Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Penerimaan Diri Influencer Gay: Self Acceptance of Gay Influencer Anidia, Risma; Komalasari, Shanty
Jurnal Al-Husna Vol. 5 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Islamic Psychology Study Program, Faculty of Ushluddin and Humanities, UIN Antasari Banj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jah.v5i2.11374

Abstract

Self-acceptance is a process when an individual acknowledges, embraces, and understands oneself, including both strengths and weaknesses, as well as unique qualities. For gay individuals, self-acceptance means fully embracing their sexual identity without being concerned about others' perceptions. This study aims to explore the process of self-acceptance in gay individuals who have influence on social media. The theoretical framework utilized is Germer's self-acceptance theory, along with its stages of self-acceptance. The research employs a qualitative approach with interviews as the data collection technique. The interview was conducted with one subject who met the criteria of being a gay individual who has fully accepted themselves and has become an influencer on social media. The results of this study reveal that the subject progressed through all stages of self-acceptance, from avoidance to friendship. The subject chose to become an influencer so that individuals with a gay sexual identity out there could also fully embrace themselves. Keywords: gay; influencer; self acceptance.
Psikoedukasi Mengenai Regulasi Emosi Terhadap Murid Kelas 11 SMA X di Kota Banjarbaru (Gen-Z) Sabrina, Anisa; Ramadhani, Muhammad Wafi; Nabilapitri, Nabilapitri; Radhwa, Najehah Baidha; Amelia, Nor Mala; Aisya, Utiya Rihadatul; Fadhila, Mahdia; Komalasari, Shanty; Hairina, Yulia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.180

Abstract

Psikoedukasi tentang regulasi emosi pada kalangan remaja sangat diperlukan karena tahap ini ditandai oleh perubahan emosi yang yang cukup signifikan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menambah wawasan dan kemampuan murid kelas 11 dalam memahami serta menangani emosi mereka dengan cara yang positif. Pengabdian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan pengamatan langsung pada salah satu SMA yang berlokasi di Banjarbaru serta menggunakan studi pustaka sebagai pelengkap. Selama pelaksanaannya, para murid dibimbing untuk mengidentifikasi berbagai emosi, mengetahui dampaknya, dan menerapkan pendekatan yang sehat  dalam menyalurkan emosi tersebut. Temuan dari kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan psikoedukasi yang interaktif dan menarik mampu menumbuhkan kesadaran emosi serta keterampilan dalam mengelola emosi para murid. Secara ringkas, upaya sederhana namun sistematis seperti ini dapat membawa pengaruh baik bagi kesehatan mental remaja.
OPTIMALISASI WORK-LIFE BALANCE DI TEMPAT KERJA MELALUI PSIKOEDUKASI DAN INTERVENSI Nur, Zulfaidah; Firsada, M. Iqbal; Hidayat, Taufik; Komalasari, Shanty
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 6 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i6.2605

Abstract

The Standardization and Industrial Service Center (BSPJI) in Banjarbaru is facing the challenge of a high workload that affects the work-life balance of its employees, despite a supportive family-like work atmosphere. To address this issue, this community service activity aims to reduce burnout and stress while enhancing understanding of work-life balance (WLB) through psychoeducation and interventions such as the butterfly hug and ice breaking. The method involved 62 participants from ASN and PPNPN at BSPJI Banjarbaru, with a 90-minute session that included ice breaking to create a relaxed atmosphere, psychoeducation to provide knowledge about WLB, and the butterfly hug as a self-healing relaxation technique. Evaluation results showed that 95% of participants felt that the stress management techniques taught helped them manage work pressure better, and 100% understood the importance of balancing work and personal life. Additionally, 98% of participants reported a more positive work atmosphere after the activity, while 93% found the butterfly hug effective in relieving workplace stress. This activity also successfully increased motivation, self-confidence, and practical skills that can be applied in daily life, thereby improving the quality of life for employees. Thus, the psychoeducation training and interventions of butterfly hug and ice breaking effectively reduced burnout and stress among BSPJI Banjarbaru employees while promoting understanding and commitment to the importance of work-life balance in the workplace.
Penggunaan Stiker Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja di Biro SDM Polda Kalimantan Selatan Wahdati, Anisya; Yanti, Risda; Komalasari, Shanty; Musfichin
Devotion : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 1 No. 02 (2022): November
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/devotion.v1i02.4002

