Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN PETANI JAWA BARAT TERHADAP LAHAN Rasmikayati, Elly; Wiyono, Sulistyodewi Nur; Saefudin, Bobby Rachmat
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3799

Abstract

Agricultural land is an important production factor in agriculture, but there is an imbalance between the availability of land and the number of land-using farmers and smallholders in West Java, which indicates that there is farmer demand for agricultural land. The objects of this research were 500 potato farmers in West Java. These respondents were selected using a 2-stage stratified sampling technique. The data used in the research are primary and secondary data. The primary data collection tool in this research is a survey. The aim of this research is to examine the factors that influence farmers' demand for agricultural land in West Java. In this study, the results obtained were that the productivity factor and market choice had a positive influence on farming profits with values of 0.59 and 0.23 respectively, then the farming profit factor had a negative influence of -0.07 and the area of land that had irrigation and The access to credit factor each has a positive influence of 0.07 on the farmer participation factor in the land market. Keywords: Agricultural Land, Farmers, Land  INTISARILahan pertanian merupakan faktor produksi yang penting dalam pertanian namun terjadi ketimpangan antara ketersedian lahan dengan jumlah petani pengguna lahan dan petani gurem di Jawa Barat yang mengindikasikan adanya permintaan petani terhadap lahan pertanian. Objek pada penelitian ini adalah 500 Petani kentang di Jawa Barat, responden tersebut dipilih menggunakan teknik sampling stratifikasi 2 tahap. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan sekunder. Alat pengumpulan data primer pada penelitian ini adalah survey. Tujuan dari penelitian ini adalah meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan petani terhadap lahan pertanian di Jawa Barat. Pada penelitian ini diperoleh hasil faktor produktivitas dan pilihan pasar memiliki pengaruh positif terhadap keuntungan usahatani dengan nilai masing-masing sebesar 0,59 dan 0,23, kemudian faktor keuntungan usahatani memiliki pengaruh negatif sebesar -0,07 dan faktor luas lahan yang memiliki irigasi serta faktor akses terhadap kredit masing-masing memiliki pengaruh positif sebesar 0,07 terhadap faktor partisipasi petani di pasar lahan. Kata kunci: Lahan Pertanian, Petani, Lahan
PERILAKU KONSUMSI MINUMAN PROBIOTIK PADA MASA PANDEMI COVID-19 DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERKORELASI DENGANNYA Rasmikayati, Elly; Djuwendah, Endah; Saefudin, Bobby Rachmat
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3789

Abstract

Probiotic drinks are drinks that have the property of increasing the body's endurance. Probiotic drinks are suitable to drink during the Covid-19 pandemic, however public knowledge about probiotic drinks is still low and research regarding probiotic drinks is still limited. The aim of this research is for students to increase their consumption of probiotic drinks, find out the factors related to them, and the obstacles they face in consuming probiotic drinks. The analytical method used is inferential statistics, namely Chi Square analysis. The results of this research show that there is a relationship between the level of consumption of probiotic drinks in the drink price category and the reasons with the income factor in the needs budget category, as well as the frequency category with the knowledge factor. Keywords: Probiotic Drink, Consumption Level, Covid-19 INTISARI Minuman Probiotik merupakan minuman yang memiliki khasiat dalam meingkatkan daya tahan tubuh. Minuman Probiotik cocok diminum pada masa pandemi Covid-19, akan tetapi pengetahuan masyarakat mengenai minuman probiotik masih rendah begitu pula penelitian terkait minuman probiotik masih sedikit. Tujuan dari penelitian ini adalah agar mahasiswa dapat meningkatkan konsumsi minuman probiotik, mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengannya, dan kendala yang dihadapi dalam mengonsumsi minuman probiotik. Metode analisis yang digunakan adalah statistik inferensial yaitu analisis Chi Square. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa terdapat hubungan tingkat konsumsi minuman probiotik kategori harga minuman dan alasan dengan faktor pendapatan kategori anggaran kebutuhan, serta kategori frekuensi dengan faktor pengetahuanKata Kunci : Minuman Probiotik, Tingkat konsumsi, Covid-19
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK OLAHAN MANGGA Rasmikayati, Elly; Trimo, Lucyana; Saefudin, Bobby Rachmat
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3796

