Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan Kemampuan Bercerita Guru PAUD Melalui Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Mekatronik Kurnia, Rita; Solfiah, Yeni; Pernantah, Piki Setri; Rusandi, M. Arli
Journal of Community Engagement Research for Sustainability Vol. 2 No. 4 (2022): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/cers.2.4.170-175

Abstract

Improving the quality of teacher skills is one of the efforts to improve the quality of learning that can be done through technology-based learning media. One of them is learning media based on electronic mechanics technology based on the local wisdom of the Riau Malay community. This community service activity aims to provide understanding and guidance on using mechatronic technology-based PAUD learning media integrated with local Malay wisdom. This community service was carried out to 8 teachers PAUD of Cinta Cendekia Sungai Paku, Kampar Regency, which amounted to 8 people and was carried out following the health protocol. The method used in this community service activity is an offline workshop for 3 (three) days with four lecturers as presenters following their fields of expertise to strengthen praxis. The results of this activity indicate that the involvement of PAUD teachers by 80% can be carried out according to plan. After participating in this activity, participants understand not only from the concept side but also at the practical level.
PENGARUH GAME EDUKASI BELAJAR ANGKA BERBASIS ANDROID TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Sasmita, Sasmita; Solfiah, Yeni; Satria, Defni
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.32704

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak didik belum berkembang dengan optimal. Sehingga perlu dilakukan penerapan Game Edukasi Belajar Angka berbasis android. Tujuan penelitian ini mengkaji pengaruh Game Edukasi Belajar Angka terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian menggunakan eksperimen dengan desain one group pre-test post-test design dengan jumlah sampel 15 anak. Teknik penggumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan lembar observasi kemampuan mengenal konsep bilangan. Teknik analisis data menggunakan uji t-test dengan menggunakan program SPSS ver 25. Dari hasil analisis data diperoleh thitung sebesar 21,313 lebih besar dari ttabel = 2,145 dengan sig 0,000 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan mengenal konsep bilangan yang signifikan sebelum dan sesudah penggunaan Game Edukasi Belajar Angka berbasis android. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang diperoleh terdapat pengaruh Game Edukasi Belajar Angka berbasis android terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak usia 5-6 tahun di TK Kasih Bunda Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan sebesar 52,94%.
Enhancing Early Mathematics Learning Through an Interactive Storybook: A Development and Validation Study Solfiah, Yeni; Nazri, Mohd; Risma, Devi; Satria, Defni; Pratiwi, Nanda; Eriani, Eva; Mastuinda, Mastuinda
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 15, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpp.v15i4.pp2314-2331

