Articles
Analisa Kandungan Mikroplastik pada Organ Ikan Konsumsi dari Rawa Pening
dhanang puspita;
Pulung Nugroho;
Elisabeth Nadia Kurnia Sena
Journal Science of Biodiversity Vol 4 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32938/jsb/vol4i1pp16-22
Mikroplastik adalah cemaran dari proses degradasi plastik yang berukuran partikel kurang dari 5mm. Rawa pening adalah salah satu rawa terbesar di Indonesia dan biota air memiliki potensi tercemar mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan mikroplastik pada organ ikan konsumsi yang diperoleh dari rawa pening. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dengan tahapan penelitian; isolasi mikroplastik dan analisis mikroplastik dengan FITR. Hasil analisis sampel organ ikan ditemukan adanya kandungan mikroplastik dalam bentuk fragment, fiber, film dan foam. Jenis mikroplastik yang ditemukan sebagian besar adalah Polytetrafluoroethylene (PTPE), Polycarbonate, Polymethyl methacrylate (PMMA) dan Polyamaides (Nilon).
OPTIMASI PEMBUATAN MINUMAN EFFERVESCENT MADU DILIHAT DARI KELARUTAN DAN KANDUNGAN ANTIOKSIDANNYA
Dhanang Puspita;
Monika Rahardjo;
Novita Iswardaningrum
Science Technology and Management Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53416/stmj.v1i2.19
Madu merupakan salah satu bahan pangan yang banyak ditemui di Indonesia. Madu merupakan bahan pangan yang mengandung beberapa senyawa dan memiliki sifat antioksidan. Adanya kandungan antioksidan, madu dapatdimanfaatkan untuk menjadi produk seperti minuman effervescent. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiaktivitas antioksidan pada minuman effervescent dengan penambahan madu dan mengetahui kelarutan minumaneffervescent madu tersebut. Metode yang digunakan adalah pembuatan effervescent madu, uji kelarutan minumaneffervescent madu, uji organoleptik, dan uji aktivitas antioksidan. Formulasi pada pembuatan effervescent madudibedakan dari jumlah madu yang digunakan yaitu formulasi 1 sebanyak 1,165 gram, sedangkan formulasi 2 sebanyak1,65 gram. Analisa uji organoleptik dilakukan dengan penggunaan parameter rasa, warna, aroma, dan keseluruhansampel. Pada pengukuran kelarutan hanya menggunakan waktu lama larutnya. Pengujian aktivitas antioksidanmenggunakan laruran DPPH sebagai indikator penghambat radikal bebas. Hasil dari uji organoleptik rata-rata panelismenyukai sampel dengan formulasi 2 maltodekstrin. Pada hasil uji aktivitas antioksidan %IC semakin besar dengantingkat konsentrasi madu semakin tinggi pula. Hasil dari uji aktivitas antioksidan tablet effervescent didapatkanformuasi terbaik yaitu pada formulasi 2 maltodekstrin dan formulasi 2 CMC yang memiliki nilai %IC lebih besardibandingkan dengan formulasi 1. Dapat disimpulkan bahwa tinggak kelarutan sampel effervescent madu masih dalamkategori cukup bagus sebab masih dibawah 5 menit.
PEMANFAATAN TEPUNG AGAR SEBAGAI PEMBUNGKUS PROTEIN IKAN PADA TEMPE
Anggara Mahardika;
Lusiawati Dewi;
Dhanang Puspita;
Ferdy F Rondonuwu
Science Technology and Management Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53416/stmj.v1i2.36
Tempe merupakan makanan asli Indonesia yang menjadi salah sumber protein nabati. Tempe dibuat dari fermentasi kacang kedelai menggunakan khamir Rhizous sp. Proses fermentasi ini dapat membuat tempe menjadi pangan fungsional karena protein pada kacang kedelai dirubah menjadi protein terlarut yang lebih sederhana dan mudah dicerna. Tempe banyak dikonsumsi msyarakat Indonesia karena harganya yang sangat terjangkau. Sebagai sumber protein dengan harga terjangkau, tempe memiliki kandungan protein lebih rendah dari pada ikan dan daging. Penambahan protein pada tempe sudah banyak diteliti, salah satunya dengan menambahkan tepung ikan pada proses pembuatan tempe. Namun penambahan protein ini dapat menurunkan kualitas tempe. Penurunan kualitas ini disebabkan karena khamir dapat tumbuh dengan sangat cepat sehingga mempercepat tempe menjadi busuk. Pada penelitian ini, tepung agar dari alga merah akan diaplikasikan sebagai pembungkus tepung ikan untuk menambah protein pada tempe. Tepung ikan yang dibungkus dengan tepung agar dalam bentuk boba dapat menjaga proteinnya tidak terdegradasi oleh khamir tempe. Hal ini ditunjukan dari data uji protein antara tempe tanpa boba ikan dan tempe boba ikan. Data uji protein menunjukan tidak adanya peningkatan protein terlalut selama masa fermentasi kedelai antara tempe boba ikan dan kontrol. Di sisi lain, data spectra inframerah dekat menunjukan bahwa penambahan tepung agar sebagai pembungkus tepung ikan tidak merubah karakter kimia pada tepung ikan. Kemampuan tepung agar dalam menjaga protein ikan agar tidak terdegradasi ini disebabkan karena tidak adanya enzime agarose pada tempe.
