Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PEKERJAAN IBU DENGAN STATUS IMUNISASI BADUTA LENGKAP (IBL) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIRTA JAYA Astuti, Yuli; Tunggal, Tri; Laili, Fitria Jannatul; Megawati, Megawati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i2.10410

Abstract

The follow-up immunization for under-two children (Baduta) is essential in maintaining high immunity levels for optimal protection. In Tanah Laut Regency, the Complete Baduta Immunization (IBL) coverage in 2023 reached 63.49% (3,805 out of 5,990 targets), while the Tirta Jaya Community Health Center recorded an achievement of 67.45% (143 out of 212 targets), ranking 9th among 22 community health centers. This study employs a quantitative approach with a cross-sectional design, involving 35 respondents selected through purposive sampling. The research examines the relationship between maternal knowledge, attitudes, and employment with Complete Baduta Immunization Status (IBL). Data were collected using questionnaires and analyzed using univariate and bivariate tests with a significance level of α=0.05. Findings indicate significant associations between maternal knowledge (p = 0.002), attitudes (p = 0.041), and employment (p = 0.015) with IBL status. Pearson Chi-Square analysis shows a strong correlation (66.55%) between the three independent variables and IBL status, emphasizing the crucial role of maternal factors in immunization completeness Imunisasi lanjutan untuk anak di bawah dua tahun (Baduta) sangat penting dalam menjaga tingkat kekebalan yang tinggi guna memberikan perlindungan optimal. Di Kabupaten Tanah Laut, cakupan Imunisasi Baduta Lengkap (IBL) pada tahun 2023 mencapai 63,49% (3.805 dari target 5.990), sementara di Puskesmas Tirta Jaya, capaian sebesar 67,45% (143 dari target 212), menempatkannya di peringkat ke-9 dari 22 puskesmas di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 35 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Penelitian ini menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu, sikap ibu, dan pekerjaan ibu dengan status Imunisasi Baduta Lengkap (IBL). Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji univariat serta bivariat menggunakan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p = 0,002), sikap ibu (p = 0,041), dan pekerjaan ibu (p = 0,015) dengan status IBL. Analisis Pearson Chi-Square menunjukkan korelasi yang kuat (66,55%) antara ketiga variabel independen dengan status IBL, menekankan peran penting faktor maternal dalam kelengkapan imunisasi
Hubungan Pengetahuan Tentang Kontrasepsi IUD Dengan Sikap Terhadap Pemilihan Kontrasepsi IUD Di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Raya Tahun 2024 Santi, Ais; Yuliastuti, Erni; Tunggal, Tri; Laili, Fitria Jannatul
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.217

Abstract

Latar Belakang : Salah satu metode kontrasepsi yang di anjurkan oleh pemerintah pada PUS sebagai alat kontrasepsi jangka panjang adalah IUD. Berdasarkan data di Puskesmas Beruntung Raya pada tahun 2022 jumlah akseptor IUD 22 orang (1,17%) dan pada tahun 2023 jumlah akseptor IUD 8 orang (0,42%). Dari data tersebut dapat di lihat pemakaian IUD di Puskesmas Beruntung Raya masih rendah di bandingkan dengan target yang di tetapkan oleh BKKBN yaitu 28,9%. Tujuan : Menganalisis hubungan pengetahuan tentang kontrasepsi IUD dengan sikap dalam pemilihan kontrasepsi IUD di wilayah kerja Puskesmas Beruntung Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan cross sectional study.Sampel pada penelitian ini adalah 60 akseptor KB baru yang di ambil dengan teknik accidental sampling. Instrumen yang di gunakan adalah kuisioner. Hasil Penelitian: Didapatkan bahwa dari 60 responden, 23 responden (38,3%) memiliki pengetahuan cukup dan bersikap positif 31 responden (51,7%) dalam pemilihan kontrasepsi IUD. Hasil analisa uji Chi Square diperoleh hasil bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang kontrasepsi IUD dengan sikap dalam pemilihan kontrasepsi IUD (ρ-value 0,576). Simpulan: Pengetahuan bukanlah satu-satunya faktor penentu sikap masyarakat terhadap pemilihan kontrasepsi IUD. Faktor lain mungkin lebih dominan dalam mempengaruhi sikap terhadap kontrasepsi IUD seperti pengalaman pribadi, pengaruh sosial, mitos dan preferensi keluarga.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Anemia Dengan Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah di SMPN 8 Banjarmasin Astuti, Sekar Sriwahyu Wulan; Yuliastuti, Erni; Tunggal, Tri; Kristiana, Efi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.222

