Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN KERAGAMAN KONSUMSI PANGAN RUMAH TANGGA TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI SAAT PEMBATASAN SOSIAL MASA PANDEMI COVID-19 Sumakul, Angel Amelia; Malonda, Nancy S.H; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sekarang sedang mewabah. Konsumsi makanan beragam dan seimbang sangat bermanfaat bagi kesehatan terutama untuk mempertahankan system imun. Makanan yang beraneka ragam yaitu makanan yang mengandung zat gizi baik yang diperlukan oleh tubuh baik secara kualitas maupun kuntitasnya, seperti makanan yang mengandung zat tenaga, pembangun dan zat pengatur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keragaman konsumsi pangan rumah tangga pada tenaga pendidik dan kependidikan FKM UNSRAT saat Pembatasan Sosial Masa Pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan survei deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Oktober tahun 2020 di FKM UNSRAT. Sampel dalam penelitian ini adalah tenaga pendidik dan kependidikan FKM UNSRAT yang berjumlah 40 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan formulir food record 1x24 jam dan kuesioner Household Dietary Diversity Score (HDDS). Hasil penelitian menunujukan bahwa keragaman konsumsi pangan tenaga pendidik dan kependidikan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi sebagian besar memiliki keragaman pangan yang tinggi sebanyak 34 responden (85%) dan yang masuk dalam keragaman pangan sedang 5 responden (12.5%) dan 1 responden (2.5%) yang termasuk dalam keragaman pangan yang rendah. Kata kunci: Keragaman Pangan, Tenaga Pendidik dan Kependidikan,COVID-19 ABSTRACTCorona Virus Disease 2019 (COVID-19) is currently endemic. Consumption of a diverse and balanced diet is very beneficial for health, especially to maintain the immune system. Diverse foods are foods that contain good nutrients needed by the body both in quality and quantity, such as foods that contain energy, builders and regulatory substances. This study aims to describe the diversity of household food consumption among educators and education staff of FKM UNSRAT during Social Restrictions during the COVID-19 Pandemic. This research uses quantitative research with descriptive survey. This research was conducted from May to October 2020 at FKM UNSRAT. The sample in this study was FKM UNSRAT educators and education staff, totaling 40 people. The instrument in this study used a food record form 1x24 hours and a Household Dietary Diversity Score (HDDS) questionnaire. The results showed that the diversity of food consumption of educators and education staff at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University, mostly had high food diversity as many as 34 respondents (85%) and those included in the moderate food diversity were 5 respondents (12.5%) and 1 respondent (2.5%). ) which is included in the low diversity of food. Keywords : Food Diversity, Educators and Education staff, COVID-19
GAMBARAN POLA MAKAN MAHASISWA SEMESTER II FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO SELAMA PANDEMI COVID-19 Tambajong, Claudia Angel; Malonda, Nancy S.H.; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku makan adalah istilah yang menggambarkan perilaku seseorang terhadap frekuensi makan, gaya makan, preferensi makan, dan pilihan makanan. Makanan merupakan kebutuhan dasar manusia, asupan makanan yang dikonsumsi akan menentukan status gizi seseorang. Selama pandemic pola makan yang sehat akan menjamin sistem kekebalan tubuh tetap kuat, dan membantu menahan serangan virus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pola makan mahasiswa semester II Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado selama masa Pandemic Covid-19. Jenis penelitian  yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Populasi berjumlah 185 orang, sampel berjumlah 111 responden. Instrumen pengumpulan data yaitu dengan kuesioner google forms, analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berumur 19-20tahun, berjenis kelamin perempuan. Pola Makan Mahasiswa semester II Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi semua dalam kategori cukup yaitu 100% , dan tidak ada responden yang memiliki kategori kurang. Kata Kunci : Pola Makan, Mahasiswa Semester II, COVID-19 ABSTRACTEating behavior is a term that describes a person's behavior towards eating frequency, eating style, eating preferences, and food choices. Food is a basic human need, the intake of food consumed will determine a person's nutritional status. During a pandemic a healthy diet will ensure that the immune system remains strong, and helps resist viral attacks. The purpose of this study was to describe the dietary patterns of the second semester students of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University, Manado during the Covid-19 Pandemic. This type of research is descriptive research. The population is 185 people, the sample is 111 respondents. The data collection instrument was the google forms questionnaire, data analysis was carried out univariately. The results showed that most of the respondents aged 19-20 years were female. Diet of the second semester students of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University, were all in the moderate category, namely 100%, and there were no respondents who were in the poor category. Keywords : Dietary Habit, Semester II Student, COVID-19
