Claim Missing Document
Check
Articles

STRUKTUR KOMUNITAS KAWASAN MANGROVE DI DESA TALENGEN KECAMATAN TABUKAN TENGAH KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Vinsensius V. Makawaehe; Calvyn F. A. Sondak; Antonius P. Rumengan; Erly Y. Kaligis; Kakaskasen A. Roeroe; Khristin I.F. Kondoy
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 2 (2022): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.10.2.2022.54990

Abstract

Mangroves are vegetation that grows on the tidal area and can grow on muddy, sandy and mix substrates. The purpose of this study was to determine the type, community structure, measure the diameter of mangrove trees, and mangrove community structures data. The data was taken using the line transect quadrat method. The results of the study found that there were three types of mangroves, namely Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnorrhiza and Sonneratia alba. The highest species density and the highest relative belong to R. mucronata 0.11 Ind/m2 and 75.71% respectively. The highest value of frequency and relative frequency was found on mucronata with a value of 1.00 and a relative 62.50%. The highest species cover value wasfound on B.gymnorrhizawith a value of 20.04 cm2/ha and relative cover 63.24%. The highest important Value Index belongs to R. mucronata with a value of 234.70%. The diversity index value with a value of 0.68 is included in the low category because H'<1. The tree diameter range were mucronata 3.82 to 29.62 cm, B. gymnorrhiza is 3.82 to 45.22. cm, and S. alba 10.82 to 22.61cm. Key Words: Talengen Village, Mangrove, Community Structure ABSTRAK Mangrove merupakan vegetasi yang tumbuh pada daerah pasang surut dan dapat tumbuh pada substrat berlumpur, berpasir dan bercampur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis, struktur komunitas, mengukur diameter pohon mangrove, dan mengumpulkan data struktur komunitas mangrove menggunakan metode transek garis. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat tiga jenis mangrove, yaitu Rhizophora mucronata, Bruguiera.gymnorrhiza dan Sonneratia alba. Kepadatan spesies tertinggi dan relatif tertinggi dimiliki oleh R. mucronata masing-masing 0,11 Ind/m2 dan 75,71%. Nilai frekuensi dan relatif tertinggi terdapat pada R. mucronata dengan nilai 1,00 dan relatif 62,50%. Nilai tutupan spesies tertinggi terdapat pada B.gymnorrhiza dengan nilai 20,04 cm2/ha dan relatifnya 63,24%. Nilai Indeks Nilai Penting tertinggi terdapat pada R. mucronata dengan nilai sebesar 234,70%. Nilai indeks keanekaragaman dengan nilai 0,68 termasuk dalam kategori rendah karena H'<1. Diameter pohon di Desa Talengen adalah R. mucronata 3,82-29,62 cm, B. gymnorrhiza 3,82- 45,22. cm, spesies S. alba berkisar antara 10,82 hingga 22,61 cm. Kata Kunci: Desa Talengen, Mangrove, Struktur komunitas
STATUS KESEHATAN PADANG LAMUN DI PERAIRAN DESA TANAKI KECAMATAN SIAU BARAT SELATAN KABUPATEN SITARO David B. Tamarariha; Calvyn F. A. Sondak; Veibe Warouw; Grevo S. Gerung; Billy Th Wagey; Anneke V. Lohoo
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 1 (2022): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.10.1.2022.54998

