Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Utilization of Information and Communication Technology To Strengthen Islamic Sharia through Islamic Education in Aceh Muhammad Fazil; Syukur Kholil; Suwardi Lubis
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i02.3922

Abstract

Researching Islamic education differences, notably in Aceh, aims to understand, solve, and benefit from millennial-era Islamic education issues. From elementary to high school, the Aceh government is committed to improving Islamic education. This material aims to create an intelligent, committed, and religious Acehnese generation.This research focuses on using ICT to improve Islamic Sharia in Aceh through Islamic education. Qualitative research explains, describes, and analyzes research results using interviews and observations with respondents and informants. February–September 2020 was the research period. This method was used to assess Islamic education in Aceh when Islamic law was implemented. To understand this topic, one must consult different sources. Data includes curriculum, books, journals, research reports, laws, encyclopedias, articles, newspapers, etc.Electronic communication is a new learning tool. Communication is the most important component of learning. Everyone has several IT alternatives today. Islamic religious educators are no exception. E-dukasinet/internet-based learning, telematics, e-learning, blogs, multimedia resource centers, comic-based learning, and video conferencing. Examples of technology in Islamic education include: Audio, visual, visual-audio, and Internet-based technologies.Remote/online learning is usually defined as education using ICT. Educational institutions' efforts to provide distance learning illustrate this. Computers provide print and electronic teaching materials for this educational transition. Aceh Islamic education uses ICT to uphold Islamic law.
Strategi Komunikasi Satgas Covid-19 Dalam Penerapan Protokol Kesehatan di Warung Kopi Kota Lhokseumawe Khairunnisa; Fazil, Muhammad; Andyna, Cut; Masriadi; Bahri, Halida
Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 1 (2023): Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.866 KB)

Abstract

Strategi komunikasi yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 Lhokseumawe dalam penerapan protokol warung kopi ada dua yaitu strategi komunikasi langsung berupa sosialisasi dan strategi komunikasi bermedia dengan cara membagikan surat edaran walikota, poster, dan spanduk di setiap warung kopi serta juga membuat situs web Covid-19 Lhokseumawe agar memudahkan masyarakat dalam mencari informasi seputar Covid-19. Selain itu, protokol kesehatan yang diterapkan di warung kopi tersebut adalah menyediakan tempat cuci tangan, menyediakan poster atau spanduk mengenai imbauan memakai masker, menjaga jarak aman antarmeja agar tidak saling berdekatan, dan tidak mengadakan acara yang bisa menimbulkan kerumunan, serta jumlah konsumen yang berkurang akibat aturan mengurangi mobilitas. Hambatan yang sering ditemukan oleh Satgas Covid-19 Lhokseumawe dalam penerapan protokol kesehatan di warung kopi adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam menaati protokol kesehatan.
Komunikasi Pemerintah Gampong Dalam Pengelolaan Dana Gampong (Studi di Desa Alue Leuhob Kecamatan Cot Girek Kabupaten Aceh Utara) Fitriah, Magfiratul; Muhammad Fazil; Dwi Fitri; Bobby Rahman
Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2023): Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8422502

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh komunikasi pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah gampong belum maksimal dan belum transparan dalam mengomunikasikan tentang perencanaan dan pengelolaan dana anggaran pendapatan dan belanja gampong sehingga ini menghambat tercapainya tujuan komunikasi pembangunan yang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan beberapa langkah teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan Pemerintah Gampong Alue Leuhob dan masyarakat gampong dilakukan secara langsung dan dengan menggunakan bantuan media. Komunikasi secara langsung yang dilakukan meliputi musyawarah dusun, musyawarah gampong dan rapat-rapat. Sedangkan media yang dipakai oleh pemerintah gampong antara lain baliho/spanduk dan batu prasasti. Selain itu hambatan yang dihadapi pemerintah gampong berupa kurangnya SDM yang terampil untuk mengelola sarana komunikasi website gampong, kurangnya ketertarikan mengenai pengelolaan dana gampong terkait hal-hal yang kurang memberikan bermanfaat bagi sebagian warga, membuat mereka kurang tertarik untuk mengawasi jalannya pengelolaan dana desa.
Komunikasi Interpersonal Orang Tua Kepada Anak Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Akhlak Di Gampong Meunasah Puuk Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur Ladena, Ayatul Fitri; Muhammad Fazil; Cut Andyna; Subhani; Masriadi
Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024): Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10934376

