Claim Missing Document
Check
Articles

Surrogate Biomarker to Identify Obesity and Predict Cardiovascular Disease Risk: A Systematic Review Azzumar, Farchan; Helda, Helda; Salamah, Qonita Nur; Handari, Rahma Dewi; Ramadhani, Ramadhani; Ibna, Reihana Ramadlani; Herawati, Yanti
Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 7 (2024): Journal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v5i7.1302

Abstract

The study investigates the relationship between obesity and cardiovascular disease (CVD) risk, comparing the use of body mass index (BMI) versus other biomarkers in predicting CVD risk among obese individuals. It conducts a systematic literature review following the PRISMA guidelines, searching databases for relevant articles published from 2017-2022. The review analyzes 12 eligible articles and finds that factors beyond just BMI, such as genetics, physical activity, metabolic disorders, previous heart disease history, nutrition, fat distribution, and changes in BMI, can significantly impact the prognosis of heart disease in obese individuals. Importantly, the study shows that measures of fat distribution, like waist-to-height ratio, waist circumference, log-transformed body shape index (LBSIZ), and the ratio of visceral adipose tissue (VAT) to subcutaneous adipose tissue (SAT), are superior to BMI in predicting CVD risk among those with obesity. The key takeaway is that while obesity is strongly linked to CVD risk, BMI alone often fails to predict that risk accurately. Fat distribution measures may be a more effective tool for identifying obesity status and predicting associated CVD risk compared to relying solely on BMI.
Hubungan Penyakit Jantung Koroner dengan Kebugaran Jasmani pada Jemaah Haji di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2023 Herawati, Yanti; Sudaryo, Mondastri Korib
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Haji adalah ibadah yang membutuhkan jasmani sehat juga bugar. Permenkes terkait tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji Nomor 15 Tahun 2016 membawa konsekuensi mengedepankan pemeriksaan juga pembinaan kesehatan bagi jemaah haji sehingga mampu menyelesaikan seluruh ritual ibadahnya sesuai syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Penyakit Jantung Koroner (PJK) terhadap kebugaran jasmani jemaah haji di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2023. Desain studi penelitian menggunakan kohort restrospektif, dengan total sampling sebanyak 4.779 sampel serta menggunakan data sekunder dari aplikasi Siskohatkes Kementerian Kesehatan RI tahun 2023. Kriteria pemilihan sampel adalah responden yang mempunyai data pemeriksaan kesehatan tahap kedua dan hasil pengukuran kebugaran jasmani. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kebugaran jasmani adalah metode Rockport Walking Test atau Six Minutes Walking Test. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Cox Regression dan nilai Hazard Ratio (HR) sebagai kekuatan hubungan diasumsikan setara dengan Risk Ratio (RR) pada studi kohort. Analisis multivariat menggunakan model proporsional hazard dengan metode Cox Regression dengan metode backward. Berdasarkan model akhir pada penelitian ini, secara statistik PJK berhubungan dengan kebugaran jemaah haji dengan nilai RR adjusted sebesar 1,37 (95%CI:1,19-1,59). Artinya jemaah haji yang mengalami PJK berisiko 1,37 kali lebih besar untuk tidak/kurang bugar dibandingkan jemaah haji tanpa PJK. Perlunya mendorong penerapan program GERMAS dan CERDIK serta upaya pengendalian melalui program PATUH secara optimal untuk mewujudkan kondisi fisik yang sehat dan bugar sehingga memiliki kemampuan untuk melaksanakan seluruh ritual ibadah haji secara mandiri tanpa tergantung pada orang lain. Selain itu, promosi kesehatan terkait kebugaran jasmani dengan menggabungkan aspek fisik (latihan fisik) dan aspek psikologis (Motivation Interviewing) perlu dilakukan secara sinergis melalui kerjasama dan koordinasi baik antar maupun lintas sektor yang terkait.
Faktor Penyebab Preeklampsia Pada Ibu Hamil Pipih, Pipih Napisah; Aulia, Hasna; Herawati, Yanti; Puspitasari, Putri
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JKA.655

