Sri Wahyu
1Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Support Kebut Vaksinasi Sulsel Tim Vaksinator Covid-19 Universitas Muslim Indonesia Arni Isnaini Arfah; Syamsu Rijal; Nasrudin AM2; Armanto Makmun; Asrini Safitri; Febie Irsandy; Yusriani Mangerangi; M. Hamsah; Fendy Dwimartyono; Muhammad Mursyid; Agung Dirgantara; Rahmawati Rahmawati; Anna Sari Dewi; Zulfiyah Surdam; Rasfayanah Rasfayanah; Andi Sitti Fahirah; Eny Arlini Wello; Zulfahmidah Zulfahmidah; Sri Wahyuni Gayatri; Dian Amelia Abdi; Edward Pandu Wiriansya; Zulfitriani Murfat; Lisa Yuniaty; Sri Wahyu; Arina Fathiyyah; Santriani Hadi
Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Maret 2022 (Reuploaded Article Due to Website Crushed Down Months Ago)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.991 KB) | DOI: 10.33096/jpki.v3i1.175

Abstract

Kegiatan yang berorientasi kepada masyarakat merupakan merupakan salah satu tridarma perguruan dibidang pengabdian. Kami dari dosen-dosen dan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat, (Prodi Kebidanan dan Keperawatan), Fakultas Farmasi, dan Rumah Sakit Ibnu Sina, dibawah arahan koordinasi Dekan Fakultas kedokteran UMI Ayahanda Prof. dr. H. Syarifuddin Wahid, Ph.D, Sp. PA (K), Sp.F berkoordinasi bersana dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (Ketua Prodi Keperawatan dan Kebidanan) serta dekan Farmasi menyalurkan bantuan tim vaksinator dalam mendukung peningkatan vaksin di Indonesia, khususnya di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan atas himbauan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kota Makasssar. Tujuan pengabdian ini untuk pencapaian target warga yang divaksin dapat mencapai target diatas 70%, baik vaksin pertama ataupun vaksin kedua. Adapun kegiatan ini dilaksanakan selama dua minggu sejak 20 - 31 Desember 2021 di beberapa titik desa Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan: wilayah Polut ada 5 kelurahan/desa, wilayah Marboada 5 kelurahan/desa, wilayah Pattalassang ada 5 kelurahan/desa, dan wilayah Galesong ada 9 kelurahan/desa. Diharapkan sebagai pengalaman dan pembelajaran agar segala kritik dan saran yang disampaikan dapat diperbaiki lagi pada kegiatan selanjutnya.
Pengaruh Wudhu Menjelang Tidur Terhadap Peningkaan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Eka Dewi Mulyani; Sri Wahyu; Rasfayanah; Mochammad Erwin Rachman; Dahliah AZ; Ham Fransiskus Susanto; R. Joko Maharto
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 4 (2022): April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i4.30

Abstract

Gangguan dalam kualitas tidur dapat menyebabkan keluhan fisik dan kurangnya konsentrasi seseorang. Wudhu merupakan salah satu metode relaksasi yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh wudhu menjelang tidur terhadap peningktan kualitas tidur pada mahasiswa. Metode penelitian adalah Quasi Experimental dengan pendekatan one group pretest – posttest design pada 70 mahasiswa. Teknik sampling menggunakan Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Pada penelitian ini akan dilakukan pretest pada mahasiswa sebelum diberikan intervensi wudhu. Wudhu menjelang tidur akan dilakukan selama 7 hari berturut – turut. Posttest dilakukan setelah diberikan intervensi wudhu menjelang tidur selama 7 hari berturut – turut. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata – rata PSQI sebelum dan sesudah diberikan intervensi wudhu menjelang tidur yaitu 8, 54 dan 6,73. Hasil uji wilcoxon signed ranks test diperoleh nilai p value = 0,000 (p value < 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kualitas tidur yang signifikan setelah melakukan wudhu menjelang tidur.
Hubungan Kadar Asam Urat dengan Kejadian Proteinuria pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Andi Siti Nur Pranana Ummah Feqqi; Prema Hapsari hidayati h; Dwi Anggita; Sri Wahyu; Santriani Hadi; Ali Aspar Mappahya
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 1 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v1i3.61