Abstract

Komunikasi Interpersonal adalah proses pengiriman pesan yang dilakukan antara dua orang atau lebih hingga menimbulkan efek umpan balik. Orang tua merupakan lingkungan terdekat untuk membesarkan dan mendewasakan anak dalam membentuk akhlak anak. Melalui komunikasi interpersonal, hubungan antara orang tua dan anak diharapkan menjadi lebih efektif agar akhlak anak yang terbentuk nantinya adalah akhlak yang baik. Peran orang tua sangat penting dalam kehidupan seorang anak. Tak lepas dari komunikasi, manusia sebagai makhluk sosial pastilah mudah terpengaruh. Sehingga peran komunikasi interpersonal selalu diwajibkan dalam keluarga. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan komunikasi interpersonal orang tua dan anak dalam menanamkan nilai-nilai akhlak beserta hambatan yang dihadapi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang diperoleh dari data primer dan data sekunder dimana lokasi penelitian ini dilakukan di Gampong Meunasah Puuk Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur. Teori yang digunakan adalah teori kebutuhan antarpribadi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menanamkan nilai-nilai akhlak terhadap anak di Gampong Meunasah Puuk, orang tua membentuk komunikasi interpersonal melalui proses komunikasi yaitu menasehati, menjadikan diri sebagai panutan, memberikan pemahaman tentang agama dan sebagainya sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang orang tua terhadap anaknya. Dari segi keberhasilan orang tua dalam mengurangi pengucapan kata asu, teumeunak pada anak dinilai kurang berhasil. Hal ini menandakan perlu adanya kesabaran selama mendidik. Pentingnya komunikasi interpersonal itu ketika orang tua mampu memberikan nasehat-nasehatnya dan pengajaran-pengajarannya kepada anak. Pentingnya komunikasi interpersonal ini mampu mencapai atau mampu memenuhi tujuan daripada apa yang orang tua sampaikan dalam menanamkan nilai-nilai akhlak yakni akhlak kepada Allah SWT, manusia, dan lingkungan. Adapun hambatan dalam penelitian ini adalah anak yang asik dengan dunianya, sulit memahami dan juga kesibukan orang yang bekerja
Analisis Terhadap Pembagian Harta Bersama Untuk Janda Menurut Hukum Adat Aceh (Studi Penelitian Gampong Cot Ara) Fazil, Muhammad; Manfarisyah, Manfarisyah; Nurarafah, Nurarafah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Vol. 7 No. 2 (2024): (April)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jimfh.v7i2.16078

Abstract

Harta bersama adalah harta kemakmuran yang diperoleh selama dalam ikatan pernikahan antara pria dan wanita. Namun dari kekayaan dalam pernikahan, terdapat pemisahan antara kekayaan individual masing-masing pria dan wanita, yang terdiri dari harta bawaan masing-masing pria dan wanita, meskipun dalam pernikahan, kemungkinan adanya campuran kekayaan antara pria dan wanita tidak tertutup. Tetapi terkait kekayaan yang diperoleh sebelum pernikahan, tidak ada pencampuran di antara keduanya. Jika dalam hal harta bersama, baik pria maupun wanita yang mengakibatkan suatu perceraian, sehingga dari perceraian itu muncul persaingan atas kekayaan bersama selama dalam pernikahan. Riset ini menerapkan teknik kuantitatif dengan metode riset pengumpulan data yaitu survei, kajian, pencatatan, dan referensi. Menurut standar hukum di Indonesia khususnya terkait dengan distribusi harta bersama menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Pernikahan distribusi harta bersama tidak diatur dengan sangat tegas hanya mengikuti kebijakannya masing-masing. Menurut hukum Islam terkait harta bersama tidak begitu tegas hanya dibandingkan dengan syirkah (kemitraan) antara pria dan wanita. 
Analisis Hambatan Penerapan Perpres Nomor 14 Tahun 2021 Tentang Pengadaan dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penangulangan Pandemi Corona di Aceh Nazaruddin, Nazaruddin; Nazaruddin, M; Fazil, Muhammad
Jurnal Transparansi Publik (JTP) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Transparansi Publik (JTP) - May 2024
Publisher : Program Magister Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtp.v4i1.9597

