p-Index From 2021 - 2026
8.747
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI) Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population) Public Health of Indonesia IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Jurnal Keperawatan Silampari Media Ilmu Kesehatan Journal of Maternal and Child Health Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) BULETIN AL-RIBAATH Amerta Nutrition Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA JURNAL MEDIA KESEHATAN Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat AVICENNA Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Journal of Nursing and Public Health (JNPH) Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Kesmas Asclepius Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) JIMAKUKERTA Open Community Service Journal Riset Informasi Kesehatan Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak Bersama Masyarakat Jurnal Bidan Cerdas Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Pemahaman Ayah tentang Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif sebagai Upaya Peningkatan Kepedulian Ayah terhadap ASI Eksklusif di Brimobda Bengkulu: Increasing Father's Understanding of Exclusive Breastfeeding as an Effort to Increase Father's Concern for Exclusive Breastfeeding at Brimobda Bengkulu Bintang Agustina Pratiwi; Oktarianita Oktarianita; Andry Sartika
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Januari-Maret
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.426 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i1.641

Abstract

The results of a survey on fathers of under-five in Brimobda Bengkulu found that their children were not given exclusive breastfeeding. Fathers do not know what exclusive breastfeeding is, the benefits, and forms of father support that can support the success of exclusive breastfeeding. The service activity aimed to improve the understanding and skills of fathers in providing support for breastfeeding, especially exclusive breastfeeding through counseling activities and providing examples of the role of fathers in exclusive breastfeeding. The activity was carried out with the target of prospective fathers and fathers of under-five. The implementing team for this activity is a lecturer at the health sciences faculty of the University of Muhammadiyah Bengkulu. Community service that was carried out online using zoom media. This was due to the Covid-19 pandemic situation. Implementation was carried out in April 2021. Complete information about breastfeeding was given to fathers/husbands so that they understand what exclusive breastfeeding is, and provide support to breastfeeding mothers. The results of this activity indicated an increase in fathers' knowledge about breastfeeding and exclusive breastfeeding. Participants seemed enthusiastic in participating in this activity. It is advisable to continue to provide education about breastfeeding to groups of fathers and other prospective fathers. To be able to prepare to support breastfeeding. ABSTRAK Hasil survei pada ayah yang memiliki anak balita di Brimobda Bengkulu ditemukan bahwa anaknya tidak diberikan ASI Eksklusif. Ayah tidak mengetahui apa itu ASI Eksklusif, manfaatnya serta bentuk dukungan Ayah yang bagaimana dapat mendukung keberhasilan ASI Eksklusif. Kegiatan pengabdian bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan ayah dalam memberikan dukungan pemberian ASI khususnya ASI Eksklusif melalui kegiatan penyuluhan serta memberikan contoh bentuk peran ayah dalam pemberian ASI Eksklusif. Kegiatan dilakukan dengan sasaran calon ayah dan ayah yang mempunyai Balita. Tim pelaksana kegiatan ini adalah dosen fakultas ilmu kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara daring menggunakan media zoom. Hal ini dikarenakan situasi pandemi Covid-19. Pelaksanaan dilakukan pada bulan April. Informasi lengkap tentang ASI diberikan kepada para ayah/suami agar mereka memahami apa itu ASI eksklusif, serta memberikan dukungan kepada para ibu menyusui. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan Ayah tentang ASI dan ASI Eksklusif. Peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Sebaiknya edukasi tentang ASI terus dilakukan kepada kelompok ayah dan calon ayah lainnya. Agar bisa mempersiapkan diri untuk mendukung pemberian ASI.
Edukasi Kesehatan Stunting di Kabupaten Bengkulu Utara: Health Education of Stunting in Bengkulu Utara Wulan Angraini; Bintang Agustina Pratiwi; M. Amin; Riska Yanuarti; Henni Febriawati; M. Ismail Shaleh
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2020): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v14i1.36