Hubungan antara Pola Asuh Ibu dengan Status Gizi Anak Usia 24-59 Bulan di Desa Kalasey Satu Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Tirajoh, Injilia P.; Malonda, Nancy S. H.; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi ialah keadaan tubuh menjadi dampak dari konsumsi kuliner serta  penggunaan zat gizi dimana zat gizi sangat krusial bagi tubuh. Pola asuh ialah interaksi antara anak dengan orang tua pada hal mendidik, membimbing, merawat, memberikan makan, pemeliharaan kesehatan serta  disiplin anak. Tujuan penelitian ini buat menganalisis apakah ada korelasi antara pola asuh dengan status gizi pada anak usia 24-59 bulan pada Desa Kalasey Satu Kec. Mandolang Kab. Minahasa. Penelitian ini memakai jenis penelitian observasional analitik memakai pendekatan secara cross sectional. Populasi dari penelitian yaitu seluruh anak berusia 24-59 bulan di Desa Kalasey Satu Kec Mandolang, dan  penelitian ini menggunakan total sampling yaitu semua populasi didesain menjadi sampel yg terdapat pada kriteria inklusi serta eksklusi, jadi  berjumlah 90 balita. berdasarkan yang akan terjadi uji hubungan spearman membagikan tidak ditemukan korelasi antara praktik merawat anak dengan status gizi BB/U, TB/U, dan  BB/TB jua tak ada korelasi antara praktik anugerah makan anak menggunakan status gizi BB/U, TB/U, dan  BB/TB pada anak usia 24-59 bulan pada Desa Kalasey Satu, Kec Mandolang, Kab Minahasa. Kata Kunci: Pola Asuh, Status Gizi, Anak ABSTRACTDietary states is a nation of the body because of food consumption and using nutrients in which nutrients are very critical for the body. Parenting is an interaction between children and their parents in terms of educating, guiding, being concerned for, feeding, retaining health and subject of kids. The reason of this have a look at was to analyze whether there's a relationship among parenting patterns and nutritional status in children elderly 24-59 months in Kalasey Satu Village, Kec. Mandolang District. Minahasa. This study uses an analytic observational studies with a cross sectional method. The populace of the look at were all children aged 24-59 months within the village of Kalasey Satu, Mandolang sub-district, and this examine used total sampling, that is, all of the populace was made into a sample that turned into blanketed within the inclusion and exclusion criteria, so there had been 90 children below 5. based at the consequences of the Spearman correlation take a look at, there was no relationship between the exercise of worrying for kids with the dietary status of BB/U, TB/U, and BB/TB and there was no dating between the exercise of feeding children with the nutritional popularity of BB/U, TB/U, and BB. /TB in kids aged 24-59 months in Kalasey Satu Village, Mandolang District, Minahasa District. Keywords: Parenting, Nutrional, child 
Upaya Pencegahan Stunting Melalui Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Pedoman Umum Gizi Seimbang di Wilayah Kerja Puskesmas Girian Weru Kota Bitung Nova Hellen Kapantow; Yulianty Sanggelorang; Adisti A. Rumayar
JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022): JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting yang terjadi pada anak membawa berbagai dampak negatif baik pada kehidupan masa anak-anaknya maupun di masa depan. Masalah stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya pengetahuan ibu yang kurang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya penerapan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) untuk mencegah terjadinya kurang gizi pada anak yang akan dilahirkan nantinya. Metode pelaksanaannya yaitu penyuluhan. Luaran kegiatan ini yaitu peningkatan pengetahuan yang diukur dengan instrumen kuesioner (pretest dan post-test). Meskipun dalam analisis lanjut dengan menggunakan Paired T- Test menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok pretest dan post-test , namun deskripsi data menunjukan bahwa sebanyak 33.3% peserta kegiatan yang pada pretest tingkat pengetahuannya kurang baik menjadi baik pada hasil post-test. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan berhasil dengan baik dalam meningkatkan pengetahuan dan lewat peningkatan pengetahuan ini peserta diharapkan dapat mengaplikasikan teori.
