Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Pentingnya Menulis pada Guru Olahraga di MGMP PJOK SMP Jayapura Putra, Miftah Fariz Prima; Guntoro, Tri Setyo; Sutoro, Sutoro; Mantiri, Grace Janice Martha; Zainuri, Agus; Sinaga, Evi; Numberi, Gerdha Kristina Ivony; Mulait, Carles Sari; Pigome, Ami Cristina; Ikhsan, Ikhsan; Watiningsih, Rita; Gandinni, Nanda Aprilia
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 23, No 4 (2024): Special Issue National Conference: Mengembalikan Marwah PJOK dan Penerapan Tekn
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multilateral.v23i4.21778

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah untuk mengedukasi pentingnya menulis dan cara menulis yang mudah pada guru olahraga di MGMP PJOK SMP Kota Jayapura. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu: persiapan, pendidikan atau pelatihan, penguatan, dan evaluasi. Hasil kegiatan PkM menunjukkan sebanyak 21 guru olahraga tingkat SMP di Kota Jayapura, Papua, mengikuti kegiatan tersebut. Sebanyak 80.95% atau 17 orang adalah guru olahraga laki-laki sedangkan 19.05% atau 4 orang adalah guru perempuan. Secara usia, rata-rata usia peserta PkM adalah 34.57 ± 10.62 tahun dengan usia guru yang termuda adalah 23 tahun sedangkan yang senior 57 tahun. Berdasarkan pengalaman, tampak bahwa rata-rata peserta memiliki pengalaman mengajar selama 8.95 tahun dan bahkan terdapat yang sudah mengajar 29 tahun. Sebanyak 85.71% peserta PkM menyatakan belum pernah menulis artikel dan sebanyak 90.48% belum pernah menulis buku. Sebanyak 90.5% peserta menyebutkan belum pernah menggunakan aplikasi references tools. Sebanyak 85% peserta dapat memahami dengan baik materi penulisan yang diberikan dan peserta sangat tertarik untuk membuat tulisan bertema olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, serta olahraga prestasi.
Dampak Edukasi Gizi Olahraga Bagi Atlet, Pelatih dan Official Binaraga Papua Sinaga, Evi; Ita, Saharuddin; Mandosir, Yohanis M.; Putra, Miftah Fariz Prima; Womsiwor, Daniel; Kurdi, Kurdi; Mangolo, Ewendi W.; Guntoro, Tri Setyo; Sinaga, Eva; Sinaga, Dewi Oktavia
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 23, No 4 (2024): Special Issue National Conference: Mengembalikan Marwah PJOK dan Penerapan Tekn
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multilateral.v23i4.21872

Abstract

Atlet binaraga rentan terhadap kelebihan asupan energi dan protein serta penggunaan suplemen yang tidak tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dampak edukasi gizi olahraga bagi atlet, pelatih dan official binaraga Papua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre test and post test design serta observasi yang melibatkan 6 binaragawan, 1 pelatih dan 2 official. Penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan atlet, pelatih dan official binaraga secara signifikan (p value = 0.000, N Gain score = 85) mengenai gizi dan suplemen bagi binaraga masa pre kompetisi. Hasil observasi menunjukkan bahwa atlet taat mengikuti diet dan berhati-hati dalam memilihi makanan dan suplemen yang dikonsumsi. Dengan demikian, disimpulkan bahwa edukasi gizi dan suplemen bagi atlet binaraga meningkatkan pengetahuan gizi dan suplemen atlet yang disertai dengan perubahan perilaku makan.
OPTIMALISASI OPTIMALISASI MODEL MFT SEBAGAI ALAT UKUR KEBUGARAN GURU MGMP PJOK KOTA JAYAPURA Guntoro, Tri Setyo; Yudistira, Indra
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 2 (2025): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, Juni 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v4i2.3838

