Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penerapan Model TTW Terhadap Kemampuan Menulis Matematis Siswa SMP Ditinjau Dari Motivasi Belajar Aisah .; Kodirun .; Mukhsar .
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2: Juli 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.521 KB) | DOI: 10.36709/jpm.v8i2.5986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata peningkatan kemampuan menulis matematis siswa yang diajar dengan model TTW dan pembelajaran langsung; mengetahui perbedaan pengaruh penerapan model TTW dan pembelajaran langsung terhadap kemampuan menulis matematis siswa ditinjau dari motivasi belajar. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIII SMPN 4 Kendari. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan statistik inferensial dengan two way anova dan uji beda dua rata-rata. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara signifikan rata-rata peningkatan kemampuan menulis matematis siswa yang diajar dengan  model TTW lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata peningkatan kemampuan menulis matematis siswa yang diajar dengan pembelajaran langsung; terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan penerapan model TTW dan pembelajaran langsung terhadap kemampuan menulis matematis siswa ditinjau dari motivasi belajar..
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VIII SMP Negeri 17 Kendari Ayu Putri Fajar; Kodirun Kodirun; Suhar Suhar; La Arapu
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2: Edisi Juli 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.246 KB) | DOI: 10.36709/jpm.v9i2.5872

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif. Strategi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 17 Kendari Tahun Ajaran 2017/2018 pada kelas VIII.7. Sumber data penelitian ini adalah hasil tes dan hasil wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematis siswa dengan kategori tingi sebanyak 3%, kategori sedang sebanyak 10%, dan kategori rendah sebanyak 87%. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa kinerja siswa dari masing-masing kategori adalah sebagai berikut: (a) siswa pada kategori tinggi dapat mengerjakan 6 butir soal atau menguasai 6 indikator kemampuan pemahaman konsep matematis; (b) siswa pada kategori sedang dapat mengerjakan 6 butir soal atau menguasai 6 indikator kemampuan pemahaman konsep matematis; dan (c) siswa pada kategori rendah dapat mengerjakan 4 butir soal atau menguasai 4 indikator kemampuan pemahaman konsep matematis
Efektivitas Model Pembelajaran Think Talk Write Terhadap Kemampuan Menulis Matematik Ditinjau Dari Disposisi Matematik Siswa SMP Darmawangsa Darmawangsa; Kodirun Kodirun; Hafiludin Samparadja
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1: Edisi Januari 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.369 KB) | DOI: 10.36709/jpm.v9i1.5759

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan KMM siswa yang mengikuti model pembelajaran TTW dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung ditinjau dari Disposisi Matematik (DM) siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siwa kelas VIII SMP Negeri 25 Konawe Selatan yang terdiri dari 3 kelas pararel. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan random class. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes KMM siswa berbentuk tes uraian, angket DM dan lembar observasi. Data dianalisi dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji hipotesis menggunakan Uji t beda dua rata-rata dari data N-Gain kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat peningkatan KMM siswa setelah diajar dengan model pembelajaran TTW; (2) Terdapat peningkatan KMM siswa setelah diajar dengan model pembelajaran langsung; (3) Secara signifikan rata-rata peningkatan KMM siswa yang diajar dengan model pembelajaran TTW lebih tinggi daripada rata-rata peningkatan KMM siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung; (4) Secara signifikan KMM siswa yang diajar dengan model pembelajaran TTW lebih tinggi daripada KMM siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung, baik ditinjau dari siswa yang memiliki DM tinggi, DM sedang maupun DM rendah.
Profil Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Open-Ended Novita Kumala Sari; Kodirun Kodirun; Kadir Kadir
Jurnal Amal Pendidikan Vol 3, No 1 (2022): Edisi April 2022
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/japend.v3i1.25270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis siswa kelas VII SMP Negeri 8 Konawe Selatan dalam menyelesaikan masalah open-ended. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan pendekatan deskriptif  kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 8 Konawe Selatan yang terdiri dari 5 kelas paralel yang berjumlah 109 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis pada indikator mengajukan dugaan tergolong tinggi dengan rata-rata sebesar 79,6, kemampuan penalaran matematis pada indikator melakukan manipulasi matematika tergolong rendah dengan rata-rata sebesar 65,6, kemampuan penalaran matematis pada indikator menarik kesimpulan, menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran solusi tergolong rendah dengan rata-rata sebesar 49, kemampuan penalaran matematis pada indikator menarik kesimpulan dari pernyataan tergolong rendah dengan rata-rata sebesar 49,6, kemampuan penalaran matematis pada indikator memeriksa kesahihan suatu argumen tergolong rendah dengan rata-rata sebesar 32,4, dan kemampuan penalaran matematis pada indikator menemukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi tergolong sangat rendah dengan rata-rata sebesar 2,6.
PERBANDINGAN ALGORTIMA PRIM DAN KRUSKAL DALAM MENENTUKAN POHON RENTANG MINIMUM Kodirun Kodirun
JURNAL ILMIAH MATEMATIKA DAN TERAPAN Vol. 6 No. 2 (2009)
Publisher : Program Studi Matematika, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/2540766X.2009.v6.i2.22

