Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengendalian Kualitas Cetakan Produk Peralatan Dapur Menggunakan Metode FMEA dan Six Sigma di PT XYZ Hafiizh Al Masadir; Heru Darmawan; Agus Suwarno
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i2.4319

Abstract

PT XYZ adalah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur peralatan dapur seperti mangkuk, piring, dan gelas. Produk – produk tersebut diproduksi dengan proses cetakan yang merupakan bagian akhir dari proses produksi peralatan dapur diatas. Saat ini, proses pencetakan merupakan proses yang menghasilkan defect tertinggi, diantaranya defect mengental atau permukaan produk tidak rata sebesar 37.2%, diikuti dengan pin hole (adanya gelembung udara pada bahan baku) 30.6%, dan fuchi (cacat dimensi) sebesar 16.7%. Penerapan metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) dan Six Sigma terbukti dapat meningkatkan kualitas cetakan produk peralatan dapur dari 3.31 menjadi 4.15 atau meningkat sebesar 0.84 sigma. Pencapaian tersebut didapatkan setelah diaplikasikannya perbaikan pada temperatur atau suhu cetakan serta pengendalian pada bahan baku. Peningkatan nilai sigma tersebut tentu saja dapat meningkatkan produktivitas perusahaan karena menurunnya produk yang cacat.
Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Digital Berbasis Aplikasi Flipbook di Kota Pontianak Norsidi; Novita Sariani; Agus Suwarno; Yoga Prasetya Adi Nugraha; Elsa Titi Uma; Justami; Manuel Daryono
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v4i2.766

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PkM) ini berjudul “Peningkatan Kompetensi Guru Jenjang SD/SMP/SMA Melalui Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Digital Berbasis Aplikasi Flipbook di Kota Pontianak.” Tujuan utamanya adalah meningkatkan kompetensi guru anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Pontianak dalam menyusun bahan ajar digital interaktif menggunakan Flipbook. Pelatihan ini sangat relevan untuk membekali para pendidik dengan keterampilan teknologi pembelajaran terkini, memungkinkan mereka menciptakan materi yang lebih interaktif dan menarik bagi peserta didik di berbagai jenjang. Metode pelaksanaan PkM adalah pelatihan luring (hands-on) yang intensif dan terbagi dalam tiga tahapan: perencanaan kurikulum dan koordinasi dengan PGRI Kota Pontianak; tahap inti di mana pelatihan pembuatan bahan ajar digital berbasis aplikasi Flipbook diberikan; dan evaluasi serta monitoring dampak kegiatan. Program ini menargetkan efek domino positif melalui penyebaran pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh guru kepada rekan sejawat di sekolah masing-masing, sehingga terjadi peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan di Kota Pontianak. Simpulan kegiatan menunjukkan keberhasilan dalam mencapai tujuan utama, yaitu peningkatan signifikan pada kompetensi dan keterampilan praktis guru. Solusi pelatihan Flipbook terbukti tepat sasaran dan sangat relevan, didukung oleh antusiasme serta kehadiran penuh peserta. Luaran PkM mencakup publikasi artikel ilmiah di seminar nasional, artikel di koran online, video dokumentasi YouTube ber-Hak Cipta, dan peningkatan keterampilan guru dalam membuat media pembelajaran digital berkelanjutan
Hubungan Lingkungan Kampus Poli-Etnis Dengan Kemampuan Adaptasi dan Komunikasi Mahasiswa Angkatan 2022 Universitas PGRI Pontianak Indri Oktaviani viani; Adhitya Prihadi; Agus Suwarno
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran (JIPP) Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran (JIPP) Juli 2026
Publisher : LPD Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to examine the relationship between a poly-ethnic campus environment and the adaptation and communication abilities of the 2022 student cohort at PGRI Pontianak University. The study is grounded in the campus's multicultural composition, which creates complex social dynamics that may influence students' adaptation processes and interpersonal communication. A quantitative correlational method was employed using proportionate stratified random sampling. A sample of 280 students from 11 academic programs was selected using the Slovin formula with a 5% margin of error. Data were collected through a four-point Likert scale questionnaire and analyzed using Pearson Product Moment correlation and coefficient of determination (R²). The results indicate that the poly-ethnic campus environment has a positive and significant relationship with students' adaptation ability (r = 0.600; p = 0.000), contributing 36.0%, and with students' communication ability (r = 0.590; p = 0.000), contributing 34.8%. These findings confirm that the more conducive the poly-ethnic campus environment, the better students' adaptation and communication abilities. Keywords: poly-ethnic campus environment, adaptation ability, communication ability, university students
Analisis Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin dan Dampaknya terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Semedang Kecamatan Kuala Behe Kabupaten Landak Suwarno, Agus; Subihi Subihi
Jurnal Sadewa : Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: Jurnal Sadewa : Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sosia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/sadewa.v4i3.2943

Abstract

Illegal gold mining (IGM) remains a common phenomenon in many rural areas of Indonesia, including Semedang Village, Kuala Behe District, Landak Regency. This activity has developed as the primary source of livelihood for local communities amid limited employment opportunities and difficulties in obtaining legal mining permits. On the other hand, it has generated complex social, economic, and environmental impacts on the surrounding community. This study aims to analyze illegal gold mining activities, particularly the partnership arrangements between miners, financiers (toke), and landowners, and to examine the impacts of illegal gold mining on the socio-economic conditions of the community. This research employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through interviews, observations, documentation, and literature review involving the village head, gold miners, and landowners selected through purposive sampling. Data were analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that illegal gold mining activities in Semedang Village are conducted under an oral profit-sharing agreement based on mutual trust among miners, financiers (toke), and landowners. Illegal gold mining has contributed positively by increasing community income and creating supporting business opportunities. However, it has also resulted in negative impacts, including changes in community lifestyles, declining mutual cooperation, the emergence of social conflicts, and environmental degradation caused by mining activities. These findings indicate that illegal gold mining provides significant economic benefits while simultaneously creating social and environmental challenges that require sustainable management.