Abstract

Siau Island is a part of Sitaro Archipelago located in northern part of Sulawesi Island. This island is rich of marine biodiversity include mangrove, coral reef and seagrass bed. The purposes of this study were to identify seagrass species, cover area and its health status. This research was conducted from September to October 2021, in Tanaki Village waters, Siau Island. The research method that used in this study is the quadrant transect method which includes the calculation of seagrass cover within station and seagrass species percent cover that used to determining the health status and condition of seagrass beds. Seven seagrass species were found in Tanaki water namely Cymodocea rotundata, Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Syringodium isoetifolium, Halodule pinifolia, Halophila ovalis and Thalassodendron ciliatum. The health status of the seagrass beds in the study area was categorized "unhealthy" (42.24%) and the criteria for the seagrass cover was "moderate" (30-49.9%). The dominance of seagrass species in Tanaki Village water were T. hemprichii (19,89%) followed by C. rotundata (12.88%) respectively. Key Word: Seagrass Bed, Identification, Health, Species, Cover. ABSTRAK Kepulauan Siau, Kabupaten SITARO merupakan pulau kecil di sebelah utara Pulau Sulawesi yang memiliki ekosistem laut yang lengkap yaitu ekosistem mangrove, karang serta lamun. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui (1) Jenis lamun yang ditemukan; (2) Penutupan jenis lamun di lokasi penelitian; (3) Status kesehatan padang lamun di lokasi penelitian. Penelitian ini dilakukan pada Bulan September - Oktober 2021, di perairan Pantai Desa Tanaki. Metode penelitian yang digunakan yakni metode transek kuadran yang mencangkup perhitungan tutupan lamun disetiap stasiun dan perhitungan penutupan lamun per jenis sehingga nilai rata-rata yang didapatkan merupakan hasil akhir dalam penentuan status dan kondisi padang lamun. Jenis lamun yang ditemukan di perairan Tanaki teridentifikasi sebanyak 7 spesies yang terdiri (2 Family dan 7 Genus) yaitu Cymodocea rotundata, Thalassia hempricii, Enhalus acoroides, Siringodium isoetifolium, Halodule pinifolia, Halophila ovalis dan Thalassodendron ciliatum. Status kesehatan padang lamun yang terdapat di lokasi penelitian termasuk dalam kategori “Kurang sehat” dengan penutupan lamun 42,24% dan kriteria kategori tutupan lamun yakni “Sedang” dengan pentutupan (30-49,9%). Dan dominansi jenis lamun di perairan Desa Tanaki adalah jenis T. hemprichii dan C. rotundata dengan persentase penutupan per jenis masing-masing 19,89% dan 12,88%. Kata Kunci : Padang Lamun, Identifikasi, Kesehatan, Jenis, Tutupan.
ESTIMASI PENYERAPAN KARBON MANGROVE DI DESA PONTO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Firman Darman; Calvyn F. A. Sondak; Anthonius P. Rumengan; Medy Ompi; Joshian N. W. Schaduw; Anneke V. Lohoo
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 1 (2022): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.10.1.2022.55007

Abstract

Mangrove forest can be found grow along the coast, or river estuaries which ist growth and develop is influenced by tides. The mangrove forest plays an important role as carbon sequester to combat global warming. The purposes of this study are to calculate the potential biomass of mangrove trees in the Ponto village and to estimate carbon stocks (C) storage and carbon dioxide (CO2) uptake by mangrove stands in Ponto village. The data collection method used in this research is the line transect quadratic method without damaging the object of the study. The data taken were mangrove tree biomass data. The data collection was carried out in 12 plots measuring (10 x 10 m2).All trees found within the plots were recorded for their number, type and diameter at breast height(DBH).This study found that a total of five mangrove spesies, namely: Rhizophora apiculata, Avicennia officinalis, Xylocarpus granatum, Bruguiera gymnorrhiza, and Ceriops tagal. Tthe highest density value was 1,500 trees/ha. Total tree biomass was 64,64-105,23 ton/ha, estimated carbon(C) content and carbon dioxide (CO2) mangrove were 30,38-49,46 ton C/ha to111,50- 181,51 ton CO2/ha respectively. Keywords : Mangrove, density, diameter, carbon, carbon dioxide ABSTRAK Hutan mangrove adalah tipe hutan yang khas terdapat di sepanjang pantai atau muara sungai yang tumbuh dan berkembangnnya dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Hutan mangrove memiliki salah satu fungsi ekologis yaitu berperan dalam upaya mitigasi pemanasan global karena hutan mangrove sebagai penyerap dan penyimpan karbon dioksida (CO2) yang dilakukan melalui proses fotosintesis dan menyimpannya dalam stok biomasa. Tujuan dari penelitian ini ada 2 yaitu: (1) menghitung potensi biomasa pada pohon mangrove di Desa Ponto (2) mengestimasi simpanan karbon (C) dan serapan karbondioksida (CO2) atas tegakan mangrove di Desa Ponto. Metode pengambilan data digunakan dalam kegiatan penelitian ini metode line transek kuadrat dilakukan tanpa merusak objek penelitian. Data yang diambil adalah data biomasa pohon mangrove. Untuk pengambilan data dilakukan dalam 12 plot berukuran 10 x 10 m2. Semua pohon yang ada di dalam plot dicatat jumlah, jenis serta diukur DBH (diameter at breast height) dari keseluruhan sampel. Hasil penelitian diperoleh total pohon mangrove yang teridentifikas 5 jenis yaitu: Rhizophora apiculata, Avicennia officinalis, Xylocarpus granatum, Bruguiera gymnorrhiza, dan Ceriops tagal dengan nilai kerapatan tertinggi 1,500pohon/ha.Dari hasil perhitungan diperoleh total jumlah biomasa berkisar 64,64-105,23 ton/ha, serta hasil estimasi kandungan karbon (C) dan karbon dioksida (CO2) tegakan mangrove sebesar 30,38-49,46ton C/ha atau setara111,50-181,51ton CO2/ha. Kata Kunci: Mangrove,Kerapatan,diameter,karbon,karbon dioksida
KONDISI PADANG LAMUN DI SEKITAR PERAIRAN MOKUPA KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA Meilin Yulita Walo; Calvyn F. A. Sondak; Darus Sa’adah Johanis Paransa; Janny D. Kusen; Joshian N. W. Schaduw; Billy T. Wagey; Jetty Rangan
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 3 (2022): JURNAL PESISiR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.10.3.2022.55012

