p-Index From 2021 - 2026
7.858
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Jurnal Ilmiah Peuradeun al-Uqud : Journal of Islamic Economics J-EBIS (Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam) Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI MUHARRIK: JURNAL DAKWAH DAN SOSIAL Journal of Humanities and Social Studies JURNAL MANAJEMEN BISNIS Jurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance Al-Masharif: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Keislaman Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-undangan, Ekonomi Islam BALANCE: Economic, Business, Management and Accounting Journal SERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Islam Tasharruf: Journal Economics and Business of Islam Ilomata International Journal of Management RESLAJ: RELIGION EDUCATION SOCIAL LAA ROIBA JOURNAL Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Ekonomi Bisnis Manajemen dan Akuntansi (EBMA) Ilomata International Journal of Management Al-Sharf: Jurnal Ekonomi Islam Journal La Sociale Ilomata International Journal of Social Science Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Bima Journal : Business, Management and Accounting Journal International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Islamiconomic: Jurnal Ekonomi Islam Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Al-Tijary : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Qonun Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan Journal of Islamic Economics Lariba Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Journal of Social Commerce Moneter : Jurnal Keuangan dan Perbankan Regress: Journal of Economics & Management Innovative: Journal Of Social Science Research IIJSE Al-masharif: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Keislaman Indonesian Journal of Islamic Literature and Muslim Society Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Journal of Visionary Sharia Economy (JOVISHE) As-Syirkah: Islamic Economic & Financial Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Reconstruction of the Concept of Maslahat-Based Maqasid al-Shariah in Contemporary Islamic Economics Theoretical Paradigmatic: Systematic Literature Review Zulkarnaen, Zulkarnaen; Yafiz, Muhammad
Al-Sharf: Jurnal Ekonomi Islam Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmat Islamiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56114/al-sharf.v7i1.13175

Abstract

This research aims to reconstruct the concept of maqasid al-syari'ah based on maslahah in the perspective of contemporary Islamic economics by systematically examining conceptual, methodological, and paradigmatic developments in the existing literature. The research uses a systematic literature review (SLR) approach by following the PRISMA 2020 reporting flow. The literature search process was carried out through the Scopus database using keywords related to maqasid al-syari'ah, maslahah, and Islamic economics, so that 23 articles that met the inclusion criteria were obtained for analysis. Data were analyzed using thematic analysis and narrative synthesis to group findings into conceptual-theoretical, methodological-paradigmatic, and conceptual development synthesis. The results of the study show that contemporary Islamic economic literature has adopted a substantive maslahah orientation, especially in the study of Islamic banking, cash waqf, and Islamic social finance, but still places maqasid al-shari'ah implicitly and sectorally. The use of maqasid as the main paradigm of analysis is still limited, with the dominance of positivistic and evaluative approaches. Through the synthesis of literature, this study confirms the potential of maqasid al-syari'ah based on maslahah to be developed as an integrative and coherent Islamic economic paradigm. This research contributes to the strengthening of the conceptual framework of Islamic economics by placing maqasid al-syari'ah as the foundation of economic values, methods, and practices.
Analisis Ekonomi Islam Terhadap Upah dan Kesejahteraan Pekerja Indonesia Harahap, Ira Damayanti; Yafiz, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6207

