Sri Wahyu
1Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Ekstrak Buah Pare (Momordica Charantia) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Mencit (Mus Musculus) Andi Retno Afifah; Sri Wahyu; Sri Wahyuni Gayatri; Indah Lestari Daeng Kanang; Rezky Putri Indarwati Abdullah; Andi Farid Abdullah; Nur Fatimah Sirajuddin
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 3 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i3.158

Abstract

Diabetes melitus (DM) mengacu pada sindrom hiperglikemia akibat berbagai penyebab. Dewasa ini, banyak masyarakat yang mengkonsumi buah pare sebagai obat diabetes. Karena menurut pemikiran mereka, rasa pahitnya dapat menetralisir kadar gula dalam darah. Momordica charantia (Buah Pare) adalah tanaman yang digunakan sebagai sayuran dan obat tradisional dengan aktivitas buah hipoglikemik. Momordica charantia (Buah Pare) mengandung senyawa seperti insulin yang disebut charantin yang memiliki sifat anti diabetes dan membantu mengurangi kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak buah pare (Momordica charantia) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit (Mus musculus). Jenis penelitian ini menggunakan Literature Review dengan desain Narrative Review. Ekstrak buah pare (Momordica charantia) dapat menurunkan kadar glukosa darah pada mencit (Mus musculus) diabetes dengan konsentrasi 100 mg/kgBB, 250 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB. Ekstrak buah pare (Momordica charantia) dengan konsentrasi 400 mg/KgBB dapat menurunkan glukosa darah yang hampir setara dengan pemberian metformin pada mencit (Mus musculus) yang diabetes. Ekstrak buah pare (Momordica charantia) dapat menurunkan kadar glukosa darah pada mencit (Mus musculus) diabetes. Namun lebih efektif pada dosis 400 mg/KgBB
Pengaruh Pemberian Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomun burmanii) terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Mencit (Mus musculus) Muhammad Gilang Ramadhan; Sri Wahyu; Arni Isnaini Arfah; Armanto Makmun; Zulfitriani Murfat
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 12 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i12.167

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit gangguan metabolik dengan karakteristik hiperglikemia. Diabetes mellitus tercatat sebagai salah satu dari empat penyakit menular dengan jumlah penderita yang terus mengalamai peningkatan dari tahun ke tahun. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan pemberian obat antidiabetes oral. Namun belakangan ini dibutuhkan alternatif pengobatan seperti obat tradisonal. Salah satu tanaman yang bisa dimanfaatkan adalah kayu manis (Cinnamomum burmanni), dikarenakan memiliki senyawa Methylhidroxy Calcone Polymer, Proantochyanidin dan Cinnamaldehidhyde yang mampu menurunkan kadar gula darah. Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu pada mencit (Mus musculus). Metode penelitian experiment dengan desain true experimental pre and post control terhadap hewan uji coba. Hewan yang diuji coba sebagai sampel dalam adalah mencit jantan (Mus musculus) dengan kondisi hiperglikemia. Berdasarkan hasil penelitian dengan uji analisis univariat diperoleh data bahwa rata-rata kadar gula darah sewaktu sebelum perlakuan yakni 264 mg/dl, kemudian rata-rata pada hari ke 7 perlakuan adalah 140,4 mg/dl. Sehingga gula darah sewaktu sebelum perlakuan dan setelah perlakuan di hari ke-7 mengalami penurunan sebanyak 123,6 mg/dl dengan presentase sebesar 46,81%. Selain itu berdasarkan hasil penelitian dengan uji Kruskal Wallis diperoleh nilai P Value sebesar 0.009 (>0.05) sehingga disimpulkan bahwa terdapat pengaruh ekstrak kayu manis terhadap penurunan gula darah sewaktu pada mencit. Pemberian ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) mampu menurunkan kadar gula darah sewaktu pada mencit (Mus musculus).
Pengaruh Ujian SOOCA terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Namirah Namirah; Mochammad Erwin Rachman; Sri Wahyu; Suliati P Amir; Windy Nurul Aisyah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i10.338