Abstract

Seagrass is the only flowering marine plant that lives permanently in shallow coastal waters and plays a key ecological role. This study aims to determine the types of seagrasses, community structure and current condition of seagrass beds nearby Mokupa waters. The method that used in this studywas the line transect method. This study found 5 types of seagrass and identified as : Enhalus acoroides, Halophila ovalis, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, and Syringodium isoetifolium. The average species density value was 25 ind/m², frequency was 1.26, species cover is 25.5. The highest important value index (INP) belongs to Cymodocea rotundata (101.5%). The diversity index (H’) was moderate with an average value of 1.17 and the dominance index is low with an average C value of 0.32. Based on the seagrass cover category, the seagrass beds in the study area were categorized as "rare" (0-25%). Water temperature ranging from 29 to34°C and water salinity 25 to 29‰. The substrate types found weresandy mud, muddy sand, and rubbels. Keywords : Seagrass, Percentage of Closure, Community Structure, Mokupa Beach ABSTRAK Lamun merupakan satu-satunya tumbuhan laut berbunga yang hidup secara tetap di lingkungan perairan pantai yang dangkal dan merupakan kunci dalam peranan ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis lamun, struktur komunitas dan kondisi terkini padang lamun di sekitar perairan Mokupa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode line transek kuadrat. Pada penelitian ini ditemukan 5 jenis lamun yang teridentifikasi yaitu : Enhalus acoroides, Halophila ovalis, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, dan Syringodium isoetifolium. Nilai rata-rata kerapatan jenis 25 ind/m², frekuensi jenis 1,26, penutupan jenis 25,5, Indeks nilai penting (INP) lamun tertinggi terdapat pada spesies Cymodocea rotundata dengan nilai sebesar (101,5%). Indeks keanekaragaman sedang dengan nilai rata-rata H’ 1,17 dan indeks dominansi rendah dengan nilai rata-rata C 0,32. Berdasarkan kategori penutupan lamun, padang lamun yang terdapat di lokasi penelitian dikategorikan “jarang” dengan nilai penutupan lamun 0-25%. Faktor lingkungan antara lain: suhu berkisar 29 - 34°C, salinitas 25 - 29‰. Jenis substrat yang ditemukan adalah lumpur berpasir, pasir berlumpur, dan pecahan karang. Kata Kunci : Lamun, Persentase Penutupan, Struktur Komunitas, Pantai Mokupa
STATUS DAN KONDISI PADANG LAMUN DI PERAIRAN PULAU PANIKI DESA KULU KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Arsida N.A. Kamaludin; Billy Th. Wagey; Calvyn F.A. Sondak; Esther D. Angkouw; Nickson J. Kawung; Khristin I.F. Kondoy
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 3 (2022): JURNAL PESISiR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.10.3.2022.55014

