Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN UMUR DAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN SIMPANG EMPAT TAHUN 2024 Rahmawati, Tri Tunggal, Erni Yuliastuti, Rafidah
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 01 Februari (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia pada ibu hamil menjadi penyebab utama terjadinya perdarahan. Berdasarkan studi pendahuluan Puskesmas Perawatan Simpang Empat banyak ditemukan ibu hamil yang anemia sebesar 10,2%. Sehingga peneliti ingin melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui Hubungan Umur dan Tingkat Pengetahuan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Puskesmas Perawatan Simpang Empat Tahun 2024. Populasi sebanyak 215 ibu hamil dan ditemukan sampel sebanyak 68 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Simpang Empat. Penelitian menggunakan metode cross sectional. Sampel menggunakan teknik Accidental Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Penelitian ini telah mendapatkan surat Penerimaan Ethical Clearance dari KEPK Polttekkes Kemenkes Banjarmasin dengan No.915/KEPK-PKB/2024. Responden mengalami anemia sebanyak 43 responden (63,2%). Umur berisiko sebanyak 40 responden (58,8%) dan pengetahuan ibu hamil yang kurang ditemukan sebanyak 28 responden (41,2%). Analisis uji Chi Square diperoleh hasil dengan ρ-value = 0,000 bahwa ada hubungan umur dan tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Ibu hamil yang umurnya tidak berisiko maka kecil kemungkinan untuk mengalami anemia dan semakin baik tingkat pengetahuan ibu hamil maka semakin besar terhindar dari kejadian anemia. Disarankan pada petugas kesehatan lebih intensif dalam memberikan informasi pada ibu hamil tentang anemia dan penanganannya misalnya dengan melakukan Promosi Kesehatan atau penyuluhan pada kelas Ibu Hamil dengan pemberian leaflet sebagai bahan bacaan.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN SIMPANG EMPAT TAHUN 2024 Ria Megawati, Tri Tunggal, Rubiati Hipni, Erni Yuliastuti
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 01 Februari (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Anemia ibu hamil menjadi penyebab utama terjadinya perdarahan. Berdasarkan data Puskesmas Perawatan Simpang Empat dalam 4 tahun terakhir mengalami peningkatan, yang terakhir terdapat 60 kasus dalam setengah tahun. Tujuan: untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pendidikan dan Paritas Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Puskesmas Perawatan Simpang Empat Tahun 2024. Metode: Penelitian menggunakan metode cross sectional. Sampel menggunakan teknik Accidental Sampling. Populasi 258 ibu hamil dan sampel sebanyak 157 ibu hamil di Puskesmas Perawatan Simpang Empat. Instrumen yang digunakan adalah data primer register kohort ibu hamil. Hasil: Responden mengalami anemia sebanyak 103 responden (65,6%). Tingkat pendidikan dasar (SD-SMP) sebanyak 88 responden (56,1%) dan paritas yang beresiko (1 dan >3) ditemukan sebanyak 83 responden (52,9%). Hasil analisis uji Chi Square diperoleh hasil ρ-value = 0,000 bahwa ada hubungan antara tingkat pendidikan dan paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini telah mendapatkan surat Penerimaan Ethical Clearance dari KEPK Polttekkes Kemenkes Banjarmasin dengan nomor Kode etik No.1018/KEPK-PKB/2024. Kesimpulan: Tingkat pendidikan seorang ibu hamil akan berpengaruh dalam menjaga kesehatan dirinya maupun janin dalam kandungannya. Paritas tinggi memiliki resiko lebih besar mengalami anemia karena semakin sering ibu melahirkan maka frekuensi zat besi didalam tubuh berkurang. Disarankan petugas kesehatan lebih intensif dalam memberikan informasi pada ibu hamil tentang anemia misalnya dengan melakukan promosi Kesehatan dengan memberikan leaflet sebagai bahan bacaan.  
