Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Pharmascience

Efek Antihiperglikemik dari Ekstrak Batang Tanaman Sapat (Mitragyna speciosa) Pada Mencit Jantan Yang Diinduksi Streptozotocin Fitriyanti Fitriyanti; Helmina Wati
Jurnal Pharmascience Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i2.5777

Abstract

Tanaman Sapat (Mitragyna speciosa) adalah tanaman endemik di Kalimantan Selatan. Secara empiris digunakan masyarakat sebagai obat antihiperglikemik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan senyawa kimia dan efek ekstrak antihiperglikemik Mitragyna speciosa terhadap mencit jantan Balb/c yang diinduksi dengan Streptozotocin (STZ) dengan memantau kadar glukosa yang berperan sebagai antidiabetes. Sebanyak 20 mencit jantan balb/c dibagi menjadi 4 kelompok (N = 5) berupa kelompok kontrol negatif, kelompok normal, kelompok kontrol positif diberi glibenclamide 0,013mg / 20gBB, kelompok kontrol negatif akan diberikan STZ selama 4 hari pada dosis 40mg / KgBB ip dan 1 kelompok perlakuan akan diberi dosis EBMS 225mg (IV) secara oral selama 7 hari berturut-turut mulai hari ke-13 sampai ke-19, pengukuran kadar glukosa darah akan dilakukan pada hari ke-0, hari ke-13, hari ke-20.Data yang didapat dianalisis dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan EBMS tidak dapat menurunkan glukosa darah puasa pada dosis 225mg /KgBB Kata kunci: Tanaman sapat, kadar gula darah puasa, streptozotocin
Perbandingan Efektivitas Terapi Zink dengan Tanpa Zink Pada Pasien Diare Anak Rawat Inap Di RSD Idaman Kota Banjarbaru Helmina Wati; Satrio Wibowo Rahmatullah; Muhamad Hepriatna
Jurnal Pharmascience Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i1.6076

Abstract

ABSTRAK             Diare merupakan masalah utama  kesehatan masyarakat, WHO dan UNICEF merekomendasikan penatalaksanaan diare pada pasien anak dengan penambahan suplemen zink. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas terapi Zink dengan Tanpa zink terhadap pasien anak di rawat inap rumah sakit Idaman Banjarbaru. metode penelitian menggunakan dekriptif cross sectional dengan studi retrospektif. penelitian ini menggunakan 2 kelompok yaitu kelompok I, pasien yang mendapatkan terapi standar tanpa diberikan zink, kelompok II, pasien yang mendapatkan terapi standar dengan pemberian zink. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lama waktu diare pada kelompok I selama 3 hari dibandingkan dengan kelompok II selama 4.4 hari. Hasil Spps menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok I dan kelompok II (p<0,05). Kata kunci : Diare, Zink, tanpa Zink  ABSTRACT Diarrhea is a major public health problem, WHO and UNICEF recommend management of diarrhea in pediatric patients with the addition of zinc supplements. This study aims to determine the comparison of the effectiveness of Zink therapy with no zinc on pediatric patients inpatient in Banjarbaru ideal hospital. The research method uses cross sectional descriptive with a retrospective study. This study used 2 groups, group I, patients who received standard therapy without zinc, group II, patients who received standard therapy with zinc. The results showed that the average length of time for diarrhea in group I was 3 days compared to group II for 5 days. The Spps results stated that there were significant differences between group I and group II (p <0.05). Keyword: Diarrea, Zink, Without Zink 
Comparison Of HbA1c Levels in Type II Diabetes Mellitus Patients Receiving A Combination of Oral Hypoglycemic Drugs and Insulin Degludec-Aspart Versus Insulin Degludec-Aspart Monotherapy Wati, Helmina; Ramadhani, Syahrizal; Sandi, Dita Ayulia Dwi; Rusida, Esty Restiana; Raffyqurrahman, Muhammad
Jurnal Pharmascience Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i2.22242