Identifikasi Cemaran Mikroplastik pada Biota Air Tawar Konsumsi dari Rawa Pening, Jawa Tengah
Dhanang Puspita;
Pulung Nugroho;
Rio Asysam Faisal
Science Technology and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53416/stmj.v2i1.46
Rawa pening potensial terpapar cemaran mikroplastik, dimana ada 9 sungai yang berkontribusi mengirimkan polutannya. Cemaran mikroplastik juga akan mengancam biota air tawar di Rawa Pening. Permasalahan muncul ketika biota air tawar tersebut ditangkap untuk bahan konsumsi, yang nantinya bisa berpotensi mengganggu kesehatan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi cemaran mikroplastik pada biota air tawar di Rawa Pening. Metode yang digunakan adalah penelitain kuantitatif deskriptif, dimana sampel di ambil di Rawa Pening kemudian dianalisis kandungan mikroplastiknya dengan teknik pengapungan dan pengamatan dilakukan dengan mikroskop dengan perbesaran 40×. Hasil penelitian menunjukan, air rawa pening dan lumpur mengandung mikroplastik begitu juga dengan biotanya. Sumber mikroplastik diperkirakan dari limbah yang dibawa oleh 9 sungai dan masuk ke perairan Rawa Pening. Kesimpulan dari penelitian ini, lingkungan dan biota di Rawa Pening tercemar mikroplastik dan perlu upaya untuk menimalisir potensi translokasi mikroplastik ke tubuh manusia.
Identifikasi Cemaran Mikroplastik pada Jajanan Anak Sekolah di Kota Salatiga
Dhanang Puspita;
Pulung Nugroho;
Slamet Suprapti
Science Technology and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53416/stmj.v2i1.47
Makanan siap saji termasuk pangan jajanan anak sekolah (PJAS ) menjadi salah satu sumber pemenuhan asupan gizi bagi anak sekolah. Berbagai jenis PJAS, sebagain besar menggunakan plastik sebagai pembungkusnya. Salah satu dampak negatif dari penggunakan plastik sebagai pengemas yaitu plastik dapat berpotensi melepaskan bahan kimia berbahaya yang berasal dari sisa monomer dari polimer seperti mikroplastik yang dapat membahayakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan cemaran mikroplastik pada jajanan anak sekolah di Kota Salatiga. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitain kuantitatif deskriptif, dimana sampel di ambil penjaja PJAS di kota Salatiga secara acak kemudian dianalisis kandungan mikroplastiknya dengan teknik pengapungan dan pengamatan dilakukan dengan mikroskop dengan perbesaran 40×. Hasil penelitian menunjukan, sampel PJAS mengandung mikroplastik. Faktor penyebabnya diperkirakan dari metode pengolahan dan kandungan dalam sampel seperti; panas, karbon dioksida dan asam. Kesimpulan dari penelitian ini, pangan jajanan anak sekolah ( PJAS) yang ada di kota Salatiga mengandung mikroplastik sehingga disarakan agar anak sekolah dapat mengurangi jajan di luar atau membawa bekal dari rumah dan PJAS menggunakan plastik yang berkualitas baik.
FORMULASI FOODBAR UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN ATLET
Dhanang Puspita;
Gelora Mangalik;
Hieskya Chelvin Kristover
Science Technology and Management Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53416/stmj.v2i2.91
Atlet membutuhkan kalori untung menunjang peformanya. Foodbar bisa menjadi salah satu penyuplai kebutuhan kalori atlet. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan foodbar yang diperntukan memenuhi kebutuhan kalori. Penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan tahapan membuat formulasi foodbar kemudian dianalisis dengan data sekunder. Dihasilkan foodbar dengan ukuran 30 gr yang mengandung 146,5 Kkal. Foodbar tersebut bisa menjadi asupan untuk pemenuhan kebutuhan atlit sebelum, saat, dan setelah bertanding.
UJI TERMOSTABILITAS PIGMEN ANTOSIANIN DARI BUNGA TELANG (CLITOREA TERNATEA) YANG DIMIKROENKAPSULASI DENGAN MALTODEKSTRIN
dhanang
Science Technology and Management Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53416/stmj.v3i1.111
Bunga telang (Clitorea ternatea) sudah dimanfaatkan sebagai pewarna pada makanan dan minuman karena mengandung pigmen antosianin. Masalah ketersediaan dan kepraktisan, maka pamakaian bunga telang tergantikan oleh pigmen sintetik. Mikroenkapsulasi pigmen alami dari bunga telang dapat bermafaat memermudah penggunaan, penyimapanan, dan menjaga ketersediaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji termostabilitas pigmen bunga telang yang telah dimikroenkapsulasi dengan maltodekstrin 10%. Metode penelitian meliputi; ekstraksi pigmen bungan telang, mikroenkapsulasi ekstrak bunga telang, dan uji termostabilitas. Hasil penelitian menunjukan ekstrak antosianin bunga telang sebesar 16,18 mg/100g, sedangkan mikroenkapsulasi bunga telang dengan maltodekstrin 10% sebesar 16,28 mg/100g. Uji termostabilitas dengan paparan panas 100ºC terjadi penurunan antosianin pada menit ke-10. Antosianin terdegradasi akibat meningkatknya laju reaksi akibat paparan yang panas yang dapat memotong ikatan glikosidik menjadi gugus karbinol dan kalkon yang tidak berwarna.