Abstract

In the world of sports, it is important to have good physical fitness because good fitness can affect performance in various activities. Success in achieving anything productive often depends on a healthy and fit body. As a living being with a complete range of organs, keeping them functioning optimally is essential to ensure overall health. The Multi Fitness Test (MFT) is a form of test and measurement to measure a person's maximum oxygen capacity. The MFT test is very easy to do, using only a tape recorder (for the signal) and a field with a distance of 20 meters. The purpose of this PkM is to measure the cardiovascular fitness of MGMP PJOK Jayapura City teachers. The method used is two main activities, namely training and practical tests. The MFT results of the teacher service participants show that the fitness level of MGMP MPJOK Teachers in Jayapura city is in a category that is still in the very low category. The results of this unfavorable fitness level are the main task of sports teachers in order to increase fitness capacity for teachers and students in the future to have an excellent fitness level. This proposed PkM activity has two output targets, namely one article of PkM results published in the national journal Sinta 4 and one IPR from the Ministry of Law and Human Rights.
Pelatihan Penerapan Contract Relax sebagai Upaya Pencegahan Cedera Olahraga Atlet Papua Ita, Saharuddin; Hasan, Baharuddin; Kardi, Ipa Sari; Guntoro, Tri Setyo; Ibrahim, Ibrahim; CS, Ansar; Wijaya Putra, I Putu Eka; Asri, Astini; Yudistira, Indra; Logo, Yermia
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Vol 5, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v5i1.19152

Abstract

One of the problems experienced by Papuan athletes is sports injuries that limit athletes in carrying out optimal training programmes. A dense and strenuous training programme causes a tendency for sports injuries to occur. The purpose of this community service is to upgrade knowledge and skills on how to apply contract relax as an effort to prevent sports injuries. The method used is training with the flow of material delivery and demonstration. The population in this community service is PPLP / Papua athletes with a total of 98 athletes. The sample used was 50 athletes from 11 sports who were randomly selected. The results obtained were an increase in the knowledge of Papuan athletes about contract relax, the dominant pretest results in the very low category of 40 athletes (80%) became the dominant category of very high 25 athletes (50%), high category 15 athletes (30%), and medium category 9 athletes (18%). The results of the t test analysis (paired sample test) obtained a sig value (2-tailed) = 0.001 0.05. Based on the results obtained, it can be concluded that the training provided has a positive impact on Papuan athletes in terms of increasing knowledge about the application of contract relax as an effort to prevent sports injuries.Salah satu permasalahan yang dialami oleh atlet Papua adalah cedera olahraga yang membatasi atlet dalam menjalankan program latihan dengan optimal. Program latihan yang padat dan berat menyebabkan kecenderungan terjadinya cedera olahraga. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengupgrade pengetahuan dan keterampilan tentang cara penerapan contract relax sebagai upaya pencegahan cedera olahraga. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan alur penyampaian materi dan demonstrasi. Populasi dalam pengabdian masyarakat ini adalah atlet PPLP/D Papua dengan total 98 atlet. Sampel yang digunakan sebanyak 50 atlet dari 11 cabang olahraga yang dipilih secara random. Hasil yang diperoleh adalah adanya peningkatan pengetahuan atlet Papua tentang contract relax, hasil pretest dominan kategori sangat rendah sebanyak 40 atlet (80%) menjadi dominan kategori sangat tinggi 25 atlet (50%), kategori tinggi 15 atlet (30%), dan kategori sedang 9 atlet (18%). Hasil analisis uji t (paired sample test) didapatkan nilai sig (2-tailed) = 0.001 0.05. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pelatihan yang diberikan memberikan dampak positif terhadap atlet Papua dalam hal peningkatan pengetahuan tentang penerapan contract relax sebagai upaya pencegahan cedera olahraga.
Validity and reliability of pencak silat achievement motivation instrument Gandinni, Nanda Aprilia; Guntoro, Tri Setyo; Watiningsih, Rita; Nurhidayah, Dewi
Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol 8, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jilo.v8i1.87058

