Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis tubrukan KM Leuser saat proses olah gerak labuh jangkar di Teluk Lamong Nursyamsu; Arief Hidayat Tumanggor; Henni Sutryani; Vidiana Anggeranika; Puspa Gina Agustien
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.126

Abstract

Insiden tubrukan kapal masih menjadi salah satu permasalahan serius dalam keselamatan pelayaran, khususnya pada perairan sempit dan area labuh jangkar dengan lalu lintas padat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya tubrukan KM Leuser saat proses olah gerak labuh jangkar di Teluk Lamong, Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data primer berupa wawancara dengan nakhoda dan awak kapal serta observasi langsung, dan data sekunder berupa dokumen, berita acara, serta literatur terkait keselamatan pelayaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insiden tubrukan dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor alam berupa arus dan angin kencang, serta faktor human error yang meliputi perencanaan pelayaran yang kurang optimal dan pengambilan keputusan saat olah gerak. Selain itu, kondisi kepadatan area labuh jangkar turut memperbesar risiko terjadinya tubrukan beruntun. Penelitian ini menekankan pentingnya perencanaan olah gerak yang matang, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta koordinasi yang efektif dengan pihak terkait untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan referensi dalam upaya peningkatan keselamatan pelayaran, khususnya pada proses labuh jangkar di perairan sempit. Ship collision incidents remain a critical issue in maritime safety, particularly in narrow waters and congested anchorage areas. This study aims to analyze the contributing factors to the collision involving KM Leuser during anchoring maneuver operations in Lamong Bay, Surabaya. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing primary data obtained through structured interviews with the ship’s master and crew, as well as direct onboard and situational observations. Secondary data were collected from official incident reports, logbooks, regulatory documents, and relevant maritime safety literature. The findings reveal that the collision was primarily influenced by two major factors: environmental conditions, notably strong currents and high wind intensity, and human factors, including suboptimal voyage planning and inadequate decision-making during maneuvering operations. Additionally, high traffic density within the anchorage area significantly increased the likelihood of chain-reaction collisions. This study underscores the importance of comprehensive maneuvering and anchoring planning, enhancement of seafarers’ competence, and effective coordination with port authorities and related stakeholders. The results are expected to provide practical insights for improving navigational safety and risk mitigation during anchoring operations in narrow and congested waters.
Analisis pengaruh pelayanan kepanduan dan penarikan kapal terhadap pencapaian target operasional pada PT Sinarmas LDA Usaha Pelabuhan Awel Suryadi; Ahmad Rifa'i Abdillah; Fatimah; Vidiana Anggeranika
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.167

Abstract

Pelayanan kepanduan dan penarikan kapal merupakan komponen penting dalam menjamin kelancaran, keselamatan, serta efisiensi operasional pelabuhan. PT Sinarmas LDA Usaha Pelabuhan sebagai badan usaha pelabuhan menghadapi tantangan dalam pencapaian target operasional yang dipengaruhi oleh kualitas layanan pemanduan dan penarikan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelayanan kepanduan dan pelayanan penarikan kapal terhadap pencapaian target operasional perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 60 responden yang terlibat langsung dalam kegiatan operasional kepanduan dan penarikan kapal, dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26, didukung oleh uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan kepanduan dan pelayanan penarikan kapal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencapaian target operasional, baik secara parsial maupun simultan. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan sebagian besar variasi pencapaian target operasional. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan kepanduan dan penarikan kapal merupakan faktor strategis dalam mendukung efektivitas, efisiensi, serta keselamatan operasional pelabuhan. Pilotage and ship towing services play a crucial role in ensuring the smoothness, safety, and operational efficiency of port activities. PT Sinarmas LDA Usaha Pelabuhan, as a port service provider, faces challenges in achieving its operational targets, which are influenced by the quality of pilotage and towing services. This study aims to analyse the effect of pilotage services and ship towing services on the achievement of the company’s operational targets. A quantitative approach with a survey method was employed in this study. Data were collected through questionnaires distributed to 60 respondents directly involved in pilotage and towing operations, using purposive sampling techniques. Data analysis was conducted using multiple linear regression with the support of SPSS version 26, complemented by validity, reliability, and classical assumption tests. The results indicate that both pilotage and towing services have a positive and significant effect on the achievement of operational targets, both partially and simultaneously. The coefficient of determination reveals that the independent variables explain a substantial proportion of the variation in operational target achievement. These findings highlight that improving the quality of pilotage and towing services is a strategic factor in enhancing port operational effectiveness, efficiency, and safety.
Bersih-bersih pantai dan penanaman pohon kopasus dalam rangka hari pelaut sedunia Soleh Uddin; Moejiono; Dapid Rikardo; Nursyamsu; Amirullah; Cholis Imam Nawawi; Hendi Prasetyo; Astri Kustina Dewi; Vidiana Anggeranika; Jusva Agus Muslim; Nurfadhlina
Journal Marine Services Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v1i1.240