Abstract

This research examines policies for handling the COVID-19 pandemic in Indonesia based on Presidential Decree Number 14 of 2021 concerning procurement and implementation of vaccinations. This policy has been implemented in every province in Indonesia, but has not run as smoothly as it should, as happened in North Aceh District. According to the results of the author's search, the progress of vaccination is still low and has not reached the specified target of 70% by December 31, 2021. Researchers use qualitative research methods that are descriptive in the form of written or spoken words; what is observed are people and their behavior; the researcher is the key instrument; the data source is natural background; the data analysis is carried out inductively; and the results emphasize meaning rather than generalization. The results of the study show that the implementation of vaccinations in North Aceh District during 2021 has not reached the target due to information problems among the people of North Aceh District. The form of the problem is the distrust of the people of North Aceh towards the contents of the vaccine. So that there is still poor communication between the Implementer or the North Aceh District COVID-19 Task Force team and the people of North Aceh District, socialization should not be carried out so slowly; events circulating more quickly in this community are a sign of negligence. The structure should be well-planned, and it should form the socialization team through the media so that the true news about this vaccine is read by the public first rather than the hoax news that propagates this vaccine.
Implementation of Online Gampong in The City Of Lhokseumawe Fazil, Muhammad; Fahmi, Asrul
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Department of Information Technology, Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.396 KB) | DOI: 10.52088/ijesty.v1i1.172

Abstract

This study is entitled "Implementation of Gampong Online in Lhokseumawe City". Where the strengthening of information and communication technology is still considered a luxurious facility and requires very large costs, so only a small part of the village government has obtained it. The wide gap between the size of the budget needs and the limited budget that can be provided gives rise to budget allocations that lead to physical activities for the development of rural infrastructure alone without looking at the increasingly rapid technological developments and increasing the capacity of village apparatus resources to support the current government system. both in the administrative system, public services as well as on matters relating to community business development. This study aims to see and describe the implementation of technology to present online gampongs with basic information and communication technology training activities for gampong governments in Lhokseumawe City. A descriptive qualitative approach with observation and documentation data collection techniques has been carried out in this study with field assessments in 3 (three) Gampongs in the Lhokseumawe city area to see the application of technology, determine strategy, socialize and provide information and communication technology introduction materials. The results of the study found that training for 3 (three) gampongs in the Lhokseumawe city government, namely Gampong Hagu Barat Laot, Gampong Hagu Teungoh and Gampong Hagu Selatan, had provided an understanding and awareness of the importance of using information and communication technology in gampong government for the smooth running of public services, public relations and public relations. internal organization as well as improving the business of the village community in the field of technology, where technology can help the village government connect with the city government and the village community online.
ADAPTASI SPEECH CODE PADA MAHASISWA PERANTAUAN MINANGKABAU DI UNIVERSITAS MALIKUSSALEH Ramadani, Dwi Ayu; Harinawati, Harinawati; Muchlis, Muchlis; Fazil, Muhammad
Jurnal Jurnalisme Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adaptation is a problem that needs to be solved from the study of intercultural communication, because when a person or group of people communicates with other parties of different cultures it can create problems between them. This research aims to determine the process of adapting the Acehnese language among Minangkabau Overseas Students in their living environment and campus environment and the obstacles in the process of adapting the Acehnese language among Minangkabau students at Malikussaleh University. This research is qualitative research located on the Malikussaleh University campus, North Aceh. Data collection in this research was carried out by observation, interviews and documentation. This research uses Speech Code theory with four adaptation processes. First, assimilation, students try to reduce differences by learning Acehnese through campus friends and the community where they live. The second is separation where students feel they do not fit in with the environment and withdraw from the new environment and choose to interact only with the Minang environment. The third integration is that students begin to adapt and accept the new environment. Students choose to adapt to a new environment without leaving the culture they were born with. This can be seen when Minang students have mastered the Acehnese language but they have not forgotten the Minang language. Lastly, cultural hybridity, namely the emergence of a new culture, was not found because there was no formation of a new culture among Minangkabau students. The research results showed that Minangkabau students were successful in the process of adapting to the new culture and environment, but only 5 out of 7 informants succeeded in adapting to the Acehnese language.
Pengaruh Digital Marketing Terhadap Minat Bergabung Anggota Komunitas Bisnis Anak Muda Fitri, Dwi; Fadillah, Nur; Fazil, Muhammad; Ali, Muhammad
Jurnal Jurnalisme Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melatar belakangi tentang digital marketing atau pemasaran online yang menjadi pilihan anggota komunitas bisnis anak muda Kota Panton Labu dalam mempromosikan bisnisnya terhadap minat bergabung calon anggota baru. Dikarenakan digital marketing memiliki banyak keunggulan seperti bisa mencapai target yang lebih besar, meningkatkan angka minat bergabung dan menghemat biaya serta masih banyak keunggulan dan fitur-fitur lainnya yang dapat memberikan program-program menarik lainnya yang terdapat dalam pemasaran online atau digital marketing. penelitian ini menggunakan teori S-O-R dan teori ini mempunyai perubahan behavorial yang mana pengaruh ini berhubungan dengan perilaku nyata yang meliputi sikap yang diperoleh sehingga mengakibatkan orang mengambil keputusan untuk melakukan sesuatu. Penelitian ini menggunakan penelitian Kuantitatif yang mana merupakan metode yang memiliki data penelitian berupa angka-angka dan analisnya menggunakan data statistik . penelitian ini juga menggunakan metode survey yaitu penelitian yang menggunakan kuesioner sebagai instrument pengumpulan data. Tujuannya adalah untuk memperoleh informasi tentang sejumlah responden yang dianggap mewakili populasi. Dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan terdapat adanya pengaruh yang positif dan signifikan. Melalui  penelitian ini, peneliti menyarankan kepada peneliti lainnya  yang ingin meneliti kembali mengenai judul ini dengan variabel yang berbeda. Tentunya dengan populasi dan sampel yang lebih luas, agar mendapatkan hasil  penelitian yang lebih komprehensif.
Pemberdayaan Ekonomi Ibu-Ibu PKK Melalui Pembuatan Kerajinan Tangan Merajut Di Desa Hagu Barat Laut Kota Lhokseumawe Zarkasyi, Zarkasyi; Fahmi, Asrul; Riski, Aflia; Fazil, Muhammad
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v2i2.13617