Abstract

The production of mangoes in Indonesian, which is seasonal, causes mango production to be abundant during the harvest season and scarce when it is outside the harvest season. Currently, there are many alternatives in processing mangoes outside the harvest season. However the factor that influence consumer preferences for processed mango products are not yet know. The methods used in this research is quantitative research. The normality test result obtained a significant Kolmogorov-Smirnov value at 0.799 > 0.005. Therefore, it can be concluded that the data is normally distributed and the regression model meets the assumptions of normality. Based on the multicollinearity test, the tolerance value for each variable is greater than 10 percent (0.1) and the VIF value for each variable is less than 10. In the regression test, the factors that have a significant influence on consumer preferences for processed products mango includes social class factors (X2) and Self-concept factors (X8) with positive inluences of 0.291 and 0.734 respectively. The coefficient of determination test obtained and R2 value of 0.305, indicating that 30.5% of consumer preferences for processed products are influenced by these factors, while 69.5% of consumer preferences for processed mango products are influenced by other variables not examined in this research.Keyword: Characteristics, Preferences, Mango INTISARIProduk mangga di Indonesia yang bersifat musiman menyebabkan hasil produksi mangga menjadi melimpah pada saat musim panen dan langka ketika di luar musim panen. Saat ini, telah banyak alternatif dalam pengolahan mangga menjadi produk olahan agar konsumen dapat tetap mengonsumsi mangga di luar musim panen. Namun, belum diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen terhadap produk olahan mangga. Metode yan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Hasil uji normalitas mendapatkan nilai Kolmogorov-Smirnov signifikan pada 0,799 > 0,05. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal dan model regresi memenuhi asumsi normalitas. Berdasarkan uji multikolinearitas mendapatkan nilai tolerance pada masing-masing variabel yang lebih besar dari 10 persen (0,1) dan nilai VIF pada masing-masing variabel kurang dari 10. Pada uji regresi faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan dengan preferensi konsumen terhadap produk olahan mangga meliputi faktor kelas sosial (X2) dan faktor konsep diri (X8) dengan pengaruh positif masing-masing sebesar 0,291 dan 0,734. Uji koefisien determinasi didapatkan Nilai R2 sebesar 0,305 menunjukkan bahwa 30,5% preferensi konsumen terhadap produk olahan dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut, sedangkan 69,5% preferensi konsumen terhadap produk olahan mangga dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci: Karakteristik, Preferensi, Mangga
PARTISIPASI PETANI SAYUR JAWA BARAT TERHADAP AKSES LAHAN Rasmikayati, Elly; Wiyono, Sulistyodewi Nur; Saefudin, Bobby Rachmat
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3798