Abstract

Latar Belakang : Anemia merupakan masalah kesehatan utama yang terjadi di masyarakat dan sering dijumpai di seluruh dunia. Angka prevalensi anemia di SMPN 8 Banjarmasin sebanyak 16,27%. Anemia sering terjadi pada remaja perempuan, ini dikarenakan remaja putri kehilangan zat besi saat menstruasi sehingga membutuhkan lebih banyak asupan zat besi. Pengetahuan dan sikap merupakan faktor penyebab rendahnya kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet tambah darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang anemia dengan kepatuhan minum tablet tambah darah di SMPN 8 Banjarmasin. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian adalah remaja putri kelas VII dengan jumlah sampel sebanyak 101 responden. Teknik sampel menggunakan metode Random Sampling. Variabel yang digunakan adalah variabel dependen yaitu kepatuhan dan variabel independen yaitu pengetahuan dan sikap.Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Chi Square Test. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan responden minum tablet tambah darah paling banyak yaitu kurang patuh (65,3%),sedangkan pengetahuan responden paling banyak yaitu kurang (59,4%) dan sikap responden paling banyak yaitu positif (61,4%).Analisa data dengan uji chi square didapatkan ρ-value 0,211 α 0,05 dan p-value 0,092 α 0,005.Tidak ada hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri dengan kepatuhan minum tablet tambah darah di SMPN 8 Banjarmasin. Kesimpulan : Pengetahuan remaja putri tentang anemia dalam kategori kurang, sedangkan sikap remaja putri dalam kategori positif dan kepatuhan minum tablet tambah darah dalam kategori kurang patuh. Pemberian edukasi dan sosialisasi untuk memberikan informasi mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah perlu ditingkatkan.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Antenatal Care (K6) Di Wilayah Puskesmas Alalak Selatan Tahun 2024 Zubay, Irma Damayanti; Yuniarti, Yuniarti; Kristiana, Efi; Tunggal, Tri
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.223

Abstract

K6 adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu hamil minimal 6 kali selama masa kehamilannya yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten untuk mencegah, mendeteksi, dan mengelola faktor risiko di masa kehamilan. Puskesmas Alalak Selatan memiliki K6 masih dibawah target yaitu sebanyak 52% dan menempati urutan ke 6 dari 27 puskesmas. Untuk mengetahui hubungan pendidikan, paritas, pengetahuan dan dukungan suami dengan K6 di wilayah Puskesmas Alalak Selatan tahun 2024. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif yang menggunakan metode survey analitik dengan desain cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 85 ibu nifas dengan jumlah sampel sebanyak 70 responden, menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan studi dokumentasi dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan analisis Spearman’s Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara paritas (ρ value = 0,048), pengetahuan (ρ value = 0,000), dan dukungan suami (ρ value = 0,000) dengan K6. Pendidikan (ρ value = 0,070) tidak ada hubungan dengan K6 di wilayah Puskesmas Alalak Selatan tahun 2024. Faktor yang berhubungan dengan K6 adalah paritas, pengetahuan dan dukungan suami. Ibu hamil dengan paritas sedikit memiliki pengalaman yang sedikit dalam kehamilan sehingga lebih rajin melakukan K6. Ibu dengan pengetahuan K6 yang baik akan menganggap penting K6 dan menjadikannya sebagai kebutuhan. Dukungan suami seperti bersedia mendengarkan keluhan ibu hamil dan mencari informasi akan kesehatan selama kehamilan mampu meningkatkan K6.
Hubungan Umur, Paritas Dan Tingkat Pendidikan Terhadap Pemakaian Kontrasepsi IUD Di Puskesmas Pekauman Marollita, Dewi; Tunggal, Tri; Yuliastuti, Erni; Hipni, Rubiati
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.236