Abstract

Kecemasan adalah perasaan tegang dan khawatir akibat reaksi terhadap ketidakmampuan untuk memecahkan masalah atau perasaan tidak aman. Menurut penelitian Mancevska, mahasiswa kedokteran tahun pertama mengalami tingkat kecemasan yang tinggi. Kecemasan pada tahun pertama dapat disebabkan oleh banyak hal, dan mahasiswa di lingkungan perkuliahan harus beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda dari lingkungan sebelumnya yaitu lingkungan SMA. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya pengaruh ujian SOOCA (student objective oral case analysis) terhadap tingkat kecemasan mahasiswa preklinik angkatan 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Metode yang di gunakan penelitian kuantitatif analitik observasional dengan menggunakan desain studi cross sectional. Berdasarkan Dari 157 mahasiswa yang mengisi kuisioner sebanyak 39 mahasiswa (24,8%) tidak mengalami kecemasan, sebanyak 118 mahasiswa (75,2%) mengalami kecemasan ringan, kecemasan sedang, kecemasan berat, dan kecemasan sangat berat. Berdasarkan analisis didapatkan p value (0,285) > 0,05 menunjukkan tidak adanya pengaruh Ujian SOOCA (student Objective Oral Case Analysis) terhadap tingkat kecemasan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2020. Dari hasil tersebut tidak terdapat pengaruh ujian SOOCA (student objective oral case analysis) terhadap tingkat kecemasan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2020.
Hubungan OSCE (Objective Structured Clinical Examination) Terhadap Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2020 Mutmainnah; Mochammad Erwin Rachman; Sri Wahyu; Shulhana Mokhtar; Irna Diyana Kartika K
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i8.340

Abstract

OSCE adalah ujian yang menilai pengetahuan, kemampuan komunikasi, keterampilan pemeriksaan fisik, kemampuan untuk memahami dan menganalisis hasil pemeriksaan diagnostik, dan kemampuan untuk menentukan diagnosis. Pada saat ujian, mahasiswa akan menunjukkan keterampilan yang telah mereka pelajari di setiap stasiun. Kondisi ini menyebabkan mahasiswa mengalami kecemasan yang berlebihan. Untuk mengetahui hubungan OSCE terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2020. Jenis penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain studi cross-sectional. Dari 253 responden yang mengisi kuisioner didapatkan tidak cemas 17 orang (6,7%), kecemasan tingkat ringan 130 orang (51,4%), kecemasan tingkat sedang 72 orang (28,5%), dan kecemasan tingkat berat 34 orang (13,4%). Dari hasil ujian OSCE didapatkan hasil kelulusan 200 orang (79,1%). Sedangkan yang tidak lulus 53 orang (20,9%). Berdasarkan hasil uji Chi-square didapatkan nilai p (p-value) 0,770 (>0,05) menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara OSCE terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2020. Tidak terdapat hubungan OSCE terhadap tingkat kecemasan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2020.
Pengaruh Istinsyaq sebagai Terapi Alternatif pada Penderita Rinosinusitis Kronik Tahun 2022 Kesya Azzahra Putri; Mochammad Erwin Rachman; Sri Wahyu; Rachmat Faisal Syamsu; Mohammad Reza Zainal Abidin
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i5.461

Abstract

Rinosinusitis kronik adalah peradangan yang terjadi pada mukosa hidung serta sinus paranasal dan berlangsung lebih dari delapan minggu dan ditandai adanya cairan mukopurulen, hidung berbau, hidung terseumbat, nyeri wajah, dan tanda-tanda lainnya. Beristinsyaq tiga kali setiap berwudhu, menyebabkan bakteri dan mikroba yang ada di dalam lubang hidung akan dikeluarkan. Kebanyakan penyakit terjadi karena mikroba masuk ke dalam tubuh melalui hidung dan tenggorokan, kemudian masuk ke tubuh. Gerakan istinsyaq selaras dengan gerakan terapi irigasi hidung, dengan melakukan irigasi hidung dapat menjaga agar mukosiliar hidung tetap normal, sehingga beristinsyaq juga dapat menyebabkan udara yang terhirup bebas dari bakteri dan juga mikroba karena tersaring saat melakukannya. Melakukan irigasi hidung dapat membantu menjaga mukosiliar hidung tetap normal. Untuk mengetahui pengaruh istinsyaq sebagai terapi alternatif pada penderita rinosinusitis kronik tahun 2022. Jenis penelitian Pre-post eksperimental dengan pendekatan one group pre-post test without control. Dari 25 orang responden sebanyak 1 orang (4%) responden merasakan gejala ringan, diikuti dengan sebanyak 11 orang (44%) responden merasakan gejala sedang, dan 13 orang (52%) responden merasakan gejala berat. Setelah diberikan intervensi, sebanyak 8 orang (32%) responden tergolong dalam gejala ringan, 13 orang (52%) responden merasakan gejala sedang, dan 4 orang (16%) responden merasakan gejala berat. Berdasarkan hasil uji alternatif (uji wilcoxon) dihasilkan nilai p (p-value) 0,00 (<0,05) artinya terdapat hubungan yang signifikan antara istinsyaq dengan penyakit rinosinusitis kronik. Istinsyaq dapat menjadi terapi alternatif pada penderita rinosinusitis kronik. Terdapat pengaruh istinsyaq sebagai terapi alternatif pada penderita rinosinusitis kronik tahun 2022.
Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Pada Anak Di RS Ibnu Sina Tahun 2021 - 2023 Siti Fayka Khairunnisa; Sri Wahyu; Sri Wahyuni Gayatri B.; Asrini Safitri; Arni Isnaini Arfah
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.9666

