Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PERBEDAAN KADAR FLAVONOID KENTOS KELAPA (Cocos nucifera L.) YANG DIEKSTRAKSI DENGAN METODE BERBEDA Kurniawati, Evi; Lestari, Tri Puji; Pertiwi, Krisna Kharisma
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26952

Abstract

Kelapa adalah tanaman yang memiliki banyak manfaat. Buahnya bernilai ekonomi tinggi, baik yang masih muda maupun yang sudah tua. Di dalam buah kelapa terdapat bagian kentos atau tombong kelapa, yang merupakan awal terbentuknya tunas kelapa. Kentos berbentuk bulat dan berada di dalam daging buah kelapa yang sudah tua. Kentos kelapa memiliki banyak khasiat dan mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan manusia. Selain itu, kentos kelapa juga mengandung senyawa bioaktif, yaitu flavonoid. Untuk mendapatkan kandungan flavonoid dari kentos kelapa, perlu dilakukan proses ekstraksi. Kentos kelapa memberikan nutrisi yang sangat besar untuk tubuh dan masyarakat di Chennai- Tamil Nadu mengonsumsinya untuk mengurangi resiko tukak lambung. Kentos kelapa memiliki sifat kardioprotektif, termasuk sebagai antioksidan, dan juga memiliki kemampuan menurunkan infark miokard pada dosis 50, 100, dan 200 mg/100 g yang telah dibuktikanpada tikus jantan. Kentos kelapa sebagai bahan makanan memiliki banyak kandungan nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam proses metabolisme, di antaranya karbohidrat, protein, mineral, vitamin, dan lemak serta senyawa bioaktif seperti flavonoid dan terpenoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah perbedaan metode ekstraksi berpengaruh terhadap kadar flavonoid dalam ekstrak etanol kentos kelapa (Cocos nucifera L.) menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa kentos kelapa positif mengandung flavonoid. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kadar flavonoid dalam ekstrak etanol daging kelapa bervariasi tergantung pada metode ekstraksi yang digunakan. Metode soxhletasi menghasilkan kadar flavonoid total tertinggi (94,159 mgQE/g), diikuti oleh metode perkolasi (44,418 mgQE/g) dan maserasi (19,630 mgQE/g).
Perancangan Sistem Informasi Manajemen Inventaris Kontrol Stok Barang Berbasis Web Kurniawati, Evi; Ikhwan, Ali
Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Aplikasi Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Aplikasi
Publisher : Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Florindo Makmur is a company that processes cassava into tapioca flour into finished products. This company still has a number of problems that occur due to document processing that goes from one party to another. Document approval processes, for example purchase requisitions, are slow and long, this is because the employee is on leave or out of town, thus causing the required signature to take a long time and while the employee is at the workplace. Referring to these various problems, researchers identify problem solving whose goal is to improve the company's business processes. This company developed a supply chain management information system using steps including: analyzing the business stages that run there, analyzing problems that arise in the procurement stage and thinking about what effects and limitations arise when implementing SCM. SCM is the process of supply chain management, starting from the source of raw materials, through production, until the final product reaches the hands of the customer. One of the objectives of implementing SCM in corporate is to build good cooperation with suppliers. One possibility is the implementation of SCM. With this implementation, the process of purchasing raw materials becomes easier and good corporate relations can be established. In addition, internal corporate aspects such as production must also be considered. Delivery and services offered to consumers must be considered so that they feel comfortable. In establishing this system, researchers used MYSQL for the database, programming languages via PHP and HTML, and the waterfall method as planning and problem formulation.