Abstract

Enhancing Early Mathematics Learning Through an Interactive Storybook: A Development and Validation Study. Objective: This research aims to develop and implement an active mathematics learning paradigm for early childhood through illustrated storybooks that integrate fundamental mathematical concepts, namely numbers, patterns, geometry, measurement, and statistics. The goal is to provide a developmentally appropriate platform that encourages engagement, improves math proficiency, hones problem-solving skills, and makes learning more meaningful and enjoyable. Methods: The methodology used is a development research based on the Dick and Carey model. The validation process involved mathematicians, early childhood education experts, kindergarten educators, and media experts. Data were obtained through surveys, interviews, observations, and limited trials involving 14 children aged 5–6 years in Pekanbaru, Riau Province, Indonesia. Quantitative data analysis employed descriptive statistics, pretest-posttest comparisons, normality tests, and homogeneity tests. At the same time, qualitative data were obtained from expert evaluations and instructor comments. Findings: The validation results showed that the developed media met the criteria of validity, practicality, and efficacy, with scores from PAUD experts of 88.00%, mathematics experts of 89.33%, early childhood teachers of 81.54%, and media experts of 88.00%, with an overall category of "very good". In the limited trial stage, an average pretest score of 17.59 and a posttest score of 25.2 were obtained, indicating a significant increase in all mathematics indicators. The normality test (p > 0.05) indicated that the data were normally distributed, while the homogeneity test (p > 0.05) indicated that the data were homogeneous. The t-test results showed that the calculated t-value for all indicators was greater than the t-table value (1.771) with a significance level of 0.000 < 0.05, indicating that the media had a significant impact on improving children's mathematics abilities. Observations revealed positive responses from the children, including increased interest, focus, and active involvement. Conclusions: Active math storybooks have been recognized as an innovative learning tool for early childhood, helping educators create a stimulating learning environment and serving as an effective resource for parents. The design, which combines stories, games, and interactive activities, has been proven to strengthen children's math skills. Keywords: active learning design, early childhood, education, mathematics.
Pengaruh Media Ular Tangga Ceria Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Islam Ar-Rehan Kota Pekanbaru Saputri, Riska; Novianti, Ria; Solfiah, Yeni
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media ular tangga ceria berbasis audio terhadap kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun di TK Islam Ar-Rehan Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 15 anak yang dijadikan sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan indikator kemampuan motorik kasar, kemudian dianalisis dengan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji paired sample t-test menggunakan bantuan IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar anak sebelum diberikan perlakuan berada pada kategori Mulai Berkembang (MB). Setelah diberikan perlakuan melalui penggunaan media ular tangga ceria, kemampuan motorik kasar anak meningkat menjadi kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan. Selain itu, nilai N-Gain sebesar 75,40% termasuk dalam kategori tinggi. Temuan ini membuktikan bahwa media ular tangga ceria berbasis audio efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini. Oleh karena itu, media ini dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak.
Pengaruh Media Tetris Spin terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di TK Playgroup Labschool FKIP UNRI Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru Fatimah, Ghaluh Siti; Novianti, Ria; Solfiah, Yeni
Indo Green Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i1.143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan kemampuan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun sebelum dan sesudah diberikan perlakuan menggunakan media digital tetris spin di TK Playgroup Labschool FKIP UNRI Kecamatan Tampan  Kota Pekanbaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan penelitian pre eksperimen one group pretest-posttest. Sampel penelitian menggunakan sampel jenuh yaitu anak usia 4-5 tahun di TK Playgroup Labschool FKIP UNRI Kecamatan Tampan  Kota Pekanbaru yang berjumlah 15 peserta didik, Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan motorik halus anak sebelum diberikan perlakuan menunjukkan persentase 44,17% berada pada kategori Mulai Berkembang dan setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan media tetris spin meningkat menjadi 81,11% berada pada kategori Berkembang Sangat Baik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi secara langsung oleh peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Analisis data menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengembangan kemampuan motorik halus pada anak usia 4–5 tahun setelah diberikan perlakuan. Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh t-hitung 21,495 lebih besar dari t-tabel 2,145 pada taraf signifikansi 0,05 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media tetris spin terhadap  pengembangan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Playgroup Labschool FKIP UNRI Kecamatan Tampan  Kota Pekanbaru. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media tetris spin berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengembangan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun. Media ini efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran karena mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, serta membantu anak dalam mengembangkan kemampuan motorik halus pada kehidupan sehari- hari.
Pengaruh Media Tetris Spin terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di TK Playgroup Labschool FKIP UNRI Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru Fatimah, Ghaluh Siti; Novianti, Ria; Solfiah, Yeni
Indo Green Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i1.143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan kemampuan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun sebelum dan sesudah diberikan perlakuan menggunakan media digital tetris spin di TK Playgroup Labschool FKIP UNRI Kecamatan Tampan  Kota Pekanbaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan penelitian pre eksperimen one group pretest-posttest. Sampel penelitian menggunakan sampel jenuh yaitu anak usia 4-5 tahun di TK Playgroup Labschool FKIP UNRI Kecamatan Tampan  Kota Pekanbaru yang berjumlah 15 peserta didik, Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan motorik halus anak sebelum diberikan perlakuan menunjukkan persentase 44,17% berada pada kategori Mulai Berkembang dan setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan media tetris spin meningkat menjadi 81,11% berada pada kategori Berkembang Sangat Baik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi secara langsung oleh peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Analisis data menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengembangan kemampuan motorik halus pada anak usia 4–5 tahun setelah diberikan perlakuan. Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh t-hitung 21,495 lebih besar dari t-tabel 2,145 pada taraf signifikansi 0,05 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media tetris spin terhadap  pengembangan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Playgroup Labschool FKIP UNRI Kecamatan Tampan  Kota Pekanbaru. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media tetris spin berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengembangan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun. Media ini efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran karena mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, serta membantu anak dalam mengembangkan kemampuan motorik halus pada kehidupan sehari- hari.
Hubungan Efikasi Diri dengan Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Anak Usia 4-5 Tahun di TK Kemala Bhayangkari I Pekanbaru Saharumni, Attisyah; Solfiah, Yeni; Kurnia, Rita
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 4–5 tahun di TK Kemala Bhayangkari 01 Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan melibatkan 40 anak sebagai subjek penelitian. Data diperoleh melalui angket dan instrumen observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa efikasi diri anak berada pada kategori cukup dengan skor empirik rata-rata 49,4, sedangkan kemampuan mengenal bentuk geometri berada pada kategori berkembang sesuai harapan (BSH) dengan skor empirik rata-rata 16. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai r = -0,320 dengan signifikansi 0,044 (< 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan namun bersifat negatif dengan tingkat hubungan lemah antara efikasi diri dan kemampuan mengenal bentuk geometri. Temuan ini mengindikasikan bahwa efikasi diri yang tinggi tidak selalu sejalan dengan peningkatan kemampuan kognitif anak dalam mengenal bentuk geometri. Oleh karena itu, pengembangan kemampuan geometri anak usia dini memerlukan pendekatan pembelajaran yang interaktif, media visual yang menarik, serta dukungan berkelanjutan dari guru dan orang tua.