Abstract

Salah satu faktor yang berperan dalam kejadian DBD adalah status gizi, yang berpengaruh terhadap respons imun tubuh dalam menghadapi infeksi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa anak dengan status gizi kurang maupun obesitas lebih berisiko mengalami DBD dengan derajat yang lebih berat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita pada pasien anak Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 – 2023, mengetahui status gizi pada pasien anak Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 – 2023, serta untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan derajat Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 - 2023. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah jenis penelitian analitik deskriptif. Hasil peneltian menunjukkan bahwa karakteristik penderita pada pasien anak Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 – 2023 memiliki mayoritas penderita dengan jenis kelamin perempuan dan usia antara 6 – 10 tahun serta derajat infeksi terbanyak yang datang rawat inap adalah DBD Grade. Hasil menunjukkan bahwa status gizi terbanyak pada pasien anak Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 – 2023 adalah status gizi baik (Health Weight). Terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dan derajat Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 – 2023. Maka dapat disimpulkan bahwa status gizi berperan dalam tingkat keparahan DBD pada anak, sehingga pemantauan status gizi dapat menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan dan penanganan DBD.
Characteristics of Lipid Profile Levels in Ischemic Stroke Patients at Ibnu Sina Hospital 2023 Sri Wahyu; Arina Fathiyyah Arifin; Mochammad Erwin Rachman; Sri Julyani; Ahmad Naufal Aswan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 12 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i12.6377

Abstract

Background: Stroke is a clinical sign that develops suddenly due to focal (or global) brain function disorders with symptoms that last for 24 hours or more, and can cause death. This study aims to determine the characteristics of lipid profile levels in ischemic stroke patients at Ibnu Sina Hospital, Makassar, January - June 2023. Method: The research used is a quantitative research type with a descriptive research design, using medical record data from Makassar Hospital which aims to determine the description of lipid profile levels in ischemic stroke patients at Ibnu Sina Hospital Makassar. Result: This study showed that 70 people (58%) of the total sample experienced an increase in total cholesterol levels and 50 people (42%) were within normal limits. 65 people (50%) of the total sample experienced an increase in LDL levels and 65 people (50%) were within normal limits. 82 people (63%) of the total sample experienced a decrease in HDL levels and 48 people (37%) were within normal limits. And 105 people (81%) of the total sample experienced an increase in triglyceride levels and 25 people (19%) were within normal limits. Conclusion: This study concluded that 70 people (58%) of the total sample experienced an increase in total cholesterol levels and 50 people (42%) were within normal limits. 65 people (50%) of the total sample experienced an increase in LDL levels and 65 people (50%) were within normal limits. 82 people (63%) of the total sample experienced a decrease in HDL levels and 48 people (37%) were within normal limits. And 105 people (81%) of the total sample experienced an increase in triglyceride levels and 25 people (19%) were within normal limits.
Hubungan Kebiasaan Berolahraga Dengan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan Tahun 2024 Khairun Nisaa Burhan; Sri Wahyu; Darariani Iskandar; Imran Safei; Muhammad Alim Jaya
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i5.22725

Abstract

ABSTRACT Stress is a common problem experienced by medical students and can impact physical health, psychological well-being, and academic achievement. This study aims to analyze the relationship between exercise habits and stress levels among students from the Faculty of Medicine, Muslim University of Indonesia, Class of 2024. The study design used an observational analytic approach with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 226 students, determined through total sampling based on inclusion criteria. The instruments used included an exercise habits questionnaire and the DASS-42 to measure stress levels. Univariate analysis showed that the majority of respondents had moderate exercise habits 186 respondents (82.3%) and 122 respondents (54.0%) had normal stress levels. Bivariate analysis using the Chi-Square test yielded a p-value of 0.513 (p 0.05), indicating no significant relationship between exercise habits and stress levels. Thus, although exercise has important health benefits, exercise habits were not directly associated with stress levels among medical students in this study. Keywords: Exercise Habits, Stress Levels, Medical Students.  ABSTRAK Stres merupakan permasalahan yang sering dialami oleh mahasiswa kedokteran dan dapat berdampak pada kesehatan fisik, kondisi psikologis, serta pencapaian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan berolahraga dengan tingkat stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2024. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 226 mahasiswa yang ditentukan melalui metode total sampling berdasarkan kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner kebiasaan olahraga dan DASS-42 untuk mengukur tingkat stres. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kebiasaan olahraga pada kategori sedang 186 orang (82,3%) serta berada pada tingkat stres normal 122 orang (54,0%). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,513 (p 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan olahraga dan tingkat stres. Dengan demikian, meskipun olahraga memiliki manfaat yang penting bagi kesehatan, kebiasaan berolahraga tidak terbukti berhubungan langsung dengan tingkat stres mahasiswa kedokteran dalam penelitian ini. Kata Kunci: Kebiasaan Berolahraga, Tingkat Stres, Mahasiswa Kedokteran.
Efektivitas Ekstrak Daun Kelor ( Moringa Oleifera) terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Total pada Tikus Putih ( Rattus Novergicus) Sri Wahyu; Andi Sitti Fahirah Arsal; Indah Chintya Maharani
Green Medical Journal Vol 1 No 1 (2019): Green Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.676 KB) | DOI: 10.33096/gmj.v1i1.24

