p-Index From 2021 - 2026
6.939
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study

Dinamika Film Komedi Indonesia Berdasarkan Unsur Naratif (Periode 1951-2013) Briandana, Rizki; Dwityas, Nindyta Aisyah
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 1, No 2 (2015): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.922 KB)

Abstract

Dari sudut pandang praktisi perfilman di Indonesia, film komedi dipercaya dapat menghasilkan keuntungan yang besar dan meminimalisir biaya produksi film. Pendekatan cerita komedi dapat dibagi dalam lima kategori utama yaitu, slapstick, deadpan, verbal comedy, screwball, dan black/dark comedy. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan film komedi Indonesia pada tahun 1951-2013 menurut kategori tersebut. Penelitian ini menggunakan analisis isi kuantitatif untuk mengkategorikan genre film per-era. Analisis terfokus pada unsur naratif dari sinopsis masing-masing film untuk melihat kategorisasi tema utama dalam keseluruhan film komedi Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis film verbal comedy merupakan kategori film komedi yang paling diproduksi di Indonesia, yaitu mencapai 241 judul film. Puncak kemunculannya terjadi antara tahun 1970-1979 dengan jumlah 71 judul film. Meskipun trennya mulai menurun sejak itu, verbal comedy tetap menjadi salah satu kategori film komedi yang mendominasi di setiap era perkembangan industri film Indonesia.   
Televisi Berlangganan dan Identitas Diri: Studi Resepsi Remaja terhadap Tayangan Drama Seri Korea Decendents Of The Sun di KBS World Briandana, Rizki
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 2, No 1 (2016): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.137 KB)

Abstract

AbstrakDi era globalisasi, televisi adalah sumber kekuatan yang menyediakan gambar, bahasa dan simbol, di mana khalayak dapat melihat kembali bagaimana media membangun identitas mereka. Seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini di Indonesia banyak bermunculan TV berlangganan dengan sangat pesat. Dan drama seri Korea mendapat sambutan hangat dari peminat-peminatnya. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan drama Korea yang ditayangkan baik di stasiun televisi swasta maupun di televisi berlangganan. Pendekatan analisis resepsi digunakan karena pada dasarnya audiens aktif meresepsi teks dan tidak  terlepas dari pandangan moralnya, baik pada tahap mengamati, menginterpretasi atau dalam membuat kesimpulan. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa bagaimana responden menggunakan hasil menonton untuk membangun identitas dirinya. Aktivitas menonton drama seri Korea digunakan sebagai salah satu upaya eksplorasi (exploration) yaitu usaha mencari informasi dan pemahaman yang mendalam. Secara spesifik responden menggunakan hasil dari aktivitas menonton tersebut sebagai salah satu cara untuk menggali informasi dan penemuan hal-hal baru yang dapat menjadi referensi mereka dalam membangun identitas diri.   
Televisi Berlangganan dan Identitas Diri: Studi Resepsi Remaja terhadap Tayangan Drama Seri Korea Decendents Of The Sun di KBS World Rizki Briandana
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 2, No 1 (2016): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v2i1.217

Abstract

AbstrakDi era globalisasi, televisi adalah sumber kekuatan yang menyediakan gambar, bahasa dan simbol, di mana khalayak dapat melihat kembali bagaimana media membangun identitas mereka. Seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini di Indonesia banyak bermunculan TV berlangganan dengan sangat pesat. Dan drama seri Korea mendapat sambutan hangat dari peminat-peminatnya. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan drama Korea yang ditayangkan baik di stasiun televisi swasta maupun di televisi berlangganan. Pendekatan analisis resepsi digunakan karena pada dasarnya audiens aktif meresepsi teks dan tidak  terlepas dari pandangan moralnya, baik pada tahap mengamati, menginterpretasi atau dalam membuat kesimpulan. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa bagaimana responden menggunakan hasil menonton untuk membangun identitas dirinya. Aktivitas menonton drama seri Korea digunakan sebagai salah satu upaya eksplorasi (exploration) yaitu usaha mencari informasi dan pemahaman yang mendalam. Secara spesifik responden menggunakan hasil dari aktivitas menonton tersebut sebagai salah satu cara untuk menggali informasi dan penemuan hal-hal baru yang dapat menjadi referensi mereka dalam membangun identitas diri.   
Representasi Perdamaian dan Harmoni: Analisis Semiotika pada Iklan YouTube Achmad Jamil; Rizki Briandana; Rustono Farady Marta; Yessi Mareta Andari Putri
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 7, No 2 (2021): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v7i2.5323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perdamaian dalam iklan Coca-Cola edisi Small Word Machines-Bringing India and Pakistan Together yang dipublikasikan di media YouTube pada 19 Mei 2013. Konsep ideologi dalam iklan mengacu pada konsep bahwa ideologi merupakan suatu bentuk gambaran ideal yang bertujuan untuk menarik perhatian melalui teks sebagai produk media massa. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes. Iklan dianalisis melalui konsep denotasi, konotasi, dan mitos Roland Barthes. Hasil penelitian menyimpulkan iklan Coca-Cola edisi “Coca-Cola Small Word Machines- Bringing India and Pakistan Together” mempunyai ideologi atau misi perdamaian untuk warga India dan Pakistan melalui sebuah iklan, namun terlihat jelas dari penggambaran perdamaian yang ditunjukan bahwa perusahaan Coca-Cola terlihat ingin memanfaatkan konflik horizontal antara India dan Pakistan sebagai upaya untuk meningkatkan bisnis Coca-Cola yang secara tidak langsung akan meningkatkan nilai jual produk minuman Coca-Cola di kedua negara tersebut dengan kampanyenya “Open Happines” khususnya di New Delhi, India.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi perdamaian dalam pembuatan iklan tidak hanya semata-mata untuk menyatukan warga India dan Pakistan, melainkan adanya kepentingan kapitalisme atau  keuntungan bisnis bagi perusahaan Coca-Cola.
Dinamika Film Komedi Indonesia Berdasarkan Unsur Naratif (Periode 1951-2013) Rizki Briandana; Nindyta Aisyah Dwityas
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 1, No 2 (2015): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v1i2.205

