Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIFITAS KINERJA PENDAMPING LOKAL DESA DALAM PEMBANGUNAN DESA (Studi di Desa Jambu Kecsmatan Lenteng Kabupaten Sumenep) Lutfi Hilman; Yaqub Cikusin; Agus Zainal Abidin
Respon Publik Vol 13, No 3 (2019): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.304 KB)

Abstract

Pendampingan desa adalah kegiatan yang berupaya mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, kemampuan, kesadaran serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan kebijakan, program, kegiatan dan pendampingan sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat desa. fenomena yang terjadi di desa Jambu Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep kurangnya pembangunan sarana dan prasarana desa, masih minimnya sumber daya manusia aparatur dan masyarakat yang berkualitas serta kinerja pendamping lokal desa yang masih belum maksimal. Oleh karena perlu dikaji lebih mendalam baik kinerjanya, tingkat efektifitasnya maupun faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pendamping lokal desa Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep.  Dalam mengkaji penelitian, penulis menggunakan metode penelitian kualititatif dengan melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan diskusi terarah. dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa;  Kejelasan Tujuan : tujuan pendampingan desa sesuai dengan Permendes Nomor 3 tahun 2015, Strategi Pencapaian : strategi yang dilakukan pendampingan desa ialah menyesuaikan dengan atuaran yang dimana strategi tersebut baik Musdes, RKPDes, dan APBDes, Analisa dan Perumusan Kebijakan: analisa dan perumusan kebijakan selalu berpihak pada kepentingan desa dan masyarakatnya serta pihak pendampingan selalu dilibatkan dalam parumusan kebijakan Perencanaan : perencanaan yang dilakukan oleh pendamping desa beriringan dengan adanya RKPDes yang ada di desa Jambu Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep. Sarana Prasarana : sarana prasarana pendampingan desa masih kurang, Sistem Pengawasan dan Pengendalian : pengawasan dalam program di desa dilakukan oleh pemerintah setempat maupun pendamping desa jambu bersama PDTI (Pendamping Desa Teknik Infrastruktur).  Kata Kunci : Efektifitas, Kinerja, Pendamping Desa, Pembangunan.
KEBIJAKAN PEMERINTAH DESA TERHADAP BANTUAN DESA DI MASA PANDEMI COVID 19 (Studi Kasus Desa Kebangsaan Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo) Ayu Aprilia; Yaqub Cikusin; Sunariyanto Sunariyanto
Respon Publik Vol 15, No 6 (2021): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.639 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan atas dasar untuk mengetahui Fenomena yang sedang terjadi Di Desa Kebangsaan Wonorejo tentang Kebijakan Pemerintah Desa akibat pembagian bantuan sosial yang belum merata di masa pandemi covid 19. Maka dari itu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :  (1) Kebijakan Pemerintah Desa terhadap pembagian bantuan sosial di masa pandemi covid 19 kepada masyarakat Desa Kebangsaan Wonorejo, (2) Bantuan di Desa Kebangsaan Wonorejo sudah dibagikan secara merata ataubelum, (3) Dampak yang ditimbulkan dari pembagian bantuan yang tidak merata terhadap kelangsungan masyarakat. Untuk mengetahuinya digunakan jenis penelitian deskriptif-kualitatif, dengan Teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kebijakan Pemerintah Desa Terhadap Bantuan Desa Kebangsaan Wonorejo yakni memfokuskan pada Kebijakan Pemerintah Desa Terkait Bantuan Sosial di masa pandemi, (2) Bantuan Sudah dibagikan secara merata atau belum dan memfokuskan pada perubahan sosial, keadilan sosial,partisipasi masyrarakat, pembangunan berkelanjutan, (3) dampak yang ditimbulkan dari pembagian yang tidak merata akibat kelangsungan masyarakat memfokuskan pada Dampak akibat bantuan tidak merata terhdap kelangsungan masyarakat di Desa Kebangsaan Wonorejo. Kata Kunci : Kebijakan, Bantuan Sosial, Dampak
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT ( Studi Kasus di Puskesmas Sedati Kabupaten Sidoarjo ) Ilma Kholida; Yaqub Cikusin; Roni Pindahanto Widodo
Respon Publik Vol 13, No 1 (2019): RESPON PUBLIK
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.502 KB)