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA  PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN SIMPANG EMPAT TAHUN 2024 Siti Mariana, Yuniarti, Tri Tunggal, Fitria Jannatul Laili
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 01 Februari (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Anemia pada ibu hamil menjadi penyebab utama terjadinya perdarahan. Berdasarkan studi pendahuluan Puskesmas Perawatan Simpang Empat banyak ditemukan ibu hamil yang anemia sebesar 10,2%. Tujuan: untuk mengetahui Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Simpang Empat Tahun 2024. Metode : Penelitian menggunakan metode cross sectional. Sampel menggunakan teknik Total Sampling. Populasi sebanyak 238 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Simpang Empat. Instrumen yang digunakan adalah buku register kohort. Penelitian ini telah mendapatkan surat Penerimaan Ethical Clearance dari KEPK Polttekkes Kemenkes Banjarmasin dengan nomor No.917/KEPK-PKB/2024. Hasil : Responden mengalami anemia sebanyak 156 responden (65,5%). Usia beresiko sebanyak 133 responden (55,9%). Paritas beresiko sebanyak 154 responden (64,7%) dan KEK beresiko sebanyak 135 responden (56,7%).  Analisis uji Chi Square diperoleh hasil dengan ρ-value = 0,000 bahwa ada hubungan usia, paritas dan KEK dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Kesimpulan : Ibu hamil yang usianya tidak beresiko maka kecil kemungkinan untuk mengalami anemia, paritas tinggi memiliki resiko lebih besar mengalami anemia karena semakin sering ibu melahirkan maka frekuensi zat besi didalam tubuh berkurang dan ibu hamil yang tidak KEK biasanya lebih menjaga pasokan nutrisi sehingga kemungkinan kecil mengalami anemia. Disarankan pada petugas kesehatan lebih intensif dalam memberikan informasi pada ibu hamil tentang anemia dan penanganannya.
PENDAMPINGAN KELUARGA DALAM KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA KALIUKAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS ASTAMBUL Dewi, Vonny Khresna Dewi; Rusmilawaty; Tunggal, Tri
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Rakat Sehat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jrs.v4i2.118

Abstract

ABSTRACT Kaliukan Village is located in Astambul District, Banjar Regency, with 34 6-month-old babies, based on May 2024 data. Of the 6-month-old babies in Kaliukan Village who faced problems with exclusive breastfeeding, 33 were not exclusively breastfed, representing 97% of the total. The solution used is to provide counseling on the importance of providing exclusive breastfeeding, correct breastfeeding techniques and methods, breast care methods, Oxytocin Massage, how to express breast milk and how to store breast milk properly, especially with limited knowledge and inadequate practices and lack of support from husbands/families. by providing education and assistance related to providing exclusive breastfeeding, so as to increase the understanding and awareness of mothers, husbands/families and cadres about the importance of providing exclusive breastfeeding for optimal health and growth of babies. The method we will implement includes mentoring 20 parents and 5 cadres, through education and mentoring on Exclusive Breastfeeding including providing Exclusive Breastfeeding, correct breastfeeding techniques and methods, breast care methods, Oxytocin Massage, how to express breast milk and how to store breast milk properly by involving cadres. The contribution of target partners and target groups is responsible for facilitating the location of community service activities and maintaining the sustainability of the implementation of community activities for parents. The target of this community service is to increase the number of cadres and parents regarding exclusive breastfeeding, improve infant health and growth (BB/TB), and improve good nutrition in infants. Mandatory output targets are publication in online electronic media on the Poltekkes Banjarmasin YouTube, videos, leaflets and increased empowerment of partners. The implementation of community service activities and evaluations revealed that mothers understood and were able to practice them, and that breast milk flowed smoothly. This success was also due to the good collaboration between midwives and Posyandu cadres, as well as the support of husbands and families.
A Scientific Investigation of Factors Related to Breast Milk Adequacy in Banjar Regency, South Kalimantan, Indonesia Rusmilawaty; Tunggal, Tri; Hapisah; Sofia, Norlaila; As, Zulfikar Ali
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 9 (2025): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i9.12718

Abstract

Various maternal factors potentially influence breast milk sufficiency. This study aims to analyze maternal factors associated with breast milk sufficiency in Banjar Regency. This analytical study used a cross-sectional design and was conducted from April to July 2025 in the Banjar Regency Community Health Center. A total of 70 postpartum mothers were selected using a probability sampling method. The dependent variable was breast milk adequacy, while the independent variables included maternal age, gestational age, parity, psychological condition, sociocultural factors, breast and nipple condition, delivery method, contraceptive use, and early initiation of breastfeeding (IMD). Data were analyzed using the chi-square test and logistic regression. Bivariate analysis showed that nipple condition (p = 0.01; OR = 5.25), maternal age (p = 0.011; OR = 4.92), vaginal delivery (p = 0.03; OR = 2.89), and early initiation of breastfeeding (p = 0.039; OR = 2.89) were significantly associated with breast milk adequacy. Multivariate logistic regression confirmed that nipple condition was the most dominant factor (p = 0.04; AOR = 0.15; 95% CI: 0.02–0.99). The regression model showed good predictive power (R² = 0.61; classification accuracy = 82.90%). In conclusion, nipple condition is the most influential maternal factor in determining breast milk adequacy. These findings underscore the importance of early assessment of nipple anatomy and appropriate supportive interventions during pregnancy.
Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi di Desa Telang Baru Wilayah Puskesmas Telang Siong Tahun 2025 Rini Astuti; Tri Tunggal; Vonny Khresna Dewi; Erni Yuliastuti
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Barito Timur Regency Health Office in 2024 reported that 66.3% of couples were active family planning participants. At Telang Siong Community Health Center, there were 1,207 active FP participants, with 2.48% using IUDs, 46.89% injections, 30.24% pills, 16.48% implants, and 2.65% MOW, MOP, or condoms. This study used an analytic survey design with a cross-sectional approach and an accidental sampling technique involving 73 respondents. The instrument used was a questionnaire, and data were analyzed using the Chi-Square test. Results showed that 74.0% of acceptors used non-long-term contraceptive methods (non-LTCM), 52.1% had low knowledge, 61.6% had negative attitudes, and 58.9% did not receive husband support. There was a significant correlation between knowledge (p = 0.000), attitude (p = 0.000), and husband support (p = 0.000) with the selection of contraceptive methods. Health workers are advised to provide clear and appropriate counseling so that the community is informed about the benefits, types, and advantages of contraceptive methods.   Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur tahun 2024 melaporkan penggunaan KB aktif sebesar 66,3%. Di Puskesmas Telang Siong terdapat 1.207 peserta KB aktif dengan 2,48% menggunakan AKDR, 46,89% suntik, 30,24% pil, 16,48% implan, dan 2,65% MOW, MOP, atau kondom. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan potong lintang dan teknik accidental sampling terhadap 73 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, dan data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan 74,0% akseptor menggunakan kontrasepsi non-MKJP, 52,1% memiliki pengetahuan rendah, 61,6% bersikap negatif, dan 58,9% tidak mendapatkan dukungan suami. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p = 0,000), sikap (p = 0,000), dan dukungan suami (p = 0,000) dengan pemilihan alat kontrasepsi. Disarankan tenaga kesehatan memberikan penyuluhan yang jelas dan tepat agar masyarakat mengetahui manfaat, jenis, dan keunggulan alat kontrasepsi. Kata Kunci: Alat Kontrasepsi, Dukungan Suami, Pengetahuan, Sikap  
Hubungan Pola Makan Dan Pola Menstruasi Dengan Kejadian Anemia Remaja Putri Di Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Telang Siong Tahun 2025 Melda Hayati Rahmi; Tri Tunggal; Efi Kristiana; Hapisah
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Telang Siong Health Center is ranked first for female adolescents with anemia 55.74, there are 235 adolescents and 131 teenagers suffering from anemia. Objective: To determine the relationship between dietary patterns and menstrual patterns with the incidence of anemia in the work area of the Telang Siong Community Health Center. Method: Analytical research with cross-sectional design. The number of female adolescents in the Telang Siong Community Health Center (UPTD) in 2025 was 235 people. Sampling was done using purposive sampling technique. The research instrument was a questionnaire and HB examination sheet, and the analysis was carried out using the Chi-Square test. Results: The results of the characteristics of age, class and place of residence affect the eating patterns of adolescents. There is a relationship between eating patterns and the incidence of anemia in adolescent girls with a p value of 0.000. There is a relationship between menstrual patterns and the incidence of anemia in adolescent girls with a p value of 0.001. There is a relationship between the menstrual cycle and the incidence of anemia in adolescent girls with a p value of 0.000. Conclusion: Adolescent girls with unhealthy diets, inadequate nutrient intake, especially iron, and a habit of consuming fast food tend to have a higher risk of anemia. Furthermore, irregular menstrual patterns, with longer periods and heavier blood loss, also contribute to an increased risk of anemia. Adopting a healthy diet and regularly monitoring menstrual patterns are crucial for preventing anemia in adolescent girls. Latar Belakang: Puskesmas Telang Siong berada diurutan pertama remaja putri dengan anemia 55,74, terdapat 235 remaja dan 131 remaja yang menderita anemia. Tujuan: mengetahui hubungan pola makan dan pola menstruasi dengan kejadian anemia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Telang Siong. Metode: Penelitian analitik dengan desain cross sectional. Jumlah remaja putri UPTD Puskesmas Telang Siong pada tahun 2025 sebanyak 235 orang., pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Dengan Instrumen penelitian kuesioner dan lembar pemeriksaan HB, selanjutnya analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil karakteristik umur, kelas dan tempat tinggal mempengaruhi pola makan remaja, Ada hubungan antara  pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri  dengan hasil  p value sebesar 0,000,Ada hubungan antara Pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri dengan hasil  p value sebesar 0,001,Ada hubungan antara siklus menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri dengan hasil  p value sebesar 0,000. Kesimpulan: Remaja putri dengan pola makan yang tidak sehat, asupan zat gizi terutama zat besi yang tidak mencukupi, serta kebiasaan konsumsi makanan yang instan cenderung memiliki risiko anemia lebih tinggi. Selain itu, pola menstruasi yang tidak teratur, dengan lama menstruasi yang lebih panjang dan jumlah darah yang keluar lebih banyak, juga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko anemia. Pentingnya penerapan pola makan sehat dan pemantauan pola menstruasi secara rutin sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja putri. Kata Kunci: Pola Makan, Pola Menstruasi, Kejadian Anemia Remaja