Abstract

Background. Achievement motivation plays a crucial role in the performance of martial arts athletes and should be closely monitored and assessed by coaches. However, the absence of a specific instrument to measure achievement motivation in Setia Hati Terate athletes has made it difficult for coaches to evaluate their athletes"™ motivational levels effectively. Objectives. This study is part of a broader evaluation aimed at testing the validity and reliability of an achievement motivation questionnaire specifically designed for adult Pencak Silat practitioners. Methods. The study involved 162 participants, comprising 79 male and 83 female martial artists. A research instrument is a tool used to gather data in order to address research problems or meet study objectives. If the collected data are not accurate (i.e., valid), any conclusions or decisions based on them will also be flawed. In this study, a closed-ended questionnaire consisting of 14 items was used. Data analysis was conducted using Confirmatory Factor Analysis (CFA). CFA conclusions are drawn based on various fit indices, including chi-square (χ ²), degrees of freedom (df), Comparative Fit Index (CFI), Tucker-Lewis Index (TLI), Goodness-of-Fit Index (GFI), Standardized Root Mean Residual (SRMR), Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA), factor loading (λ), Average Variance Extracted (AVE), and Cronbach's alpha. Results. According to the fit indices shown, the chi-square test yielded a p-value < 0.001, indicating a significant relationship between the factors. These indicators confirm the model"™s good fit. Further analysis of factor loadings and reliability metrics indicates that the instrument is both valid and reliable, supporting its use in assessing achievement motivation among adult martial arts practitioners. Conclusion. Achievement motivation is essential for martial artists striving to reach their full potential. Therefore, evaluating motivation levels should be an integral part of every stage in the training program, using instruments that are both valid and reliable. This study serves as a foundation for the ongoing development of assessment tools in the martial arts field.
MOTIVASI BEROLAHRAGA DALAM KOMUNITAS JOGGING: STUDI DESKRIPTIF KUANTITATIF DI LAPANGAN TRISILA LANTAMAL X JAYAPURA Fonataba, Billy Smith; Guntoro, Tri Setyo; Sinaga, Evi; Putra, Miftah Fariz Prima; Hidayat, Rodhi Rusdianto; Larung, Ermelinda Yersin Putri
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 6 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi masyarakat Kota Jayapura dalam melakukan aktivitas olahraga jogging di Lapangan Trisila Lantamal X Jayapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang melibatkan 111 responden dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pelaku jogging adalah laki-laki (65,8%) dan berada pada rentang usia 21–29 tahun (49,5%). Motivasi masyarakat dianalisis berdasarkan dua jenis motivasi, yaitu motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik yang terdiri dari faktor fisiologis dan psikologis masing-masing menunjukkan persentase 50,4% dan 49,6%, yang mengindikasikan bahwa dorongan internal menjadi alasan utama masyarakat melakukan jogging. Sementara itu, motivasi ekstrinsik, meliputi faktor keluarga/teman (45%), sarana dan prasarana (35%), serta lingkungan (20%), tergolong kurang mendukung. Minta secara keseluruhan responden diperoleh pada kategori sedang sebesar 34.23%, disusul kategori sangat tinggi sebesar 25.33%, kategori tinggi sebesar 23.42%, kategori rendah 10.81% dan kategori sangat rendah sebesar 6.31%.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa minat masyarakat terhadap aktivitas jogging dominan pada kategori sedang, sehingga disarankan agar masyarakat, pemerintah, dan lembaga terkait lebih aktif dalam menciptakan lingkungan olahraga yang sehat dan menarik melalui perbaikan fasilitas dan pengelolaan lingkungan.
Edukasi model Mental Toughness Training Circle (MTTC) pada guru olahraga Jayapura Miftah Fariz Prima Putra; Tri Setyo Guntoro; Agus Zainuri; Gerdha Kristina Ivony Numberi; Skolastika Jelita; Markus Wahyu Moat Natin Lewar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.27486

Abstract

Abstrak Mental atlet diyakini sebagai dimensi yang sangat menentukan prestasi atlet di lapangan. Namun sayangnya, belum banyak yang memahami bagaimana cara melatih mental atlet. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi tentang mode latihan mental yang disebut dengan mental toughness training circle (MTTC) pada guru olahraga di Jayapura. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu: edukasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Sebanyak 21 guru olahraga mengikuti kegiatan ini. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta PkM memiliki keyakinan yang tinggi bahwa faktor mental adalah dimensi penting dalam olahraga, yaitu sebanyak 95.2% peserta yakin bahwa aspek mental sangat penting dan 4.8% menjawab penting. Peserta dapat memahami materi yang diberikan dengan baik dan peserta dapat mengaplikasikan program latihan mental, terutama berpikir positif dengan baik. Kata kunci: melatih mental; mental toughness training circle; guru olahraga. Abstract An athlete's mentality is believed to be a dimension that determines an athlete's performance on the field. But unfortunately, not many people understand how to train athletes mentally. Therefore, this community service activity aims to provide education about a mental training mode called the mental toughness training circle (MTTC) to physical education teachers in Jayapura. This service activity is carried out through four stages, namely: education, training, mentoring, and evaluation. A total of 21 physical education teachers took part in this activity. The results of the activity show that PkM participants have a high belief that mental factors are an important dimension in sports, namely 95.2% of participants believe that the mental aspect is very important and 4.8% answered that it was important. The participants can understand the material provided well and they can apply mental training programs, especially positive thinking. Keywords: mental toughness training circle; mental training; physical education teacher.
Edukasi dan pelatihan cara mengukur mental toughness atlet pada guru olahraga di Jayapura Miftah Fariz Prima Putra; Tri Setyo Guntoro; Agus Zainuri; Gerdha Kristina Ivony Numberi; Skolastika Jelita; Markus Wahyu Moat Natin Lewar; Ikhsan Ikhsan; Nanda Aprilia Gandinni; Rita Watiningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27487