Abstract

ABSTRAKStrategi merupakan alat untuk mencapai tujuan. Strategi juga merupakan perluasan misi guna menjembatani organisasi dengan lingkungannya, biasanya dikembangkan untuk isu strategis, dimana menjelaskan respon organisasi terhadap pilihan kebijakan pokok. Strategi secara umum akan gagal, pada saat organisasi tidak memiliki konsisten antara apa yang dilakukan dan apa yang diusahakan. Seperti halnya dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang sampai saat ini masih sering mendapatkan berbagai komentar dari masyarakat. Berdasarkan latar belakang yang ada peneliti mengambil rumusan masalah sebagai berikut: bagaimana strategi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas Sedati Kabupaten Sidoarjo, apa saja kendala-kendala yang mempengaruhi strategi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas Sedati Kabupaten Sidoarjo.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat pada Puskesmas Sedati Kabupaten Sidoarjo. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian kualitatif yang dimaksud adalah untuk mengetahui fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian, dan penelitian deskriptif adalah penelitian yang diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta, atau kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat, mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas Sedati Kabupaten Sidoarjo  sudah terbilang cukup baik, dan sesuai dengan keinginan masyarakat. peningkatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Sedati Kabupaten Sidoarjo mengalami peningkatan yang bagus dan dapat memenuhi keinginan masyarakat yang akan berobat ke Puskesmas Sedati. kendala-kendala yang terjadi dalam peningkatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Sedati Kabupaten Sidoarjo tidak menjadi hambatan bagi pihak puskesmas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang ada di Pukesmas SedatiKata Kunci : Kualitas, Pelayanan Publik
EKONOMI SEBAGAI FAKTOR DAN DAMPAK MENINGKATNYA PERCERAIAN DI KABUPATEN MALANG (Studi Kasus Pada Kecamatan Dampit Kabupaten Malang) Luluk Nur Faizah; Yaqub Cikusin; Khoiron Khoiron
Respon Publik Vol 15, No 4 (2021): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.322 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berisi tentang bagaimana ekonomi menjadi faktor dominan yang mempengaruhi meningkatnya perceraian di kabupaten Malang serta dampak dari perceraian Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Penyebab Tingkat Perceraian di Kecamatan Dampit Kabupaten Malang yang Semakin Meningkat, ekonomi menjadi faktor dominan pada Kecamatan Dampit, serta Untuk Mengetahui Dampak dari Fenomena Perceraian yang Semakin Meningkat di Lingkungan Masyarakat dan Keluarga. Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Metode penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk menggambarkan peristiwa ataupaun fenomena yang terjadi di lapangan, pada pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan juga dokumentasi. Analisis yang digunakan pada penelitian ini meliputi tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penyebab faktor perceraian digolongkan menjadi dua diantaranya faktor internal dan faktor eksternal. Faktor penyebab secara internal antara lain faktor ekonomi, perselisihan, faktor pemabuk/penjudi, dan faktor kekerasan dalam rumah tangga. Sedangkan faktor penyebab secara eksternal adalah perselingkuhan, dan perjodohan.(2) Faktor ekonomi dan perselisihan menjadi faktor dominan penyebab perceraian. Ekonomi yang kurang dalam sebuah rumah tangga akan menyebabkan perselisihan yang terus menerus terjadi dan tidak dapat lagi terhindarkan. Ekonomi merupakan sebuah penyanggah rumah tangga, dengan latar belakang ekonomi yang kurang membuat rumah tangga menjadi goyah, sehingga perceraianpun menjadikeputusan akhir yang di ambil. (3) Dampak perceraian terdiri dari 2 macam : Dampak Positif dan Dampak Negatif. Dampak positif meliputi adanya perasaan lega terhadap kedua belah pihak yang bercerai dan pihak-pihak yang bercerai menyesuaikan diri dengan keadaan pasca perceraian. Sedangkan dampak negative meliputi : Dampak terhadap mantan suami dan istri, anak dan keluarga. Kata Kunci: Perceraian, Faktor Ekonomi, Dampak
EFEKTIVITAS KINERJA APARATUR DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN (Studi Pada Kantor Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo) Yesi Nur Agustina; Yaqub Cikusin; Roni Pindahanto Widodo
Respon Publik Vol 14, No 5 (2020): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.172 KB)