Abstract

Introduction: The prevalence of hypercholesterolemia in Indonesia is estimated to increased continously. One of the traditional medicines used to reduce blood cholesterol levels is Moringa oleifera Lam, After using the extract of Moringa leaves, the cholesterol levels slowly reduced, it because by the active substance component on Moringa leaves such as flavanoid, tannin saponin and β-sitosterol. Objective : To determine the effect of Moringa leaf extract on reduce total cholesterol levels. Methods : The research is an analytical research, using pre-experimental design with one group pre-test method post-test approach. By comparing treatment groups and control groups where the treatment group was treated on the form of Moringa leaf extract. Results: The Paired T test showed that in the treatment group using Moringa leaf extract obtained before intervention the average cholesterol level was 307.40 mg/dl and after the interval was 209.00 mg/dl. Statistical test results obtained p value (0.00041) <0.05 which means that there is a difference of the mean cholesterol level between before and after treatment. Besides, the group using simvastatin was obtained before the intervention of the average cholesterol level was 271.20 mg/dl and after the interval was 127.40 mg/dl. Statistical test results obtained p value (0.009) <0.05 which means that there is a difference of the mean cholesterol level between before and after treatment. Conclusion: There wasn’t any significant differences between the Moringa leaves and simvastatin use to reduce the total blood cholesterol levels.
Co-Authors A Kartini Eka Yanti Adharia Agung Dirgantara Ahmad Naufal Aswan Aisyah, Windy Nurul Ali Aspar Mappahya Amir, Suliati P Andi Farid Abdullah Andi Farid Abdullah Andi M. Shofwatul Islam Hafid Andi Retno Afifah Andi Siti Nur Pranana Ummah Feqqi Andi Sitti Fahirah Andi Sitti Fahirah Arsal Anna Sari Dewi Arina Fathiyyah Arina Fathiyyah Arifin Armanto Makmun Arni Isnaini Arfah Arni Isnaini Arfah Asrini Safitri Asrini Safitri Chelsea Putri Ningsih Dahliah Dahliah AZ Darariani Iskandar Dian Amelia Abdi Dian Amelia Abdi Dwi Anggita Eka Dewi Mulyani Eny Arlini Wello Faisal Sommeng Fajriah Ranggawati Sultan Febie Irsandy Fendy Dwimartyono Ham Fransiskus Susanto Handayani, Prema Hapsari Ida Royani Imran Safei Indah Chintya Maharani Indah Lestari Daeng Kanang Indra Aprianto Irmayanti Irna Diyana Kartika K Kesya Azzahra Putri Khairun Nisaa Burhan Lisa Yuniaty M. Hamsah Mochammad Erwin Rachman Mochammad Erwin Rachman Mohammad Reza Zainal Abidin Mona Nulanda Muhammad Alim Jaya Muhammad Fadli Muhammad Gilang Ramadhan Muhammad Mursyid Mutmainnah Namirah Namirah Nasruddin Andi Mappaware Nasrudin Andi Mappaware Nur Fatimah Sirajuddin Nur Fatimah Sirajuddin Nurelly N Nurfachanti Fattah R. Joko Maharto Rachmat Faisal Syamsu Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rasfayanah Rasfayanah Rasfayanah Rezky Putri Indarwati Abdullah Santriani Hadi Santriani Hadi Shulhana Mokhtar Sigit Dwi Pramono Siti Fayka Khairunnisa Solecha Setiawati Sri Julyani Sri Julyani Sri Wahyuni Gayatri Sri Wahyuni Gayatri B. St. Halima Asrah Syamsu Rijal Vellya Dwi Damayanti Wiriansya, Edward Pandu Yusriani Mangarengi Zulfahmidah Zulfitriani Murfat Zulfitriani Murfat Zulfiyah Surdam Zulfiyah Surdam