Abstract

Masalah yang sering ditemukan di dalam graf adalah bagaimana menentukan jarak minimal atau jarak terpendek, misalnya dalam  bidang transportasi, pemasangan kabel  listrik, dan kabel  telepon.  Salah satu  cara  untuk  menyelesaikan masalah  tersebut  yaitu  dengan  penentuan  pohon  rentang  minimum. Penelitian  ini  membandingan  dua  algoritma  yaitu  prim  dan  kruskal    dalam  menentukan  rentang minimum suatu pohon. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa algoritma prim lebih efisien dibanding algoritma  kruskal  saat  graf  yang  diberikan  memiliki  banyak  sisi  dengan  simpul  yang  sedikit  (graf lengkap),  tetapi  algoritma  kruskal  lebih  efisien  dibanding  algoritma  prim  saat  graf  yang  diberikan memiliki banyak simpul dengan sisi yang sedikit.
PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 KENDARI Wa Ode Fikrahayu Darmin; Kodirun Kodirun; La Arapu La Arapu
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppm.v10i2.27056

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kemandirian belajar, kemampuan komunikasi matematis dan mengetahui adanya pengaruh kemandirian belajar siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII SMP Negri 2 Kendari. (1) Analisis deskriptif rata-rata kemandirian belajar siswa sebesar . Kategori kemandirian belajar sedang. Sampelditeliti  siswakategori kemandirian belajar tinggi,  kemandirian belajar sedang, dan  siswakemandirian belajar rendah; (2) Analisis deskriptif komunikasi matematis siswakategori tinggi sebanyak 9 siswa mencapai, komunikasi matematissedang sebanyak 50 siswa mencapai , sedangkan komunikasi matetmatisrendah sebanyak 4 siswamencapai . Diperoleh nilai rata-rata komunikasi matematis . Kategori sedang; (3) Berpengaruhsignifikan kemandirian belajar pada komuniasi matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kendari. Koefisien determinasi pada besarnya pengaruh antara variabel kemandirian belajar terhadapkomunikasi matematisyaitu  atau . Disimpulkan bahwa pengaruh kemandirian belajar terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kendari sebesar .
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Impulsif-Reflektif Menurut Gender Muthahharah Idris; Kodirun Kodirun; Gusti Ngurah Adhi Wibawa
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v7i2.30196