OPTIMALISASI SUHU PENGERINGAN BLOOM TEA DENGAN MENGGUNAKAN OVEN DAN MICROWAVE UNTUK KONSERVASI KANDUNGAN PIGMEN DAN ANTIOKSIDAN
dhanang;
Pulung Nugroho;
MC Titania Anjaly Putri Edenia
Science Technology and Management Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53416/stmj.v3i1.113
Bloom tea merupakan minuman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Cina, namun dengan berkembangnya zaman bloom tea semakin familiar di dunia. Bloom tea banyak dimanfaatkan sebagai obat. Salah satu bunga yang dimanfaatkan adalah bunga krisan, bunga krisan juga sudah banyak digunakan sebagai obat untuk mengurangi ketegangan mata, efek antipiretik, efek sedatif dan menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan suhu pengeringan yang optimal dengan menggunakan oven dan microwave guna mengkonservasi pigmen alami dan antioksidan pada bloom tea. Pengeringan dilakukan menggunakan oven pada suhu 60, 70, dan 80°C dan microwave pada suhu 50, 70, dan 100°C dengan perlakuan amplop dan tanpa amplop. Hasil pengeringan menunjukan bahwa aktivitas antioksidan tertinggi pada suhu 100°C tanpa amplop sebesar 81,25% sedangkan pigmen tertinggi pada suhu 70°C dengan amplop sebesar 0,701 µg/g. Pengeringan yang direkomendasikan untuk menghasilkan pigmen dan antioksidan optimal dengan menggunakan oven pada suhu 70°C.
Identifikasi Cemaran Mikroplastik pada Ikan Konsumsi yang di Budidayakan di Perairan Rawa Pening
Dhanang Puspita
Science Technology and Management Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53416/stmj.v3i2.164
Rawa Pening adalah danau alam di Jawa Tengah yang dimanfaatkan untuk budidaya perikanan dengan karamba. Sembilan sungai yang masuk ke Rawa Pening berpotensi berkontribusi menyumbangkan polutan dan salah satunya adalah mikroplastik. Mikroplastik adalah material dari polimer sintetik dengan ukuran kurang dari 5 mm, yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia jika terkonsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi cemaran mikroplastik pada ikan konsumsi yang dibudidayakan di Rawa Pening. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan cara menganalisis kandungan mikroplastik pada air Rawa Pening, ikan mujaer dan nila dengan teknik pengapungan senyawa polimer sintetik dengan NaCl 4% dan diamati dengan mikroskop pada perbesaran 40×. Hasil pengamatan menunjukan adanya kandungan mikroplastik pada air Rawa Pening, ikan mujaer dan nila. Mikroplastik yang ditemukan dikategorikan dalam bentuk fragmen, fiber, film dan monofilament. Adanya cemaran mikroplastik tersebut menjadi ancaman bagi keamanan pangan dan kesehatan manusia uang mengonsumsinya. Perlu upaya menciptakan budidaya perikanan yang aman dan pengolahan hasil perikanan yang baik dan benar agar bisa memutus translokasi mikroplastik ke tubuh manusia.
PENGOLAHAN DURIAN BERKUALITAS RENDAH DI DESA CUKILAN AGAR BERNILAI TAMBAH TANPA MENINGGALKAN LIMBAH
Puspita, Dhanang;
Nugroho, Pulung;
Wahyuningtyas, Sekar Eka;
Yandistara, Mikrando Sheva;
Nugraheni, Dila Komala;
Sihombing, Chandryka Naomi;
Prasojo, Rachel Immelda Intan;
Laia, Eirene Putri Cahyani;
Salakory, Milleboy James Simonelsa
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24246/jms.v4i12023p68-77
Desa Cukilan menjadi salah satu sentra penghasil durian. Permasalahan yang muncul adalah belum ada pemanfaatan durian dengan kualitas rendah dan limbah biji dan kulit durian. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah upaya pemanfaatan durian berkualitas rendah dan limbah durian agar memili nilai tambah. Metode yang diguunakan adalah observassi, penelitian, dan sosialisasi. Dihasilkan tiga produk, yaitu; es krim durian, selai, dan briket arang. Durian dengan kualitas rendah dapat dimanfaatkan dan memiliki nilei ekonomi yanh baik serta limbahnya memiliki nilai ekonomi.