Abstract

Vegetable farmers in West Java currently are generally small farmers whose land holdings are less than half a hectare. Of the approximately 14 million smallholder farmers throughout Indonesia, the majority are on the island of Java, of which around 2 million smallholder farmers live in West Java. This indicates that it is increasingly difficult for West Java farmers to have the ability to expand their land, so they need help from the government to increase access to land. Based on this explanation, the aim of this research is to describe the participation of vegetable farmers in increasing land access control in West Java. The population in this study were West Java potato farmers in 2023 with 500 farmers taking respondents. Survey Methods and PRA (Participatory Rural Appraisal). This is the method used in this research. This research shows that farmers pay an average land rental of 1.1 million rupiah per hectare, coupled with an increase in land rental prices by an average of 5% per year. The result of this is that there are only 63 farmers who are able to rent two to three plots of land and there is only one farmer who rents four plots of land. Apart from that, farmers who sell land have the lowest farming experience compared to others. Keywords: Vegetable Farmers, Land Area, Small Farmers, West Java INTISARIPetani sayuran di Jawa Barat saat ini pada  umumnya merupakan petani gurem yang penguasaan lahannya kurang dari setengah hektar. Dari sekitar 14 juta orang petani gurem yang ada di seluruh Indonesia, didominasi di pulau Jawa yang diantaranya yaitu sekitar 2 juta orang petani gurem tinggal di Jawa Barat. Hal ini mengindikasikan bahwa petani Jawa Barat semakin sulit untuk mempunyai kemampuan dalam memperluas lahannya sehingga perlu dibantu oleh pemerintah untuk dapat meningkatkan akses terhadap lahan. Berdasarkan paparan tersebut tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripisikan partisipasi petani sayuran terhadap peningkatan penguasaan akses lahan di Jawa Barat. Populasi pada penelitian ini adalah petani kentang Jawa Barat tahun 2023 dengan responden yang diambil adalah 500 petani. Metode Survey dan PRA (Partisipatory Rural Appraisal). Menjadi metode yang digunakan pada penelitian ini. Penelitian ini menujukan Petani membayar sewa lahan rata-rata sebesar 1,1 juta rupiah per hektarnya, ditambah dengan adanya peningkatan harga sewa lahan rata-rata sebesar 5% per tahun. Akibat dari hal tersebut adalah hanya ada 63 petani yang mampu menyewa lahan sebanyak dua sampai tiga plot dan hanya ada satu orang petani yang menyewa lahan sebanyak empat plot. Selain itu, petani yang melakukan penjualan lahan pengalaman usahataninya paling rendah dibanding yang lainnya. Kata Kunci : Petani Sayuran, Luas Lahan, Petani Gurem Jawa Barat.
PERILAKU KONSUMSI MINUMAN HERBAL PADA MASA PANDEMI COVID-19 DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERKORELASI DENGANNYA Rasmikayati, Elly; Kusumo, Rani Andriani Budi; Saefudin, Bobby Rachmat
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3792

Abstract

Efforts that can be made to avoid being exposed to viruses are by changing your lifestyle to be healthier, one way is to increase the body's immunity through consuming herbal drinks which can maintain the body's resistance to virus attacks. There are economic and non-economic factors related to the herbal drink consumption. The aim of this research is to analyze relationship between economic and non-economic factors and herbal drink consumption behavior among students during the Covid-19 pandemic. The research method used in this research was a survey method of 89 respondents obtained using a SRS technique. The data analysis tools used are crosstab analysis and chi square test. The research show that in terms of economic factors, the income factor has a significant relationship with the type of herbal drink, but with other consumption variables it is not correlated. Meanwhile, the price factor has a real relationship with the frequency of herbal drink consumption, but it is not correlated with other consumption variables. Meanwhile, for non-economic factors, the knowledge factor is not correlated with all herbal drink consumption variables. Meanwhile, the taste factor is significantly correlated with the frequency of consumption herbal drinks, but not correlated with other consumption factor Keywords: Herbal drinks, consumption level, Covid-19. INTISARIUpaya yang dapat dilakukan agar tidak terkena virus adalah dengan merubah pola hidup menjadi lebih sehat, salah satu caranya adalah meningkatkan imunitas tubuh melalui konsumsi minuman herbal yang dapat menjaga daya tahan tubuh dari serangan virus. Terdapat beberapa faktor yang berhubungan dalam tingkat konsumsi minuman herbal, diantaranya faktor ekonomi dan non ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara faktor-faktor ekonomi dan non ekonomi dengan perilaku konsumsi minuman herbal pada mahasiswa di masa pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei terhadap 89 orang responden yang didapatkan dengan teknik simpel random sampling. Alat analisis data yang digunakan adalah analisis crosstab dan chi square test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada faktor ekonomi, faktor pendapatan memiliki hubungan yang signifikan dengan jenis minuman herbal, tetapi dengan variabel tingkat konsumsi lainnya tidak berkorelasi. Sedangkan faktor harga memiliki hubungan yang nyata dengan frekuensi konsumsi minuman herbal, tetapi dengan variabel tingkat konsumsi lainnya tidak berkorelasi.Sementara itu pada faktor non ekonomi, faktor pengetahuan tidak berkorelasi dengan semua variabel tingkat konsumsi minuman herbal. Sedangkan faktor selera berkorelasi signifikan dengan frekuensi konsumsi minuman herbal, tetapi tidak berkorelasi dengan variabel faktor tingkat konsumsi yang lainnya. Kata kunci: Minuman herbal, tingkat konsumsi, Covid-19.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MAMPU MENDORONG PETANI MANGGA UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU AGRIBISNISNYA PADA ERA GLOBALISASI Elly Rasmikayati; Bobby Rachmat Saefudin
Paradigma Agribisnis Vol 1 No 1 (2018): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v1i1.1491