Abstract

ABSTRAKKantor Kecamatan Balong merupakan suatu organisasi yang memberikan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat yang dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan perkembangan yang ada serta melakukan perubahan. Tercapainya efektivitas organisasi ditentukan oleh kinerja pegawai dalam menjalankan tugasnya. Efektivitas kinerja pegawai diukur dengan pendekatan proses (process approach) melalui lima aspek yaitu efisiensi dalam pelayanan, daya tanggap petugas, sarana dan prasarana, semangat kerja dan loyalitas dalam bekerja, dan hubungan antara pimpinan dengan bawahan. Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka penulis dapat menyimpulkan pokok permasalahan yaitu apa saja pelayanan administrasi kependudukan yang diberikan kepada masyarakat di Kantor Kecamatan Balong dan bagaimana efektivitas kinerja aparatur dalam pelayanan administrasi kependudukan di Kantor Kecamatan Balong?. Berdasarkan hasil penelitian, dengan keterbatasan peneliti yang sering di ajukan masyarakat dalam pelayanan administrasi kependudukan di Kantor kecamatan Balong yaitu pembuatan surat pindah tempat, surat pindah datang, surat keterangan tidak mampu, surat ijin nikah, dan surat pernyataan ahli waris. Sedangkan untuk efektivitas kinerja pegawai pelayanan administrasi dari efsiensi dalam pelayanan sudah cukup efisien tetapi perlu peningkatan suapaya masyarakat lebih puas. Daya tanggap petugas, pegawai masih kurang maksimal. Sarana dan prasarana, minimnya jumlah komputer dan printer, belum tersedianya pamflet dan genset. Semangat kerja yang tinggi serta loyalitas yang sangat loyal dalam bekerja. Hubungan antara pimpinan dengan bawahan yang sudah cukup baik dalam bekerjasama melayani penduduk. Kata kunci : Efektivitas, Kinerja Aparatur, Administrasi Kependudukan
PELAKSANAAN INOVASI DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI (Studi Kasus di Kelurahan Dinoyo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang) Tauhidiah Sinansari; Yaqub Cikusin; Sunariyanto Sunariyanto
Respon Publik Vol 16, No 2 (2022): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.521 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan inovasi pelayanan administrasi berbasis teknologi informasi di Kelurahan Dinoyo melalui alikasi berbasis android yaitu E-Suradi. Adapun permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu inovasi layanan pada E-Suradi dan faktor-faktor yang menjadi kunci keberhasilan dari program ini. Penelitian ini menggunakan konsep inovasi dalam organisasi sector publik yang terdiri dari beberapa aspek inovasi yaitu inovasi pada aspek kebijakan, metode, sistem, proses, dan produk layanan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan antara lain hasil wawancara sebagai sumber data primer dan dokumen Kelurahan Dinoyo, jurnal serta buku-buku yang releven sebagai sumber data skunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan tiga tahapan yang meliputi kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa meskipun program E-Suradi merupakan mengandung cara yang baru dan berlaku diseluruh kelurahan yang ada di Kota Malang akan tetapi masih mengalami kendala dari berbagai aspek inovasi. Kurangnya respon masyarakat, kapasitas pengurus RT dan RW, dan terbatasnya produk layanan yang tidak mencantumkan KTP, akta kelahiran dan juga Kartu Keluarga sebagai jurusan pelayanan administrasi kependudukan. Kata kunci: Inovasi, Pelayanan Publik, Administrasi Kependudkan, E-Suradi.
PELESTARIAN CAGAR BUDAYA SITUS BARU KUMITIR BERBENTUK TALUT KERAJAAN MAJAPAHIT (Studi Kasus Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto) Ilham Satrio Aji; Yaqub Cikusin; Agus Zainal Abidin
Respon Publik Vol 15, No 2 (2021): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.065 KB)