Abstract

Pemantauan status gizi Kabupaten Bengkulu Utara bulan Juni 2018 menunjukkan prevalensi stunting 9,03% dari total 1.289 balita yang diukur status gizi dalam status gizi stunting. Puskesmas Argamakmur merupakan salah satu yang tertinggi jumlah balita dengan status gizi stuntingberjumlah 143 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengedukasi kesehatan stunting terhadap pengetahuan dan sikap ibu di Puskesmas Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini menggunakan metode quasy experimentdengan pre danpost test one group pada 29 Juli sampai dengan 19 Agustus 2019 di Puskesmas Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu yang memiliki balita sedangkan sampel merupakan sebagian ibu yang memiliki anak usia 24-36 bulan dengan teknik accedental samplingsebanyak 19 responden. Analisis data menggunakan uji Compare Means Paired T-Test. Analisis data didapatkan rerata sebelum diberikan edukasi kesehatan terhadap pengetahuan (4,95), sikap (24,21), rata- rata sesudah di berikan edukasi kesehatan terhadap pengetahuan (7,89), sikap (29,58). Rerata pengetahuan dan sikap meningkat tentang stuntingsetelah edukasi pendidikan kesehatan dalam bentuk flipchat (lembar balik) di Puskesmas Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara.
Pengetahuan dan Sikap Ibu Menyusui Tentang Asi Eksklusif Pada Masa Pandemi Covid-19 Loli Kambera; Bintang Agustina Pratiwi; Riska Yanuarti; Oktarianita Oktarianita; Nopia Wati
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 3 (2021): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i3.493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap ibu sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang ASI Eksklusif di masa pandemi Covid-19 Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu. Jenis penelitian quassy experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Lingkar Timur. Populasi penelitian yaitu semua Ibu menyusui yang memiliki bayi usia 0 – 6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu berjumlah sebanyak 59 orang, selanjutnya sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Data yang terkumpul dianalisis, univariat dan bivariat (paired sample t test). Hasil analisis univariat menunjukan bahwa rata-rata skor pengetahuan sebelum edukasi sebesar 11,76 dan sesudah edukasi sebesar 15,69, sedangkan rata-rata skor sikap sebelum edukasi sebesar 78,93 dan sesudah edukasi sebesar 98,80. Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa terdapat perbedaan signifikan pengetahuan (P value = 0.000) dan sikap (P Value = 0.000) sebelum diberikan edukasi dan sesudah diberikan edukasi ASI Eksklusif. Edukasi sebaiknya terus dilakukan terutama selama masa pandemic, sehingga ibu tetap semangat terus memberikan ASI eksklusif
PENGARUH EDUKASI PROTOKOL KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN ANAK PANTI Qurrata A’Ayun; Hasa Husin; Bintang Agustina Pratiwi; Oktarianita Oktarianita
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 8, No 4 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v8i4.3149

Abstract

ABSTRAKPemahaman tentang pencegahan covid 19 sangat diperlukan oleh anak panti. Anak panti asuhan Bintang trampil KotaB engkulu belum pernah mendapatkan edukasi tentang pencegahan covid 19. Edukasi melalui video sangat bermanfaat di masa pandemic covid 19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi media video belajar 5M (Memakaim asker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan dan Mengurangi mobilitas interaksi fisik) terhadapP engetahuan Covid-19 di Panti Asuhan Bintang Trampil Kota Bengkulu. Penelitian di laksanakan pada April sampai Mei 2021. Metode kuantitatif desain pre-eksperimental design on group prestest-posttest data menggunakan uji PairedSamples T Test. Populasi pada penelitian ini sebanyak 30 orang sampel diambil dari total populasi. Hasil Penelitianm emperlihatkan bahwa rata-rata skor pengetahuan sebelum di berikan media video belajar 5M yaitu 88,73 dan setelah dib erikan media video belajar 5M yaitu 93,07. Ada pengaruh edukasi melalui media video dengan pengetahuan (p-Value0 ,005). Pendidikan kesehatan melalui video sangat perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak panti.S ebaiknya panti membuat penjadwalan khusus dalam memberikan edukasi protocol kesehatan pada anak panti selamap andemic covid 19.Kata Kunci : Edukasi, protokol kesehatan, pengetahuan
PENGETAHUAN IBU, AKSES AIR BERSIH DAN DIARE DENGAN STUNTING DI PUSKESMAS ATURAN MUMPO BENGKULU TENGAH Wulan Angraini; Mohammad Amin; Bintang Agustina Pratiwi; Henni Febriawati; Riska Yanuarti
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v8i2.2816