Abstract

The decline in occupational safety and health is a problem that occurs in the world of work. The number of work accidents that occur especially for employees who work in an environment that has a high risk of health and safety. Occupational safety and health in an organization is not only influenced by the system that has been implemented by the organization, but is also implemented by everyone's awareness of how to prevent it. The number of work accidents caused by a lack of knowledge about occupational safety and health (K3) and a non-conducive work environment. To overcome this problem, it is necessary to use K3 stickers in the work environment to prevent work accidents, especially in the Human Resources Bureau of the South Kalimantan Police. The purpose of holding this community service activity is to introduce the importance of occupational safety and health (K3) in the organization so that the staff of the South Kalimantan Police HR Bureau are aware of the importance of occupational safety and health (K3). The results of community service (PKM), concluded that the sticking of K3 stickers in the work room made the staff take the initiative to remove the power plug after use. Unlike before this PKM activity, many electrical plugs were found in the workspace that were still installed and not removed after use. Through this PKM activity, it is hoped that it will have a beneficial effect and educate the staff of the HR Bureau to always be careful about work safety.
Peranan Game Online Hay Day Sebagai Strategi Mengatasi Stres Akademik Mahasiswa Rahimah, Atikah; Yuniarti, Nanda Dwi; Irsyadina, Irsyadina; Komalasari, Shanty
Tabularasa: Jurnal Ilmiah Magister Psikologi Vol 7, No 2 (2025): Tabularasa : Jurnal Ilmiah Magister Psikologi, Juli
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/tabularasa.v7i2.5491

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peranan game online Hay Day dalam mengatasi stres akademik mahasiswa. Masalah difokuskan pada bagaimana mahasiswa menggunakan game online Hay Day untuk mengatasi stres, frekuensi penggunaannya, dan persepsi mahasiswa terkait potensi ketergantungan. Penelitian ini menggunakan teori Relaksasi Lazarus dan Folkman (1984). Metode yang digunakan adalah wawancara semi-terstruktur pada tiga mahasiswa aktif pengguna game Hay Day. Data dianalisis secara tematik, melalui pengkodean, pengelompokan tema, dan interpretasi mendalam. Validasi dilakukan melalui triangulasi, membandingkan informasi dari responden dan informan tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hay Day berfungsi sebagai mekanisme koping yang efektif, membantu mahasiswa mengalihkan perhatian dari tuntutan akademik dan menciptakan rasa kepuasan melalui gameplay yang menenangkan. Meskipun frekuensi dan durasi penggunaan bervariasi, responden mampu mengontrol permainan tanpa mengganggu aktivitas lainnya. Temuan ini memberikan wawasan baru mengenai potensi game online dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa, dengan penekanan pada penggunaan yang bijak untuk menghindari risiko ketergantungan. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya melibatkan tiga responden.
Membangun Kesadaran Emosional Remaja Panti Asuhan melalui Focus Group Discussion Rahmah, Aisyah; Lestari, Cecilia Joreva; Fasha, Firzia; Septiany, Medhia; Ramadhani, Naila Putri; Rafliyannor, Rafliyannor; Wijayanti, Rahayu Putri; Komalasari, Shanty; Hairina, Yulia; Fadhila, Mahdia
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v5i1.194

Abstract

Latar Belakang: Kegiatan pengabdian masyarakat bertema "Mengekspresikan Emosi" dilatarbelakangi oleh urgensi penguatan keterampilan sosial-emosional remaja panti asuhan yang kerap mengalami keterbatasan dalam mengelola dan menyalurkan emosi secara sehat. Tujuan: Untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan remaja dalam mengenali, memahami, serta mengekspresikan emosinya melalui pendekatan yang aman secara psikologis. Metode: Melakukan Focus Group Discussion (FGD) dan sesi berbagi pengalaman dengan pendekatan partisipatif. Hasil: Observasi dan wawancara terhadap tiga partisipan menunjukkan bahwa mereka telah memiliki kemampuan dasar dalam mengenali emosi, namun masih mengalami kesulitan dalam mengekspresikan emosi negatif secara verbal. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa keterbatasan ruang berbagi serta kurangnya relasi afektif di lingkungan panti menjadi faktor yang memengaruhi kemampuan regulasi emosi. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam mendukung intervensi psikososial berbasis empati dan trauma healing untuk mendampingi perkembangan emosional remaja secara berkelanjutan.
Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Anak melalui Kegiatan Membacakan Cerita Pendek di Depan Kelas Nufus, Bahjatun; Awwaliah, Rizkiah; Khairunnisa, Khairunnisa; Rahmah, Siti Annisa; Raisya, Gusti Firda; Lestari, Anita; Munawaroh, Munawaroh; Dzaky, Muhammad Tatsbitul Azmi Hisbullah; Hairina, Yulia; Fadhila, Mahdia; Komalasari, Shanty
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v5i1.195

