Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : MEDISAINS

HUBUNGAN KESEJAHTERAAN SPIRITUAL DENGAN DEPRESI PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) Mirwanti, Ristina; Nuraeni, Aan
MEDISAINS Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v14i1.1044

Abstract

Latar Belakang: PJK menyebabkan akibat yang besar terhadap penderita pada seluruh aspek kehidupan penderita. Depresi dapat muncul pada pasien PJK. Depresi dapat memberikan efek yang lebih berat terhadap penurunan kualitas hidup pada pasien PJK. Kesejahteraan spiritual merupakan salah satu hal yang perlu dimiliki pasien PJK. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kesejahteraan spiritual dengan depresi pada pasien dengan penyakit jantung koroner . Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan korelasional dilakukan secara potong lintang. Populasi pada penelitian ini adalah pasien dengan penyakit jantung kororner yang dirawat jalan di Poli Jantung RS X di Bandung dan sudah menjalani rawat jalan minimal 1 bulan. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling dan didapat ukuran sampel 100 responden. Hasil dan Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kesejahteraan spiritual dengan depresi (r=-0,571,p
Hambatan yang dirasakan oleh perawat dalam melaksanakan pencegahan luka tekan di ruang perawatan intensif Mirwanti, Ristina; Agustina, Hana Rizmadewi; Nuraeni, Aan
MEDISAINS Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i1.1619

Abstract

Latar Belakang :Luka tekan atau biasa disebut dekubitus merupakan salah satu masalah yang sering terjadi di rumah sakit termasuk ruang perawatan intensif. Kondisi pasien di ruang perawatan intensif meningkatkan risiko terjadinya luka tekan. Dampak dari luka tekan cukup buruk hingga dapat menimbulkan kematian. Pencegahan luka tekan merupakan hal penting yang dapat dilakukan perawat. Hambatan yang dirasakan perawat dalam melaksanakan pencegahan luka tekan dapat memengaruhi keyakinan perawat, sehingga dapat memengaruhi intense dan perilaku dalam melaksanakan pencegahan luka tekan. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan yang dirasakan oleh perawat yang dapat memengaruhi keyakinan perawat dalam melaksanakan pencegahan luka tekan di ruang perawatan intensif. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan secara potong lintang. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perawat di ruang perawatan intensif Rumah Sakit X. Pengambilan sampel dengan total sampling dan didapat ukuran sampel 70 responden. Kuesioner yang digunakan berdaarkan kajian literatur. Analisa data dilakukan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil dan Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sebagian besar responden 64,28% (n = 70) merasakan adanya hambatan dalam melaksanakan pencegahan luka tekan. Kondisi pasien yang tidak kooperatif/ sakit parah/ hemodinamik tidak stabil merupakan hambatan yang paling dirasakan oleh perawat sebesar 97.78% (n=45). Perlu dilakukan upaya menghilangkan atau meminimalisir hambatan untuk meningkatkan keyakinan perawat mampu melaksanakan pencegahan luka tekan.
Tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan dalam menghadapi ujian berbasis computer based test Anissa, Lisa Mutiara; Suryani, Suryani; Mirwanti, Ristina
MEDISAINS Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v16i2.2522

Abstract

Latar Belakang: Kemajuan teknologi yang semakin canggih dalam dunia pendidikan keperawatan membuat Computer Based Test (CBT) dijadikan sebagai salah satu metode ujian. Dalam menghadapi ujian mahasiswa keperawatan rentan mengalami kecemasan. Kecemasan yang dialami memiliki tingkatan yang berbeda-beda pada setiap individu. Kecemasan dapat memberikan dampak pada berbagai aspek.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan dalam menghadapi ujian berbasis Computer Based TestMetode: Penelitian ini menggunakan rancangan deksriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di salah satu institusi keperawatan di Jawa Barat. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 239 orang responden yang dipilih menggunakan metode stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisa data dengan univariat menggunakan distribusi frekuensi dalam bentuk persentase dan bivariat untuk menguji korelasi dengan menggunakan uji Chi Square dan Rank SpearmanHasil: Hasil penelitian menunjukkan 26.4% mahasiswa tidak mengalami kecemasan, 27.6% mahasiswa mengalami kecemasan ringan, 32,2% mahasiswa mengalami kecemasan sedang, 13.0% mahasiswa mengalami kecemasan berat, dan 0.8% mahasiswa mengalami kecemasan sangat berat. Masa studi/tingkat semester mahasiswa berhubungan dengan tingkat kecemasan mahasiswa (p<0.05).Kesimpulan: Tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan dalam menghadapai ujian berbasis CBT sangat beragam namun pada umumnya mengalami kecemasan sedang. Semakin tinggi tingkat semester maka semakin rendah tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi ujian CBT
Hubungan cemas dan depresi pada pasien dengan penyakit jantung koroner (PJK) Nuraeni, Aan Nuraeni; Mirwanti, Ristina
MEDISAINS Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i1.1621