Abstract

Agama Islam mengajarkan umatnya untuk berusaha mencapai kehidupan yang seimbang antara kesejahteraan dunia dan akhirat, termasuk dalam aspek ekonomi dan ketenagakerjaan. Islam memberikan pedoman komprehensif mengenai hubungan antara pekerja dan pemberi kerja yang menekankan prinsip keadilan, kemaslahatan, serta penghargaan terhadap hak-hak tenaga kerja. Dalam perspektif Islam, tenaga kerja memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi dan sosial, sehingga pekerja berhak memperoleh upah yang adil sesuai dengan jasa, kemampuan, dan usaha yang telah diberikan. Prinsip utama yang mendasari konsep ketenagakerjaan dalam Islam meliputi keadilan (al-‘adl), tanggung jawab, serta perlindungan terhadap hak-hak pekerja. Islam melarang segala bentuk ketidakadilan dalam hubungan kerja, seperti pemberian upah yang tidak sesuai, eksploitasi tenaga kerja, pemaksaan kerja tanpa kompensasi yang layak, serta penyalahgunaan kekuasaan oleh pemberi kerja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen terkait yang relevan dengan konsep ketenagakerjaan dalam Islam. Metode ini bertujuan untuk menguji keabsahan suatu pengetahuan serta memecahkan permasalahan berdasarkan fakta empiris dan kajian ilmiah yang telah ada. Melalui pendekatan ini, penelitian berupaya memberikan pemahaman yang mendalam mengenai prinsip-prinsip ketenagakerjaan dalam Islam serta relevansinya dalam praktik hubungan kerja modern. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi dalam menciptakan sistem ketenagakerjaan yang adil, manusiawi, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.  
Konsep Kepemilikan Harta dalam Pemikiran Ekonomi Islam dan Implikasinya terhadap Sumber Daya Publik di Era Modern Sari, Melia; Yafiz, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6210

Abstract

Pengelolaan sumber daya publik di era modern menghadapi berbagai tantangan, seperti ketimpangan ekonomi, konsentrasi penguasaan sumber daya pada kelompok tertentu, serta meningkatnya praktik privatisasi yang berpotensi mengurangi akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar. Kondisi tersebut menuntut adanya kerangka konseptual alternatif yang mampu mengintegrasikan efisiensi ekonomi dengan prinsip keadilan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kepemilikan harta dalam pemikiran ekonomi Islam serta implikasinya terhadap pengelolaan sumber daya publik di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis-hadis shahih, literatur ekonomi Islam, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan. Teknik analisis data menggunakan metode content analysis yang disajikan secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi Islam memandang kepemilikan harta sebagai amanah dari Allah SWT yang penggunaannya dibatasi oleh prinsip keadilan, kemaslahatan, dan tanggung jawab sosial. Dalam perspektif ekonomi Islam, sumber daya publik dikategorikan sebagai kepemilikan umum yang pengelolaannya menjadi tanggung jawab negara sebagai pengelola amanah masyarakat. Negara tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai pelindung kepentingan publik agar pemanfaatan sumber daya dapat dilakukan secara adil, merata, dan berkelanjutan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa konsep kepemilikan dalam ekonomi Islam dapat menjadi kerangka analitis yang relevan dalam mengevaluasi kebijakan pengelolaan sumber daya publik yang berorientasi pada keadilan distributif, kesejahteraan sosial, dan keberlanjutan pembangunan
Optimalisasi Distribusi Zakat di Era Digital dalam Perspektif Ekonomi Islam Gea, Titi Inri Ani; Yafiz, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6211

Abstract

Distribusi zakat memiliki peran strategis dalam mewujudkan keadilan sosial dan peningkatan kesejahteraan umat dalam sistem ekonomi Islam. Zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen ibadah individual, tetapi juga sebagai mekanisme distribusi kekayaan yang bertujuan mengurangi kesenjangan sosial dan memberdayakan mustahik secara berkelanjutan. Perkembangan teknologi digital pada era modern membuka peluang besar untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan serta distribusi zakat melalui pemanfaatan sistem informasi yang terintegrasi, pengelolaan basis data mustahik yang lebih akurat, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas lembaga pengelola zakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), dengan mengkaji berbagai literatur ilmiah, regulasi, serta hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan distribusi zakat, digitalisasi pengelolaan zakat, dan konsep maqāṣid al-sharī‘ah. Hasil kajian menunjukkan bahwa optimalisasi distribusi zakat di era digital tidak hanya berkaitan dengan aspek efisiensi teknis dan administratif, tetapi juga menekankan pada ketepatan sasaran penerima, keberlanjutan manfaat ekonomi dan sosial, serta kesesuaian dengan prinsip-prinsip syariah. Studi konseptual terhadap praktik pengelolaan zakat oleh BAZNAS menunjukkan bahwa penerapan digitalisasi mampu mendukung distribusi zakat yang lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Namun demikian, implementasi digitalisasi zakat masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta risiko keamanan dan perlindungan data. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem digital zakat, peningkatan literasi digital masyarakat, pengembangan profesionalisme amil zakat, serta integrasi digitalisasi dengan prinsip maqāṣid al-sharī‘ah guna mewujudkan distribusi zakat yang optimal dan berdampak transformasional bagi kesejahteraan mustahik.  
Pemikiran Ekonomi Islam Tentang Larangan Ihtikar (Penimbunan), Kelangkaan Barang, dan Dampaknya terhadap Stabilitas Harga di Pasar Modern Nasution, Eza Okhy Awalia Br; Yafiz, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6212