Abstract

Latar Belakang: IUD adalah salah satu alat kontrasepsi ideal untuk mencegah kehamilan di rekomendasikan pada program keluarga berencana yang mengandung hormon di masukan ke dalam rahim melalui vagina. Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Pekauman pemakaian IUD aktif hanya sebanyak 1,7 % dari 9.683 PUS. untuk pemakai IUD baru tahun 2021 sebanyak 0.2 %, tahun 2022 sebanyak 2% dan 2023 sebanyak 2%.  Tujuan: Mengindentifikasi hubungan umur, paritas dan tingkat pendidikan terhadap pemakaian kontrasepsi IUD dan menganalisa hubungan umur, paritas dan tingkat pendidikan terhadap pemakaian kontrasepsi IUD di Puskesmas Pekauman. Metode Penelitian Menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan case control. Populasi seluruh wanita PUS akseptor KB tahun 2023 jumlah 9.683 orang. Sampel menggunakan perbandingan 1:1 dengan teknik simple random sampling, sampel kasus 133 pemakai IUD, sampel control 133 PUS akseptor KB. Instrumen penelitian ini menggunakan buku register KB di Puskesmas Pekauman. Analisi data yang di gunakan adalah Chi-Square. Hasil penelitian Didapatkan bahwa dari 266 responden, 133 orang (50%) memakai IUD. 133 orang (50%) tidak memakai IUD, Responden penelitian dengan umur tidak berisiko sebanyak 75 orang (56,4%), paritas berisiko sebanyak 98 orang (73,7%), dan pendidikan menengah sebanyak 61 orang (45,9%). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan umur (ρ = 0,007), ada hubungan paritas (ρ = 0,000), ada hubungan pendidikan (ρ = 0,000) dengan pemakaian IUD. Kesimpulan penelitian Umur, paritas dan pendidikan berhubungan terhadap pemakaian kontrasepsi IUD.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III DALAM MENGHADAPI PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ALUH-ALUH KABUPATEN BANJAR Nurmawaty, Eka; Tunggal , Tri; Megawati , Megawati; Kirana , Rita
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan dan persalinan adalah suatu proses normal (fisiologis) yang terjadi pada seorang wanita. Kecemasan pada ibu hamil akan sangat berpengaruh buruk bagi kehamilan dan janin karena dapat berkembang menjadi antepartum depression, dapat berkembang menjadi ancaman post partum blues dan post natal depression yang sangat berbahaya bagi kesehatan ibu dan bayi hingga di masa depan. Suami dapat mengambil perannya untuk memutuskan permasalahan istrinya yang sedang hamil dengan memberikan dukungan positif. Mengetahui hubungan dukungan suami dengan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di wilayah kerja Puskesmas Aluh-Aluh Kabupaten Banjar. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif berupa Deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Analisisa bivariat menggunakan Spearman Rank dengan populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Aluh-Aluh Tahun 2024 yang berjumlah 64 ibu hamil dengan total 30 sampel penelitian. Pengambilan sampel diambil dengan Accidental sampling. Tingkat kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di wilayah kerja Puskesmas Aluh-Aluh Kabupaten Banjar didapat bahwa didapat bahwa ibu hamil yang mengalami kecemasan ringan adalah 17 orang responden (56,7%), dan ibu hamil yang mengalami kecemasan sedang adalah 13 orang responden (43,3%). Dukungan suami ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di wilayah kerja Puskesmas Aluh-Aluh Kabupaten Banjar adalah sebanyak 15 ibu hamil (50%) mendapat dukungan suami dan 15 ibu hamil (50%) tidak mendapat dukungan suami. Ada hubungan antara dukungan suami dengan Tingkat kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan dengan p-value 0,000 di Wilayah Puskesmas Aluh-Aluh. Ada hubungan antara dukungan suami dengan Tingkat kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan dengan p-value 0,000 di Wilayah Puskesmas Aluh-Aluh. Hasil Uji Statistik menggunakan Uji Spearman Rank (Rho) di peroleh angka koefisien korelasi sebesar 0,740**, artinya tingkat kekuatan hubungan (Korelasi) antara variabel dukungan suami dengan tingkat kecemasan ibu hamil berada pada kategori kuat.
PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN DARI FAKTOR PENGETAHUAN DAN SOSIAL BUDAYA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI PINANG KABUPATEN BANJAR Nor’alina, Nor’alina; Tunggal, Tri; Yuniarti , Yuniarti; Yuliastuti, Erni
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan angka kematian ibu. dari studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan Juni - Juli 2024 ada 11 ibu bersalin di dukun, dengan alasan masih menganut adat atau kepercayaan turun temurun dari keluarga, akses yang masih sulit, topografi yang terjal dan berliku-liku, dan jarak menuju ke tempat fasilitas kesehatan cukup jauh. Semua alasan tersebut tidak lepas dari kuatnya kepercayaan mereka terhadap dukun kampung yang dianggap dapat memberikan rasa aman. Menganalisis hubungan pengetahuan dan sosial budaya ibu hamil dengan pemilihan penolong persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Pinang. Jenis penelitian ini Kuantitatif dengan pendekatan waktu Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini semua ibu hamil trimester III sebanyak 36 orang dengan Teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Variabel Independen pengetahuan dan sosial budaya, variabel Dependen penolong persalinan. Dianalisa dengan Teknik univariat dan bivariat (menggunakan uji Chi Square dengan α = 0,05). Didapatkan ibu hamil trimester III berjumlah 36 (100%), sebagian besar berpengetahuan baik 28 (77,8%), dukungan sosial budaya baik 28 responden (77,8%) dan sebagian besar pertolongan persalinan oleh nakes 28 (77,8%). Uji analisis menggunakan Chi Square menunjukkan bahwa tingkat signifikansi 0,000 < α = 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima dengan demikian bahwa ada hubungan pengetahuan dan sosial budaya ibu hamil trimester III dengan pemilihan penolong persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Pinang. Semakin baik pengetahuan dan sosial budaya ibu hamil maka semakin baik pula keputusan dalam menentukan pemilihan penolong persalinan yang aman.
HUBUNGAN KEJADIAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN BALITA USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ALUH-ALUH KABUPATEN BANJAR TAHUN 2024 Nurhidayah, Nurhidayah; Tunggal , Tri; Prihatanti , Nur Rohmah; Laili , Fitria Jannatul
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting yaitu kekurangan gizi kronis karena malnutrisi jangka panjang ditandai Z-score <-2SD. sebanyak 22,3% balita di dunia mengalami stunting. Stunting mempengaruhi perkembangan fisik, mental, emosional dan perkembangan otak, menyebabkan keterlambatan perkembangan kognitif dan motorik terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Mengetahui hubungan kejadian stunting dengan perkembangan Balita usia 6-24 Bulan di wilayah kerja Puskesmas Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Tahun 2024 Jenis penelitian ini menggunakan metode Survey Analitik dengan rancangan case control kepada 130 balita stunting dan 130 balita normal yang dilakukan skrinning perkembangan memakai Kuesioner Pra Skrinning Perkembangan (KPSP) sesuai umur. Dari 260 balita terdapat 130 (50%) Balita dengan kategori Stunting dan 130 (50%) balita normal di Wilayah Kerja Puskesmas Aluh-Aluh. Balita dengan hasil perkembangan sesuai sebanyak 215 orang (82,7%), balita dengan hasil perkembangan meragukan sebanyak 32 orang (12,3%) dan hasil perkembangan penyimpangan sebanyak 13 orang (5%) . Hasil Uji Statistik menggunakan Uji Chi-Square diperoleh p-value 0,000 < 0,05 dengan OR 22,095. Ada hubungan antara Kejadian Stunting dengan Perkembangan Balita
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WUS DENGAN PEMERIKSAAN IVA TEST DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN SIMPANG EMPAT TAHUN 2024 Yuningsih, Delma; Tunggal, Tri; Laili, Fitria Jannatul; Hipni, Rubiati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v11i4.10644