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronik yangmana pencegahan harus dilakukan sejak dari dalam kandungan ibu. Laporan gizi Puskesmas Aturan mumpo menunjukkan dari 312 balita terdapat 15 orang balita pendek dan 1 orang sangat pendek. Dampak dari stunting terlihat bukan dari jangka pendek namun akan terlihat pada jangka panjang kelak ketika ia dewasa akan cenderung overweight dan rentan terhadap penyakit tidak menular. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya hubungan pengetahuan ibu, akses air bersih dan diare dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Aturan Mumpo Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini observasional dengan rancangan cross sectional dengan menggunakan. Penelitian dilaksanakan pada Februari-Maret 2021. Sampel ibu yang memiliki anak berusia 24 – 59 bulan yang berada di wilayak kerja Puskesmas Aturan Mumpo Kabupaten Bengkulu Tengah dengan metode penarikan sampel purposive sampling. Analisis data univariat dan bivariate chi-squaare. Hasil penelitian menunjukkan ibu yang memiliki balita berstatus gizi stunting berpengetahuan kurang sebesar 45,5% dan ibu yang memiliki balita dengan status gizi normal berpengetahuan baik 83,1%, ibu yang memiliki akses air bersih dengan risiko tinggi mempunyai balita dengan status gizi stunting 43,8%, ibu yang memiliki akses air bersih dengan risiko sedang mempunyai balita dengan status gizi stunting 15,5%, ibu yang memiliki akses air bersih dengan risiko rendah mempunyai balita dengan status gizi stunting 14,3%, ada hubungan antara pengetahuan ibu dan akses sarana air bersih dengan kejadian stunting. Balita dengan berstatus gizi stunting pernah mengalami diare sebesar 35,7% dan balita dengan status gizi normal tidak pernah mengalami diare 82,4%, tidak ada hubungan diare dengan kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Aturan Mumpo Kabupaten Bengkulu Tengah. Disarankan diadakannya kunjungan rumah mulai dari awal atau pada saat kehamilan sehingga bisa mengontrol perkembangan dan pertumbuhan balita
Pengetahuan dan Sikap Berhubungan dengan Risiko Penularan Virus Covid-19 pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu Siti Nurazisah; Henni Febriawati; Bintang Agustina Pratiwi; Oktarianita Oktarianita; Wulan Angraini; Riska Yanuarti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 3. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.118 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.3.2021.160-167

Abstract

Latar Belakang: Covid-19 mewabah dengan cepat keseluruh penjuru dunia karena keunikan model penyebarannya, sehingga pergerakan dan penyebaran virus terus meningkat. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan risiko penularan virus Covid-19 pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cros sectional. Sampel sebanyak 96 responden dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitas. Analisis data penelitian berupa analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-quare. Hasil: penelitian menunjukan dari 96 responden sebagian besar memiliki pengetahuan baik yaitu 66,7%, dengan masyarakat mayoritas memiliki sikap positif yaitu 56,3% dan 69,8% masyarakat berisiko rendah tertular Covid-19. Hasil analisis bivariat menunjukan ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan risiko penularan Covid-19 (p value < 0,05). Kesimpulan: Pengetahuan yang baik dan sikap yang positif dari masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 dapat membuat masyarakat melakukan tindakan nyata untuk mengurangi risiko tertular Covid-19.
Analisis Ketersediaan Fasilitas Kesehatan dan Pencapaian Universal Health Coverage Jaminan Kesehatan Nasional se Provinsi Bengkulu Yandrizal Yandrizal; Desri Suryani; Betri Anita; Henni Febriawati; Riska Yanuarti; Bintang Agustina Pratiwi; Heldi Saputra
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.848 KB) | DOI: 10.22146/jkki.v5i3.30668