Abstract

Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif-kualitatif yang bertujuan untuk mengungkap dan membandingkan kemampaun pemecahan masalah matematis siswa perempuan dan laki-laki yang bergaya kognitif impulsif dan reflektif. Teknik Analisis data yang digunakan ada 3 tahap yaitu; (1) reduksi data; (2) penyajian data; (3) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data dan pengamatan yang dilakukan, diperoleh beberapa kesimpulan; 1) Dari 31 siswa yang diberi tugas pemecahan masalah, terdapat 6 siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis berkategori tinggi, 16 siswa berkategori sedang dan 9 siswa berkategori rendah; 2) Keempat subjek penelitian mampu memahami masalah dengan baik; 3) Keempat subjek penelitian dapat memaparkan strategi atau tahapan penyelesaian masalah dengan baik, namun dalam membuat model matematika subjek impulsif laki-laki, reflektif (laki-laki dan perempuan) masih kurang tepat.  Subjek impulsif laki-laki melakukan kesalahan karena kurang teliti sedangkan subjek reflektif (laki-laki dan perempuan) melakukan kesalahan karena belum memahami dengan baik konsep matematika yang digunakan; 4) Keempat subjek penelitian masih kurang tepat melakukan melakukan proses perhitungan pada tahapan melaksanakan strategi penyelesaian. Subjek Impulsif (laki-laki dan perempuan) melakukan kesalahan karena kurang teliti sedangkan subjek reflekti (laki-laki dan perempuan) melakukan kesalahan karena kurang memahami konsep matematika yang digunakan contohnya rata-rata dan operasi bilangan bulat negatif; 5) Keempat subjek penelitian dapat melakukan penarikan kesimpulan dengan baik. Namun, untuk subjek impulsif (laki-laki dan perempuan) tidak melakukan pengecekan ulang teradap hasil yang diperoleh. Subjek reflektif laki-laki melakukan pengecekan untuk melihat semua taapan penyelesaian sudah dilaksanakan berbeda dengan subjek reflektif perempuan yang juga melakukan pengecekan terhadap hasil perhitungan yang dilakukan.
MEASUREMENT OF MATHEMATICAL PROBLEM SOLVING ABILITY BASED ON SELF EFFICACY CATEGORIZATION USING MIXED METHODS APPROACH Busnawir Busnawir; Mukhsar Mukhsar; Hidayat Ahmad; Kodirun Kodirun
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i2.7212