Abstract

Diabetes melitus adalah salah satu dari 10 penyebab kematian tertinggi di dunia. Peningkatan insiden diabetes melitus akan meningkatkan komplikasi. komplikasi ginjal yang tinggi akan menyebabkan mortalitas dan morbiditas kardiovaskular. Adanya proteinuria yang resisten pada pasien diabetes melitus menandakan mulai terjadi kerusakan fungsi ginjal. Sebagian penderita diabetes melitus tipe 2 juga mengalami hiperurisemia. Hiperurisemia ini juga dapat mempengaruhi fungsi ginjal yang ditandai dengan adanya proteinuria, kadar asam urat yang tinggi dapat menyebabkan ginjal bekerja lebih berat sehingga dapat menyebabkan rusaknya sel pada ginjal yang ditandai dengan proteinuria. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar asam urat dengan kejadian proteinuria pada pasien diabetes melitus tipe 2. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan dengan jumlah sampel 32 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi pada bulan Mei-Juni 2019 di RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar menunjukkan bahwa kategori kadar asar urat dengan proteinuria (-) sebanyak 24 orang (75%); (+) 4 orang (12,5 %); (++) 1 orang (3,1%); (+++) 2 orang (6,3%); (++++) 1 orang (3,1%). Hasil análisis dengan menggunakan uji Chi-Square didapatkan nilai signifikan 0,685 (p<0,05) yang secara statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kadar asam urat dengan kejadian proteinuria pada pasien diabetes melitus tipe 2 karena nilai p > 0,05. Pada penelitian ini tidak didapatkan hasil yang bermakna antara hubungan kadar asam urat dengan kejadian proteinuria pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar. Namun didapatkan ada kecenderungan semakin tinggi derajat kadar asam urat, maka semakin tinggi juga derajat proteinuria yang terjadi.
Analisa Faktor Risiko Terjadinya Dermatitis Kontak Iritan Pada Petugas Kebersihan di UMI Tahun 2019 Andi M. Shofwatul Islam Hafid; Dian Amelia Abdi; Sigit Dwi Pramono; Nurelly N; Sri Wahyu; Solecha Setiawati; Adharia
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 1 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v1i3.64

Abstract

Masalah kesehatan sering kali terjadi akibat proses pekerjaan, di lingkungan kerja serta dampak kesehatan pada perilaku pekerja. Dermatitis kontak iritan merupakan salah satu penyakit kulit akibat kerja. Penyakit tersebut timbul pada waktu tenaga kerja bekerja melakukan pekerjaan dengan berbagai faktor-faktor yang dapat menyebabkan dermatitis kontak iritan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisa faktor risiko terjadinya dermatitis kontak iritan pada petugas kebersihan di Universitas Muslim Indonesia.Penelitian ini merupakan suatu penelitian cross-sectional. Penelitian dilakukan di Universitas Muslim Indonesia. Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan april - agustus 2019 pada petugas kebersihan di Universitas Muslim Indonesia Makassar. Sampel penelitian ini sebanyak 65 orang responden dengan menggunakan teknik Accidental sampling. Data akan dianalisis menggunakan chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 65 petugas kebersihan di Universitas Muslim Indonesia tahun 2019 diantaranya 49 orang responden (75.4%) tidak menderita dermatitis kontak iritan sedangkan yang menderita dermatitis kontak iritan adalah 16 orang responden (24.6%.). Berdasarkan hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak ada variable penelitian diantaranya lama kontak, jumlah kontak, lamanya petugas bekerja, usia, jeneis kelamin, kebersihan diri dan penggunaan APD yang berhubungan kejadian dermatitis kontak iritan
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Terhadap Resiko Ketuban Pecah Dini RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar Muhammad Fadli; Mona Nulanda; Sri Wahyu; Dahliah; Arni Isnaini Arfah; Andi Farid Abdullah; Nur Fatimah Sirajuddin
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v1i2.85