Abstract

Tingginya keragaman karakteristik petani mangga dan usahataninya merefleksikan berdinamikanya perilaku agribisis mangga di Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Permasalahannya adalah bagaimana mendorong agar dinamika tersebut bergerak ke arah yang positif dan pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing dan kesejahteraan petani mangga itu sendiri di era globalisasi yang sekarang sedang terjadi.Makalah ini bertujuan untukmenganalisis faktor-faktorapa sajayang mampu untuk mendorong petani mangga untukmeningkatkan perilaku agribisnisnya.Metode penelitian menggunakan teknik survey diKecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu sebagai salah satu sentra produksi mangga di Jawa Barat. Sampel petani ditentukan menggunakan teknik sampling acak sederhanakepada 130 petani mangga. Teknik analisis data dilakukan menggunakan path analysis.Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh nyata dan positif dalam mendorong petani mangga untuk meningkatkan dinamika perilaku agribisnis mangga di adalah: 1) Faktor teknologi; 2) Faktor kelembagaan; dan 3) Faktor budaya. 
DINAMIKA PERILAKU AGRIBISNIS PETANI MANGGA DI KECAMATAN GREGED KABUPATEN CIREBON Elly Rasmikayati; Lies Sulistyowati; Tuti Karyani; Bobby Rachmat Saefudin
Paradigma Agribisnis Vol 1 No 1 (2018): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v1i1.1492

Abstract

Tingginya permintaan dalam negeri dan luar negeri terhadap buah Mangga Gedong Gincu dan Arumanis belum dapat terpenuhi karena ketersediaan produk yang tidak sesuai dengan permintaan pasar dalam hal kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika perilaku agribisnis petani mangga dari mulai subsistem hulu hingga hilir. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei kepada 70 orang responden petani yang diambil menggunakan teknik sampling acak sederhana. Alat analisis yang digunakan adalah statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku agribisnis mangga di Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon berada pada level transisi dari pertanian subsisten ke pertanian komersil. Sebagian besar petani sudah melakukan usahatani diluar musim, Pada kegiatan pemasarannya sebagian besar petani hanya mengakses pasar tradisional dikarenakan kemampuan memproduksi buah mangga grade A/B hanya sebanyak 41 - 60% dengan produktivitas tertinggi sebanyak 151 - 300 Kg/pohon. Rendahnya kualitas dan kuantitas hasil produksi dikarenakan teknologi yang digunakan masih sederhana dan sikap petani yang sulit untuk mengikuti arahan penyuluh pertanian pada kegiatan budidayanya.
POTENSI DAN KENDALA YANG DIHADAPI PETANI MANGGA DALAM MENGAKSES LEMBAGA PEMASARAN (STUDI KASUS DI KECAMATAN GREGED KABUPATEN CIREBON) Elly Rasmikayati; Mentari Nur Azizah; Bobby Rachmat Saefudin
Paradigma Agribisnis Vol 2 No 1 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i1.2233