Abstract

ABSTRACTIntroduction: The National Health Insurance began in 2014 gradually toward Universal Health Coverage. The purpose of the National Health Insurance in general is easier for people to access health services and obtain quality health services. Health providers are limited, extensive spread of population and limited access, leading to less supply (provision of services) by the government and other parties, so it would appear inequality and financing of health care.Purpose: to know the availability of health care facilities as well as efforts to achieve compliance with Univarsal Coverange Health in Bengkulu Province.Metoe Research: Research using design analysis method formative To assess the implementation of policies. Descriptive study is observational, presents an overview and focus on solving the actual problem. The unit analyzes the data collection was health facilities using quantitative and qualitative approaches.Results And Discussion: The first-level health facilities(FKTP) as much as 272 units, 590 units needs. Puskesmas capitation average Rp. 4847, -. All hospitals are already working with BPJS and needs a bed in 1769, the highest available FKTP 1329. Utilization of Physician Practice. Government encourages open pratama clinics and doctors as well as provide opportunities practice at the PPDS.Conclusion: The first-level health facilities are lacking. Doctors and dentists in the health centers are still less impact on the small capitation funds received. Local Government clinics and physician practices to encourage and develop the health center. Shortage of specialist doctors by maximizing all participants Medical Education Program Specialist of the Bengkulu Province can return by providing specialist medical support equipment and incentives.Keywords: Equity Services, Access Services, Equity Health Care Financing.ABSTRAKLatar belakang: Jaminan Kesehatan Nasional dimulai pada Tahun 2014 secara bertahap menuju Universal Health Coverage. Tujuan Jaminan Kesehatan Nasional secara umum yaitu mempermudah masyarakat untuk mengakses pelayanan kesehatan dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. Pemberi pelayanan kesehatan yang terbatas, penyebaran penduduk yang luas dan akses yang terbatas, menyebabkan kurang supply (penyediaan layanan) oleh pemerintah dan pihak lain, sehingga akan muncul ketidakmerataan pelayanan dan pembiayaan kesehatan.Tujuan: mengetahui ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan serta upaya pemenuhan untuk mencapai Univarsal Health Coverange di Provinsi Bengkulu.Metode: penelitian menggunakan rancangan metode analisisformatif Untuk menilai pelaksanaan kebijakan. Jenis penelitian deskriptif yang bersifat observasional, menyajikan Gambaran dan memusatkan pada pemecahan masalah aktual. Unit analisis fasilitas kesehatan. Pengumpulan data menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.Hasil: Fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) sebanyak 272 unit, kebutuhan 590 unit. Kapitasi Puskesmas rerata Rp. 4.847,-. Semua rumah sakit sudah bekerja sama dengan BPJS dan kebutuhan tempat tidur 1769, tersedia 1329. Pemanfaatan FKTP tertinggi Dokter Praktek. Pemerintah mendorong buka klinik pratama dan prakter dokter serta memberi kesempatan Pendidikan Dokter Spesialis.Kesimpulan: Fasilitas kesehatan tingkat pertama masih kurang. Dokter umum dan dokter gigi di Puskesmas masih kurang berdampak kepada kecil dana kapitasi yang diterima. Pemerintah Daerah mendorong klinik dan dokter praktek dan mengembangkan Puskesmas Perawatan. Kekurangan dokter spesialis dengan memaksimalkan semua peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis dari Provinsi Bengkulu dapat kembali dengan menyediakan peralatan penunjang medis spesialistik dan insentif .Kata Kunci : Pemerataan Pelayanan, Akses Pelayanan, Pemerataan Pembiayaan Kesehatan.
Analisis Besaran dan Pembayaran Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan terhadap Pengendalian Rujukan di Puskesmas Kota Bengkulu Henni Febriawati; Yandrizal Yandrizal; Yulia Afriza; Bintang Agustina Pratiwi; Riska Yanuarti; Desri Suryani
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2719.886 KB) | DOI: 10.22146/jkki.v6i4.30890