Gerakan Opimba (Orang Tua Pintar Minum Obat): Penyuluhan dan Kaderisasi Orang Tua Cerdik dan Cermat dalam Penggunaan Obat Cair Shoviantari, M.Farm., Apt., Fenita; Saputra, Sony Andika; Kurniawati, Evi; Widyaningrum, Esti Ambar; Lestari, Tri Puji; Pertiwi, Krisna Kharisma; Sugiyartono, Sugiyartono; Mawardika, Herlinda
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat yang berbentuk liquida atau obat cair merupakan obat yang banyak digunakan oleh anak – anak dan juga lansia atau pasien yang memiliki kesulitan untuk menelan obat padat. Obat ini dianggap lebih praktis dan tepat dalam dosis penggunaannya karena dilengkapi dengan sendok takar sehingga dosis yang dapat diberikan lebih variatif bergantung pada kondisi pasien. Sebuah survei yang dilakukan terhadap pasien yang sedang menunggu di ruang tunggu dokter menunjukkan bahwa 73 persen pasien menggunakan sendok makan atau sendok teh untuk mengukur dosis obat cair, bukan menggunakan sendok/mangkuk ukur yang biasanya diberikan bersama obat cair. Pengukuran menggunakan sendok makan atau sendok teh yang sangat tidak akurat dapat menyebabkan masalah, seperti terlalu banyak atau terlalu sedikitnya obat yang dikonsumsi. Untuk itu, penting sekali untuk memberikan edukasi kepada Masyarakat mengenai pentingnya menggunakan sendok atau gelas takar yang disediakan di dalam kemasan obat Ketika menggunakan obat cair. Pengabdian Masyarakat yang bekerja sama dengan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Permata Ummat Trenggalek ini memberikan materi mengenai macam sediaan cair, cara penggunaan obat cair, cara membaca brosur obat cair, dan cara pemusnahan obat cair. Kegiatan pengabdian diawali dengan pre test dan diakhir dengan post test untuk mengukur pengetahuan Masyarakat sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan pengmas. Dari hasil evaluasi pre dan post test didapatkan peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan penyuluhan.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggolongan Obat Dan Beyond Use Date (BUD) Melalui Penyuluhan pada kader siaga Lestari, Tri Puji; Kurniawati, Evi; Widyaningrum, Esti Ambar; Pertiwi, Krisna Kharisma; Basuki, Dewy Resty
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menjaga mutu dan kualitas obat, maka pengelolaan terhadap obat itu sendiri sangat memberikan peran yang vital. Salah satunya adalah dengan mengetahui batas masa kadaluarsa dan penggolongan obat maka akan memudahkan masyarakat untuk menentukan waktu dan metode penyimpanan . Tanggal kadaluarsa obat yang sudah dibuka dapat berbeda dengan yang tertera pada kemasan yang berlaku untuk sediaan baik sediaan steril maupun non steril dimana ketika melewati batas tanggal tersebut maka sediaan yang dimaksud tidak boleh digunakan dan disimpan. Kegiatan pengabdian Masyarakat dilaksanakan di periode bulan desember 2022 pada kader siaga desa di kecamatan karangan, kabupaten trenggalek, Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pre dan post test juga diikuti dengan kegiatan konseling. Instrumen yang digunakan adalah dengan pemberian quesioner baik pada waktu pre test maupun post test , peserta juga diberi leaflet materi tentang penggolongan obat dan beyond use date (BUD). Konseling diberikan dalam waktu 3 hari setelah sosialisasi menggunakan media watshap. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan ada kenaikan prosentase pengetahuan yang cukup signifikan. Dimana datap dilihat pada tabel 1 bahwa rata-rata pengetahuan kader ada kenaikan dari 54,9% menjadi 92,5%.
ADMET Prediction of the Dominant Compound from Mangosteen (Garcinia mangostana L.) using pkCSM: A Computational Approach Muslikh, Faisal Akhmal; Kurniawati, Evi; Ma'arif, Burhan; Zenmas, Syendriva Zeptyan; Salmasfattah, Novyananda; Dhafin, Anis Akhwan; Prasetyawan, Fendy
International Journal of Contemporary Sciences (IJCS) Vol. 1 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijcs.v1i1.7271