Hubungan Antara Beban Kerja dan Kelelahan Kerja dengan Stres Kerja Tenaga Kesehatan pada Masa Pandemi Covid-19 di Puskesmas Bandar Khalipah Kabupaten Deli Serdang Elma P. Tonapa; Paul A.T Kawatu; Nova H. Kapantow
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenaga Kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan, salah satunya puskesmas, bekerja semaksimal mungkin selama masa pandemi untuk penanganan Covid-19. Fenomena ini menyebabkan beban kerja yang diperoleh meningkat dan tenaga kesehatan sering mengalami kelelahan. Jika hal ini terus-menerus terjadi dapat memicu munculnya stres di tempat kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dan kelelahan kerja dengan stres kerja pada tenaga kesehatan di Puskesmas Bandar Khalipah Kabupaten Deli Serdang yang bekerja di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional study. Sampel penelitian berjumlah 52 orang dan pengukuran variabel menggunakan instrumen yaitu kuesioner Depression, Anxiety, and Stress Scale (DASS 21), NASA-TLX, dan kuesioner alat ukur perasaan kelelahan kerja (KAUPK2). Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat memakai uji korelasi Pearson dengan nilai signifikansi p<0,05. Hasil analisis memperlihatkan adanya hubungan signifikan antara beban kerja dengan stres kerja (p value=0,000) dan adanya hubungan signifikan antara kelelahan kerja dengan stres kerja (p value=0,000). Saran kepada tenaga kesehatan dapat memanfaatkan waktu istirahat semaksimal mungkin dan melakukan relaksasi tubuh. Kepada pihak pimpinan diharapkan dapat menempatkan tenaga kesehatan sesuai dengan tupoksinya dan melakukan pemantauan SDM yang ada agar beban kerja yang diterima tenaga kesehatan optimal. Kata Kunci: Stres Kerja, Beban Kerja, Kelelahan Kerja ABSTRACTHealth workers in health care facilities, one of it public health center, work as much possible in handling Covid-19. This phenomena causes the workload obtained increase and health workers often experincing fatigue. If this continues happen, it can trigger increased stress. This research’s purpose is to determine whether there is a relationship between workload and work fatigue with work stress on health workers who work during the Covid-19 pandemic at the Bandar Khalipah Public Health Center, Deli Serdang Regency. This research uses an analytical observational research method, cross sectional study, and the sample amounted to 52 people. The research instrument is Depression, Anxiety and Stress Scale (DASS 21), NASA-TLX, questionnaire tool for measuring feelings of work fatigue (KAUPK2). Data analysis includes univariate analysis and bivariate analysis using Pearson correlation test with p value <0,05. Research results show that there is a significant relationship between workload and work stress (p value=0,000) and a significant relationship between work fatigue and work stress (p value = 0,000). Suggestions for health workers are to take advantage of the rest time as much as possible and to do body relaxation. Suggestions for the head of Puskesmas Bandar Khalipah are to place the health workers in accordance with their functions and monitoring the existing human resources so that the health workers could receive optimal workload. Keywords: Work Stress, Workload, Work Fatigue
Relationship between Competence, Motivation, and Leadership with Performance of Nutrition Workers at Public Health Centers Meiny O. Manumpil; Nova H. Kapantow; Martha M. Kaseke
e-CliniC Vol. 10 No. 1 (2022): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v10i1.37591

Abstract

Abstract: Achieving good performance needs to be supported by qualified human resources. Factors that affect performance include competence, motivation, and leadership. This study aimed to determine the relationship between competence, motivation, and leadership with the performance of health workers at public health center. This was a quantitative study. The population consisted of all nutrition workers at public health centers in Manado totaling 48 people; all of them were samples of this study. Data were analyzed by using the Pearson product moment test and the multiple linear regression test. The results showed that the