Abstract

Kabupaten Cirebon memiliki potensi besar dalam mengembangkan dan meningkatkan produksi mangganya namun trennya berfluktuatif dari tahun ke tahun. Salah satu penyebabnya adalah masalah sulitnya petani mengakses lembaga pemasaran mangga yang lebih bersaing dalam harga jual mangganya seperti pasar induk, pasar modern atau pasar ekspor. Kecamatan Greged yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Beber dan Kecamatan Astanajapura merupakan kecamatan yang paling berpotensi dalam pengembangan agribisnis mangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan kendala petani dalam mengakses lembaga pemasaran di Kecamatan Greged. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan alat analisis data yaitu analisis statistika deskriptif dan analisis crosstabulation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi petani manga di Kec. Greged dalam mengakses lembaga pemasaran diantaranya mudahnya akses mendapatkan Informasi Pemasaran, system pembayaran tunai, pengetahuan mengenai informasi harga jual manga di pasar, kendali penentuan harga yang sudah banyak ditentukan oleh pihak petani dari pada pembeli, kemudahan syarat mengakses pasar dan sudah tersedianya sarana transportasi. Sedangkan kendala yang dihadapi petani mangga dalam mengakses lembaga pemasaran diantaranya cara penjual manga yang masih banyak dilakukan petani melalui perantara dan pembeli mangga yang sebagian besar masih ke pedagang pengepul atau bandar. Lebih lanjut, kebijakan revitalisasi kelembagaan mangga terutama lembaga kelompok tani harus dilakukan agar lembaga ini lebih berperan dalam memasarkan hasil mangga dari para petani. Selain itu petani harus lebih didorong untuk mampu menjual hasil panennya ke pasar secara langsung baik pasar tradisional, pasar induk, pasar modern maupun pasar ekspor. Kata Kunci: Akses Petani, Lembaga Pemasaran, Petani Mangga, Kelompok Tani.
PERILAKU AGRIBISNIS PETANI MANGGA DI KECAMATAN PANYINGKIRAN KABUPATEN MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT Elly Rasmikayati; Bobby Rachmat Saefudin; Hendrik Nadapdap; Supriyadi Supriyadi
Paradigma Agribisnis Vol 2 No 2 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i2.3154

Abstract

Agribisnis hendaknya menjadi budaya dalam mengelola perusahaan agribisnis maka otomatis pendapatan dan kesejahteraan petani pun akan meningkat. Namun demikian, masih rendahnya kualitas dan kuantitas hasil produksi mangga yang disebabkan teknologi yang masih sederhana dan perilaku petani yang sulit untuk mengikuti arahan penyuluh pertanian dalam kegiatan agribisnis mangganya. Tujuan dari makalah ini adalah untuk menganalisis perilaku agribisnis petani mangga di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat pada semua subsistem agribisnisnya. Hasil penelitian didapatkan bahwa kebanyakan petani mangga di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka menggunakan sumber modal sendiri dalam usahatani, sumber saprotan membeli sendiri, memiliki tenaga kerja 1 orang dari keluarga sendiri dan 0-3 orang selain dari keluarga, menerapkan teknologi off season, pengendalian OPT menggunakan pestisida dan perangkap hama, memiliki hasil panen dengan kualitas grade A dan B berkisar 50-70%, dan produktivitas mangga 100 – 300 kg/pohon. Mayoritas petani menggunakan lahan kebun/ladang untuk bertanam mangga dan menjual hasil panen ke pedagang pengumpul/tengkulak, jarak ke pasar < 10 km, dan penetapan harga jual mangga hampir 90% oleh pembeli. Kata Kunci: Perilaku Agribisnis, Sistem Agribisnis, Petani Mangga.  
FENOMENA PERALIHAN USAHATANI MANGGA KE PADI DI KECAMATAN SEDONG, KABUPATEN CIREBON, JAWA BARAT Bobby Rachmat Saefudin; Elly Rasmikayati; Dina Dwirayani; Fitri Awaliyah; AD Rachmah AD Rachmah
Paradigma Agribisnis Vol 2 No 2 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i2.3156