Abstract

Mangosteen (Garcinia mangostana L.) is a plant belonging to the Guttiferae family with origins in Southeast Asia. The primary components in mangosteen peel consist of xanthones, particularly α-mangostin, which displays diverse pharmacological effects such as anti-diabetic properties, antioxidant activity, and anti-inflammatory effects. However, due to the insufficient information regarding studies on pharmacokinetics (administration, distribution, metabolism, excretion, and toxicity), the objective of this investigation is to explore pharmacokinetic predictions utilizing the pkCSM web tool. The α-mangostin compound, acquired from PubChem accessible at https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/, underwent pharmacokinetic analysis using the web tool available at https://biosig.lab.uq.edu.au/pkcsm/prediction. The study findings revealed that the α-mangostin compound, subjected to pharmacokinetic analysis with pkCSM, exhibited limited distribution capability.
The Effect Of Organizational Culture, Performance Benefits And Transformational Leadership On Employee Performance Mediated By Job Satisfaction: Pengaruh Budaya Organisasi, Tunjangan Kinerja Dan Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Pegawai Yang Dimediasi Oleh Kepuasan Kerja Kurniawati, Evi; Arief, Muhtosim; Riadi, Refren
Jurnal Bisnis dan Ekonomi Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Bisnis dan Ekonomi
Publisher : OGZ Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61597/jbe-ogzrp.v3i4.154

Abstract

Abstract This study also examines job satisfaction as a mediating variable in this relationship.   Objective : Studi ini menginvestigasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerja pegawai di Kantor BKPSDM Bogor, dengan fokus pada peran budaya organisasi, tunjangan kinerja, dan kepemimpinan transformasional.   Methods : This study investigates the factors that influence employee performance at the Bogor BKPSDM Office, focusing on the role of organizational culture, performance allowances, and transformational leadership.   Research results : The main findings indicate that performance incentives and transformational leadership significantly increase job satisfaction, which in turn positively impacts employee performance. Performance incentives and organizational culture are also shown to directly improve performance. However, organizational culture has no effect on job satisfaction, and transformational leadership does not have a significant direct effect on performance. Furthermore, job satisfaction successfully mediates the effect of performance incentives and transformational leadership on employee performance, highlighting its central role as a link between policies and work outcomes.
Improve Students' Cognitive Ability: The Influence of Two Stay Two Stray Learning Model Assisted by Google Sites Kurniawati, Evi; Mawarni, Agrintya Indah; Ardianto, Dimas
Proceedings International Conference on Education Innovation and Social Science 2023: Proceedings International Conference on Education Innovation and Social Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluation is the final step in determining the success of the learning process. One of them is to evaluate students' cognitive ability after the learning process. This paper will outline students' cognitive ability in Geography classroom employing Two Stay Two Stray learning model assisted by google sites as learning process. In order to improve students' cognitive ability, this research administered classroom action research approach with using test. Interesting me, students showed high difference average value in the last cycle that is 84,82. This increase can be seen from the results of student tests, students are more active and enthusiastic than before also. This improvement caused by Two Stay Two Stray learning model assisted by google sites. They feel difference atmosphere of learning. The Google site as a teaching media also supports students in utilizing technology in an appropriate manner. So, the next researcher must be utilizing technology and modifying learning models so it can be enhance motivation because students' willingness to learn is very influence students' cognitive ability.
The Relationship Between Age And Mothers' Knowledge Of Post Immunization Adverse Events (AEFI) In Infants Aged 0-1 Years Safitri, Citra Adityarini; Hety, Dyah Siwi; Susanti, Ika Yuni; Kurniawati, Evi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i12.23725