Abstract

Ketuban pecah dini (KPD) masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia dengan angka kejadian dan angka kematiannya yang cukup tinggi, kejadian ketuban pecah dini mendekati 10% dari semua persalinan. Pada umur kehamilan kurang dari 34 minggu sekitar 4 %. Sedangkan menurut Wahyuni (2009) kejadian KPD di Indonesia sebanyak 35,70% - 55,30% dari 17.665 kelahiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang ketuban pecah dini di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar.Penelitian yang dilakukan adalah penelitian survey deskriptif dengan teknik Accidental sampling dan seluruh sampel yang masuk kriteria inklusi. Penelitian ini dilakukan di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar dengan sampel 34. Data penelitian ini diperoleh melalui data primer dari hasil kuisioner. Distribusi usia ibu terbanyak di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar adalah usia 20-29 tahun, tingkat pengetahuan sedang, Tingkat sikap sedang, dan resiko tinggi terhadap faktor resiko ketuban pecah dini. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu terhadap faktor resiko ketuban pecah dini. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu terhadap faktor resiko ketuban pecah dini.
Karakteristik Faktor Resiko Kejadian Abortus di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar Indra Aprianto; Mona Nulanda; Sri Wahyu; Nasruddin Andi Mappaware; Sri Julyani
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 7 (2022): Juli
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i7.97

Abstract

Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi yaitu sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Abortus dapat menyebabkan kematian karena adanya perdarahan terus-menerus dan infeksi pada saat melakukan abortus. Beberapa faktor yang merupakan predisposisi terjadinya abortus misalnya faktor janin, faktor maternal, faktor lingkungan, umur, paritas, pekerjaan dan riwayat abortus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik faktor resiko Kejadian abortus di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deksriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mengalami abortus di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar berdasarkan data rekam medik dengan diagnosa medis abortus pada bulan september hingga oktober 2019 sebanyak 40 responden. Penentuan jumlah sampel menggunakan teknik total sampling. Alat ukur dengan checklist. Analisa data dengan univariat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar ibu yang mengalami abortus adalah ibu yang berumur >35 tahun sebanyak 18 responden (45%), paritas yaitu multipara yaitu 28 responden (70%), riwayat abortus adalah ibu yang memiliki riwayat abortus yaitu 32 responden (80%), pekerjaan ibu sebagian besar adalah bekerja yaitu 29 responden (72,5%), jarak kehamilan ibu sebagian besar adalah kehamilan dengan jarak <2 tahun yaitu 27 responden (72,5%).
Efeltivitas Air Rebusan Seledri (Apium graveolens L.) Terhadap Penurunan Tekanan Darah di Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Gau Mabaji Gowa Chelsea Putri Ningsih; Sri Wahyu; Arni Isnaini Arfah; Ida Royani; Nurfachanti Fattah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 8 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i8.102

Abstract

Latar belakang: Terapi bagi penderita tekanan darah tinggi dapat diberikan secara farmakolgi dan non farmakologi. Untuk terapi non farmakologi, Penggunaan obat tradisional secara umum dinilai lebih aman dari pada penggunaan obat modern. Seledri atau celery (apium graveolens) merupakan salah satu jenis terapi herbal untuk menangani penyakit hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari air rebusan seledri (apium graveolens L.) dalam menurunkan tekanan darah di Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Gau Mabaji Gowa. Metode penelitian: Penelitian ini dilakukan di Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Gau Mabaji Gowa pada bulan Oktober 2019. Penelitian ini menggunakan metode desain quasy experimen dengan rancangan control grup pre-test post-test design. Terdapat 12 orang sampel yang menderita tekanan darah tinggi dimana 6 orang pada kelompok intervensi dan 6 orang pada kelompok kontrol, karena menggunakan 2 kelompok terapi yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Tekanan darah diukur secara langsung menggunakan spigmomanometer. Hasil uji statistic yang digunakan adalah uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Kesimpulan: Kesimpulan hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan terdapat penurunan tekanan darah sistol pada kelompok intervensi (p=0.042) dan diastol (p=0.034), pada kelompok kontrol terjadi penurunan tekanan darah sistol dimana (p=0.066) dan diastol (p=0.705) berarti tida ada penurunan tekanan darah diastol. Berdasarkan kesimpulannya ialah ada pengaruh meminum air rebusan seledri (apium graveolens L.) terhadap penurunan tekanan darah.
Perbandingan Pemberian Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L) dan Metformin terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Mencit (Mus Musculus) yang Diinduksi Aloksan Vellya Dwi Damayanti; Sri Wahyu; Sri Wahyuni Gayatri; Rahmawati; A Kartini Eka Yanti
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i10.123