Abstract

Problem-solving ability is an important part of learning mathematics. The low ability to solve mathematics needs to get attention related to students' self-efficacy. This study aims to determine the level of mathematical problem-solving abilities based on the categorization of students' self-efficacy at high, medium, and low levels. This research was conducted in class XI SMAN 1 Konawe Utara with a total of 37 students as subjects. This type of research is descriptive quantitative and qualitative in the form of a mixed method. The research instrument consisted of tests of mathematical problem-solving skills, self-efficacy questionnaires, and interview guidelines. Data were analyzed using quantitative and qualitative descriptive analysis. The results of the study show that students with high self-efficacy are able to solve math problems following all stages of Polya; students with moderate self-efficacy are unable to follow all Polya stages, while students with low self-efficacy are unable to solve math problems following Polya stages. It was concluded that the level of self-efficacy of students had an influence on ability to solve math problems based on Polya's steps
Kompetensi Guru Matematika SMP dalam Membuat Soal Higher Order Thinking Skills Zamsir; Kodirun; Busnawir; Anwar Bey; La Arapu
Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v13i2.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru dalam membuat soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada mata pelajaran matematika. Kemampuan guru dalam membuat soal yang bertipe HOTS merupakan salah satu kompetensi yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Kurikulum 2013. Soal bertipe HOTS merupakan instrumen yang dapat dipergunakan guru untuk mengetahui kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Disamping itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui faktor atau kendala yang dialami guru dalam membuat soal HOTS, baik dalam ujian formatif (ulangan harian), maupun pada ujian sumatif (UTS dan UAS). Hasil penelitian menyimpulkan: 1) Kemampuan guru dalam membuat kisi-kisi soal pada umumnya sudah baik. Sebanyak 88% guru mampu membuat kisi-kisi penulisan soal dengan baik, sisanya 12 % masih perlu banyak berlatih membuat kisi-kisi penulisan soal;2) Sebanyak 80% guru sudah mampu membuat soal HOTS dengan tipe tanpa stimulus; 3) Sebanyak 60% guru mampu membuat soal HOTS dengan stimulus; dan 4) Faktor atau kendala yang dialami guru dalam membuat soal HOTS adalah guru masih terbiasa membuat soal yang bersifat LOTS dan belum ada kebijakan khusus dari sekolah tentang penggunaan soal HOTS dalam ujian, Penggunaan soal HOTS di sekolah masih bersifat himbauan.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas MIPA Ditinjau dari Self Efficacy di SMA Negeri 6 Kendari Wa ode Fauziah; Kodirun Kodirun; Zamsir Zamsir
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v8i1.42778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memiliki Self Efficacy pada siswa kelas X MIPA dan XI MIPA yang terbagi dalam tiga kategori yaitu tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X dan XI MIPA SMA Negeri 6 Kendari tahun ajaran 2021/2022 yang terdiri atas masing-masing 6 kelas paralel. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik pengambilan simple random sampling, disebabkan karena anggota populasi penelitian ini dianggap homogen. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan pemecahan masalah berdasarkan self efficacy siswa kelas X MIPA, pada kategori self efficacy tinggi berkisar antara 76 sebagai nilai minimum dan 90 sebagai nilai maksimum dengan rata-rata yaitu 82,87. Sedangkan pada kategori self efficacy rendah siswa berkisar antara 44 sebagai nilai minimum dan 72 sebagai nilai maksimum dengan rata-rata sebesar 56,13 sedangkan kemampuan pemecahan masalah berdasarkan self efficacy siswa kelas XI MIPA, pada kategori self efficacy tinggi berkisar antara 78 sebagai nilai minimum dan 96 sebagai nilai maksimum dengan rata-rata yaitu 87,4. Sedangkan pada kategori self efficacy rendah siswa berkisar antara 48 sebagai nilai minimum dan 70 sebagai nilai maksimum dengan rata-rata sebesar 58,7. Selain itu diperoleh bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memiliki self efficacy tinggi dan siswa yang memiliki Self efficacy sedang maupun siswa yang memiliki Self efficacy rendah baik pada siswa kelas X maupun XI MIPA di SMA Negeri 6 Kendari.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W adam, Pasrun Agustin, Fella Ainun Zariah Aisah . Anisa Anisa Anwar Bey Anwar Bey Aprilia . Arisona Aryanti, Mery Asrina Ena Ays Karlina Ayu Putri Fajar Bahriyanti Bahriyanti Busnawir Busnawir Busnawir Darmawangsa Darmawangsa Darmawangsa Darmawangsa Dewi Sanrasri Fortuna Rasak Dorce Banne Pabunga, Dorce Banne Elvita Beliana Viktor Ena, Asrina Fahyuddin Febriyanti Tahir Frisman Saleh Gusti Ngurah Adhi Wibawa Hafiludin Samparadja Hafiludin Samparadja Hamlin, Randita Cahyani Hardianti Hardianti Hasmal Hasmal Hasnawati Hasnawati Hendra Nelva Saputra Hermanto Hermanto Hermin Hermin Hidayat Ahmad Ikhwatun Muzayarah Ode Ikman Ikman Ikman, Ikman Ikman, Ikman Ili, La Indrawati, Wa Ode Jafar Jazuli, La Ode Ahmad Kadir Kadir La Arapu La Arapu La Arapu La Arapu La Arapu La Arapu La Masi La Masi La Masi La Ndia La Ndia Lambertus Lambertus Lambertus Lambertus, Lambertus Landita, Asriana Latief Sahidin Limpu, Agus Makklau, Makklau Makkulau Makkulau Mery Aryanti Misu, La Mohamad Salam Muhammad Sudia Muhammad Sudia Mukhsar . Muli, La Mustamin Anggo Muthahharah Idris Nana Sumarna Nana Sumarna Nela Arya Putri Nini Ratna Sari Novita Kumala Sari R, Rasmiati Rahmad Prajono Rahmat Rahmat Rahmat Rahmat Ramlin Ramlin Randita Cahyani Hamlin Rifal, Muhammad Risman Alifin Saleh Saleh Salim Salim Salim Salim, Salim Samparadja, Hafiludin Saputri, Wa Ode Yuliana Sidu, Sabaruddin Sitti Ramalan Solly Aryza Suhar Suhar Suhar, Suhar Suhar, Suhar Syaiful Akbar Ulfa Sari, Dian Wa ode Fauziah Wa Ode Fikrahayu Darmin Wa Ode Haliana Windi Aprilia Yuningsih, Sima Yusdiana Yusdiana Zahra, Fiqra Purnama Zamsir Zamsir Zamsir Zamsir Zamsir Zamsir