Abstract

Seagrass beds are a very important coastal aquatic ecosystem because they provide great benefits both ecologically in their environment and economically for human life. This study aims to determine the species of seagrass and find out the condition of seagrass beds in the waters of Paniki Island. The method used in this study is the quadratic transect method (perpendicular to the coastline) which is modified from the COREMAP-CTI Seagrass Field Monitoring. The results of the study found 5 species of seagrasses that were identified, namely Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Enhalus acoroides, Halodule pinifolia and Halophila ovalis. Thalassia hemprichii has the highest average seagrass closure per species of 23.70% and the lowest average seagrass closure per species which is Halophila ovalis 0.91%. The condition of seagrass beds in the waters of Paniki Island is classified as a category of less rich / unhealthy conditions with a seagrass closing value of 56.24% and is included in the category of dense seagrass cover with a closing value of 51-75%. Keyword: Seagrass Conditions, Cover, Seagrass bed, Paniki Island ABSTRAK Padang lamun merupakan suatu ekosistem perairan wilayah pesisir yang sangat penting karena memberikan manfaat besar baik secara ekologi di lingkungannya dan secara ekonomis bagi kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis lamun dan mengetahui kondisi padang lamun di Perairan Pulau Paniki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode transek kuadrat (tegak lurus garis pantai) yang dimodifikasi dari Monitoring Padang Lamun COREMAP-CTI. Hasil penelitian ditemukan 5 jenis lamun yang teridentifikasi yaitu Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Enhalus acoroides, Halodule pinifolia dan Halophila ovalis. Thalassia hemprichii memiliki rata-rata penutupan lamun per jenis tertinggi yaitu 23,70% dan rata-rata penutupan lamun per jenis terendah yaitu Halophila ovalis 0,91%. Kondisi padang lamun yang terdapat di perairan Pulau Paniki tergolong dalam kategori kondisi kurang kaya/kurang sehat dengan nilai penutupan lamun 56,24% dan termasuk dalam kategori tutupan lamun yang padat dengan nilai penutupan 51-75%. Kata Kunci : Kondisi lamun, Penutupan, Padang lamun, Pulau Paniki
STRUKTUR KOMUNITAS LAMUN DI DESA DARUNU KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Immanuel S. T. Septian; Calvyn F. A. Sondak; Veibe Warouw; James J. H. Paulus; Rosita A. J. Lintang; Reny L. Kreckhoff
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 3 (2022): JURNAL PESISiR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.10.3.2022.55015

Abstract

Seagrass meadows have ecological roles such as habitats of other organisms, as primary producers in shallow waters, as substrates stabilizer, as well as carbon storage. The seagrass meadow community structure and condition of Darunu Village Waters has never been reported. The study purposes are to find out and analyze seagrass species abundance, community structure and diversity index. Data collection of seagrass community structure was taken using the line transect method. Three 100 m line transects were laid from the coast perpendicular to the sea. The distance between each transect is 50m . Then the data was taken using a 50 x 50 cm2 quadrant. The quadrat was placed from 0 m to 100m and the distance between each quadrat was 10 meters. This study found 6 types of seagrasses, namely Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, Halodule pinifilia, and Syringodium isoetifolium. The diversity index of seagrass species at the research site was moderate (1 ≤ H' ≤ 3 diversity of medium species). Keywords: Darunu Village, Community Structure, Padang Lamun. ABSTRAK Kawasan ekosistem padang lamun yang ada di Perairan Desa Darunu sampai saat ini belum pernah ada informasi tentang keadaan struktur komunitas lamun yang ada disana. Padang lamun memiliki nilai ekologis seperti habitat organisme lain, produsen primer di perairan dangkal, penstabil substrat, dan bahkan penyimpan karbon di perairan dangkal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis-jenis lamun apa saja yang terdapat di perairan Desa Darunu dan juga untuk mengetahui gambaran dari struktur komunitas lamun yang ada di perairan Desa Darunu. Pengambilan data bioekolgi lamun struktur komunitas diambil dengan menggunakan metode line transect yang ditarik tegak lurus ke arah laut menjauhi pantai dengan jarak sejauh 100 meter, kemudian dilakukan pengamatan menggunakan kuadran cm2 yang sebelumnya sudah diletakkan pada titik awal 0 meter sampai dengan seterusnya di sepanjang garis transek dengan jarak antar kuadran yaitu 10 meter. Hasil penelitian menemukan 6 jenis lamun yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, Halodule pinifilia, Syringodium isoetifoliumKeanekaragaman jenis lamun di lokasi penelitian berdasarkan Shannon-Wiener memiliki tingkat keanekaragaman sedang (1 ≤ H’ ≤ 3 keanekaragaman spesies sedang). Kata Kunci: Desa Darunu, Struktur Komunitas, Padang Lamun.
ANALISIS PERTUMBUHAN DAUN Thalassia hemprichii DI PERAIRAN SEKITAR DESA TULUSAN KECAMATAN TAGULANDANG KABUPATEN SIAU TAGULANDANG BIARO Steven Medellu; Calvyn F.A. Sondak; Erly Y. Kaligis; Frans Lumuindong; Agung B. Windarto; Veibe Warouw
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 1 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.12.1.2024.55071