Abstract

Indonesia menempati urutan kedua sebagai penyumbang sampah plastik di laut terbesar di dunia. Kondisi ini berdampak buruk pada keindahan pantai dan ekosistem mangrove di wilayah pesisir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan taruna-taruni Kementerian Perhubungan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir serta teknik pelestariannya melalui penanaman pohon. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi penyuluhan materi keilmuan, diskusi tanya jawab, serta praktik langsung pembersihan sampah plastik dan penanaman pohon kopasus. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Juni 2023 di Pesisir Laut Dermaga Prestasi Politeknik Pelayaran Banten dengan melibatkan 200 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kolektif peserta terhadap kebersihan lingkungan dan kelestarian ekosistem laut, yang menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan maritim yang sehat dan berkelanjutan.   Indonesia ranks second globally in contributing plastic waste to the ocean. This condition negatively impacts the beauty of beaches and mangrove ecosystems in coastal areas. This community service activity aims to increase the awareness and knowledge of cadets from the Ministry of Transportation regarding the importance of maintaining coastal environmental cleanliness and preservation techniques through tree planting. The methods used include scientific counseling, Q&A discussions, and direct practice of plastic waste cleanup and Kopasus tree planting. The activity was held on June 20, 2023, at the coastal area of Dermaga Prestasi, Banten Merchant Marine Polytechnic, involving 200 participants. The results indicated an improvement in the participants' collective understanding of environmental cleanliness and marine ecosystem conservation, serving as a concrete step toward achieving a healthy and sustainable maritime environment.
Sosialisasi kesehatan lingkungan masyarakat Desa Sukadiri Febria Surjaman; Moejiono; Riyanto; Dwi Endah Kurniasari; Antaris Fahrisani; Mokhammad Zulkarnain; Pramudyasari Nur Bintari; Vidiana Anggeranika
Journal Marine Services Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v1i1.243

Abstract

Kondisi kesehatan lingkungan di wilayah pesisir Desa Sukadiri memerlukan perhatian serius terkait aspek sanitasi, pengelolaan sampah, dan akses air bersih yang berdampak langsung pada kualitas hidup warga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai praktik pencegahan penyakit melalui pengelolaan lingkungan yang baik, sekaligus memeriahkan peringatan HUT RI ke-78. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei awal, sosialisasi edukatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta pemberian layanan kesehatan gratis berupa konsultasi dan pengobatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan wawasan keilmuan masyarakat Desa Sukadiri terkait kesehatan preventif, yang tercermin dari partisipasi aktif 25 warga dalam sesi diskusi dan pemeriksaan medis. Kesimpulan dari program ini menekankan bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat lokal efektif dalam mendorong kemandirian warga dalam mengelola kesehatan lingkungan mereka secara berkelanjutan demi menurunkan risiko penyakit terkait lingkungan.   Environmental health conditions in the coastal area of Sukadiri Village require serious attention regarding sanitation, waste management, and access to clean water, which directly impact the residents' quality of life. This community service activity aims to increase public awareness and understanding of disease prevention practices through proper environmental management, while also commemorating the 78th Anniversary of Indonesian Independence. The implementation methods included a preliminary survey, educational socialization through interactive lectures, group discussions, and the provision of free health services such as consultations and treatments. The results indicated an improvement in the scientific knowledge of the Sukadiri Village community regarding preventive health, reflected by the active participation of 25 residents in discussion sessions and medical check-ups. The conclusion of this program emphasizes that collaboration between academics and local communities is effective in encouraging resident independence in managing their environmental health sustainably to reduce the risk of environment-related diseases.
Bimbingan teknis keselamatan bernavigasi kepada operator kapal tradisional di lingkungan KUPP Kelas III Karangantu Banten Dapid Rikardo; Semuel Palembangan; Zainal Arifin; Soleh Uddin; Nursyamsu; Cholis Imam Nawawi; Hari Sunanto; Vidiana Anggeranika; Sandy Wahyu Purnomo; Dedtri Anwar; Amirullah; Antaris Fahrisani; Agus Widodo; Yollanda Octavitri; Djibril Tri Bayu Pamungkas; Arief Hidayat Tumanggor
Journal Marine Services Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v2i1.247

