Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH

HUBUNGAN EFEKTIVITAS DISTRIBUSI PUPUK BERSUBSIDI DENGAN PENERAPANNYA PADA USAHATANI MENDONG Suyudi Suyudi; Zulfikar Noormansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 10, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i1.9356

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas distribusi pupuk bersubsidi yang mengacu pada prinsip empat tepat (tepat harga, tepat jumlah, tepat tempat, dan tepat waktu), untuk mengetahui penerapan pupuk bersubsidi yang dilakukan oleh petani mendong dan untuk mengetahui hubungan antara efektivitas distribusi pupuk bersubsidi dengan penerapan pupuk bersubsidi. Metode yang digunakan adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Penelitian dilakukan di Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Analisis Deskriptif kualitatif untuk menjawab tujuan pertama dan kedua, sedangkan untuk mengetahui hubungan antara efektivitas distribusi pupuk bersubsidi dengan penerapan pupuk bersubsidi pada usahatani mendong secara simultan menggunakan uji Konkordansi Kendall W dan pengujian secara parsial digunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menujukkan bahwa 1) Variabel distribusi pupuk bersubsidi masuk dalam kategori efektif. Indikator tepat harga termasuk pada kategori tidak efektif, serta indikator tepat jumlah, tepat tempat, dan tepat waktu termasuk pada kategori efektif, 2) Variabel penerapan pupuk bersubsidi termasuk pada kategori tepat. Indikator tepat jenis termasuk kategori tepat, tepat dosis termasuk kategori cukup tepat, tepat cara termasuk kategori tepat, dan tepat waktu termasuk kategori tepat dan 3) Terdapat hubungan secara simultan antara efektivitas distribusi pupuk bersubsidi dengan penerapan pupuk bersubsidi. Secara parsial, indikator tepat harga dan tepat tempat masing-masing tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan penerapan pupuk bersubsidi. Sedangkan indikator tepat jumlah dan tepat waktu masing-masing memiliki hubungan yang signifikan dengan penerapan pupuk bersubsidi dan memiliki tingkat keeratan hubungan yang sedang.
STATUS KEBERLANJUTAN USAHATANI MENDONG DI TASIKMALAYA Suyudi, Suyudi; Cahrial, Eri; Widi, Riantin Hikmah; Hertania, Deva; Nurkhotimah, Thania
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i3.16065

Abstract

Berkurangnya luas areal tanam dan musim kemarau, menyebabkan produksi dan produktivitas tanaman mendong menurun di Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan dan mengetahui atribut  faktor dominan yang sensitif dalam keberlanjutan  usahatani mendong di Kota Tasikmalaya. Metode penelitian menggunakan metode survei. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan pada penelitian adalah teknik Analisis Multi Dimensional Scaling (MDS) digunakan untuk menilai indeks dan status keberlanjutan serta mampu mengidentifikasi atribut yang sesitif dari masing-masing dimensi melalui leverage analysis. ). Metode analisis keberlanjutan dengan Rap-KopiSilo merupakan pendekatan yang dimodifikasi dari program RAPFISH (Rapid Appraisal for Fisheries. Hasil penelitian menunjukan bahwa status keberlanjutan usahatani mendong di Tasikmalaya berdasarkan multidimensi (ekologi, ekonomi dan sosial/budaya) berada dalam status kurang berkelanjutan, nilai indeks status keberlanjutannya berada pada selang 25,01-50. Atribut yang sensitif terhadap keberlanjutan usahatani mendong dari dimensi ekologi adalah : tindakan konservasi, pemupukan tanah, pemanfaatan limbah, tahapan persiapan pengolahan lahan, berikutnya atribut yang sensitif terhadap keberlanjutan usahatani mendong dari dimensi ekonomi adalah : kemitraan usahatani mendong, pemodalan usaha, perubahan upah tenaga kerja, selanjutnya atribut yang sensitif terhadap keberlanjutan usahatani mendong dari dimensi sosial/budaya adalah : tingkat relasi petani dengan pelaku pemasaran, pandangan masyakarat terhadap usahatani mendong, tingkat pendidikan,  ketersediaan penyuluhan.
PERSEPSI DAN MOTIVASI GENERASI MUDA MILENIAL TERHADAP PEKERJAAN DI SEKTOR PERTANIAN (Studi Kasus Peserta Program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) Universitas Siliwangi) Nuryaman, Hendar; Suyudi, Suyudi; Cahrial, Eri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i2.10041

Abstract

Generasi muda milenila saat ini mulai asing dengan pertanian, terlihat dengan semakin berkurangnya anak muda yang bekerja di sektor pertanian. Kurang tertariknya generasi muda terhadap pekerjaan di sektor pertanian salahsatunya disebabkan oleh persepsi mereka terhadap sektor pertanian yang kurang menjanjikan, sehingga minat untuk mengembangkan potensi pertanian bagi masa depan tidak tertanam dalam pola fikir generasi muda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui persepsi, motivasi dan ekspektasi generasi muda milenial terhadap pekerjaan di sektor pertanian; 2) Mengetahui Faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab berkurangnya minat generasi muda milenial untuk bekerja di sektor pertanian. Penelitian dilakukan pada 42 orang lulusan Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi yang mengikuti program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) Kementerian Pertanian tahun 2018-2020 yang tersebar di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis dengan menggunakan Metode Survei. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang dikuantitatifkan. Hasil penelitian menunjukkan Persepsi dan motivasi generasi muda milenial yang mengikuti program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) terhadap pekerjaan di sektor pertanian termasuk kategori Tinggi. Sedangkan Ekspektasi generasi muda milenial yang mengikuti program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) terhadap pekerjaan di sektor pertanian termasuk kategori Sangat Tinggi. Faktor-faktor yang menjadi penyebab berkurangnya minat generasi muda milenial yang mengikuti program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) untuk bekerja di sektor pertanian terdiri dari Dukungan orang tua yang tidak sepenuhnya, Adanya rasa gengsi bekerja di sektor pertanian, Penghasilan yang tidak menentu, Membutuhkan modal yang besar, Membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih besar, Merasa tidak sesuai dengan jenjang pendidikan yang telah ditempuh.