Abstract

Seagrass is a flowering plant that can grow well in shallow marine environments. All seagrasses are one-seed plants that have roots, rhizomes, leaves, flowers and fruit just like plants on land. This research was carried out from August to September 2023 in the nearby waters of Tulusan Village, Tagulandang District, Sitaro Islands Regency. This research aims was to determine the growth rate of Thalassia hemprichii leaves on two different substrate types. Analysis of seagrass growth rate was measured using the seagrass leaf growth rate test, normality test and independent T-test. The results of this research showed that the average growth rate of young leaves was 0.29 cm/day and old leaves 0.15 cm/day on the sandy substrate, while on the mixed sand substrate and dead coral fragments, young leaves were 0.24 cm/day and old leaves 0.09 cm/day with a measurement interval of 7 days. The results of the normality test using the Liliefors formula for seagrass data show that it has a normal distribution. The results of the independent T-test on mixed sandy substrate and coral fragments showed that there were significant differences in seagrass leaf growth. The results of parameter measurements on sandy substrates ranged in temperature from 30˚C - 37˚C, salinity 30 ppt - 31 ppt, pH 8 and on coral rubble sand substrates ranged from 30˚C - 35 ˚C salinity 30 - 32 ppt, pH 8. Keywords: Seagrass, Substrate, Growth ABSTRAK Lamun adalah tumbuhan berbunga yang dapat tumbuh dengan baik dalam lingkungan laut dangkal. Semua lamun adalah tumbuhan berbiji satu yang mempunyai akar, rimpang, daun, bunga dan buah seperti halnya dengan tumbuhan yang ada didarat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus - September 2023 di perairan sekitar Desa Tulusan Kecamatan Tagulandang Kabupaten Kepulauan Sitaro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan daun lamun Thalassia hemprichii pada dua tipe substrat berbeda. Analisis laju pertumbuhan lamun diukur menggunakan uji laju pertumbuhan daun lamun, uji normalitas dan uji T independen. Hasil penelitian ini diperoleh rata-rata laju pertumbuhan daun muda yaitu 0,29 cm/hari dan daun tua 0,15 cm/hari pada tipe substrat berpasir, sedangkan pada tipe substrat pasir pecahan karang mati, daun muda 0,24 cm/hari dan daun tua 0,09 cm/hari dengan interval pengukuran 7 hari. Hasil uji normalitas dengan menggunakan rumus liliefors data lamun menunjukan mempunyai sebaran normal. Hasil uji t independen pada tipe substrat berpasir dan pecahan karang menunjukan ada perbedaan nyata pertumbuhan daun lamun. Hasil pengukuran parameter pada substrat berpasir berkisar suhu 30˚C - 37˚C, salinitas 30 ppt – 31 ppt, pH 8 dan pada substrat pasir pecahan karang berkisar suhu 30˚C -35 ˚C salinitas 30 – 32 ppt, pH 8.. Kata Kunci: Lamun, Substrat, Pertumbuhan
KONDISI PADANG LAMUN DI SEKITAR PERAIRAN DESA BOWONGKALI KECAMATAN TABUKAN TENGAH KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Dedyes Alescandro Darui; Calvyn F. A. Sondak; Veibe Warouw; Kurniati Kemer; Grevo Soleman Gerung; Billy Theodorus Wagey
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 1 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.12.1.2024.55379