Abstract

Diabetes adalah kondisi jangka panjang yang serius dengan dampak besar pada kehidupan dan kesejahteraan individu, keluarga, dan masyarakat di seluruh dunia Data WHO menunjukkan bahwa Indonesia merupakan Negara dengan penderita DM terbanyak keempat di dunia. Di kota Makassar, menurut data Dinas Kesehatan Kota Makassar pada tahun 2007 penyakit DM menempati peringkat lima dari sepuluh penyebab utama kematian dan terus meningkat. Carica papaya L. adalah buah yang terkenal di seluruh dunia, dan produksi tertingginya terjadi di daerah tropis dan subtropis. Daunnya memiliki kandungan serat pangan dan senyawa polifenol yang tinggi, flavonoid, saponin, pro-antosianin, tokoferol, dan benzil isotiosianat yang memiliki efek menguntungkan pada pengobatan diabetes mellitus dan pengurangan kadar kolesterol. Penelitian ini bertujun untuk Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun papaya (Carica papaya L) terhadap kadar glukosa darah pada mencit (mus musculus). Penelitian ini menggunakan Literature Review dengan desain Narrative Review dengan mencari artikel yang berhubungan dengan perbandingan pemberian ekstrak daun papaya (Carica papaya L) dan metformin terhdap penurunan kadar glukosa darah pada mencit yang diabetes pada rentang tahun 2017 – 2020. Jurnal yang ditelaah berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang sesuai dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil telaah 5 jurnal penelitian, menunjukkan bahwa Ekstrak daun pepaya (Carica papaya L) memiliki aktivitas sebagai antihiperglikemik dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit dimulai pada dosis 150 mg/kg BB hingga 600 mg/kgBB meskipun besar aktivitas antihiperglikemik-nya tidak sebesar Metformin
Pengaruh Mendengarkan Lantunan Ayat Suci-Al-Qur’an terhadap Penurunan Tekanan Darah BRSLU Gau Mabaji Gowa St. Halima Asrah; Sri Wahyu; Rasfayanah; Nurfachanti Fattah; Ida Royani; Zulfiyah Surdam
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 11 (2022): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i11.143

Abstract

Terapi bagi penderita tekanan darah tinggi dapat diberikan secara farmakolgi dan non farmakologi. Untuk terapi non farmakologi biasanya pasien penderita tekanan darah tinggi dianjurkan untuk bergaya hidup sehat juga mengurangi stress dengan berelaksasi. Mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran dapat menjadi sarana relaksasi religius yang bermanfaat untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lantunan ayat suci Al-Qur’an tehadap penurunan tekanan darah di Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Gau Mabaji Gowa. Penelitian ini dilakukan di Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Gau Mabaji Gowa pada bulan Agustus 2019. Penelitian ini menggunakan metode desain quasy experimen dengan rancangan control grup pre-test post-test design. Terdapat 12 orang sampel yang menderita tekanan darah tinggi dimana 6 orang pada kelompok intervensi dan 6 orang pada kelompok kontrol, karena menggunakan 2 kelompok terapi yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Tekanan darah diukur secara langsung menggunakan spigmomanometer. Hasil uji statistic yang digunakan adalah uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Kesimpulan hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan terdapat penurunan tekanan darah sistol pada kelompok intervensi (p=0.034) dan diastol (p=0.025), pada kelompok kontrol tidak terjadi penurunan tekanan darah sistol dimana (p=1.000) dan diastol (0.317). Berdasarkan kesimpulannya ialah ada pengaruh mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran terhadap penurunan tekanan darah.
Efektivitas Gerakan Shalat dalam Masa Penyembuhan Pasien Pasca Tirah Baring Lama Fajriah Ranggawati Sultan; Sri Wahyu; Irmayanti; Faisal Sommeng; Mona Nulanda
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 11 (2022): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i11.148