Abstract

Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit kelebihan glukosa yang disebabkan oleh menurunnya kinerja insulin dalam tubuh. Kriteria utama dalam manajemen glukosa darah adalah kadar HbA1c. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perbedaan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe II yang mendapatkan terapi kombinasi obat hipoglikemik oral dan insulin degludec-aspart dibandingkan dengan pasien yang menerima monoterapi insulin degludec-aspart. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu cross-sectional secara retrospektif pada bulan Januari-Desember 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 66 pasien yang dibagi menjadi 2 kelompok. Nilai HbA1c yang diperoleh dari bulan pertama hingga bulan ketiga dianalisis secara statistik menggunakan independent sample t-test dengan uji SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar HbA1c pada kombinasi terapi obat hipoglikemik oral + insulin degludec-aspart sebelum dan sesudah dengan selisih nilai ± SD sebesar (1,565 ± 1,10)% dan penurunan nilai HbA1c ± SD pada monoterapi insulin degludec-aspart sebelum dan sesudah dengan selisih nilai (1,05 ± 0,74)% dengan nilai p (<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan penurunan nilai HbA1c pada kedua kelompok dengan nilai p (<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi oral lebih efektif daripada monoterapi.  Kata Kunci: Diabetes Mellitus Tipe II, HbA1c, Insulin Degludec-Aspart, Obat Hipoglikemik Oral, Kombinasi Terapi. Type II diabetes mellitus is a condition marked by hyperglycemia due to reduced effectiveness of insulin within the body.The main criterion in blood glucose management is HbA1c level. The objective of this research was to assess the difference in HbA1c levels between type 2 diabetes patients treated with a combination of oral hypoglycemic agents and insulin degludec-aspart versus insulin degludec-aspart alone. This research method uses a retrospective cross-sectional research design in January-December 2023 with a total sample of 66 patients divided into 2 groups. HbA1c values collected from the first to the third month were analyzed using the independent sample t-test in SPSS version 21. The Medical Research Ethics Commission of Ulin Banjarmasin Regional General Hospital South Kalimantan has approved this study. HbA1c levels in the combination of oral hypoglycemic drug therapy and insulin degludec-aspart pre- and post- with a difference in ± SD value of (1.565 ± 1.10)% decrease and a decrease in HbA1c ± SD value in insulin degludec-aspart mono-therapy pre- and post- with a difference in value (1.05 ± 0.74)% with a p-value (<0.05).This study concludes that the reduction in HbA1c levels between the two groups differs significantly, as indicated by a p-value of less than 0.05. This implies that the use of oral combination is more effective than mono-therapy.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdul Karim Abdurahman Abdurrahman Abdurrahman, Faizah Aditya Noviadi Aesty Rahayu Afra, Fairuz Yaumil Ahmad Rusadi Arrahimi - Universitas Lambung Mangkurat) Ahmad Rusadi Arrahimi - Universitas Lambung Mangkurat) Akbar, Depy Oktapian Annisa, Rezka Aprianti , Safrina Aprilia Rahmadina As-Syahri, Hidayatullah Astuti, Karunita Astuti, Karunita Ika Baiq Nurdiana Ulfa Dharmawan, Robby Dharmayati, Evy Difa Intannia Dita A. D. Sandi Djoko Wahyono Effendi, Ibrahim Rully Eka Fitri Susiani Eny Hastuti Fatimah Nursandi Fatimah Nursandi Fitria Mahmudah Fitriyanti, Fitriyanti Guntur Kurniawan Haiqal, Ade Hayati, Farida Iedliany, Faradilla Ifan Anom Bintoro Aji Ikhwan Rizki, Muhammad Izma, Hayatun Jamaludin, Wahyudin Bin Kartini Kartini Kumala, Dinna Fitria Kurniawan, Guntur Liling Triyasmono Lisa - Andina Lisa Andina Muhamad Hepriatna Muhammad Arsyad Muhammad Ikhwan Rizki Muhammad Ramadhan Muhammad Reza Pahlevi Novian Adhipurna Nugroho, Agung Nurhaliza , Siti Nurul - Mardiati Nurul Mardiati Nurul Mardiati Nurul Mardiati Prihandini, Yustin Ari Raffyqurrahman, Muhammad Rahmadina, Aprilia Rahmatullah, Satrio Wibowo Rahmi Hidayati Rahmi Muthia Rusida, Esty Restiana Sandi, Dita Ayulia Dwi Saputri, Revita Sari Wahyunita Setiawan, Finna Silviana, Mega Sitarina Widyarini Siti Khadijah Sri Mulyani Sri Wahyuni, Ririn Susiani, Eka Fitri Syahfari, Indra Syahizal Ramadhani Syahrizal Ramadhani Untung Santoso Untung Santoso Vebruati Vebruati Vina Salviana Darvina Soedarwo Vina Salviana Darvina Soedarwo Vina Salviana Darvina Soedarwo Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wardani, Muhammad Rizky Widyanto, Rinto Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Wulan Ageng Sujatmiko Yaumi - Musfirah Yaumi Musfirah Yusmein Uyun Yustin Ari Prihandini Yustin Ari Prihandini Zanirah, Gina Rizki