Abstract

Preeklampsia masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu serta janin. Di Indonesia, angka kejadiannya mencapai 5,3% per tahun (128.273 kasus), dengan prevalensi 32,16% di Jawa Barat dan 13,60% di Kota Bandung. Dampak preeklampsia meliputi kelahiran prematur, oliguria, kematian, hambatan pertumbuhan janin, dan oligohidramnion. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor penyebab preeklampsia pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Kiaracondong. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional dan dilaksanakan pada 1–7 Juni 2025. Populasi adalah seluruh ibu hamil dengan hipertensi yang melakukan pemeriksaan ANC di Puskesmas Babakan Surabaya dan Babakan Sari. Sampel sebanyak 68 responden diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, kuesioner, rekam medis, tensimeter, dan stetoskop. Analisis bivariat menggunakan uji Rank Spearman karena data tidak berdistribusi normal (p=0,000). Hasil univariat menunjukkan karakteristik ibu dengan preeklampsia didominasi usia 20–35 tahun (14,7%), multigravida (19%), pendidikan SMA (16,2%), dan tidak bekerja (25%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara karakteristik responden, riwayat diabetes melitus, infeksi saluran kemih, kehamilan ganda, dan ukuran LILA dengan kejadian preeklampsia (p>0,05). Namun, terdapat hubungan signifikan antara riwayat hipertensi (p=0,000), riwayat preeklampsia (p=0,000), serta frekuensi pemeriksaan ANC (p=0,042). Disimpulkan bahwa faktor risiko preeklampsia meliputi riwayat hipertensi, riwayat preeklampsia, dan pemeriksaan ANC. Oleh karena itu, skrining risiko dan edukasi kehamilan perlu ditingkatkan untuk pencegahan dini.  
The EFEKTIVITAS “SEREAL 4-FIT” TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BALITA STUNTING DI PUSKESMAS GUNTUR KABUPATEN GARUT TAHUN 2025: EFEKTIVITAS “SEREAL 4-FIT” TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BALITA STUNTING DI PUSKESMAS GUNTUR KABUPATEN GARUT TAHUN 2025 Fitri Hanriyani; Herry Garna; Siti Sugih; Herri S Sastramihardja; Yanti Herawati
Jurnal Medika Cendikia Vol 12 No 02 (2025): Jurnal Medika Cendikia
Publisher : Karsa Husada Health Institute Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/jmc.v12i02.341

Abstract

Stunting menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita gizi kurang dilakukan sebagai upaya meningkatkan status gizi. Pemberian makanan tambahan ini berbentuk biskuit yang diperkaya zat gizi mikro dan makro. Namun, efektivitasnya terkendala bentuk, rasa dan jumlah yang terlalu banyak sehingga kurang disukai oleh balita menyebabkan konsumsi tidak optimal. Berdasarkan inovasi terbaru, “sereal 4-Fit” dirancang sebagai alternatif PMT berbahan susu kambing, madu, telur, dan edamame untuk meningkatkan status gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas “sereal 4-Fit” untuk meningkatkan berat badan balita stunting dibanding dengan pemebrian PMT standar. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan two group pretest-posttest design dengan jmlah sampel sebanyak 42 balita stunting. Penelitian dilaksanakan di posyandu Puskesmas Guntur Kabupaten Garut pada bulan Juli 2025. Pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Analisis univariat berat badan sebelum dan sesudah mendapatkan “Sereal 4-Fit” dan PMT standar di puskesmas menggunakan statistik deskriptif. Analisis bivariat dilakukan terhadap dua variabel, yaitu variabel independen dan variabel dependen. Tujuannya penelitian ini untuk menganalisis efektivitas “sereal 4-Fit”. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Independent samples test didapatkan ? value = 0,032 dan 0,008, dengan nilai ? =0,05 (? < ?), maka perbedaan rata-rata berat badan antara kedua kelompok sebelum dan sesudah intervensi adalah signifikan secara statistic. Berarti pemberian minuman “sereal 4-Fit” dan pemberian makanan tambahan (PMT) standar di Posyandu Puskesmas Guntur Kabupaten Garut berpengaruh dalam meningkatkan berat badan balita stunting. Perhitungan uji N-Gain untuk mengetahui efektifitas pada kelompok eksperimen berada pada nilai 0,644 dengan kategori sedang, sedangkan pada kelompok kontrol berada pada nilai 0,22 dengan kategori rendah (0,3 ? N-Gain <0,7). Hal itu berarti bahwa pemberian “Sereal 4-Fit” lebih efektif dalam meningkatkan berat badan balita stunting dibanding dengan PMT standar di posyandu puskesmas Guntur Kabupaten Garut tahun 2025.
Fitamia Powder Drink as a Functional Food to Increase Hemoglobin Levels in Anemic Adolescent Girls Latifah, Ade Ifah; Wijayanegara, Hidayat; Lestari, Meti Widya; Nurlatifah, Teni; Herawati, Yanti; Sutisna, Ma'mun
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional Volume 10 Number 1 Year 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkkt.v10i1.498