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran ekonomi Islam mengenai larangan praktik ihtikar (penimbunan barang), fenomena kelangkaan barang, serta dampaknya terhadap stabilitas harga dalam pasar modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan. Data penelitian diperoleh dari sumber primer berupa Al-Qur’an dan Hadis yang menjadi landasan normatif dalam ekonomi Islam, serta sumber sekunder berupa kitab-kitab pemikiran ekonomi Islam klasik dan kontemporer, buku ekonomi syariah, serta jurnal ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik ihtikar merupakan bentuk distorsi pasar yang dilarang dalam ekonomi Islam karena dapat menyebabkan kelangkaan barang secara tidak alami, memicu ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran, serta mendorong kenaikan harga secara tidak wajar. Larangan ihtikar dalam Islam bertujuan untuk menjaga prinsip keadilan ekonomi, menjamin kelancaran distribusi barang, dan menciptakan stabilitas harga yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Selain itu, ekonomi Islam menekankan pentingnya terciptanya mekanisme pasar yang sehat dan transparan, serta menegaskan peran negara dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas pasar guna mencegah praktik penimbunan dan manipulasi harga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prinsip-prinsip ekonomi Islam memiliki relevansi yang kuat dalam menghadapi dinamika pasar modern, khususnya dalam mengatasi praktik monopoli, penimbunan barang, dan ketidakstabilan harga. Implementasi nilai-nilai ekonomi Islam dapat menjadi alternatif solusi dalam menciptakan sistem pasar yang adil, stabil, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pengaruh Jumlah Uang Beredar, Nilai Tukar Rupiah, BI Rate, dan Tingkat Inflasi terhadap Indeks Saham Syariah Indonesia Cahyadi, Rahmad; Yafiz, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6309

Abstract

Pasar modal syariah memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia sebagai sarana investasi yang selaras dengan prinsip-prinsip syariah. Salah satu indikator utama kinerja pasar modal syariah adalah Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), yang pergerakannya dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah uang beredar, nilai tukar rupiah, tingkat inflasi, dan BI Rate terhadap pergerakan ISSI pada periode 2020–2025, yaitu fase pemulihan ekonomi pasca-pandemi COVID-19 yang ditandai oleh dinamika kebijakan moneter dan fluktuasi ekonomi global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder time series bulanan yang bersumber dari Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, dan instansi terkait. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak EViews. Hasil estimasi menunjukkan bahwa secara simultan variabel makroekonomi berpengaruh signifikan terhadap ISSI. Secara parsial, jumlah uang beredar berpengaruh positif dan signifikan terhadap ISSI, sedangkan nilai tukar rupiah dan BI Rate berpengaruh negatif dan signifikan. Tingkat inflasi menunjukkan pengaruh positif namun relatif lemah. Selain itu, ISSI periode sebelumnya memiliki pengaruh positif yang signifikan, mengindikasikan adanya efek lag dalam pergerakan indeks. Model regresi telah memenuhi asumsi klasik, sehingga hasil estimasi dapat diinterpretasikan secara valid. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya stabilitas makroekonomi, khususnya likuiditas moneter, nilai tukar, dan kebijakan suku bunga, dalam menjaga kinerja pasar modal syariah. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi investor syariah, akademisi, dan pembuat kebijakan dalam memahami dinamika pasar saham syariah di Indonesia.
The Concept of Gharar in Business and Economic Practices Satrya Mutthaqin, Muhammad; Yafiz, Muhammad
As-Syirkah: Islamic Economic & Financial Journal Vol. 5 No. 1 (2026): As-Syirkah: Islamic Economic & Financial Journal 
Publisher : Ikatan Da'i Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56672/