Abstract

Background: Puskesmas as primary health care center where the role of Puskesmas is interpreted as gate keeper or first contact and referral agent in accordance with standard of medical service. BPJS Kesehatan always strives to increase efficiency and effectiveness by developing quality control system of service and payment system of health service through capitation payment pattern to first  level health facility. Problem formulation, how the implementation of Kapuas basaran policy based on fulfillment of service commitment to control at Public Health Center of Bengkulu City. Research Objective, knowing the role of policy of capitation scale based on fulfillment of service commitment to referral control at public health center Bengkulu City. Research methods: This research uses quantitative and qualitative method with exploratory research design, unit of Puskesmas analysis in Bengkulu City. The type of this research is descriptive research to describe the implementation of capitation policy based on fulfillment of service commitment to referral number in public health center Bengkulu City. Results and discussion:Referral from public health center in Bengkulu City decreased from 2014 as many as 113,075 visits and 25,183 (22.27%) referrals, by 2015 149,483 visits and 26,963 (18.04%) referrals, 2016 226,313 visitation and 23,545 referrals (10 , 40%) In 2016 the number of participants in Bengkulu City was 156,854 inhabitants and the number of contact rate was 15.726 (10.06%). Visits were 13,068 (8.33%) and healthy visits 2,658 (1.69%). All informants understand about the activities undertaken to achieve the safe zone target ratio. Conclusions and recommendations:The implementation of a service commitment-based capitation policy can control the referral of the public health center. Informants have a common perception in achieving contact numbers to achieve the target of safe zones and achievement zones by optimizing public health efforts and individual health efforts to make healthy visits and sick visits to the community. Policy implementation can be developed by maximizing existing community health efforts in Puskesmas, improving the achievement of contact rates indicator, non-specialist referral ratios, and proline visits routinely.
Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Pernikahan Usia Dini Wulan Angraini; Bintang Agustina Pratiwi; Henni Febriawati; Riska Yanuarti; Betri Anita; Oktarianita Oktarianita
Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population) Vol. 8 No. 2 (2019): JURNAL BIOMETRIKA DAN KEPENDUDUKAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbk.v8i2.2019.183-191

Abstract

Bengkulu Tengah is one of the Regencies in Bengkulu Province with the highest number of marriages in the early age compared to the other nine regencies/cities, which amounted to 29.12 percent. This study aims to determine the factors that influence early marriage in Bengkulu Tengah District. This type of research is quantitative, the population were all married couples in January-September 2017. Sampling using Propotional Random Sampling technique with a total sample of 237 people. Data was collected using a valid and reliable questionnaire then analyzed using univariate and multivariabel analysis (Multiple Linear Regression Test). The result show that youngest age of marriage is 15 years, lowest income Rp 100,000, youngest menarche age 10 years, average knowledge score 6.19, attitude 29.43, media exposure 1.63, influence of friend 5, parental support 2.23, stigma 4.29. The factors that influence the occurrence of early marriage are knowledge, Age of Menarche, and Media (p value < 0.05). The age of Menarche is the most influential factor in the age of marriage. The younger the age of menarche, the younger the age of one's marriage. It is better for teens who have experienced menstruation to maintain their reproductive health by delaying marriage in their teens.
PENGARUH KONSELING TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LINGKAR BARAT KOTA BENGKULU Bintang Agustina Pratiwi
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 01 (2019): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v14i01.161