mean of competence variable was 19.69; of motivation variable was 103.2; of leadership variable was 44.19; and of performance variable was 103.02. The Pearson product moment test resulted in p=0.020 for the  correlation between competence and performance; p=0.012, for the correlation between motivation and performance; and p=0.200, for the correlation between leadership and performance. The multiple linear regression test showed that motivation had the strongest relationship with performance (p=0,018). In conclusion, there are significant relationships between competence and motivation with performance. Motivation has the strongest relationshipwith performance.Keywords: competence; motivation; leadership; performanceAbstrak: Pencapaian kinerja yang baik perlu didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Faktor yang memengaruhi kinerja di antaranya faktor kepemimpinan, faktor pribadi meliputi motivasi, disiplin, keterampilan, faktor sistem, dan faktor situasional atau lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kompetensi, motivasi, dan kepemimpinan dengan kinerja petugas gizi di puskesmas. Jenis penelitian ialah kuantitatif.Populasi ialah seluruh petugas gizi di puskesmas Kota Manado.berjumlah 48 orang dengan populasi total sebagai sampel. Analisis statistik yang digunakan ialah uji Pearson product moment dan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian mendapatkan rerata kompetensi 19,69, rerata motivasi 103,2, rerata kepemimpinan 44,19, dan rerata kinerja 103,02. Hasil uji Pearson productmoment menunjukkan nilai p=0,020 untuk korelasi antara kompetensi dengan kinerja; p=0,012 untuk korelasi antara motivasi dengan kinerja; dan p=0,200 untuk korelasi antara kepemimpinan dengan kinerja. Hasil uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel motivasi yang paling erat hubungannya dengan kinerja. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara kompetensi dan motivasi dengan kinerja petugas gizi di puskesmas. Mottivasi memiliki hubungan yang paling erat dengan kinerja.Kata kunci: kompetensi; motivasi; kepemimpinan; kinerja
Hubungan antara Status Sosial Ekonomi dengan Status Gizi Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Lesabe dan Lesabe 1 Kecamatan Tabukan - Selatan Josri Mandiangan; Marsella D. Amisi; Nova H. Kapantow
JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/jpai.4.2.2023.45418

Abstract

Masalah gizi pada balita masih terjadi di Indonesia, Sulawesi Utara, maupun di Kepulauan Sangihe, Kecamatan Tabukan Selatan. Faktor sosial ekonomi keluarga menjadi penyebab malagizi padaa balita, akibat kurangnya kemampuan membeli pangan yang cukup dan berkualitas menyebabkan asupan zat gizi tidak adekuat. Tingkat pendidikan orang tua berpengaruh dalam pemenuhan gizi yang adekuat pada balita, akhirnya berpengaruh terhadap status gizinya. Tujuan penelitian adalah mencari tahu apakah ada hubungan antara status sosial ekonomi dengan status gizi balita 24-59 bulan di Desa Lesabe dan Desa Lesabe 1. Penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional, dilakukan pada bulan Juli 2022 sampai dengan Oktober 2022. Populasi pada penelitian ini adalah balita usia 24-59 bulan berjumlah 67 balita, dengan sampel menggunakan total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah status gizi balita dan status sosial ekonomi. Analisis data bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pendidikan ibu dengan status gizi balita berdasarkan BB/U dengan nilai p=0,018 sedangkan antara pendidikan ibu dengan status gizi balita berdasarkan TB/U dan BB/TB menunjukkan tidak terdapat hubungan. Sementara itu uji statistik antara status sosial ekonomi pekerjaan ibu dan pendapatan keluarga dengan status gizi balita berdasarkan BB/U, TB/U, dan BB/TB menunjukkan tidak terdapat hubungan. Kesimpulan ada hubungan antara pendidikan ibu dengan status gizi balita berdasarkan BB/U sehingga menunjukkan pentingnya pendidikan ibu bagi status gizi balita. Bagi orang tua disarankan mempertahankan status gizi anak selalu normal, serta bagi orang tua dengan anak yang memiliki status gizi tidak normal untuk memperhatikan pemberian makanan yang bergizi seimbang kepada balita.