Abstract

Seagrass is a flowering plant (Angiospermae) that can live in the sea. Seagrass ecosystems have a very important role both ecologically and biologically in coastal and estuary areas. These plants provide food for many marine animals include herbivorous invertebrates, and herbivorous fish. This study aims to determine the condition of seagrass beds in the waters of Bowongkali Village, Central Tabukan District, Sangihe Islands Regency based on the percentage cover. Data collection method in this study uses the quadratic transect method with three transect lines with a length of 100m each and a distance between each transect is 50m. Data was collected by determining the percentage of seagrass cover and seagrass species composition in each small box in the quadrat frame on each transect. The results of this study obtained the total average percentage has a percentage value of seagrass cover of 48.67% and categorized as "medium". The types of seagrasses found are Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium, Halophila ovalis. Envoronmental parameters recorded temperature range 31.5-32 ° C, salinity range 26-28‰ and pH 8.02-8.07. Keywords: Seagrass beds, Condition, Waters of Bowongkali Village. ABSTRAK Lamun adalah tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang dapat hidup di laut. Ekosistem padang lamun memiliki peran sangat penting baik secara ekologi maupun biologi di kawasan pesisir dan estuari. Tumbuhan ini berperan sebagai produsen dan menyediakan makanan bagi invertebrata herbivora, dan ikan herbivora. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis lamun dan kondisi padang lamun di Perairan Desa Bowongkali, Kecamatan Tabukan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pengambilan Data pada penelitian ini mengunakan metode transek kuadrat dengan tiga line transek yang memiliki panjang masing-masing 100m dengan jarak antar tiap transek adalah 50m (100 x 100 m²). Pengambilan data dilakukan dengan cara mentukan nilai persentase tutupan lamun dan komposisi jenis lamun pada setiap kotak kecil dalam frame kuadrat pada masing-masing transek. Hasil penelitian ini didapatkan, nilai persentase tutupan padang lamun sebesar 48,67% termasuk dalam kategori “sedang”. Jenis-jenis lamun yang ditemukan yaitu, Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium, Halophila ovalis. Parameter di Perairan Desa Bowongkali yaitu suhu, salinitas, pH, nilai suhu 31,5-32°C, nilai salinitas 26-28‰ dan nilai pH 8,02-8,07. Kata Kunci: Padang lamun, Kondisi, Perairan Desa Bowongkali
STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI DESA PONTO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Khusnul Hotimah; Calvyn F.A. Sondak; Sandra O. Tilaar; Billy T. Wagey; Antonius P. Rumengan; Desy M.H. Mantiri
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 2 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.12.2.2024.57803

Abstract

Hutan mangrove sangat penting untuk kehidupan biota dan lingkungan sekitarnya. Ekosistem mangrove terletak di seluruh kepulauan Indonesia. Desa Ponto merupakan daerah yang juga memiliki keanekaragaman mangrove yang cukup tinggi. Penelitian dilaksanakan di Desa Ponto Jaga Tiga Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara dengan titik koordinat transek 1(1o39’45.54”U, 124o55’18.79”T), 2(1o39’26.96”U, 124o55’9.74”T),3(1o38’53.’93”U, 124o55’3.39”T), tujuan penelitian untuk mengetahui Struktur Komunitas Mangrove di Desa Ponto Jaga Tiga Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Setiap lokasi ditarik (line transect) sepanjang 100m dan diletakan 5 kuadran dari darat ke laut. Kuadran berukuran 10m x 10m, jarak antar kuadran 10m. Studi menemukan 6 spesies mangrove yaitu Rhizophora apiculata, Sonneratia alba, Brugueira gymnorrhiza, Xylocarpus granatum, Rhizophora mucronata, dan Avicennia alba. Nilai kerapatan tertinggi ditemukan jenis R.apiculata dan nilai kerapatan terendah yaitu X.granatum. Nilai frekuensi jenis tertinggi R.mucronata dan R.apiculata, frekuensi jenis terendah yaitu X.granatum. Nilai penutupan jenis tertinggi yaitu R.mucronata dan terendah jenis X.granatum. Indeks nilai penting tertinggi jenis R.mucronata. Indeks keanekaragaman rata-rata dengan nilai 1,02 termasuk kategori sedang. Nilai keseragaman sebesar 0,62 dengan indeks dominasi yaitu 0,81. Kata Kunci: Mangrove, Struktur Komunitas, Desa Ponto
KANDUNGAN KARBON PADA SERASAH DAUN MANGROVE DI PERAIRAN SEKITAR DESA BULO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA SULAWESI UTARA Glorima J. A. Tijow; Calvyn F. A. Sondak; Robert A. Bara; Carolus P. Paruntu; Esther D. Angkouw; Rignolda Djamaluddin
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 2 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.12.2.2024.58408