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dan terbukti mampu menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit menular yang dapat dicegah dengan vaksin (Preventable Diseases). Data prevalensi KIPI di berbagai negara dan di Indonesia menunjukkan bahwa reaksi lokal ringan adalah jenis KIPI yang paling sering dilaporkan. Di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 mencatat bahwa sekitar 33,4% anak mengalami KIPI. Gejala umum yang dilaporkan meliputi bengkak (20,2%), kemerahan (20,6%), dan demam tinggi (6,8%).Tujuan: Mengetahui hubungan usia dengan pengetahuan ibu dalam cara penanganan KIPI (kejadian ikutan pacsa imunisasi) pada  bayi usia 0-1 tahun.Metode:  Metodologi yang digunakan dalam studi ini adalah desain cross-sectional. Jumlah populasi yang menjadi target penelitian adalah 56 responden, yang kemudian diambil sampelnya sebanyak 40 responden. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik accidental sampling. Instrumen menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur variabel usia dan pengetahuan. Selanjutnya dianalisis secara statistik menggunakan uji chi square.Hasil: Data yang diperoleh menunjukkan bahwa proporsi responden dengan pengetahuan baik mencapai 42,5%, dan mayoritas responden (52,5%) degan usia reproduksi aktif (18-35 tahun). Hasil analisis inferensial dengan uji Chi Square memperkuat temuan ini, menunjukkan bahwa variabel usia dan pengetahuan ibu terkait secara signifikan dengan penanganan KIPI pada bayi usia 0-1 tahun, dengan nilai probabilitas sebesar p = 0.000.Kesimpulan: Usia dapat mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap tata cara penanganan kejadian KIPI pada bayi usia 0-1 tahun di Klinik Kalimantan, Gresik.Saran: Melakukan sosialisasi dan KIE mengenai program imunisasi, termasuk pemaparan tentang reaksi samping yang mungkin muncul, akan mengurangi kekhawatiran dan ketakutan ibu. Kata Kunci : Usia, Pengetahuan, KIPI, Bayi ABSTRACT Background: Immunization is one of the most effective public health interventions and has been proven to reduce morbidity and mortality rates from vaccine-preventable diseases. Prevalence data on adverse events following immunization (AEFI) in various countries and in Indonesia show that mild local reactions are the most commonly reported type of AEFI. In Indonesia, data from the 2013 Basic Health Research (Riskesdas) recorded that approximately 33.4% of children experienced AEFI. Common symptoms reported included swelling (20.2%), redness (20.6%), and high fever (6.8%).Objective: To identify the relationship between age and maternal knowledge in handling post-immunization adverse events in infants aged 0-1 year.Method:  The methodology used in this study was a cross-sectional design. The target population was 56 respondents, from which a sample of 40 respondents was taken. Sampling was conducted using accidental sampling techniques. The instrument used was a structured questionnaire to measure the variables of age and knowledge. The data were then analyzed statistically using the chi-square test.Results: The data obtained showed that the proportion of respondents with good knowledge reached 42.5%, and the majority of respondents (52.5%) were of active reproductive age (18-35 years). The results of the inferential analysis using the chi-square test reinforced these findings, showing that the variables of age and maternal knowledge were significantly related to the management of AEFI in infants aged 0-1 year, with a probability value of p = 0.000.Conclusion: Age can influence mothers' knowledge of how to handle KIPI in infants aged 0-1 year at the Kalimantan Clinic, Gresik.Suggestion: Conducting socialization and KIE (information, education, and communication) about the immunization program, including explanations about possible side effects, will reduce mothers' concerns and fears. Keywords: Age, Knowledge, KIPI, Infants 
EDUKASI PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI SMA MUHAMMADIYAH KOTA BANDA ACEH Kurniawati, Evi; Afriana, Afriana; Husna, Nurul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.55237

Abstract

Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan merupakan mata rantai yang sangat penting, karena kedudukannya sebagai ujung tombak dalam upaya peningkatan sumber daya manusia. Sedangkan bidan dikomunitas merupakan seorang bidan yang dituntut mampu memberikan pelayanan yang bersifat individual maupun kelompok. Masalah personal hygiene saat menstruasi yang tidak dijaga dengan benar  akan berisiko mengalami infeksi alat reproduksi, salah satunya keputihan. Keputihan  yang tidak diatasi dapat menyebabkan masalah serius bagi perempuan seperti infertilitas (kemandulan), kehamilan ektopik (kehamilan diluar kandungan), radang panggul dan nyeri panggul kronis.          Tujuan pengabdian ini untuk memberi edukasi tentang personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri tahun 2025. Dengan sasaran remaja putri SMA Muhammadiyah Kota Banda Aceh, pada hari Rabu, 16 Juli 2025 di gedung serbaguna SMA Muhammadiyah Kota Banda Aceh. Berdasarkan survey awal yang didapatkan sebahagian besar remaja putri tidak mengerti cara menjaga organ reproduksinya dengan baik saat mentruasi Target yang ingin dicapai dari pengabdian ini yaitu pemahaman remaja putri tentang personal hygiene saat menstruasi di SMA Muhammadiyah Kota Banda Aceh.