Abstract

Background: The low interest in consuming Fe tablets is one of the factors that causes the standard management of anemia in adolescent girls to still not be optimal. Fitamia is a powdered drink combining carrot and ginger which aims to attract teenagers' interest in consuming functional drinks which have the potential to increase hemoglobin levels. The aim of the research is to analyze the effectiveness of Fitamia powder drinks in improving anemia in adolescent girls. Methods: This research uses a quantitative approach in the form of a randomized experiment with a pretest and posttest with control group design. Sampling used a multistage sampling technique. Data analysis used paired t-test, independent t-test, N-Gain percent, and Mann-Whitney. Results: Fitamia powder drink increased hemoglobin levels on the 31st day (p-value < 0.001) and on the 45th day (p-value < 0.001). The acceptability of Fitamia powder drinks is higher than Fe tablets in terms of color (p-value 0.007), aroma (p-value 0.011), taste (p-value <0.001) and lower gastrointestinal effects compared to Fe tablets (p-value < 0.001). Conclusion: Fitamia powder drink can increase hemoglobin levels in young women. The acceptability of Fitamia powder drink products is higher than Fe tablets and causes lower gastrointestinal effects than Fe tablets. Fitamia powder drink is recommended as an alternative iron supplementation for young women due to its effectiveness in increasing hemoglobin levels, higher acceptability, and fewer gastrointestinal side effects.
EVE 3 BIBOTE Soft Candies: A Functional Food Intervention for Anemia in Adolescent Girls Nilasari, Fiky Trisna; Herawati, Yanti; Sastramidardja, Herri S.
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i5.1334

Abstract

Anemia remained a significant public health issue among adolescent girls due to increased iron requirements and inadequate dietary intake. This study aimed to evaluate the effect of a functional food innovation, a soft candy formulated from beetroot, carrot, and broccoli (Eve 3 Bibote), on improving hemoglobin levels among anemic adolescent girls. The research was conducted at SMKN 1 Gunung Putri, Bogor Regency, in 2025 using an experimental design with pre- and post-intervention measurements. Participants were adolescent girls diagnosed with anemia who consumed the soft candy for a specified intervention period. Hemoglobin levels were measured before and after the intervention to assess the effect. The findings showed a significant increase in hemoglobin levels after the administration of the soft candy, indicating its potential as a complementary approach for anemia management. This study concluded that the functional combination of beetroot, carrot, and broccoli in soft candy form was effective in supporting hemoglobin improvement among adolescent girls with anemia. The results highlighted the potential application of plant-based functional foods in school-based nutrition programs to reduce anemia prevalence in adolescents.
The Mom's Cerij Oil to Maintain Skin Moisture and Prevent Striae Gravidarum in Second Trimester Maulina, Fika; Septiani, Leri; Herawati, Yanti; S Sastramihardja, Herri; Widya Lestari, Meti; Nurlatifah, Teni
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional Volume 11 Number 1 Year 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkkt.v11i1.645

Abstract

Background: Skin changes often occur during pregnancy, such as striae gravidarum and hyperpigmentation. Mom’s Cerij Oil is formulated to minimize the risk of allergies or skin irritation, making it suitable for sensitive skin during pregnancy. The aim of this study was to determine the effectiveness of Mom’s Cerij Oil (Centella Asiatica and Piper betle L) compared to Coconut Oil in maintaining skin moisture and preventing Striae Gravidarum in pregnant women in the second trimester at the Cikupa Health Center in Tangerang Regency.  Methods: The research method was a quantitative study using a true experimental design with a pretest-post test control group approach. The study involved 66 pregnant women in their second trimester at the Cikupa Health Center in Tangerang Regency. The sampling technique used purposive sampling, with each intervention group and control group consisting of 33 respondents. Data analysis involved univariate analysis using frequency distribution and bivariate analysis using the McNemar test and the Mann–Whitney U test. The study was conducted from January to February 2025. Results: Bivariate analysis showed that Mom’s Cerij Oil was effective in maintaining skin moisture and preventing striae gravidarum in second-trimester pregnant women, with significant pretest–posttest mean differences (0.42; p=0.039 and 0.18; p=0.031). Posttest comparison between Mom’s Cerij Oil and coconut oil groups also indicated a significant difference (p=0.001). Conclusion: Mom’s Cerij Oil is more effective than coconut oil in maintaining skin moisture and preventing striae gravidarum in second-trimester pregnant women, and it can be recommended as a safe topical option during pregnancy.
Exclusive Breastfeeding and Immunization as Determinants of Stunting Among Indonesian Children Under Five: Evidence from a Community-Based Case–Control Study Nurhidayah, Ikeu; Khaedar, Mochamad; Herawati, Yanti; Koeryaman, Mira Trisyani
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educatio
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V14.I1.2026.108-115