Abstract

Situs Kumitir adalah penemuan terbesar di Indonesia saat ini. Situs besar ini ditemukan di Desa Kumitir Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto. BPCB JawaTimur selaku badan yang menangani cagar budaya diJawatimur telah melakukan penelusuran dengan tujuan menguak dan memunculkan situs besar ini. Situs besar ini diduga merupakan sebuah talut yang mengitari bangunan penting berupa tempat suci pendharmaan Mahesacempaka dan penemuan lainnya berupa puri Brewengker. Pokok-pokok dari permasalahannya yaitu apa strategi dan implementasi BPCB JawaTimur, lokasi situs Kumitir, Faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan Upaya pelestarian situs Kumitir oleh BPCB JawaTimur dan mengetahui faktor apa saja yang terlibat didalam proses implementasi serta mengetahui capaian dari implementasi BPCB JawaTimur. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Berdasarkan hasil dari penelitian, Strategi dan implementasi BPCB Jawa Timur yaitu dengan mengajak masyarakat lokal bersama para ahli memnunculkan replika situs Kumitir berbentuk talut. Kata Kunci : Pelestarian, Situs Baru Kumitir, Berbentuk Talut Kerajaan Majapahit
EVALUASI INOVASI PELAYANAN PUBLIK BERBASIS E-GOVERNMENT (Studi Pada Aplikasi Surat Warga di Pemerintahan Kabupaten Malang) Mukhamad Ifan Fauzi; Yaqub Cikusin; Khoiron Khoiron
Respon Publik Vol 16, No 4 (2022): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.742 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan terhadap peningkatan pelayanan publik yang baik dan memuaskan kepada masyarakat menjadi sebuah kebutuhan yang senantiasa harus dipenuhi oleh pihak pemerintah. Pemerintah harus dapat mengubah pelayanan publik yang kurang baik menjadi lebih baik lagi. Potret buruknya pelayan publik seperti halnya ketidakpastian pelayanan, standar pelayanan yang kurang jelas sehingga sulit di mengerti menjadikan masyarakat memiliki posisi yang lemah ketika berhadapan dengan penyelenggara pelayanan publik. Salah satu usaha untuk mendukung terciptanya pelayanan publik yang berkualitas adalah perlu diterapkannya prinsip-prinsip Good Governance (tata pemerintahan yang baik) dalam sistem pemerintahan sebagai salah satu upaya untuk menciptakan kualitas pelayanan publik yang baik. Seperti yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Malang. Di Kota Malang dinilai sudah memanfaatkan teknologi informasi dengan baik, sehigga Kota Malang membuat terobosan berupa inovasi sehingga nantinya akan terus mengikuti dan menjadi pelaku pembangunan. Kota Malang menjadi salah satu kota yang mengembangkan program Smart City sebagaimana usulan dari pemerintah pusat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode observasi, kuisioner, dokumentasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa dalam penelitian ini maka dapat diambil kesimpulan bahwasannya Pemerintah Kabupaten Malang masih belum maksimal dalam pelaksanaan sosialisasi mengenai surat warga di setiap daerah yang ada di kabupaten Malang dan juga Pemerintah Kabupaten Malang Masih Harus Mengembangkan Aplikasi Surat Warga. Kata Kunci : Evaluasi, Pelayanan, E-Government
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM MENANGGULANGI WABAH CORONA VIRUS (COVID-19) (Studi Pada Desa Pandansari Lor Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang) Wandra Wandra; Yaqub Cikusin; Hayat Hayat
Respon Publik Vol 16, No 1 (2022): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.555 KB)

