Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Permainan Estapet Tisu Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Di Taman Kanak-Kanak TK Raudhatul Furqon Armanila, Armanila; Nirmalasari, Susanti; Damayanti, Alfira
Jurnal Raudhah Vol 12, No 2 (2024): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v12i2.4018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan permainan estapet tisu terhadap perkembangan motorik halus anak usia dini di Taman Kanak-kanak  Raudhatul Furqon dan untuk mengetahui kendala penerapan permainan estapet tisu terhadap perkembangan motorik halus anak usia dini di Taman Kanak-kanak  Raudhatul Furqon. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu peenlitian kualitatif dengan pendekatan kualitati deskriptif, teknik pengumpulan data meliputi obserasi, wawancara dan dokuemntasi, sedankan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan estapet tisu sesuai dengan langkah-langkah permainan estapet tisu yang benar sehingga dapat mengembangkan  perkembangan motorik halus anak dapat dirangsang dengan baik yang meliputi anak dapat meronce, menulis, mewarnai, menyulam, mengancing baju serta memegang pinsil dengan baik. Adapun kendala yang dihadapi oleh guru dalam pelasanaannya yaitu anak merasa bosan saat mereka diminta untuk bergiliran bermain, permainan tidak akan tuntas jika anak tidak mau mengikuti aturan main, serta anak akan lelah jika melakukan permainan estapet tisu sebab semua panca indera aktif dalam permainan tersebut.
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA BINA ANAPRASA Matondang , Ade Rahman; Nirmalasari, Susanti; Sebayang, Putri wahyuni Br.
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.24608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: 1) Kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun sebelum diberikan Projek Based Learning di RA Bina Anaprasa. 2) Kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun setelah diberikan Projek Based Learning di RA Bina Anaprasa. 3) Pengaruh model project based learning terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun di RA Bina Anaprasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kuanlitatif. Pengambilan data dilakukan dengan angket. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun sebelum diberikan Projek Based Learning di RA Bina Anaprasa menunjukkan hasil nilai rata-rata skor sebesar 25,69 .2) Kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun setelah diberikan Projek Based Learning di RA Bina Anaprasa menunjukkan hasil nilai rata-rata skor sebesar 38,88. 3) Hasil uji t nilai ttabel adalah 1.7531, sedangkan nilai t hitung yang diperoleh adalah sebesar 8,91942 , ternyata t hitung > t tabel dari angka batas penolakan hipotesis nol. Dengan demikian Ha diterima, hal ini berarti, terdapat pengaruh model Project Based Learning terhadap kemampuan berfikir kritis anak usia 5-6 tahun di RA Bina Anaprasa.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE MUROTTAL TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN PADA SISWA PONDOK PESANTREN SYARIF AR-RASYID Darwis, Darwis; Irwansyah, Irwansyah; Nirmalasari, Susanti
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.25666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: 1) Penggunaan Metode Murottal di Pondok Pesantren Syarif Ar-Rasyid, 2) Kemampuan membaca Al-Qur’an sebelum dan sesudah diterapkannya metode murottal pada siswa kelas XI Pondok Pesantren Syarif Ar-Rasyid, 3) Pengaruh Penggunaan Membaca Al-Qur’an Pada siswa kelas XI Pondok Pesantren Syarif Ar-Rasyid. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan pemberian pretes dan postes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Metode pembelajaran murottal dijabarkan sebagai berikut: Mempersiapkan ayat Al-Qur’an yang akan dipelajari, Memperkenalkan ayat Al-Qur’an itu pada peserta didik dan membacanya dengan tartil, Kemudian guru memberikan poin-poin yang menarik untuk di diskusikan, Guru membagikan atau menuliskan ayat Al-Qur’an kepada peserta didik yang sesuai dengan pelajara, Guru memanggil beberapa siswa untuk membaca bagian-bagian ayat Al-Qur’an yang berbeda-beda, Ketika bacaan sedang berlangsung guru memerintahkan kepada peserta didik untuk berhenti pada beberapa tempat untuk menekankan arti penting poin-poin/ potongan-potongan ayat tersebut dan guru mengakhiri proses dengan bertanya kepada siswa apa yang ada dalam ayat Al-Qur’an 2) Rata-rata Kemampuan membaca Al-Qur’an siswa lokal kontrol eksperimen pada tes awal: 60,3, Rata-rata Kemampuan membaca Al-Qur’an siswa sebelum diterapkan metode murottal adalah 65,5, sedangkan setelah diterapkan diperoleh rata-rata sebesar 85,1. 3) Hasil penelitian menunjukkan t? lebih kecil dari t_t maka hipótesis nol (H?) diterima, yang berarti Dengaan t? = 8,976 berarti lebih besar dari t_t pada taraf signiffikan 5% maupun pada taraf signifikan 1% (2,05 <8,976> 2,76. Dengan demikian berarti H? di tolak atau ada pengaruh positif metode murottal terhadap kemampuan membaca Al Quran
IMPLEMENTASI BUDAYA ISLAMI DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SISWA DI MTS AL WASHLIYAH 39 DOLOK MASIHUL Rosah , Mila; Matondang, Ade Rahman; Nirmalasari , Susanti
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.26734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mendeskripsikan strategi penerapan budaya Islami dalam membentuk karakter religius siswa di MTs Al Washliyah 39 Dolok Masihul. 2) Untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat pada penerapan budaya Islami dalam membentuk karakter religiusMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Strategi penerapan budaya Islami dalam membentuk karakter religius siswa di MTs Al Washliyah 39 Dolok Masihul menggunakan tiga strategi. Pertama,Power strategy yang diajarkan melalui komitmen dan kebijakan kepala sekolah. Kedua, Persuasive strategy yang diaktualisasikan melalui pembiasaan-pembiasaan. Ketiga,Normative re-edukatif yang diwujudkan melalui keteladanan dan pendekatan. 2) Faktor pendukung implementasi budaya Islami dalam membentuk karakter religius siswa di MTs Al Washliyah 39 Dolok Masihul adalah adanya SDM yang unggul dan sarana prasarana yang memadai, sementara untuk faktor penghambattidak semua guru memberikan nasehat yang berkaitan dengan permasalahan siswa, masyarakat yang majemuk, bukan merupakan sekolah Islam, dan kurangnya kesadaran dari diri siswa
Implementation of Traditional Games in Dealing with Antisocial Behavior in Early Childhood Armanila, Armanila; Lestari, Sri; Nirmalasari, Susanti; Khaerany Nisfiary, Reny
Journal of Islamic Education Students (JIES) Vol. 4 No. 1: May 2024
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jies.v4i1.12267