Abstract

The concept of gharar is one of the fundamental principles in Islamic economics aimed at ensuring clarity, justice, and transparency in economic transactions. Gharar refers to excessive uncertainty, ambiguity, or lack of information within a contract that may cause injustice or potential loss to one of the contracting parties. Along with the rapid development of modern and digital economic systems, the potential presence of gharar has become increasingly complex, particularly in business practices such as e-commerce, pre-order systems, digital transactions, business contracts, and modern financial instruments. This study aims to examine the concept of gharar, its legal foundations, various forms, and its implications in contemporary business and economic practices. The research employs a qualitative method using a library research approach with descriptive-qualitative analysis. The findings indicate that the prohibition of gharar remains highly relevant in maintaining economic stability, protecting consumers, and promoting ethical business practices in accordance with Sharia principles. Therefore, the application of prudential principles, transparency, and contractual clarity is essential to minimizing gharar in modern economic activities.
Redefinisi Hak Milik dalam Ekonomi Islam: Kritik Filosofis terhadap Absolutisme Kepemilikan Hasibuan, Faisal Umardani; Yafiz, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5988

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguraikan konsep dari kerangka deskripsi tentang pembahasan harta dan kepemilikan dalam perspektif filsafat ekonomi Islam. Dengan berfokus pada penekanan dari definisi bahwa harta merupakan amanah ilahi yang bersifat relatif dan terbatas, bukan kepemilikan mutlak. Metode penelitian yang dilakukan cenderung mengandalkan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis teks primer, yaitu Al Qur’an, Hadis, dan literatur fiqh klasik, serta kajian pustaka yang detail dan mendalam. Pembahasan mencakup pengertian harta sebagai segala sesuatu yang memiliki nilai ekonomi dan dimiliki oleh manusia, bentuk-bentuk kepemilikan yang diantaranya memiliki makna al-milk at-tamm (sempurna), al-milk an-naqish (tidak sempurna) termasuk al-ain dan al-manfa'ah, serta sebab-sebab sah kepemilikan yaitu ihrazul mubahat, al-uqud, al-khalafiyah, dan al-tawallud minal mamluk. Teknik analisa menggunakan metode hermeneutika filosofis digunakan pada penelitian ini didalam mengurai konsep harta, bentuk kepemilikan sempurna, serta penyebab penguasaan barang, perjanjian, waris, dan pertumbuhan dari harta kepemilikan. Filosofi utamanya menolak absolutisme kapitalis dan kolektivisme sosialis, dengan prinsip keseimbangan yang jelas antara hak individu dan kemaslahatan sosial melalui zakat, infak, dan wakaf. Islam mengajarkan prinsip pengelolaan harta tidak terlepas dari suatubentuk kegiatan ibadah untuk keadilan distributif dan falah lahir batin. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa islam mengakui kepemilikan individu namun menolak sifat mutlaknya dengan mewajibkan fungsi sosial melalui zakat, infak, dan wakaf, sehingga menciptakan keseimbangan antara hak pribadi, keadilan distributif, dan kemaslahatan umum yang berorientasi pada tauhid dan falah.
Strategic Solutions for Strengthening Mustahik Family Resilience Through Zakat Management Based on Maqashid Al-Shari’ah Syarif, Syarto; Rokan, Mustafa Kamàl; Yafiz, Muhammad
QONUN: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-undangan Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : FASYA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/qj.v9i1.12766