Abstract

Hutan mangrove memiliki peran penting dalam hal mengurangi dampak dari perubahan iklim Mangrove menyerap CO2 dari atmosfer dan mengubahnya menjadi karbon organik yang tersimpan dalam bentuk biomassa biomasa bagian atas dan biomasa bagian bawah. Menyadari pentingnya peran ekosistem mangrove maka penelitian mengenai kandungan karbon pada serasah mangrove sangat penting dilakukan untuk menentukan kapasitas hutan mangrove dalam menyerap CO2. Penelitian ini dilaksanakan di kawasan mangrove yang berada di perairan sekitar Desa Bulo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah kandungan karbon pada serasah daun mangrove. Pengambilan data serasah daun pada penelitian ini menggunakan metode litter-trap (jaring penangkap serasah). Pengambilan serasah mangrove menggunakan 10 buah litter-trap berukuran 1×1 m2 dan sampel diambil setiap 7 hari sekali selama 28 hari. Serasah yang terperangkap di dalam litter-trap ditimbang berat basah dan berat keringnya untuk mengetahui kandungan biomassanya, kemudian dianalisis dengan metode loss on ignition (LOI) untuk mengetahui jumlah persentase kandungan karbon. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh estimasi rata-rata kandungan karbon sebesar 43,03 ton/ha/tahun dan nilai rata-rata persentase kandungan karbon sebesar 12,48% C/hari. Keywords: Mangrove, Serasah, Kandungan Karbon, Bulo Village
Co-Authors , Deislie R.H. Kumampung Abd Razak Aditya Hikmat Nugraha Adnan S Wantasen Adnan Wantasen Agung B. Windarto Agus Ramli Alex D. Kambey Alex D. Kambey Alfret Luasunaung Alfret Luasunaung Alfret Luasunaung Angelitha O.T Iskandar Anisa Irwan Anneke V. Lohoo Annice Anthoni Anthonius P. Rumengan Antonius P Rumengan Antonius P Rumengan Antonius P. Rumengan Antonius Rumengan Ari Rondonuwu Arsida N.A. Kamaludin Bachmid, Fihri Baso, Fathan Bella R. Lelewa Billy T. Wagey Billy Th Wagey Billy Th Wagey Billy Th. Wagey Billy Theodorus Wagey Billy Theodorus Wagey Billy Wagey Billy Wagey Carolus P. Paruntu Carolus Paulus Paruntu Christin I F Kondoy Christine Kondoy Christine Kondoy Christofel B. S. Harum Daruit, Marselina Darus S. Paransa David B. Tamarariha Dedyes Alescandro Darui Deiske A. Sumilat Deiske A. Sumilat Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Deiske. A. Sumilat Deisle RH Kumampung Deisli R H Kumampung Deislie R H Kumampung Deislie R H Kumampung Deislie R.H Kumampung Djakatara, Paratiti Dewi Djuwita R.R. Aling Ekarisma Rerung Ellsya P Lahope Elvy L Ginting Elvy L. Ginting, Elvy L. Elvy Like Ginting Erly Kaligis Erly Y Kaligis Erly Y. Kaligis Esry T Opa Esther D. A. Angkouw Esther D. Angkouw Farnis B Boneka Farnis B. Boneka Farnis Boneka Feby GB Kombo Ferdinand F. Tilaar Fihri Bachmid Firman Darman Franco Grenaldy Gabi Frans Lumuindong Gerardus M Tiolong Gilbert Kindangen Ginting, Elvy Like Glorima J. A. Tijow