Abstract

This study aims to analyze the relationship between knowledge, attitude, and the practice of IVA (Visual Inspection with Acetic Acid) examination as an early detection method for cervical cancer among women of reproductive age (WRA) in the working area of Simpang Empat Health Center. The research employed a descriptive-analytic survey method with a quantitative approach using the Chi-Square test at α = 0.05 on 98 respondents. Data were collected through questionnaires covering aspects of knowledge, attitude, and IVA examination practices. The results revealed that 35.7% of respondents had sufficient knowledge, 66.3% exhibited negative attitudes towards IVA examinations, and 65.3% did not undergo IVA examination. Bivariate analysis indicated a significant relationship between knowledge level (ρ-value = 0.000) and attitude (ρ-value = 0.000) with the practice of IVA examinations. Adequate knowledge influences WRA’s awareness and motivation to conduct early cervical cancer detection, while a positive attitude impacts their perception and response to IVA examinations. Conversely, a lack of knowledge and negative attitudes were major barriers to the practice. This study aligns with previous research by Oktavia (2020), Nuryawati (2020), and Asmin (2020), which demonstrated a correlation between knowledge and attitude with the practice of early cervical cancer detection. The study concludes by emphasizing the importance of intensive education by healthcare workers to enhance knowledge and foster positive attitudes among WRA towards IVA examinations, thereby reducing cervical cancer risks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, dan pelaksanaan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) sebagai metode deteksi dini kanker serviks pada Wanita Usia Subur (WUS) di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Simpang Empat. Metode penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif melalui uji Chi-Square dengan α = 0,05 terhadap 98 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan pelaksanaan pemeriksaan IVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 35,7% responden memiliki pengetahuan cukup, sementara 66,3% responden memiliki sikap negatif terhadap pemeriksaan IVA, dan sebanyak 65,3% responden tidak melakukan pemeriksaan IVA. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan (ρ value = 0,000) dan sikap (ρ value = 0,000) dengan pelaksanaan pemeriksaan IVA. Pengetahuan yang baik memengaruhi kesadaran dan motivasi WUS untuk melakukan deteksi dini kanker serviks, sedangkan sikap positif memengaruhi persepsi dan respons terhadap pemeriksaan IVA. Sebaliknya, kurangnya pengetahuan dan sikap negatif menjadi penghambat utama pelaksanaan pemeriksaan. Studi ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Oktavia (2020), Nuryawati (2020), dan Asmin (2020) yang menunjukkan hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap pelaksanaan deteksi dini kanker serviks. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya edukasi yang intensif oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif WUS terhadap pemeriksaan IVA, sehingga dapat menurunkan risiko kanker serviks.
UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS IBU DALAM PELAKSANAAN IMUNISASI DI ERA NEW NORMAL DI KOTA BANJARBARU yuniarti, yuniarti; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Tunggal, Tri
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Rakat Sehat: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.439 KB) | DOI: 10.31964/jrs.v2i1.20