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah fase penting dalam mengembangkan potensi anak, terutama dalam keterampilan komunikasi lisan dan kepercayaan diri. Salah satu metode yang berpengaruh dalam menstimulasi kedua aspek ini adalah melalui metode bercerita Metode: Penelitian ini dilakukukan melalui pendekatan kualitatif yaitu metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini berjumlah 23 anak di PAUD Terpadu IT SBB Ar Rahmah, Martapura. Tindakan dilaksanakan dengan 4 tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil: Delapan anak tampil secara sukarela menceritakan ulang cerita di depan kelas, menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kepercayaan diri dan keterampilan berbicara, meskipun tiga anak masih menunjukkan keterbatasan verbal. Kesimpulan: Kegiatan menceritakan ulang cerita animasi efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi anak pada usia dini. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan jangka panjang dan variasi media.
Pengenalan Emosi Dasar kepada Murid TPA Baiturrahman melalui Media Visual dan Lagu Islami Masbila, Asmi; Witjaksono, Bimo Hadi; Andini, Jeshira; Rahmadhani, Putri; Rahayu, Saidah Nafisah; Wijaya, Waffa Saphira Izzati; Komalasari, Shanty; Fadhila, Mahdia; Hairina, Yulia
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i3.1953

Abstract

Pengelolaan emosi pada anak usia dini merupakan aspek penting dalam perkembangan sosial dan kepribadian yang sehat bagi seorang individu. Pendidikan di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) perlu mengintegrasikan pembelajaran pengenalan emosi dasar dengan nilai-nilai keislaman agar anak mampu mengekspresikan perasaan mereka secara positif dan sesuai ajaran agama Islam. Kegiatan ni bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengenalan emosi dasar kepada murid TPA Baiturrahman dengan menggunakan media gambar ekspresi emosi dan lagu anak-anak yang memuat kalimat Islami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah psikoedukasi berbais media visual dan service learning. Program psikoedukasi Islami yang diselenggarakan di TPA Baiturrahman oleh mahasiswa Psikologi Islam UIN Antasari Banjarmasin terbukti mampu membantu anak-anak dalam memahami serta mengendalikan emosi dasar melalui pendekatan lagu-lagu Islami, permainan edukatif, dan interaksi langsung. Kegiatan ini memadukan konsep psikologi perkembangan dengan nilai-nilai spiritual Islam, sehingga efektif dalam menumbuhkan kecerdasan emosional, kemampuan sosial, dan kedekatan anak dengan nilai-nilai keagamaan. Program ini menjadi contoh pembelajaran menyeluruh yang patut diterapkan di berbagai lembaga pendidikan informal.
Analisis Faktor Trauma Dari Pengalaman Toxic Friendship Pada Generasi Z Putri, Syifarani; Komalasari, Shanty
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p38-48

Abstract

Manusia sebagai makhluk sosial memiliki keinginan untuk bersatu dengan sesama manusia dan lingkungannya. Namun, interaksi sosial tidak selalu positif, dan dapat menyebabkan trauma psikologis jika tidak ditangani dengan baik. Trauma adalah pengalaman yang dapat mengubah jalur kehidupan seseorang dan berdampak serius pada kesehatan mental mereka. Faktor-faktor yang mungkin menyebabkan trauma termasuk pengkhianatan, ejekan, dan pengucilan oleh teman atau lingkungan. Generasi Z, yang tumbuh di era digital, rentan terhadap pengalaman toxic friendship, yang dapat menghasilkan dampak psikologis yang signifikan. Studi kualitatif ini menggali pengalaman trauma yang diakibatkan oleh toxic friendship pada Generasi Z melalui wawancara dengan tiga mahasiswa. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor pengkhianatan, ejekan, dan pengucilan oleh teman dan lingkungan sosial memiliki kontribusi pada trauma psikologis. Pemahaman lebih dalam tentang permasalahan ini diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih efektif kepada Generasi Z yang mengalami dampak negatif dari toxic friendship. Studi lanjutan dengan metode penelitian yang beragam direkomendasikan untuk pemahaman yang lebih komprehensif.
Strategi Pengelolaan Diri Mahasiswa Rantau Dari Keluarga Broken Home: Studi Fenomenologi Rahmah, Siti; Fredita, Silva Yumi; Nurdin, Muhammad; Komalasari, Shanty
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p113-122