Hubungan antara Pemberian ASI Eksklusif dengan Status Gizi Balita Usia 36-59 bulan di Puskesmas Girian Weru Bitung Axel Umboh; Nova H. Kapantow; Ester C. Musa
JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/jpai.4.2.2023.47129

Abstract

Nutritional status is something that needs to be considered for the development and growth of toddlers. Nutritional status is very important in the first 1000 days of life. Exclusive breastfeeding plays an important role where breast milk that is given exclusively is the best source of food for the first six months of a baby's life. The aim is to determine the relationship between Exclusive Breastfeeding and the Nutritional Status of Toddlers Aged 36-59 Months at the Girian Weru Bitung Health Center. The methods cross-sectional with a retrospective approach. The sample in this study was 51 mothers who had toddlers aged 36-59 months. This study used Fisher exact test. The results showed that there was no relationship between exclusive breastfeeding and the nutritional status of toddlers aged 36-59 months based on weight/age (p-value 0.193>0.05) height/age (p-value 0.074>0.05), weight/height (p-value 0.434>0.05). The conclusion of this study exclusive breastfeeding is 45.1%. Nutritional status based on normal body weight/age 78.4%, possibly risk of overweight 13.7%, underweight 5.9%, and severely underweight  2%. Nutritional status based on height/age is normal is 82.4%, severely stunted 4%, stunted 4%, and high 2%. Nutritional status based on weight/height, Normal 56.9%, Possibly risk of overweight 21.6%, wasted 11.8%, and overweight 5.9%, and severely wasted 3.9%. The conclusion of this study is for mothers to increase mothers knowledge and willingness to give exclusive breastfeeding, for health workers to provide health by utilizing technology, and for agencies to support mothers in exclusive breastfeeding. Keywords:  Breastfeeding, Nutritional status, baby ABSTRAK Status gizi merupakan hal yang perlu diperhatikan bagi perkembangan dan pertumbuhan balita. Status gizi menjadi sangat penting dalam periode 1000 hari pertama kehidupan. ASI eksklusif memegang peranan penting dimana Air Susu Ibu yang diberikan secara eksklusif merupakan sumber makanan selama enam bulan pertama terbaik kehidupan bayi. Tujuan untuk mengetahui Hubungan antara Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif dengan Status Gizi Balita Usia 36-59 Bulan di Puskesmas Girian Weru Bitung. Metode penelitian ini menggunakan cross sectional dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian ini adalah balita usia 36-59 bulan. Sampel dalam penelitian ini adalah 51 Ibu yang memiliki balita usia 36-59 bulan. Uji menggunakan Fisher exaxt test. Hasil uji menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita usia 36-59 bulan berdasarkan BB/U (p value 0,193 > 0,05) TB/U (p value 0,074 > 0,05), BB/TB (p value 0,434 > 0,05). Kesimpulan penelitian ini Pemberian ASI Eksklusif 45,1%. Status gizi berdasarkan BB/U berat badan normal sebesar 78,4%, Risiko berat badan lebih sebesar 13,7%, Berat badan kurang sebesar 5,9% dan berat badan sangat kurang sebesar 2%. Status gizi berdasarkan TB/U yaitu Normal sebesar 82,4%, sangat pendek sebesar 4%, pendek sebesar 4% dan tinggi sebesar 2%. Status gizi berdasarkan BB/TB Gizi baik sebesar 56,9%, berisiko gizi lebih sebesar 21,6%, gizi kurang sebesar 11,8%, gizi lebih 5,9%, dan gizi buruk sebesar 3,9%. Kesimpulan penelitian ini bagi ibu meningkatkan pengetahuan ibu dan mau memberikan ASI eksklusif, bagi tenaga kesehatan memberikan promosi kesehatan dengan memanfaatkan teknologi serta bagi instansi untuk mendukung ibu dalam pemberian ASI Ekslusif. Kata Kunci:  Pemberian ASI Eksklusif, Status Gizi, Balita
HUBUNGAN HEALTH BELIEF MODEL ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS BOMOMANI DISTRIK MAPIA KABUPATEN DOGIYAI PAPUA Marsilia Laila; Alexander S. L. Bolang; Aaltje E. Manampiring; Nova H. Kapantow; Adrian Umboh
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.14074

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan utama pada anak di bawah 5 tahun di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah. Penyebabkan tingginya angka stunting merupakan kombinasi antara rendahnya kesadaran mengenai stunting dalam memberikan dukungan terhadap pencegahan stunting, dan permasalahan perubahan perilaku.Teori Health Belief Model menjelaskan ada beberapa faktor yang berhubungan dengan perilaku kesehatan seseorang dan biasanya digunakan untuk mengidentifikasi motivasi perilaku kesehatan dengan penyakit kronis seperti stunting. Jenis penelitian ini menggukan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu 82 responden dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan faktor Perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefit, perceived barrier orang tua terhadap kejadian stunting dimana uji analisis statistik menunjukan p value < ? (0.05), dimana faktor yang dominan yaitu faktor Perceived Benefits  dengan nilai signifikansi sebesar 0,001, dan nilai Exp(B) sebesar 17.172 dengan arah yang positif. Perlu adanya tindakan nyata yang langsung kepada masyarakat, berupa program-program yang meningkatkan kesadaran orang tua dalam melakukan tindakan pencegahan stunting.