Abstract

Tirah baring dalam waktu yang lama akan menimbulkan respon fisologis pada sistem otot rangka, seseorang yang mengalami tirah baring akan kehilangan kekuatan otot rata-rata 3% sehari. Sehingga cara terbaik agar membantu pemulihan pasien pasca tirah baring lama dengan mobilisasi dini pasca tirah baring lama. Shalat termasuk aktivitas tubuh yang paling banyak melindungi dan menjauhkan diri dari berbagai penyakit karena gerakan shalat yang bersifat olahraga, maka penulis tertarik untuk meneliti efektivitas gerakan shalat dalam masa penyembuhan pasien pasca tirah baring lama. Mengetahui efektivitas gerakan shalat dalam masa penyembuhan pasien pasca tirah baring lama. Literature Review dengan desain Narrative Review. Shalat dapat melatih persendian, membantu pemulihan motorik dan melatih keseimbangan. Selanjutnya, Intervensi shalat sebagai media meditasi, penenangan diri, dan untuk melatih kestabilan emosi. Seluruh gerakan shalat yang dilakukan dengan benar serta rutin dilaksanakan sangat berperan penting pada fungsi tubuh sebagai bentuk latihan maupun olahraga sehingga shalat efektif dalam membantu penyembuhan pasien pasca tirah baring lama
Co-Authors A Kartini Eka Yanti Adharia Agung Dirgantara Ahmad Naufal Aswan Aisyah, Windy Nurul Ali Aspar Mappahya Amir, Suliati P Andi Farid Abdullah Andi Farid Abdullah Andi M. Shofwatul Islam Hafid Andi Retno Afifah Andi Siti Nur Pranana Ummah Feqqi Andi Sitti Fahirah Andi Sitti Fahirah Arsal Anna Sari Dewi Arina Fathiyyah Arina Fathiyyah Arifin Armanto Makmun Arni Isnaini Arfah Arni Isnaini Arfah Asrini Safitri Asrini Safitri Chelsea Putri Ningsih Dahliah Dahliah AZ Darariani Iskandar Dian Amelia Abdi Dian Amelia Abdi Dwi Anggita Eka Dewi Mulyani Eny Arlini Wello Faisal Sommeng Fajriah Ranggawati Sultan Febie Irsandy Fendy Dwimartyono Ham Fransiskus Susanto Handayani, Prema Hapsari Ida Royani Imran Safei Indah Chintya Maharani Indah Lestari Daeng Kanang Indra Aprianto Irmayanti Irna Diyana Kartika K Kesya Azzahra Putri Khairun Nisaa Burhan Lisa Yuniaty M. Hamsah Mochammad Erwin Rachman Mochammad Erwin Rachman Mohammad Reza Zainal Abidin Mona Nulanda Muhammad Alim Jaya Muhammad Fadli Muhammad Gilang Ramadhan Muhammad Mursyid Mutmainnah Namirah Namirah Nasruddin Andi Mappaware Nasrudin Andi Mappaware Nur Fatimah Sirajuddin Nur Fatimah Sirajuddin Nurelly N Nurfachanti Fattah R. Joko Maharto Rachmat Faisal Syamsu Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rasfayanah Rasfayanah Rasfayanah Rezky Putri Indarwati Abdullah Santriani Hadi Santriani Hadi Shulhana Mokhtar Sigit Dwi Pramono Siti Fayka Khairunnisa Solecha Setiawati Sri Julyani Sri Julyani Sri Wahyuni Gayatri Sri Wahyuni Gayatri B. St. Halima Asrah Syamsu Rijal Vellya Dwi Damayanti Wiriansya, Edward Pandu Yusriani Mangarengi Zulfahmidah Zulfitriani Murfat Zulfitriani Murfat Zulfiyah Surdam Zulfiyah Surdam