Abstract

Routine immunizations that are carried out continuously and continuously, consist of basic and advanced immunizations. Basic immunization is given to babies before the age of 1 year. The purpose of this activity is to increase the understanding and knowledge of mothers and families about immunization and reduce anxiety about the implementation of immunization in the new normal era. The target audience is mothers of infants aged 0-3 months totaling 75 people. The initial stage of the activity carried out was to convey material on immunization in infants and how to overcome maternal anxiety in the new normal era using lecture, discussion, direct question and answer, and leaflet distribution methods. The second stage is to assist mothers in the implementation of immunization as one of the supports and overcome the anxiety of mothers in the new normal era to bring their children to immunization. And at the final stage of the activity an evaluation is carried out which consists of Evaluation after community service activities to determine the target's understanding of immunization administration and how to overcome maternal anxiety using a questionnaire. Evaluation of activities carried out after 1 month and 3 months of implementation of activities to determine the achievement of immunization in infants in the new normal era. Results At the initial stage, a pretest was conducted about immunization, there were 34 mothers (45.3%) with good knowledge about immunization, 39 mothers (52%) with sufficient knowledge and 2 mothers (2.7%) had poor knowledge about immunization. After 3 months of mentoring and counseling, it appears that the mother's knowledge has increased. In the pre-test of the mother's knowledge level, an average of 52% had sufficient knowledge about immunization. While in the post-test the mother's knowledge increased, to 68% with good knowledge. So it can be concluded that the mother's understanding and knowledge of immunization increased and the mother's anxiety was reduced by the mother understanding about the procedure for implementing immunization in the new normal era and willing to bring her child to the health center for immunization.
Co-Authors Alit Suwandewi Angraini, Dika Tri Anita Agustina Anita Agustina, Anita Antung Mariah Arie Heryanti Astuti, Sekar Sriwahyu Wulan Bangun, Vebry Erika Yanti Chairiyah Chairiyah Chairiyah Chairiyah Citrawati, Risma Novi Daiyah, Isrowiyatun Damanik, Romewahni Br Dewi, Vonny Khresna Dewi, Vonny Khresna Dewi Efi Kristiana Endo Argo Kuncoro Erni Setiawati Erni Yuliastuti Erni Yuliastuti Fitria Jannatul Laili Hapisah Hapisah Hapisah Hapisah Hapisah Hapisah, Hapisah Harmanda, Fidel Hasbi Hasbi Hilda Agustina Isnaniah, Isnaniah Isrowiyatun Daiyah Isrowiyatun Daiyah Karinda, Merlin Kirana , Rita Kristiana, Efi Laili , Fitria Jannatul Latifah LATIFAH Latifah Latifah Luh Putu Ratna Sundari Luthfia Luthfia Marollita, Dewi maslani, noorhayati Megawati , Megawati Megawati - Melda Hayati Rahmi Merlin Karinda Mulianisaa, Rakhma Noor Adha Aprilea Normalia, Normalia Norviana, Pebia Nor’alina, Nor’alina Novi Ismarini Nur Rohmah Prihatanti Nurhidayah Nurhidayah Nurmawaty, Eka Olivia Ritanty Prihatanti , Nur Rohmah Prihatanti, Nur Rohmah Putri, Veby Angela Rafidah Rafidah Rahmatika, Novia Ratnaningtyas, Devi Vemmy raudatul jannah Rini Astuti Rita Kirana Rizani, Akhmad Rizky Vaira Roslinawati, Selvia Rubiati Hipni Rubiati Hipni, Rubiati Rusmawati Rusmawati, Rusmawati Rusmilawaty Santi, Ais Sari, Yashinta Karina Shafa, Hidayuatun Siti Yulia Sari Sofia, Norlaila Sufiawati, Desy suhrawardi, suhrawardi Suwandewi, Alit Syamsuddin Alan Syamsuddin Syamsuddin Tamaria Panggabean Vaira, Rizky vonny khresna dewi Vonny Khresna Dewi wahyuni wahyuni Wiyono, Nurlita Sari Wulandari Wulandari Yuli Astuti Yuniarti , Yuniarti Yuniarti Yuniarti Yuniarti Yuniarti Yuningsih, Delma Zakiah Zubay, Irma Damayanti Zulfikar Ali As, Zulfikar Ali