Analisis Mutu Pelayanan Asuhan Gizi di Rawat Inap RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Nora Poluan; Nova H. Kapantow; Aaltje E. Manampiring
e-CliniC Vol. 12 No. 1 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i1.46147

Abstract

Abstract: The success of standardized nutrition care process (PAGT) is determined by the effectiveness of nutrition interventions through effective education and counseling, providing appropriate dietetics for patients in hospitals, and collaboration with other professions greatly influences the success of PAGT. This study aimed to analyze the quality of nutrition care services in the inpatient care of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was a qualitative descriptive study using in-depth interview techniques and document review with seven informants. The data analysis process used an interactive analysis model of Miles and Huberman. The results showed that the services at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado had already a policy referring to rules, Permenkes, and highest policies. Standardized Nutrition Care Process Guidelines by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia 2014, and Hospital Nutrition Services (PGRS) of the Republic of Indonesia Ministry of Health 2013 were references for nutrition care services which must be updated continuously. Nutrition services to patients was good but not yet in accordance with the expected dietary requirements. Nutrition care services related to nutrition education to patients were good and were in line with patient expectations. The quality of nutritionists at Prof. Dr. R.D. Kandou Hospital Manado was good in knowledge and skills. In conclusion, the quality of service is an important thing that has to be up-dated continuously. Most of the nutritionists as nutrition care providers, are working in discipline and on time in service. However, in carrying out the standardized nutrition care process, errors were still found in filling out the integrated patient progress notes. Keywords: quality of service at the hospital; nutrition care; standardized nutrition care process   Abstrak: Keberhasilan proses asuhan gizi terstandar (PAGT) ditentukan oleh efektivitas intervensi gizi melalui edukasi dan konseling yang efektif, pemberian dietetik sesuai untuk pasien di rumah sakit, dan kolaborasi dengan profesi lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu pelayanan asuhan gizi di rawat inap  RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif kualitatif dengan menggunakan tehnik wawancara mendalam dan telaah dokumen dengan jumlah tujuh informan. Proses analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian mendapatkan bahwa pelayanan di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado telah memiliki kebijakan yang mengacu pada aturan–aturan, permenkes, dan kebijakan-kebijakan tertinggi. Pelayanan Pedoman Proses Asuhan Gizi terstandar oleh Kemenkes RI 2014 dan Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS) Kemenkes RI 2013 menjadi acuan untuk Pelayanan Asuhan Gizi yang harus setiap waktu dikembangkan. Pelayanan gizi kepada pasien sudah baik tetapi belum sesuai dengan syarat diet yang diharapkan. Pelayanan asuhan gizi terkait edukasi gizi kepada pasien sudah baik dan sudah sesuai dengan harapan pasien. Kualitas