Abstract

Penelitian ini meneliti tentang penanganan perilaku anti sosial pada anak usia dini dengan impelementasi permainan tradisional. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perencanaan serta pelaksanaan permainan tradisional dan implikasi dari permainan tradisional dalam menangani perilaku anti sosial pada anak usia dini. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perencanaan serta pelaksanaan permainan tradisional dan mengetahui implikasi dari permainan tradisional dalam  menangani perilaku anti sosial pada anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data, merangkum data, menyajikan data dan disimpulkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permainan tradisional dapat menjadi metode penanganan perilaku anti sosial pada anak usia dini. Dengan adanya pengaruh, komunikasi, kerjasama dan empati yang tumbuh setelah melakukan permainan tradisional maka akan tumbuh perilaku prososial pada anak. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pendidik dan lembaga dalam meningkatkan keterampilan sosial pada anak usia dini.
Penerapan Birrul Waalidain Pada Pendidikan Keluarga Melalui Kegiatan Wirid Yasin Di Kelurahan Tualang Perbaungan Siti Amalia Putri; Susanti Nirmalasari; Irwansyah Irwansyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2226

Abstract

This research aims to: (1) analyze the concept of Birrul Walidain (devotion to parents) in family education in Tualang Perbaungan Subdistrict, (2) explore the implementation of Wirid Yasin as a religious activity within the community, and (3) identify the supporting and inhibiting factors in the application of Birrul Walidain through Wirid Yasin activities. This study employed a qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that: (1) the concept of Birrul Walidain in family education serves as a foundational element in shaping the Islamic character of children. Teaching devotion and respect toward parents contributes not only to character development but also to family harmony and happiness; (2) Wirid Yasin activities are not only routine religious gatherings but also serve as a medium to strengthen social and familial ties within the community; (3) supporting factors in implementing Birrul Walidain through Wirid Yasin include strong community awareness of religious values and the proactive role of Wirid Yasin leaders in delivering religious messages. However, inhibiting factors include limited youth involvement, the influence of modern technology, and time constraints faced by families. This research emphasizes the importance of integrating religious traditions into family education and highlights the role of community-based religious activities in promoting core Islamic values.
Optimalisasi Pendidikan Agama Islam Dalam Membangun Jiwa Empati Siswa MTS Zakiyun Najah Sei Rampah Diana Diana; Susanti Nirmalasari; Irwansyah Irwansyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2844