Abstract

Pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi salah satu fondasi utama pembangunan desa. Kesadaran akan peran perempuan mulai tercermin dan berkembang melalui pendekatan yang diterapkan dalam program-program pembangunan. Hal ini dilandasi oleh gagasan kebutuhan perempuan akan kemandirian. Pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan dapat dicapai melalui pelatihan, pendampingan dan pengembangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di desa Hagu Barat Laut Kota Lhokseumawe ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dan pelatihan kerajinan tangan merajut kepada ibu-ibu PKK yang menjadi langkah positif untuk mendorong pengembangan produk rajutan yang memiliki potensi nilai jual tinggi. Dengan memperkenalkan berbagai inovasi produk rajutan, diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi ibu-ibu setempat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kreativitas ibu-ibu PKK dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam dalam mengembangkan keterampilan merajut mereka. Jika pembuatan kerajinan tangan produk rajut ini ditekuni maka dapat menjadi suatu usaha rumahan yang akan dapat membantu perekonomian keluarga. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah dengan memberikan pelatihan langsung melalui beberapa tahap yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pembuatan laporan. Diharapkan setiap peserta yang mengikuti pelatihan ini bisa menghasilkan minimal satu produk rajut. Kemudian diberi sedikit arahan bagaimana cara mempromosikannya di media social. Pengaruh dan dampak pelatihan merajut ini secara keseluruhan dapat memberikan manfaat yang beragam, dari pengembangan keterampilan hingga peningkatan kesejahteraan sosial dan mental. Peserta pelatihan merajut dapat menciptakan barang-barang bernilai seperti konektor masker, bros dan barang lainnya yang dapat digunakan oleh mereka sendiri atau dapat dijual. Beberapa peserta dapat menjadikan keterampilan merajut sebagai sumber penghasilan tambahan atau bahkan memulai bisnis rajutan mereka sendiri. Pelaksanaan kegiatan keterampilan merajut berlangsung dengan sukses dan sesuai dengan rencana yang telah dipersiapkan. Peserta berhasil memahami materi yang diajarkan atau dipraktekkan oleh pembicara, dan mereka menunjukkan antusiasme yang tinggi. Keikutsertaan ibu-ibu rumah tangga dalam program pelatihan merajut di Hagu Barat Laut, Kota Lhokseumawe, memberikan bukti nyata bahwa kegiatan ini memberikan manfaat yang besar. Tingginya semangat para ibu dalam mengikuti keterampilan merajut menunjukkan keinginan mereka untuk menciptakan karya-karya melalui keahlian merajut tersebut.  Kata kunci: Pemberdayaan, Perempuan, Kerajinan Tangan, Merajut