Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Studi Islam

TANÉAN LANJHÂNG: A Reflection of Guyub and Strengthening of Ukhuwah Among Madurese Society Raudlatul Jannah; Agik Nur Efendi; Fithriyah Rahmawati
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2021)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v8i2.4414

Abstract

The Madurese tribe has unique, distinctive, and remarkable cultures. It is inseparable from a heterogeneous socio-cultural society. Science, morals, ethics, morals, philosophy of life, social interactions correlate with culture. One of the philosophies in Madurese society that is synergized with livelihoods and kinship values ​​is tanean lanjhang. Tanean lanjhang is a residential space pattern within the Madurese community. The settlement consists of ​​a house yard, kobhung, kitchen, stable, well, and several houses. About 2-10 houses are lined up from west to east and inhabited by people with sibling relationships. As a society that upholds religious values, the concept of tanean lanjhang has a very noble, philosophical meaning and is full of Islamic values either deliberately built or ​​arising from the idea of social interaction in tanean lanjhang. This study aims to describe the philosophical meaning of the tanean lanjhang. This current study used a qualitative- descriptive approach and carried out literature review, observation, and interviews to collect the data. The results showed that tanean lanjhang is a sub-structure of unique community settlement layout and has a noble value from the concept of spatial planning or social interaction, which is manifested in several commendable morals, namely strengthening ukhuwah, caring and respecting people, and cooperation. ABSTRAK Suku Madura memiliki berbagai budaya yang unik, khas, bahkan istimewa. Ilmu pengetahuan, akhlak, etika, moral, falsafah hidup, interaksi sosial sesungguhnya berkorelasi dengan budaya. Salah satu falsafah dalam masyarakat Madura yang bersinergi dengan mata pencaharian dan nilai kekerabatan adalah tanean lanjhang. Tanean lanjhang merupakan konstruksi tata ruang pemukiman yang ada di masyarakat Madura. Pemukiman tersebut terdiri dari sebuah area halaman rumah, kobhung, dapur, kandang, sumur dan rumah rumah yang berjejer dari barat ke timur dengan jumlah 2-10 rumah yang dihuni oleh orang orang dengan hubungan saudara kandung. Sebagai masyarakat yang menjunjung nilai religius, maka konsep dari tanean lanjhang memiliki makna yang sangat luhur, filosofis, dan sarat dengan nilai- nilai keislaman, baik nilai yang sengaja dibangun atau nilai yang timbul dari konsep atau interaksi sosial dalam tanean lanjhang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna filosofis yang ada dalam konsep tanean lanjhang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan teknik Pustaka review, observasi dan wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanean lanjhangselain sebagai subuah konstruksi tata ruang pemukiman masyarakat yang unik juga memiliki nilai nilai luhur dari konsep tata ruang atau interaksi sosial yang menjadi cerminan konsep kekerabatan masyarakat Madura yang sangat kuat. Sehingga pada akhirnya mampu memperkuat ukhuwah dan memupuk sikap-sikap terpuji seperti sikap peduli, saling menghormati, dan gotong royong.
Co-Authors Abd. Wafi Ach. Nur Ilham Adelia Savitri, Adelia Aflahah Aflahah Agil Rahmat Ramadhan Ahmad Putikadyanto, Agus Purnomo Aji Saputra, Mochammad Ronaldy Albaburrahim Amin, Moh. Badruddin Anas Ahmadi Anisatul Jannah Arifin Alatas, Mochamad As Syawaliyah, St. Suhaimah Azizah, Holifatul Badrut Tamam Buchelnikova, Anna Chatarina Umbul Wahyuni Darni Darni Dewa Agung Gede Agung Dimitruk, Elena Endah Kusumaningrum, Endah Erika Kurniawati Erika Kurniawati Erika Kurniawati Erika Kurniawati, Erika Faizatun Musayyidah Fauzul Hamdani Firnanda, Aldi Fithriyah Rahmawati Fitriyatullaili, Fitriyatullaili Hamdani Hamdani Hamlatus Sa’adah Hasanah, Sofiatul Ihsan, Zainuri Ika Sri Ambarwati INDARTI, TITIK Indina Zulfatur Rahmah Irawati, Rista Iswah Adriana Joni Yanto, Adi Liana Rochmatul Wachidah Liana Rochmatul Wachidah Maghfirah, Yulistira Jami’atul Maimun Maimun Maksum, Siti Rohmatun Mochamad Arifin Alatas Moh Mujibur Rohman Moh. Arif Susanto Moh. Hafid Effendy, Moh. Hafid Mohammad Ali Al Humaidy Mubayyamah Mubayyamah Mubayyamah, Mubayyamah Mubayyamah, Mubayyamah Muhammad Yunus R.H Muhammad Zainal Muttaqien Naimah, Navilatun Naimah, Navilatun Navilatun Naimah Ni'matul Jannah Nukuhaly, Nur Apriani Prakoso, Yogo Arif Priyatno, Isnan Adi Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad Putri, Gita Ananda Rahma Anugraheny Raudlatul Jannah Romadhon, Sahrul Sanubarianto, Salimulloh T Sari, Reny Yuanita Sa’diyah, Ilmatus Sefrianah, Nur Aisyah Septia Rizqi Nur Abni Sri Wardani, Mila Ayu Suadah, Muhammad shohibuddin Sya’adah, Himatus Syukron Affani UDJANG PAIRIN Usmany, Nuri Wahda Salsabila Wa Mirna Yopi Lutfi Subargo Zahro Rokhmawati Zahroh, Farichatuz