Abstract

Keluarga adalah lingkungan pertama yang sangat penting bagi perkembangan anak. Namun, saat ini banyak mahasiswa yang berasal dari keluarga broken home. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pengelolaan diri mahasiswa dari keluarga broken home dalam menghadapi tekanan emosional dan akademik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif ,dengan pendekatan fenomenologi, data dikumpulkan dengan wawancara semi-terstruktur yang dilakukan pada tiga mahasiswa dari keluarga broken home, kemudian data dianalisis menggunakan teknik tematik, meliputi pengelompokan tema, dan interpretasi mendalam, lalu validasi dilakukan dengan triangulasi data dan member checking untuk memastikan akurasi interpretasi. Hasil menunjukkan bahwa dukungan sosial, motivasi untuk meningkatkan kualitas hidup, serta strategi coping seperti pengalihan perhatian dan pengelolaan emosi adalah faktor utama dalam pengelolaan diri. Penelitian ini menyoroti pentingnya manajemen diri dan dukungan sosial bagi mahasiswa dari keluarga broken home untuk mengatasi tantangan kehidupan akademik dan sosial. Abstract Family is the first environment that is very important for a child's development. However, currently many students come from broken homes. This research aims to explore the self-management strategies of students from broken homes in dealing with emotional and academic pressure. The method used in this research is a qualitative approach. phenomenological, semi-structured interviews were conducted on three students from the family. broken home. The results show that social support, motivation to improve the quality of life, as well as coping strategies such as distraction and emotional management are the main factors in self-management. This research highlights its importance. self-management and social support for students from broken homes to overcome the challenges of academic and social life.
Co-Authors Abdul Sani Agustina, Sri Vina Ahmad Suriadi, Ahmad Aisya, Utiya Rihadatul Akhmad Sagir, Akhmad Aliffia, Dhiza Amelia, Nor Mala Amin, Muhammad Hasan Andini, Jeshira Anggraeni, Yulia Wahyu anidia, risma Anita Lestari Annisa, Rabiatul Anshori, Hafiz Anshori, Hafiz Apriliani, Dewi ardalepa, nurdin Ardelia, Sharifah Asmaran AS, Asmaran Asmaran Asmaran, Asmaran Aulia, Anisa Awwaliah, Rizkiah AYU LESTARI Aziza, Rifqa Ceria Hermina Dharmawan, Muhammad Rizky Dzaky, Muhammad Tatsbitul Azmi Hisbullah Fadhila, Mahdia Faridah, Hj. Siti Fasha, Firzia Fauzia, Nadia Firsada, M. Iqbal Fitriyani, Nurhidayah Fredita, Silva Yumi Fuady, Ridha Gisya, Gina Hasanah, Syamya Nor Humairah, Asysyfa Putri Irfan Noor, Irfan Irsyadina, Irsyadina Juliana, Rahmanisa Khairun Nisa Khairunnisa Khairunnisa Krisna Rendi Awalludin Lestari, Cecilia Joreva Lestari, Retno Puji Lubis, Rahmawati Malahayati Malahayati Masbila, Asmi Mawadah, Mawadah Mubarak Mubarak Muhammad Nurdin Mulyani Mulyani Munawaroh Munawaroh Munawwaroh Munawwaroh Musfichin musfichin, musfichin Na'imah, Khairun Nabilapitri, Nabilapitri Nasihah, Rofiatun Na’imah, Khairun Nisa, Rahmiatun Norhasanah Norhasanah, Norhasanah Nufus, Bahjatun Nur, Zulfaidah Nurfadilah Nuri Herachwati Octaviani, Farida Persada, Sonia Nur Pratama, Muhammad Aditya Putri, Syifarani Rabiatul Adawiyah Radhwa, Najehah Baidha Rafliyannor, Rafliyannor Rahayu, Saidah Nafisah Rahimah, Atikah Rahmadhani, Putri Rahmah, Aisyah Rahmah, Siti Annisa Rahmatillah, Vellynda Aisyah Raisya, Gusti Firda Ramadhani, Faisal Ramadhani, Muhammad Wafi Ramadhani, Naila Putri Raudah Raudah Roswandi, Edy Sabrina, Anisa Salehah, Muthia Seger Handoyo Sembiring, Rinawati Septiany, Medhia Setiawan, Muhammad Sofyan Shalehah, Nur Qamarina Mamlu'atus Shofia, Asra Sholatiah, Anisa Siti Faridah Siti Maimunah Sri Indah Sari, Orient Syawali, Imam Syifa, Nor Yulia Taufik Hidayat Toyibah, Toyibah Tri Yuliani, Tri Wahdati, Anisya Widyati, Listina Wijaya, Waffa Saphira Izzati Wijayanti, Rahayu Putri Witjaksono, Bimo Hadi yanti, Risda Yarni, Siti Sri Yulia Hairina Yuniarti, Nanda Dwi Zahroh, Siti Nur Alya Zainal Abidin