Abstract

Background: Stunting remains a major public health issue in Indonesia, reflecting chronic undernutrition and recurrent infections in early childhood. Exclusive breastfeeding and immunization are key interventions to promote healthy growth and child survival, aligning with SDG 2 (Zero Hunger) and SDG 3 (Good Health and Well-Being). However, evidence on their combined effects on stunting is inconsistent, especially in rural areas like Sumedang, where local data are limited. Objective: This study aimed to examine the association between exclusive breastfeeding, immunization status, and stunting among children aged 2–5 years in rural Indonesia. Methods: A community-based, case–control study involved 132 children (66 stunted and 66 non-stunted), aged 24–59 months. Data on stunting, breastfeeding, and immunization were collected via structured questionnaires and verified through child health records. Purposive sampling was used. Statistical analyses included descriptive statistics, Chi-square tests, and odds ratios (ORs) with 95% confidence intervals (CIs). Results: Children not exclusively breastfed had a significantly higher risk of stunting (p=0.001; OR=3.27, 95% CI: 1.48–7.22). Immunization completeness was not significantly associated with stunting (p=0.380; OR=1.36, 95% CI: 0.68–2.71). Conclusion: Exclusive breastfeeding offers strong protection against stunting and is vital for achieving SDG 2 and SDG 3. While immunization was not directly linked to stunting in this study, it remains essential for preventing infections that may indirectly impair growth. Strengthening breastfeeding promotion and community health programs are crucial for reducing stunting in rural Indonesia.
Co-Authors Ade Ifah Latifah Agustin, Mesya Dwi Aminudin, Sri hennyati Andi Rinaldi Anita Deborah Anwar Arini, Wike Atie Rachmiatie Aulia Ridla Fauzi Aulia, Hasna Aziz, Alamsyah Azzumar, Farchan Cep Masdad Cherawaty, Aneu Deborah Anwar, Anita Desi Trisiani Dian Purnama Sari Fitri Hanriyani H. R., Teni Nurlatifah Halimatus Saidah Handari, Rahma Dewi Harefa, Umy Darni Hartiningsih, Siti Sugih Helda Helda Herlina, Lusi Hernawati, Yeti Herri S. Sastramihardja Herry Garna Hidayat Wijayanegara HR, Teni Nurlatifah Ibna, Reihana Ramadlani Ida Jamilah Ikeu Nurhidayah Ira Kartika Ira kartika Iriani, Oktarina Sri Kartika, Ira Kartika, Ira Katmini, Katmini Khaedar, Mochamad Khairunnisa, Dini Pajriani Leri Septiani Lestari, Meti Widya Lestari, Mia Dwi Lia Novita Lina Herlina Lina Herlina Maulina, Fika Maya Indriati Melan Meilani Mira Trisyani Koeryaman nashriva, Ita Neli Sunarni Nilasari, Fiky Trisna Nilawati Nilawati Nurlatifah HR, Teni Nurlatifah, Teni Nz.Gea, Diana Oktavia Pipih, Pipih Napisah Pramukani, Irka Putri Puspitasari R. Nety Rustikayanti Rahayu, Kusila Devia Rahma Amalyah Rahmawati, Nur Syifa Raksanagara, Ardini Sapatiningsih Ramadhani Ramadhani Ratminah, Mien Rosa Sonia Rahmawati Rosita . Rosita Rosita Rowawi, Roni Rustikayanti, R Nety Ryandini, Gessyla S Sastramihardja, Herri Salamah, Qonita Nur Sarasati, Kadesma Fadhila Clara Sastramidardja, Herri S. Shafira Suryadinda Sitanggang, Novtarina Siti Komsiah, Siti Siti Sugih Sonia Rahmawati, Rosa Sri Hennyati A Sri Wulan Ratna Dewi Stusisna, Ma'nun Suardi, Achmad Sudaryo, Mondastri Korib Sugih H, Siti Sugih, Siti Sumiati, Nenden Sum Suparni ,, Suparni Surtimanah, Tuti Sutisna, Ma'mun Sutisna, Ma’mun Teni Nurlatifah Trisiani, Desi Triwidiyantari, Dyah Whinalda, Dhinda Widya Lestari, Meti Yanti, Ery Yeni Mahwati