ahli gizi di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado sudah baik dalam pengetahuan dan keterampilan. Simpulan penelitian ini ialah mutu pelayanan asuhan gizi ialah hal penting yang harus terus diperbaharui. Sebagian besar ahli gizi sebagai pemberi asuhan gizi sudah baik dalam bekerja baik dalam disiplin, dan tepat waktu dalam pelayanan. Dalam pelakasanaan proses asuhan gizi terstandar masih ditemukan kesalahan  dalam pengisian catatan perkembangan pasien terintegrasi Kata kunci: mutu pelayanan gizi di rumah sakit; asuhan gizi; proses asuhan gizi terstandar
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring abram, rani angraini Adisti A. Rumayar Adrian Umboh Agian, Grasila Alexander S. L. Bolang Alimuddin, Nuraini M N Amisi, Marsella D. Anastasia G.A. Kapahang Aring, Enjelia S. Axel Umboh Billy J. Kepel Bolang, Alexander Celeste, Jessica M. Dina Rombot Doda, Diana V.D. Eirene Maradesa, Eirene Elma P. Tonapa Enji Virginia Tampi Ester C. Musa Estrelita, Tudus Gabriella Fatimawali . Grace Korompis Gregoria S. S. Djarkasi Gunawan, Deni Halik, Nabila Hartina, Putri Rahayu Haryanti, Clarista M. Hendra A. Herlambang, Hendra A. Irot, Rodela A. Jacobus, Cecilia R Jeanette I. Ch. Manoppo Josri Mandiangan Kairupan, Calista A. Kairupan, Tara S. Kansil, Trily Ida Lurista Kapojos, Francess W. S. Kaunang, Timothy Abiel Salomo Kawatu, Paul A.T Kawengian, Shirley E.S Kawengian, Shirley ES. Kojongian, Cindy F. Korompis, Grace Esther Caroline Lamia, Filia Lucia C. Mande, Lucia C. Lumente, Kalista Mahardhika, Fajri Makalew, Megawati S. Malonda, Nancy S. H Malonda, Nancy S.H Margareth Sapulete Marlyn G. Kapantow Marsella D. Amisi Marsilia Laila Martha M. Kaseke Maulydia, Nur B. Maureen I. Punuh, Maureen I. Maya S. Putri, Maya S. Meiny O. Manumpil Mokodompit, Erza P. Momongan, Nita Momongan, Nita R, Mulalinda, Chendany W. Murty Ekawaty M, Murty Ekawaty Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nasaru, Umria Nelly Mayulu Ngenget, Cindy V. Niode, Nurdjannah Jane Nita R. Momongan, Nita R. Nora Poluan Novita Tombokan Nurdjannah J. Niode Panese, Janitha M. Pangalila, Yesenia Veronika Pangalo, Risye Melinda Pantungan, Mersy Junistia Patimbano, Brenda Lavenia Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T Kawatu Paul A.T Kawatu Paul A.T. Kawatu Paul A.T. Kawatu Pratasis, Neni N. Pratiwi, Ageng Ingrit Pua, Tita L.C.A. Punuh, Maureen Irinne Purba, Elisa A. Pusida, Jesika Natalia Ramoh, Andrea Putra Ridzka Cristina, Ridzka Risa K. F. Sahalessy, Risa K. F. Rompas, Sefti S.J. Rondonuwu, Irene R. Rorimpandei, Cindy Ch. Roring, Deiby Olivia Rotty, Linda WA. Rudolf B. Purba, Rudolf B. Rudolf Boyke Purba Rumayar, Adisti Aldegonda Rumende, Mada Sahara, Sri G. Sanggelorang, Sweetly Shirley E. S. Kawengian Shirley Kawengian, Shirley Simangunsong, Nella P Sumakul, Angel Amelia Suryadi N. N. Tatura, Suryadi N. N. Tamalumu, Aprilia Tambajong, Claudia Angel Tampi, Meiny Ledya Tangel, Pricillia T. Thambas, Arthur Harris Tindangen, Brigita F. N. E Tira, Tita O.K. Tirajoh, Injilia P. Toliu, Siti Nurjanah K. Trina E. Tallei, Trina E. Tuda, Joseft Sem Berth Tumbelaka, Christian Tumiwa, Militia Christy Rebcca Turangan, Brenda D. Ughude, Rezka Utari Waani, Miracle B. Warbung, Yanti Yashinta Wariki, Windy M. V. Wungouw, Herlina Ineke Surjane Wungouw, Herlina IS. Yulianty Sanggelorang