Abstract

Abstrak Mental atlet diyakini sebagai dimensi yang sangat menentukan prestasi atlet di lapangan. Namun sayangnya, belum banyak yang memahami bagaimana cara mengukur mental atlet. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi dan pelatihan tentang cara mengukur mental toughness pada guru olahraga di Jayapura. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu: edukasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Sebanyak 21 guru olahraga mengikuti kegiatan ini. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 90.5% menjawab tidak mengetahui instrumen terstandar dalam mengungkap mental atlet dan hanya 9.5% yang menjawab mengetahui. Melalui kegiatan ini, guru olahraga di kota Jayapura mengetahui beberapa instrumen terstandar dalam mengungkap mental toughness pada atlet. Selain itu, guru olahraga juga melakukan pengukuran aspek mental toughness pada atletnya dengan baik. Kata kunci: instrument mental atlet; mental toughness; guru olahraga. Abstract An athlete's mentality is believed to be a dimension that determines an athlete's performance on the field. But unfortunately, not many people understand how to measure an athlete's mentality. Therefore, this community service activity aims to provide education and training on how to measure mental toughness in physical education teachers in Jayapura. This service activity is carried out through four stages, namely: education, training, mentoring, and evaluation. A total of 21 physical education teachers participated in this activity. The results of the activity showed that as many as 90.5% answered that they did not know about standardized instruments for revealing athletes' mental health and only 9.5% answered that they knew. Through this activity, physical education teachers in the city of Jayapura learned about several standardized instruments for revealing mental toughness in athletes. Apart from that, the teachers also measured aspects of mental toughness in their athletes well. Keywords: athlete's mental instrument; mental toughness; physical education teacher.
Kepo-In (Kolaborasi, Edukasi, Pendampingan untuk Optimalisasi dan Inisiasi) kelas gizi olahraga di SKO Papua Tri Setyo Guntoro; Semuel Piter Irab; Evi Sinaga; Yunita Kaitana; Ayub Permenas Konsub Kapitarauw
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.28468