Communication of Parents, Sexual Content Intake and Teenage Sexual Behavior at Senior High School in Banjarmasin City Rusmilawaty, Rusmilawaty; Yuniarti, Yuniarti; Tunggal, Tri
Kesmas Vol. 10, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku seks bebas di kalangan remaja Kota Banjarmasin belakangan ini semakin mengkhawatirkan para orangtua. Kurangnya pendidikan seksologi berdampak para remaja cenderung melakukan hubungan seksual pranikah yang akan berakibat pada kehamilan yang tidak diinginkan dan pernikahan dini. Komunikasi orangtua-anak dan paparan media baik media cetak maupun elektronik merupakan cara untuk mengurangi perilaku seksual berisiko. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan komunikasi orangtua dan asupan muatan seksual dengan perilaku seksual remaja sekolah menengah atas (SMA) di Kota Banjarmasin. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian survei analitik dengan pendekatan potong lintang dilakukan pada bulan Juli – Oktober 2015 di dua sekolah negeri dan satu sekolah swasta di Kota Banjarmasin. Subjek penelitian adalah siswa SMA kelas XI dari tiga SMA yang diambil secara purporsive sampling. Variabel penelitian adalah perilaku seksual remaja, komunikasi orangtua, dan asupan muatan seksual diukur menggunakan kuesioner. Reliabilitas uji dinyatakan dengan cronbach alpha 0,746. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji kai kuadrat dan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi orangtua dan asupan muatan seksual memengaruhi perilaku seksual remaja sedangkan usia, jenis kelamin, dan struktur keluarga tidak memengaruhi perilaku seksual remaja. Komunikasi orangtua yang baik dan asupan muatan seksual yang rendah dapat memberikan proteksi terhadap perilaku seksual berisiko pada remaja. Free sex behavior among teenagers in Banjarmasin City is currently more worrying parents. Lack of sex education affects teenagers tend to commit premarital sexual intercourse that will cause unintended pregnancy and early marriage. Parent-child communication and exposure of both printed and electronic media are the way to reduce risky sexual behavior. This study aimed to determine correlation between communication of parents and sexual content intake with sexual behavior of teenagers at senior high schools (SHS) in Banjarmasin City. To reach the aim, analitic survey study with cross-sectional approach was conducted on July – October 2015 at two state SHS and one private SHS in Banjarmasin City. Subject was the second grade of SHS students from three SHS as taken with purposive sampling. Variables of study were teenage sexual behavior, communication of parents and sexual content intake measured using questionnaire. Test reliability was stated with cronbach alpha 0.746. Data obtained was analyzed using chi-square test and logistic regression test. Results showed that communication of parents and sexual content intake affected teenage sexual behavior, meanwhile age, sex and family structure did not affect teenage sexual behavior. A good communication of parents and low intake of sexual content may give a protection against risky sexual behavior among teenagers.
Consumption of Energy and AB Mix Nutrition in A Controlled Verticulture Hydroponic Applications of Curly Red and Green Lettuce Agustina, Hilda; Angraini, Dika Tri; Putri, Veby Angela; Kuncoro, Endo Argo; Tunggal, Tri; Harmanda, Fidel
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 13 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i2.418-428

Abstract

The green lettuce and Curly red lettuce have a high potential to be developed as commercial crops on limited land with verticulture cultivation system. The use of this cultivation system must be supported by adequate nutrients and water in addition to optimal environmental conditions. By using the vertical hydroponic plant cultivation method will increase the growth of Curly red and green lettuce plants. The method used is an experimental method and the data is processed using polynomial analysis method and descriptive method. The observation parameters in this study consisted of main parameters (flow rate, power requirement, energy requirement, and water pressure calculation). In addition, supporting parameters were evaluated including plant height, leaf count, fresh weight of plants, plant productivity, and harvest yield. Data were analyzed using descriptive and regression methods. The power requirement used from the initial stage of transplanting to harvest is 640.8 W. The total energy requirement used from the initial planting process to the harvest process is 2563.2 Wh. The average AB mix requirement of each stage of plant is 972.0 ppm; 1231.9 ppm; 1158.1 ppm; 1092.4 ppm. Flow rate is directly proportional to temperature; if the temperature increases, the flow rate for nutrients will increase, and if the temperature decreases, the flow rate will decrease for the fertigation system. Keywords: Energy, Hydroponic, Lettuce, Nutrition, Verticulture cultivation.