Abstract

This study analyzes the role of zakat in strengthening the economic resilience of mustahik families in Medan City through the framework of maqashid al-shariah. The research employs the Analytic Network Process (ANP) to identify and prioritize key problems, solutions, and strategies in zakat management. Data were collected through a literature review, in-depth interviews with zakat practitioners, religious leaders, academics, and mustahik, and pairwise comparison questionnaires to capture the interdependencies among issues. Unlike conventional prioritization methods, ANP allows the analysis of both inner and outer dependencies, enabling a more comprehensive assessment of the relative importance of each factor. The findings show that the most critical problem is the dominance of consumptive zakat distribution (weight = 0.298), followed by limited assistance and mentoring for mustahik (weight = 0.255), low quality of amil human resources (weight = 0.170), weak mustahik data management (weight = 0.155), and low muzakki trust (weight = 0.122). These results indicate that zakat management still tends to focus on short-term relief rather than sustainable economic empowerment. Strategic solutions include increasing the allocation of productive zakat, strengthening amil human resource capacity, improving mustahik mentoring, digitalizing data and monitoring systems, and promoting zakat programs based on maqashid al-shariah. Implementation strategies emphasize regulatory frameworks requiring at least 50% productive zakat allocation, collaborative governance with religious leaders and local government, the development of a maqashid-based evaluation index, and partnerships with universities and mosques. The study contributes theoretically by positioning maqashid al-shariah as an evaluative framework in zakat governance and methodologically by demonstrating the usefulness of ANP in analyzing complex social finance systems, while providing practical policy insights for sustainable empowerment and increased public trust.
Co-Authors Adela Putri, Sania Aini, Rija Amanda, Feby Aulia AMELIA, MAYA Anggraini, Tessa Annisa, Wan Nurul Fatin Aqwa Naser Daulay Arnida Wahyuni Lubis Atiqah, Siti Nurul Azhari Akmal Tarigan Azzahara, Revika Viola Batubara, Maryam Batubara, Yennika Bi Rahmani, Nur Ahmadi Cahyadi, Rahmad Cahyanti, Sri Cynthiasari, Vina Daulay, Aqwa Nasser Desmadi Saharuddin, Desmadi Dharma, Budi EKA FADHILA Faisal Affandi Gea, Titi Inri Ani Habibi, Adnan Harahap, Ira Damayanti Harahap, Muhammad Ikhsan Harahap, Rahmat Daim Hasfizetty, Idzni Hasibuan, Faisal Umardani Hutabarat, Sauril Rahmadi Ismail Isnaini Harahap Kamal Rokan, Musthapa Kamilah, Kamilah Khinaya, Mutiara Luis, Muhammad Manurung, Nurlatifah Marliyah Marliyah, Marliyah Marni, Dina Melia Sari, Melia Mubarok, Ibnu Rizal Muhammad Arif Muhammad Ramadhan Nasution, Amalia Nasution, Eza Okhy Awalia Br Nasution, Hairatunnisa Nasution, Muhammad Irwan Padli Nasution, Sariati Nasution, Yasir Nawir Yuslem, Nawir Ningrum, Laila Dwi Noor, Atikah Nuri Aslami Nurul Jannah Padang, Abdul Muin Akmal Prasektiyo, Agung Puteh, Anwar Putri Agustina Qarni, Waizul Rahmani, Nur Ahmadi Bi Riska Amelia Ritonga, Mirwansyah Rokan, Mustafa Kamal Saparuddin Siregar Saragih, Murniati Arinda Sarmiana Batubara Satrya Mutthaqin, Muhammad Selayan, Asyaadatun Nazila Septiani, Bella Virnadya Setiani, Henni Shofia, Putri Anis Sugianto Sugianto Sukiman Sukiman Syahputri, Rima Rizki Syarbaini, Ahmad Muhaisin B. Syarif, Anwar Syarif, Syarto Tanjung, Rizki Ramadhan Tuti Anggraini Wahyu Syarvina Winarsih, Safitri Yanti, Tri Auri YENNI SAMRI JULIATI NASUTION, YENNI SAMRI JULIATI Yuni, Ika Darma Zainur, Zainur Zulkarnaen Zulkarnaen