Abstract

Latar Belakang: Depresi menjadi faktor yang paling mempengaruhi kualitas hidup pasien PJK. Faktor-faktor terkait depresi pada pasien PJK di Jawa Barat belum diketahui dengan jelas. Salah satu faktor yag diduga menjadi penyebab depresi adalah cemas. Cemas merupakan permasalahan psikososial yang sering dialami oleh pasien PJK dan seringkali tidak diperhatikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan cemas dengan depresi pada pasien dengan penyakit jantung koroner (PJK). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional cross sectional. Penelitian dilakukan di poli jantung pada 100 orang responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Kecemasan diukur menggunakan Zung self-Rating Anxiety Scale (SAS), sedangkan depresi diukur menggunakan instrumen Beck Depression Inverntory II (BDI-II) versi bahasa Indonesia. Hubungan antar variabel yaitu cemas dan depresi dilakukan dengan analisis data non-parametrik yaitu dengan uji Rank Spearman. Hasil dan Simpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara cemas dan depresi (r=0,371, p=0,000). Semakin tinggi kecemasan maka semakin tinggi pula tingkat depresi pada pasien PJK.
Kecemasan berhubungan dengan frekuensi angina: studi korelatif pada pasien pasca sindrom koroner akut Rachmi, Fitria; Nuraeni, Aan; Mirwanti, Ristina
MEDISAINS Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v16i1.2091

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan pada pasien sindrom koroner akut (SKA) yang menjalani rawat jalan masih sedikit diteliti, padahal kecemasan pada pasien rawat jalan merupakan hal yang penting untuk dikaji karena pasien berada di rumah dan jauh dari fasilitas kesehatan. Beberapa konsep menyatakan bahwa kecemasan pada pasien SKA dapat memperburuk keadaan jantung, namun demikian bagaimana kaitan antara cemas dengan frekuensi angina masih belum banyak diteliti.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan kecemasan dengan frekuensi angina pada pasien SKA.Metode: Desain penelitian ini adalah correlational study. Penelitian dilakukan di Poliklinik Jantung di satu Rumah Sakit di Jawa Barat. Jumlah sampel sebanyak 100 responden dengan SKA yang di ambil menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunaan kuesioner ZSAS dan SAQ selama satu bulan, kemudian data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan korelasi Rank Spearman.Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat kecemasan normal dan frekuensi angina minimal. Sedangkan responden yang mengalami cemas berat sebesar 3% dan mengalami frekuensi angina berat sebesar 8%.Hasil perhitungan p-value sebesar  0,00 yang lebih kecil dari α (0,05) dan r -0,508 maka terdapat hubungan yang bermakna antara kecemasan dengan frekuensi angina.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kecemasan dengan frekuensi angina pada pasien dengan SKA. Semakin tinggi tingkat kecemasan seseorang maka frekuensi angina semakin berat.
Co-Authors Aan Nuraeni Abdullah, Dirman AI MARDHIYAH, AI Aini, Astri Mufti Ali, Samin M. Amalia, Selly Nurhasanah Anastasia Anna Anissa, Lisa Mutiara Anissa, Lisa Mutiara Anita Setyawati Asmara, A Danang Ayu Prawesti Priambodo Cahyani, Gita Cahyo, Firman Dwi Cecep Eli Kosasih Christina, Mikha Deris Riandi Setiawan Donny Nurhamsyah Efri Widianti Eka Afrima Sari, Eka Afrima Elsadai, Elsadai Etika Emaliyawati Fikriya, Aeni Freitas, Lurdes Acorta Hana Rizmadewi Agustina Handayani, Audia Harlasgunawan, Alia Rahmi Heriyansyah, Heriyansyah Ihsan, Farly Irman Somantri Istiazahra, Dylla Jabareen, Raifa Khoirunnisa, Fadila Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Larashati, Defa Lilis Mamuroh Maria komariah Masruroh, Rurin Maulana, Sidik Mulya, Adelse Prima Mulyani, Tita Nenden Nur Asriyani Maryam Nintyas, Felantina Restyar Noor, Farisha Noya, Fricilia Nur Azmi, Nur Nur'aeni, Aan Nuraeni, Aan Nuraeni, Aan Nuraeni Nuraeni, Aan Nuraeni Nurazizah, Auliyaurrahmah Nurdiansyah Nurdiansyah Nurhayati, Resti Palo, Daud Prawesti Priambodo, Ayu Purnama, Anita Putri, Hani Amelia Rachmi, Fitria Rachmi, Fitria Rahman, Lutfi Raini Diah Susanti, Raini Diah Ramadani, Regina Cahya Rausanfikra, Syiffa Salsabila Reis, Silvestre Dos Risnandar, Mochammad Wisnu Roulita, Roulita Rukmasari, Ema Ryan Hara Permana Sandra Pebrianti Santi Ariyanti Sari, Wulan Puspita Sesilia, Fitri Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Sri Hartati Pratiwi Sri Hendrawati Sugiharto, Firman Sukmawati Sukmawati Sulistiani, Eka Suryani Suryani Theresia Eriyani Titin Sutini, Titin Verawaty, Rotua Rina Wijayanti, Nunik Wiliastuti, Ulfah Nasti Yanny Trisyani Yanti Hermayanti Yuliandani, Erin Yusanti, Irma Yusshy Kurnia Herliani, Yusshy Kurnia