Abstract

Dari sudut pandang praktisi perfilman di Indonesia, film komedi dipercaya dapat menghasilkan keuntungan yang besar dan meminimalisir biaya produksi film. Pendekatan cerita komedi dapat dibagi dalam lima kategori utama yaitu, slapstick, deadpan, verbal comedy, screwball, dan black/dark comedy. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan film komedi Indonesia pada tahun 1951-2013 menurut kategori tersebut. Penelitian ini menggunakan analisis isi kuantitatif untuk mengkategorikan genre film per-era. Analisis terfokus pada unsur naratif dari sinopsis masing-masing film untuk melihat kategorisasi tema utama dalam keseluruhan film komedi Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis film verbal comedy merupakan kategori film komedi yang paling diproduksi di Indonesia, yaitu mencapai 241 judul film. Puncak kemunculannya terjadi antara tahun 1970-1979 dengan jumlah 71 judul film. Meskipun trennya mulai menurun sejak itu, verbal comedy tetap menjadi salah satu kategori film komedi yang mendominasi di setiap era perkembangan industri film Indonesia.   
Co-Authors Abdul Haris Achmad Jamil Achmad Jamil Achmad Jamil Adhy Purnama, Adhy Adi Adrian Ahmad Hannan Ahmad Mulyana Aliagan, Isiaka Zubair Amer Qasem Amin, Chair Andhita Ramadhania Pristiawati Andi Adriansyah Andi Pajolloi Bate Anggraeni Ananda, Ida Anistya, Famelia Annisa Hakim Zamzami Ari Sulistyanto Arief Bowo Prayoga Kasmo Ariska, Cynthia Aristia Ningrum, Dian Asep Sunandar Azman Azwan Azmawati Azmawati, Azman Azwan Chinmi, Maichel Dafit Feriyanto Damayati, Anindita Dian Nurdiansyah Dicky Andika Edi Pribadi Eka Perwitasari Fauzi Eli Jamilah Mihardja Elly Yuliawati Endi Rekarti, Endi Eni Kusti Rahayu Erna Setiany Fahmi Fotaleno Feni Fasta Fitri Aprilia Galuh Dinda Utami Haekal Fajri Amrullah Hana Rochani Gustasari Panggabean Harris Christanto Harry Harry Iche Hilvania Julpri Andika Kasiful Fadli KRISTIAWAN KRISTIAWAN Kristina Nurhayati Lucky Nugroho Maria Borges, Serilio Verdial Mayde, Putri Calista Mellisa Fransisca Mijan, Rohana Mohamad Saifudin Mohamad Saleh Mohamad Saleh, Mohamad Saifudin Mohd Sofian, Muhammad Raqib Mokhtarrudin Ahmad, Mokhtarrudin Muhammad Raqib Mohd Sofian Muhammad Raqib Mohd Sofian Natasia Angreani Nindyta Aisyah Dwityas Ningrum, Dwi Anggraini Puspa Ningrum, Dwi Anggraini Puspa Nurhalidah Nurhalidah Nurhayati, Kristina Pratiwi, Riri Putri, Yessi Mareta Andari Rahayu, Muthia Rahmadani, Rina Rahmani, Deanisa Ramadhan, Kurnia Relatani, Tantri Reni Mayerni Rustono - Rustono Farady Marta Salsabilla Audinna Santa Lorita Sarata Balaya Septiana, Riyan Siti Hajariah Siti Hajariah, Siti Sofian, Muhammad Raqib Mohd Sri Hesti Syafril Tahar Tarodinarta, Firman Timea Gal Tirta Lestari Tjajadi, Octavia Putri Widyastuti Widyastuti Yananto Mihadi Putra