Abstract

Penelitian  ini merupakan hasil penelitian yang menggambarkan tentang proses peran pemerintah desa dalam menanggulangi  wabah corona virus (covid-19) (studi pada desa pandansari lor kecamatan poncokusumo kabupaten malang). Latar belakang penelitian ini berawal dari Penyebaran covid-19 semakin meningkat yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia dengan total kasus 1,26 juta jiwa terinveksi covid-19, 1,07 juta jiwa telah sembuh dan 34.152 jiwa meninggal dunia serta Covid-19 menjadi perhatian penting pada bidang medis, bukan hanya karena penyebarannya yang cepat dan berpotensi menyebabkan kolaps sistem kesehatan, tetapi juga karena beragamnya manife stasiklinispada pasien. Oleh karena itu penulis ingin mengetahui bagaimana Bagaimana peran pemerintah desa Pandansari lor dalam penanggulangan covid-19 serta faktor  pendukung dan penghambat pemerintah desa Pandansari lor dalam penanggulangan covid-19. Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitian kualitatif yaitu penelitian yang menggambarkan peristiwa maupun fenomena yang terjadi di lapangan, pada penelitian di lakukan pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis pada penelitian ini menggunakan analisis deskritif kualitatif yaitu dengan cara data yag diperoleh dari hasil wawancara dengan informan dideskritifkan secara menyeluruh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ) upaya yang dilakukan pemerintah desa Pandansari Lor adalah membentuk satgas dan relawan, membuat peraturan wajib memakai masker, melakukan sosialisasi, himbau dan edukasi terkait dengan penyebaran Covid-19, (2) faktor pendukung penanggulang Covid-19 adalah sikap dari pemerintah desa dan masyarakat setempat dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 dan sarana dan prasarana yang ada di Desa Pandansari. Berdasarkan penelitian dan pembahasan maka penulis mengajukan saran-saran sebagai berikut : keterbukaan dan dukungan masyarakat terhadap setiap program penangan Covid-19 serta dukungan dan kerjasama yang baik antara  lembaga pemerintah dan non pemerintah serta masyarakat setempat.
PATOLOGI BIROKRASI (Studi Tentang Problem-Problem Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada Desa Wonorejo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang) Siti Latifatul Imama; Yaqub Cikusin; Khoiron Khoiron
Respon Publik Vol 13, No 6 (2019): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.312 KB)