Grevo S Gerung Grevo S. Gerung Grevo Soleman Gerung Haryani Sambali Henneke Pangkey Henneke Pangkey Hens Onibala Hery A. Lengkong Immanuel S. T. Septian Indra Asman Indri Manembu Indri Manembu Inneke F. M Rumengan Inneke Rumengan Iroth, Revelino A. James J H Paulus Jane M Mamuaja Jane M. Mamuaja Jane Mamuaja Janny D. Kusen Janny Dirk Kusen Janny Kusen Jardie A. Andaki Jardie Andaki Jeannete F Pangemanan Jeannette F. Pangemanan, Jeannette F. Jetty K. Rangan Jetty Rangan Jety K. Rangan John L. Tombokan Joice R. Rimper Joice R. T. S. I. Rimper Joice Rimper Joshian N W Schaduw Joshian N. W. Schaduw Joshian N. W. Schaduw Joshian N.W Schaduw Joshian N.W Schaduw Joshian N.W. Schaduw Joshian N.W. Schaduw Joshian NW Schaduw Joshian Schaduw Joudy R. R. Sangari Joudy Sangari Khristin F I Kondoy Khristin I. F. Kondoy, Khristin I. F. Khristin I.F. Kondoy Khusnul Hotimah Kreckhoff, Reny L. Krisandy Bengkal Kumampung, Deslie Kurniati Kemer Kusen, Janny Lasut, Astrid Y. Lasut, Nicole Theresa Laurence Lumingas Luasunaung, Alfrets Lusia Manu Mantiri, Desy M. H Marthen Bongga Medy Ompi Medy Ompi Medy Ompi Meilin Yulita Walo Melisa Lahimade Mikhael A Maramis Mokolensang, Jeffrie F. Mopay, Maratade Muhammad Gibran Kahar N Gustaf Mamangkey Natalie D Rumampuk Natalie D.C Rumampuk Natalie D.C. Rumampuk Nickson J. Kawung Noldy G. F. Mamangkey Nurul Dhewani Mirah Sjafrie Ode Mantra, Syahrun Olivio E. De Jesus Soares Opa, Esri T. Pangemanan, Novie P.L. Pansing, Jenita Paulus, James Ping Astony Angmalisang Ping Astony Angmalisang Pondaag, Kristy Sofia Prengky P Babo Rangan, Jety Reinol Jacobs Remy E. P Mangindaan Remy E.P Mangindaan Rene Ch. Kepel Reny L. Kreckhoff Rezykita Tulung Richardo O. Roring Ridwan Lasabuda Ridwan Lasabuda Rignolda Djamaluddin Rignolda Djamaluddin Robert A. Bara Robert A. Bara Roeroe, Kakaskasen Andreas Rondonuwu, Arie B. Rose O. S. E Mantiri Rosita A. J. Lintang Royke M Rampengan Royke M. Rampengan Royke Rampengan Rumengan, Antonius Petrus Runtuwene, Heard C.C. Sandra O. Tilaar Sandra Olivia Tilaar Sandra Tilaar Sapsuha, Jufran Sarifudin Tidore Sartje Lantu Sesar Prabu Dwi Sriyanto Silveste.r B. Pratasik Silvester B Pratasik Sinjal, Chatrien A. L. Sinjal, Chatrien Annita Soniya Br Sipayung Steelma V. Rantung Stenly Wullur Stephanus V. Mandagi Stephanus V. Mandagi Steven Medellu Suria Darwisito Suria Darwisito Takarendehang, Roberto Tampanguma, Biondi Tamsir, Chika Litawaty Tangkudung, Maureen J. N. N. Tidore, Fadli Toshiko M. Manoppo Udin Upara Unstain N. W. J. Rembet Unstain N. W. J. Rembet, Unstain N. W. J. Unstain N.W.J. Rembet Unstain N.W.J. Rembet Veibe Warouw Veibe Warouw Veibe Warouw Veibe Warouw Veibe Warouw Verisandria, Rio Vinsensius V. Makawaehe Wahyu Adi Wilhelmina Patty Wilmy E Pelle Winda Mercedes Mingkid Yehiel Hendry Dasmasela Yogo Pamungkas, Yogo Yunus Watumlawar