Abstract

Mangga merupakan jenis buah yang diminati oleh konsumen, baik di dalam negeri maupun di luar negeri sehingga agribisnis mangga seharusnya dapat memberikan keuntungan yang besar bagi petani mangga. Namun demikian, saat ini banyak petani mangga di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon mulai meninggalkan usahatani mangga dan beralih ke usahatani padi. Tujuan penelitian ini diantaranya adalah menganalisis perbedaan karakteristik petani yang bertahan dalam usahatani mangga dan yang beralih ke usahatani padi dan mengkaji penyebab petani memutuskan untuk tetap bertahan pada usahatani mangga atau beralih ke usahatani padi. Metode penelitian yang digunakan adalah survey kepada sampel petani di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon yang terdiri dari 30 orang petani yang melakukan usahatani mangga dan pernah melakukan usahatani padi dan 35 orang untuk petani mangga yang beralih ke padi. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan produktivitas mangga, penggunaan teknologi off season, status penguasaan lahan mangga, luas lahan mangga, pendapatan usahatani mangga dan keanggotaan kelompok tani mangga antara petani mangga yang bertahan di usahatani mangga dan yang beralih ke usahatani padi. Petani mangga yang bertahan umumnya merupakan petani skala besar dan memiliki tingkat adopsi yang tinggi. Petani mangga yang beralih ke padi uumnya merupakan petani skala kecil dengan tingkat adopsi teknologi yang rendah. Sementara itu, pendapatan yang tinggi menjadi alasan petani untuk tetap melanjutkan usahatani mangga. Namun disisi lain, keterbatasan modal merupakan alasan terbesar dibalik keputusan petani mangga yang beralih ke usahatani padi.  Kata Kunci: Peralihan Usahatani, Alih Usahatani, Petani Mangga, Usahatani Padi.  
Co-Authors AD Rachmah AD Rachmah AD Rachmah, AD Rachmah Adi Nugraha Agriani Hermita Sadeli Ahmad Choibar Tridakusumah Ai Sri Hartati Akbar Adiputra Irawan Alvi Nurin Deanier Alvi Nurin Deaniera Alvi Nurin Deaniera Amallia Ridhatillah Andung Rokhmat Hudaya Anne Charina Anton Eisa Putra Arisyi, Yudistira Haikal Aurelia Fadhilah Sari Aurelia Fadhilah Sari Azizah, Mentari Nur Bayu Utomo Sumarsah, Muhammad Nugroho Dika Supyandi Dika Supyandi Dina Dwirayani Dini Rochdiani Dwirayani, Dina Eddy Renaldi Elfadina, Ellisa Agri Ellisa Agri Elfadina Elly Rasmikayati Endah Djuwendah Ernah, Ernah Eti Suminartika Fadilla Deviani Fellingga Cahayu Garwa Widadari Budoyo Fitri Awaliyah Fitriana Wati Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gunardi Judawinata Hanifatur Aziz Nur Ishmah Hanipradja, R.A. Sukma Ayu Hendrik Johannes Nadapdap Hendrik Nadapdap Hepi Hapsari Hesty Nurul Utami Ilham Fauzan Indah Oktavia Halim Irawan, Akbar Adiputra Kevin Marsa Tilano Khairuna Utami Kuswarini Kusno Kuswarini Kusno Lies Sulistyowati Lucyana Trimo Lucyana Trimo Lucyana Trimo, Lucyana Mahra Arari Heryanto Mentari Nur Azizah Mentari Nur Azizah Mochamad Dafa Zikriawan Purnama Mufti Helmi Mufti Helmi Muhammad Nugroho Bayu Utomo Sumarsah Nadyla Rizka Nur Amelia Nur Halimah Amir Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nurisa Asrienda Shafira O Hasbiansyah Pandi Pardian Rachmah, Alisabela Dhiya Raden Ajeng Sukma Ayu Hanipradja Rahman Syakur Rani Andriani Budi Kusumo Riky Rizkiansyah Risyad M. Ikhsan Ronnie S. Natawidjaja Ronnie Susman Natawidjaja SETIAWAN, IWAN Sintia Afriyanti Siti Aulia Dwi Maulidah Siti Tari Syamsiah Sri Fatimah Sri Fatimah Sulistyodewi Nur Wiyono Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Tuhpawana Priatna Sendjaja Tuti Karyani Wati, Fitriana Yassirly Amridha Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yayat Sukayat, Yayat Yayi Suryo Prabandari Yomitha Faradina Yudistira Haikal Arisyi Yudistira Haikal Arisyi Yudistira Haikal Arisyi Yulia Sari Yuniar Dianti Fauziah Yuniar Dianti Fauziah Yuniar Dianti Fauziah Zikriawan Purnama, Mochamad Dafa