DESAIN TUNGKU PENGERING MOBILE BERBAHAN BAKAR SERBUK GERGAJI Panggabean, Tamaria; Tunggal, Tri; Kuncoro, Endo Argo
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.1.28-36.2024

Abstract

This research was motivated by the use of a fixed bed furnace. Fixed bed furnaces are less effective because their use is fixed.  The purpose of this research was to design a mobile drying furnace fueled by sawdust biomass.  This research uses an experimental method with 3 stages of design, namely design approach, functional design and structural design. The data obtained were analyzed descriptively. The result of this research is a mobile drying furnace designed consisting of a fuel feeder, fuel channel, hopper, combustion chamber and heat exchanger chamber, chimney and furnace outlet channel and channel after the fan that can function properly. Furnace testing was carried out using sawdust fuel. The resulting feed speed is 10.3 kg/hour, the capacity of the combustion chamber for sawdust is 3.4 kg, the average temperature in the fuel feeder is 40.41 °C, in the combustion chamber 414.57 °C, in the heat exchanger 79.80 °C, in the chimney 104.11 °C, in the furnace outlet channel 62.77 °C, in the channel after the fan 46.08 °C, the sawdust fuel consumption rate was 5.8 kg/hour and the furnace efficiency obtained in the study was 53.90%. The resulting hot air temperature can be used for drying grain.Key words:  design, efficiency furnace, mobile drying furnace, temperature
Co-Authors Alit Suwandewi Angraini, Dika Tri Anita Agustina Anita Agustina, Anita Antung Mariah Arie Heryanti Astuti, Sekar Sriwahyu Wulan Bangun, Vebry Erika Yanti Chairiyah Chairiyah Chairiyah Chairiyah Citrawati, Risma Novi Daiyah, Isrowiyatun Damanik, Romewahni Br Dewi, Vonny Khresna Dewi, Vonny Khresna Dewi Efi Kristiana Endo Argo Kuncoro Erni Setiawati Erni Yuliastuti Erni Yuliastuti Fitria Jannatul Laili Hapisah Hapisah Hapisah Hapisah Hapisah Hapisah, Hapisah Harmanda, Fidel Hasbi Hasbi Hilda Agustina Isnaniah, Isnaniah Isrowiyatun Daiyah Isrowiyatun Daiyah Karinda, Merlin Kirana , Rita Kristiana, Efi Laili , Fitria Jannatul LATIFAH Latifah Latifah Latifah Luh Putu Ratna Sundari Luthfia Luthfia Marollita, Dewi maslani, noorhayati Megawati , Megawati Megawati - Melda Hayati Rahmi Merlin Karinda Mulianisaa, Rakhma Noor Adha Aprilea Normalia, Normalia Norviana, Pebia Nor’alina, Nor’alina Novi Ismarini Nur Rohmah Prihatanti Nurhidayah Nurhidayah Nurmawaty, Eka Olivia Ritanty Prihatanti , Nur Rohmah Prihatanti, Nur Rohmah Putri, Veby Angela Rafidah Rafidah Rahmatika, Novia Ratnaningtyas, Devi Vemmy raudatul jannah Rini Astuti Rita Kirana Rizani, Akhmad Rizky Vaira Roslinawati, Selvia Rubiati Hipni Rubiati Hipni, Rubiati Rusmawati Rusmawati, Rusmawati Rusmilawaty Santi, Ais Sari, Yashinta Karina Shafa, Hidayuatun Siti Yulia Sari Sofia, Norlaila Sufiawati, Desy suhrawardi, suhrawardi Suwandewi, Alit Syamsuddin Alan Syamsuddin Syamsuddin Tamaria Panggabean Vaira, Rizky vonny khresna dewi Vonny Khresna Dewi wahyuni wahyuni Wiyono, Nurlita Sari Wulandari Wulandari Yuli Astuti Yuniarti , Yuniarti Yuniarti Yuniarti Yuniarti Yuniarti Yuningsih, Delma Zakiah Zubay, Irma Damayanti Zulfikar Ali As, Zulfikar Ali