Abstract

Pemberian ASI Eksklusif sangat penting karena memiliki berbagai manfaat bagi bayi dan ibu, kandungan gizi lengkap dan mudah dicerna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu.Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimen, menggunakan rancangan penelitian one group Pre Test dan Post Test. Sampel dari penelitian ini didapatkan dengan purposive sampling adalah ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu sebanyak 18 responden dilaksanakan pada bulan Agustus 2018. Responden diberikan intervensi konseling selama dua kali berselang hari. Analisis data menggunakan Uji Dependen T-Test.Hasil penelitian ini menunjukan rata-rata pengetahuan ibu sebelum diberikan intervensi yaitu 15,50 sedangkan rara-rata pengetahuan ibu sesudah diberikan intervensi yaitu 19,40. Rata-rata sikap ibu sebelum diberikan intervensi yaitu 59,83 sedangkan rata-rata sikap ibu sesudah diberikan intervensi yaitu 63,89. Hasil analisis Dependen T-Test diperoleh P value = 0,000 (<0,05). Dapat disimpulkan ada pengaruh konseling terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu.Diharapkan untuk memperhatikan waktu konseling seperti, memberikan kondisi yang kondusif bagi si ibu yang menyusui dan memahami permasalahan yang dihadapi klien dari segi pertanyaan yang belum terjawab.Kata Kunci : ASI Eksklusif, Konseling, Pengetahuan, Sikap
Co-Authors Afriyanto Afriyanto Afriyanto Agung Suhadi Agus Ramon, Agus Aguston, Febri ahmad rizal Amin Amin Andry Sartika Angraini, Wulan Aning Tri Subeqi Apoina Kartini Apriza Fitriani Ayu Maharani Ayu Wijayanti Ayun Sriatmi Azzaria Fidella Betri Anita Betri Anita Betrianita Betrianita Bunga Tiara Kasih Choirunissa, Risza Cici Agustiawati darwis darwis, darwis Dedy Novriadi Dedy Novriadi Demsa Simbolon Desri Suryani Dina Lusiana Setyowati diniarti, fiya Eli Rustinar Eliana Eliana Emi kosvianti1, 2 , Emy Susanti3 , Windhu Purnomo4, Agung Suhadi5 Erni Riany Essy Tuwi Susanti ESSY TUWI SUSANTI EVA OKTAVIDIATI, EVA Fatsiwi Nunik Andari Febriani, Cantika Alya Dwy Ferasinta Ferasinta FIRDAUS, FITRIANA Fitri Wulandari Frensi Riastuti Frensi Triastuti Harahap, Ana Pujianti Harjuita, Tiara Rifki Hasa Husin Heldi Saputra Henni Febriawati Henni Febriawati, Henni Husin, Hasan irfina syafitri Ivan Acmad Nurcholis Junita Junita Kambera, Loli Krisnasary, Arie Kusdalinah Kusdalinah Ledyawati Ledyawati Lesmi, Anisa Lina, Liza Fitri Loli Kambera Loli Kambera Lusi Okavianti M. Amin M. Amin M. Amin M. Ismail Shaleh Meilanda, Vella Merri Sri Hartati Mohammad Amin Mohammad Amin Mohammad Amin Mufqi, Iguh Al Mugia Bayu Raharja Muhammad Amin Muhammad Amin Muhammad Arif Tobing Mutiara Nafita Nafita Nio firdaus Nofa Sagitarius Noor Azizah Nora Idiawati Nova Kartini Novega, Novega Nur Elly Nur Hidayah Nurdan, Jon Hendri Okavianti, Lusi Oktarianita, Oktarianita Padila Padila Pebi Fermana Podesta, Fiana Pratiwi, Adelina Putri Wulan Dari Putri, Dea Sabrina Qurrata A’Ayun Qurrata A’Ayun Ramlis, Ravika Rangga Jayanuarto Rengga Depri Admaja Riastuti, Frensi Riska Yanuarti Riski Wais Al Qorni Rita, Wismalinda Sagitarius, Nofa Samidah, Ida Sandy Ardiansyah Sari, Fikitri Marya Sari, Puja Puspita Sari, Suci Pitria Sefdiyanto, Riki Sella, Sabrina Shaleh, M. Ismail Siti Nurazisah Sofais, Danur Azissah Roeliana Sri Indarti Sri Lilestina Nasution Suci Pitria Sari Surahman, Fery SURYANI, IIS Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Sutopo Patria Jati Sutriyawan, Agung Tiara Rifki Harjuita Titi Darmi Tuti Rohani, Tuti Uun Yuniarti Wati, Nopia Weti Weti Weti Wulan Angraini Wulandari Wulandari Yandrizal Yandrizal Yanti, Lussyefrida Yanuarti, Riska Yulia Afriza Yundari, Yundari Yusmaniarti Yusran Fauzi Yusup Al Gofar