Abstract

Birokrasi adalah struktur organisasi digambarkan dengan hierarki yang pejabatnya di angkat atau di tunjuk, garis tanggungjawab dan kewenangannya diatur oleh peraturan yang diketahui, dan justifikasi setiap keputusan membutuhkan referensi untuk mengetahui kebijakan yang pengesahannya ditentukan oleh pemberi mandat di luar struktur oganisasi itu sendiri. Birokrasi tidak bisa dilepaskan dalam sistem pemerintahan, keberadaan birokrasi sampai saat ini masih membawa polemik yang berkepanjangan. Dalam birokrasi tentu saja terdapat problem-problem dalam pengelolaannya, atau biasa disebut penyakit/patologi birokrasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui problem-problem birokrasi pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada Desa Wonorejo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian kualitatif yang dimksud adalah untuk mengetahui fenomena-fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian, dan penelitian deskriptif adalah penelitian yang diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta atau kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat, mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) problem-problem birokrasi pengelolaan BUMDes pada Desa Wonorejo masih terdapat problem dalam pengelolaannya yaitu kurangnya dana desa untuk kemajuan BUMDes dan juga belum adanya potensi wisata desa yang dapat dikembangkan. (2) keorganisasian BUMDes pada Desa Wonorejo masih belum ada kerjasama/hubungan baik dengan Kepala Desa dan BPD dan juga dalam BUMDes SDM-nya masih minim dan membutuhkan untuk perekrutan anggota baru. (3) fasilitas BUMDes pada Desa Wonorejo yaitu masih belum adanya gedung/kantor untuk bekerja para karyawan. (4) persepsi masyarakat mengenai problem-problem birokrasi pengelolaan BUMDes yaitu kurangnya sosialisasi kepada masyarakat tentang manfaat dan tujuan BUMDes, dan juga dalam pencairan dan penyaluran BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) masih terdapat keterlambatan, serta pada BUMDes tersebut belum adanya sistem upah untuk para karyawan yang mengakibatkan terdapat dua anggota BUMDes yang mengundurkan diri.Kata kunci :  Patologi Birokrasi, BUMDes, Problem Pengelolaan BUMDes 
Co-Authors Abdurrohman, Abdurrohman Adilah, Nandis Afifuddin Afifuddin Afifuddin Afifuddin, Afifuddin Afifudin Afifudin Agus Zainal Abidin Agus Zainal Abidin Aina Nafisatul Khilmiah Ainun Harir Ainun Nisa Kamila alfiana rizky ramadhany Alvin Nur Chahya Rahman Ana Silviana Andita Niken Anggraeni Anggraeni, Andita Niken Aniyatum Mashfiyah Armansyah Ghalib Muzakhi Aurellia Chintia Deby Ayu Aprilia Ayu Fajarwati Bachtiar Fachry Affandi Bahrul Ulum Citra Ayu Rahmanda Dadang Krisdianto, Dadang Deni Adi Burohman Djunaedy Ghony Elsa Maharani Emy Fatmawati Fita Mustafida Fitri Katri Nuryanti Ganis Anjar Cahyani Halim Arifin Harnadi, Alfianta Dwi Hasrilah Hasrillah Hasrillah Hasrillah Hasrillah Hasrillah Hayat Hayat Hendra Hafid Risalbi Hutama Taufiq Rizqi Igul Igul Ilham Satrio Aji Ilma Kholida Imam Bukhori Indri Dwi Cahyanti Intan Rizqita Ningtihana Iska Arina Khairina Nainggolan Khairina Nainggolan, Khairina khoiron khoiron Khoiron Khoiron Khoiron Khoiron Kikin Aviandani Kunti Fadaliyah Langgeng Rahmatullah Putra Lathifaturrodiyah Lathifaturrodiyah Lulu Shobihatun Naqibah Luluk Nur Faizah Lutfi Hilman Mangesti, Yovita Arie Maulidiyah, Risti Fitri Megawati Megawati Mirin Primudyastutie Moh. Ibrahim Mohammad Rifyal Adam Muhammad Tang Mukhamad Ifan Fauzi Nada, Fairoh Aida Qothrun Nandis Adilah Nur Syarifuddin Nuraehan Nuraehan Nuryana Visi Firdaus Pradila Agatha, Yoke Putra, Achmad Nowenta Rahmawati, Septina Dwi Ramadina, Savela Arthamevia Resti Ramadani Retno Wulan Retno Wulan Sekarsari Rizki Ahmad Fauzi Roni Pindahanto Widodo Roni Pindahanto Widodo Roni Pindahanto Widodo Rosichin Mansur Roudhotul Angelika Wibowo Rulam Ahmadi Ruslan Putra Rustam Dirgantara Putra Suharto S Endang Prasetyawati Safitri, Selvi Dian Saifuddin Saifuddin Selvi Dian Safitri Shohib Muslim Siti Latifatul Imama Slamet Hidayat Turohman Slamet Muchsin Slamet Slamet Slamet Slamet Slamet Suhartono Sunariyanto Sunariyanto Sunariyanto, Sunariyanto Suryani Suryani Taufiq Rahman Ilyas Tauhidiah Sinansari Tiffany Heruveradita Uyyun Regia Fatva Wandra Wandra Wandra Wandra Wandra, Wandra Yandri Radhi Anadi Yaqub Yesi Nur Agustina Yoke Pradila Agatha Zainal Abidin Zulfatul Arin