Abstract

This study aims to explore the optimization of Islamic Religious Education (IRE) in fostering students' empathy at MTs Zakiyun Najah. Empathy is one of the essential values that should be instilled from an early age to shape students' social sensitivity and moral responsibility. In an era marked by growing individualism and the erosion of prosocial behavior among adolescents, the role of religious education becomes increasingly vital. Using a qualitative descriptive method, data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that the IRE learning process at MTs Zakiyun Najah is implemented not only through theoretical delivery of material but also through contextual learning, exemplary behavior by teachers, and involvement in social-religious activities such as charity, group discussions, and school-wide religious programs. Teachers integrate empathy values through reflective practices, character journals, and social engagement to strengthen students’ awareness of others’ feelings and needs. Furthermore, the school’s religious environment supports the internalization of Islamic values that promote care, altruism, and mutual assistance. This study concludes that optimizing Islamic Religious Education plays a significant role in developing empathetic behavior among students, helping them become morally conscious and socially responsible individuals.
Penyuluhan Tentang Pentingnya Optimalisasi Aspek Perkembangan Anak Usia Dini Pada Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Harvysah Armanila; Nurhikmah Pohan; Susanti Nirmalasari; Reni Khairani
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 : Februari (2025): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early childhood is a child who is in the age range of 0-6 years who experiences very rapid development, so it is important to optimize the development aspects of early childhood in order to prepare themselves for the next level. The method used in this counseling is participatory-based counseling involving discussion, simulation, and direct practice. The results of this counseling show that the counseling has succeeded in increasing participants' understanding of the concept of the importance of optimizing aspects of early childhood development, as well as skills in stimulating the physical motor, language, social emotional, religious moral and cognitive development of early childhood. A 30% increase in the pre-test and post-test results shows that this counseling is very effective in improving participants' knowledge and skills. In addition, statistical analysis using the paired sample t-test shows that the difference between the pre-test and post-test scores is significant (p <0.05), which further strengthens the conclusion that the workshop has a positive impact on participants' skills.
Kontekstualisasi Metode Langsung dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Yayasan Pondok Pesantren Nur An-Nahdly Tembung Dedek Pertiwi; Sultoni Trikusuma; Susanti Nirmalasari
HIBRUL ULAMA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Hibrul’ulama
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/hibrululama.v7i2.1236

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of using the Direct Method and its contextualization in the daily lives of students at the Nur An-Nahdly Tembung Islamic Boarding School Foundation. The research employed a descriptive qualitative approach, conducted during the 2021/2022 academic year with 21 students from Grade VII as the research subjects. Data collection methods included interviews, field observations, and documentation. The results indicate that Arabic language learning using the Direct Method can improve students' language proficiency, particularly in speaking skills, while also increasing student interest and motivation. This is evidenced by the improvement in students' grades and their active participation during the Arabic learning process. It can be concluded that the Arabic language proficiency of Grade VII students at Nur An-Nahdly Tembung Islamic Boarding School for the 2021/2022 academic year is considered capable and good, as many students were declared to have passed according to the established criteria.
PENANAMAN NILAI MORAL DAN AGAMA MELALUI METODE BERCERITA PADA ANAK USIA DINI DI RA AL MUKHLISIN Hanifah Syahputri; Susanti Nirmalasari; Nurhikmah Pohan; Armanila Armanila
HIBRUL ULAMA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Hibrul’ulama
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/hibrululama.v7i1.974

Abstract

Early childhood education plays a crucial role in developing children's potential to prepare them for various life changes. One of the early childhood education institutions is Raudhatul Athfal (RA), which nurtures children aged 4-6 years in social-emotional, cognitive, language, physical-motor, religious, and artistic aspects. Moral and religious values are the primary focus before other developmental aspects, as children with noble character are more important than intelligence without morality. One of the teaching methods used to internalize moral and religious values is the storytelling method, which aims to encourage and guide children through questions that explore their ideas. Observations at RA Al Mukhlisin indicate that this method has successfully improved some children's moral and religious values, such as greeting others, apologizing, advising friends, and waiting in line. However, some children have yet to develop optimally despite receiving the same teaching methods.