Abstract

Abstrak Tidak dapat dipungkiri potensi unggul olahraga yang dimiliki SDM Papua, bakat alam yang dimiliki menjadi modal/ bahan baku kualitas baik. Jika diracik dengan sentuhan Sports Sciences hasil yang diperolehpun akan optimal, salah satunya adalah gizi olahraga. Namun, SKO menghadapi masalah dan kendala yang bermuara tidak optimalnya kondisi fisik dan kesehatan siswa-siswi SKO Papua. Selanjutnya, berdampak pada tidak optimalnya prestasi akademik maupun olahraga. Tujuan dari PkM ini adalah 1) Melakukan Kolaborasi SKO dengan tim pengabdian dengan latar belakang bidang pendidikan olahraga, kesehatan masyarakat dan gizi olahraga. 2) Meningkatkan pengetahuan siswa-siswi, guru dan pelatih di SKO Papua mengenai gizi olahraga melalui Sosialisasi/Edukasi. 3) Meningkatkan keterampilan dan kemandirian siswa/i dalam memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhannya melalui Pendampingan. 4) Meningkatkan kemampuan guru/pelatih membuat program gizi atlet melalui Optimalisasi program gizi. 5) Melaksanakan Inisiasi asuhan gizi olahraga personal bagi siswa/i SKO. Metode kegiatan PkM untuk mencapai tujuan PkM yang pengusul ajukan sesuai dengan judul yang diajukan KEPO-In (Kolaborasi, Edukasi, Pendampingan, Optimalisasi dan Inisiasi). Tahapan pelaksanaan PkM ini yaitu 1) Sosialisasi/ edukasi 2) Pelatihan 3) Penerapan teknologi 4) Pendampingan dan evaluasi 5) Keberlanjutan program yang terimplementasi di dalam metode KEPO-In (Kolaborasi, Edukasi, Pendampingan untuk Optimalisasi dan Inisiasi) asuhan gizi olahraga di SKO Papua. Hasil PkM menunjukkan 83% kebutuhan SDM konpeten dalam memfasilitasi pelaksanaan asuhan gizi olahraga tercapai. Sebesar 72% terjadi peningkatan pengetahuan siswa dan guru, sebanyak 75%penignkatan keterampilan personal, 69% peningkatan kualitas menu melalui rekomendasi. Kesimpulan: Program KEPO-IN asuhan gizi olahraga berjalan dengan sangat baik dan memberikan dampak yang signifikan. Kata kunci: gizi olahraga; SKO; papua  Abstract It cannot be denied the superior sporting potential of Papuan human resources, their natural talents become capital/good quality raw materials. If it is formulated with a touch of Sports Sciences, the results obtained will be optimal, one of which is sports nutrition. However, SKO faces problems and obstacles that result in the sub-optimal physical and health conditions of SKO Papua students. Furthermore, it has an impact on suboptimal academic and sports achievements. The objectives of this PkM are 1) Collaborating with SKO with a service team with a background in sports education, public health and sports nutrition. 2) Increasing the knowledge of students, teachers and coaches at SKO Papua regarding sports nutrition through socialization/education. 3) Increase students' skills and independence in choosing food that suits their needs through mentoring. 4) Increasing the ability of teachers/coaches to create athlete nutrition programs through optimizing nutrition programs. 5) Carrying out the initiation of personal sports nutrition care for SKO students. The method of PkM activities to achieve the PkM goals proposed by the proposer is in accordance with the proposed title KEPO-In (Collaboration, Education, Mentoring, Optimization and Initiation). The stages of implementing this PkM were 1) Socialization/education 2) Training 3) Application of technology 4) Mentoring and evaluation 5) Sustainability of the program implemented in the KEPO-In method (Collaboration, Education, Assistance for Optimization and Initiation) of sports nutrition care at SKO Papua. The PkM results showed that 83% of the needs for competent human resources in facilitating the implementation of sports nutrition care have been achieved. There was a 72% increase in student and teacher knowledge, a 75% increase in personal skills, a 69% increase in menu quality through recommendations. Conclusion: The KEPO-IN sports nutrition program is running very well and has had a significant impact. Keywords: sports nutrition; SKO; papua
Co-Authors . Mujadi Abdul Jabbar Amar Adi Sucipto, Adi Agus Zainuri Alimuddin Anhar Anisah Anisah Ansar CS Ansar CS Asri, Astini Astini Asri Ayub Permenas Konsub Kapitarauw CS, Ansar Daniel Womsiwor Dewi Nurhidayah Eva Sinaga Eva Sinaga EVA SINAGA Evi Sinaga Ewendi M Mangolo Fonataba, Billy Smith Friska Sari Gracia Sinaga Friska Sari Gracia Sinaga Friska Sari Gracia Sinaga Gandinni, Nanda Gandinni, Nanda Aprilia Gerdha Kristina Ivony Numberi Gunawan Gunawan Hamzah Han Hidayat Mamoribo Hasan, Baharuddin I Putu Eka Wijaya Putra I Putu Eka Wijaya Putra Ibrahim Ibrahim Idrus Sahar Muhammad Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ipa Sari Kardi Japhet Ndayisenga Jonni Siahaan Junalia Muhammad Kurdi Kurdi Kurdi Kurdi Larung, Ermelinda Yersin Putri Lestari Wulandari S Lestari Wulandari S Logo, Yermia Mandosir, Yohanis M. Mangolo, Ewendi W. Mantiri, Grace Janice Martha Markus Wahyu Moat Natin Lewar Mashud Miftah Fariz Prima Putra Miftah Fariz Putra Milcha H. Tammubua Muh Syaiful Syam Muhammad Jufri Mulait, Carles Sari Nanda Aprilia Gandinni Nasruddin Nasruddin Oman Unju Subandi Pahabol, Nomia Pigome, Ami Cristina Remuz MB Kmurawak Rif'iy Qomarrullah Rif’iy Qomarrullah Rita Watiningsih Rivaldhy N. Muhammad Rodhi Rusdianto Hidayat Saharuddin Ita Selvi Atesya Kesumawati Semuel Piter Irab Sinaga, Dewi Oktavia Skolastika Jelita Soleh Solahuddin Soleh Solahuddin Suratni Suratni Suratni Suratni Suratni Sutoro . Sutoro Sutoro Syahruddin Syahruddin Syamsul Arifin Tandipayung, Ricard Tery Wanena Usman Pakasi Wafiq Zakiah Rismawati Al-Habsy Wahyu Indra Bayu Watiningsih, Rita Welly Lokollo Yohanis Manfred Mandosir Yos Wandik Yudistira, Indra Yuliance Adii Yunita Kaitana