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para operator kapal tradisional di lingkungan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Karangantu, Banten, mengenai keselamatan bernavigasi. Masyarakat nelayan dan operator kapal di wilayah ini umumnya mengoperasikan kapal berukuran 10-40 GT namun masih memiliki kesadaran dan pengetahuan yang terbatas mengenai prosedur keselamatan modern, karena lebih banyak bergantung pada pengalaman turun-temurun. Kurangnya pemahaman ini meningkatkan risiko kecelakaan laut, terutama saat menghadapi cuaca buruk atau kepadatan lalu lintas kapal. Metode yang digunakan dalam bimbingan teknis ini meliputi pendekatan multisensory (audio-visual), diskusi interaktif (sharing), studi kasus, serta praktik langsung (learning by doing) terkait penggunaan alat bantu navigasi dan keselamatan. Materi yang disampaikan mencakup identifikasi rambu laut, isyarat bunyi, peraturan pencegahan tubrukan di laut (COLREGs), serta pengenalan dasar permesinan kapal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan teoretis dan keterampilan praktis peserta, di mana para operator kini lebih siap dan waspada terhadap potensi bahaya selama pelayaran. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan budaya keselamatan maritim yang berkelanjutan di wilayah Karangantu.   This community service activity aims to increase the knowledge and understanding of traditional ship operators within the Class III Karangantu Port Authority (KUPP) environment, Banten, regarding navigation safety. The fishing community and ship operators in this region generally operate vessels of 10-40 GT but still have limited awareness and knowledge regarding modern safety procedures, as they rely more on hereditary experience. This lack of understanding increases the risk of maritime accidents, especially when facing bad weather or high ship traffic density. The methods used in this technical guidance include a multisensory approach (audio-visual), interactive discussions (sharing), case studies, and direct practice (learning by doing) related to the use of navigational and safety aids. The materials presented include identification of sea markers, sound signals, international regulations for preventing collisions at sea (COLREGs), and an introduction to basic ship machinery. The results of the activity show a significant increase in the participants' theoretical knowledge and practical skills, where operators are now better prepared and alert to potential hazards during voyages. This collaboration is expected to create a sustainable maritime safety culture in the Karangantu region.
Penanaman mangrove untuk menumbuhkan perekonomian hijau dan berkelanjutan di Desa Wisata Ketapang Semuel Palembangan; Soleh Uddin; Riyanto; Abdul Rochman; Dapid Rikardo; Hendi Prasetyo; Henni Sutryani; Susiarni Magdalena; Mokhammad Zulkarnain; Vidiana Anggeranika; Sandy Wahyu Purnomo; Ahmad Shulhany
Journal Marine Services Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v2i1.249

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-20 Politeknik Pelayaran Banten dengan fokus utama pada pelestarian ekosistem pesisir dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Wisata Ketapang, Mauk, Kabupaten Tangerang. Hutan mangrove memiliki peran krusial sebagai penyerap karbon yang efisien dalam mitigasi perubahan iklim global, namun masyarakat setempat masih memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai manfaat ekonomi dan pangan dari tanaman ini. Tujuan dari program ini adalah untuk mewujudkan Desa Ketapang sebagai destinasi wisata yang hijau dan berkelanjutan sekaligus menumbuhkan roda perekonomian melalui budidaya mangrove. Metode yang diterapkan meliputi penyuluhan mengenai manfaat mangrove untuk ketahanan pangan serta praktik langsung penanaman 1.000 bibit mangrove oleh tim pengabdi bersama masyarakat sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir dari abrasi serta terbukanya peluang pemanfaatan hasil hutan mangrove sebagai sumber pendapatan tambahan. Melalui sinergi antara akademisi dan komunitas lokal, diharapkan program ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menciptakan keseimbangan antara konservasi lingkungan dan kesejahteraan ekonomi.   This community service activity was carried out in conjunction with the 20th Anniversary (Dies Natalis) of the Banten Marine Polytechnic, focusing on the preservation of coastal ecosystems and the economic empowerment of the community in Ketapang Tourism Village, Mauk, Tangerang Regency. Mangrove forests play a crucial role as efficient carbon sinks in mitigating global climate change, yet the local community still has limited knowledge regarding the economic and food benefits of these plants. The aim of this program is to transform Ketapang Village into a green and sustainable tourism destination while simultaneously stimulating the local economy through mangrove cultivation. The methods applied included counseling on the benefits of mangroves for food security as well as the direct practice of planting 1,000 mangrove seedlings by the service team together with the surrounding community. The results of the activity showed an increase in community awareness regarding the importance of protecting coastal ecosystems from abrasion and the emergence of opportunities to utilize mangrove forest products as a source of additional income. Through synergy between academics and the local community, it is hoped that this program will be a sustainable first step in creating a balance between environmental conservation and economic welfare.