan mutu lulusan di SMK Al-Falah Nagreg, 2) Bagaimana implikasi manajemen sekolah berbasis pesasntren dalam meningkatkan mutu lulusan di SMK Al-Falah Nagreg. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa manajemen sekolah berbasis pesantren di SMK Al-Falah Nagreg terdiri 4 tahap yaitu: 1) Perencanaan dengan dilakukannya rapat kerja (raker) awal tahun ajaran baru, 2) pengengorganisasian dengan memberikan tupoksi secara proporsional dan professional, 3) penggerakan yang dilakukan dalam bentuk kinerja bardasarkan program kerja,4) pengawasan dalam bentuk penilaian dalam mengevaluasi kinerja oleh pimpinan sekolah. Ada dua imlikasi dari implementasi manajamen sekolah berbasis pesantren yang penelitia temukan di SMK Al-Falah Nagerg yaitu implikasi teoritis yang mencakup visi, misi serta tujuan sekolah serta perlunya dikembangkan kesadaran berkerjasama dalam meningkatkan mutu lulusan.Kata kunci : Manajemen, Sekolah Berbasis Pesantren, Mutu LulusanÂ