Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Inhibitor CARDS Toxin sebagai Pengobatan Pnemonia pada Biji Jintan Hitam (Nigella sativa): CARDS Toxin Inhibitor as Pnemonia Treatment in Black Cumin Seed (Nigella sativa) Anwar, La Ode Muhammad; Pramestyani, Embriana Dinar; Adiwisastra, Nuzul Gyanata; Muslih, Hamdan Faisal; Romli, Cindy Junita; Jannah, Zam Zam Zainatul; Harahap, Kurnia Pebriyanti; Okhanza, Awanda Pramudita; Lestari, Sri
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i3.2459

Abstract

CARDS toxin is a protein component that triggers pnemonia. The purpose of this research is to find out what compounds can inhibit CARDS toxin in black cumin seed compounds. CARDS toxin was downloaded on the PDB site with the code 4TLW. The control used is hydroxychloroquine compound. The docking results showed inhibition of CARDS toxin, namely quercetin 3-(6''''-feruloylglucosyl)-(1->2)-galactosyl-(1->2)-glucoside (-16.4 kcal/mol), gramisterol (-10.0 kcal/mol), taraxerol (-9.6 kcal/mol) and quercetin (-9.0 kcal/mol) compared to the control. SwissADME pharmacokinetic values showed that the compounds were lipophilic, namely gramisterol and taraxerol. Absorption values showed that only quercetin 3-(6''''-feruloylglucosyl)-(1->2)-galactosyl-(1->2)-glucoside and quercetin compounds had high absorption values while other compounds were still very low. Only quercetin compound inhibited CYP1A2. Bioavailability values of all compounds were more than 10%. All plant compounds are possible to be synthesized (range score 1-10). Keywords:          CARDS Toxin, Pnemonia, Mycoplasma pneumoniae   Abstrak CARDS toxin merupakan kompenen protein pencetus penyakit pnemonia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa apa saja yang mampu menghambat CARDS toxin pada senyawa biji jintan hitam. CARDS toxin diunduh pada situs PDB dengan kode 4TLW. Kontrol yang digunakan adalah senyawa hydroxychloroquine. Hasil docking menunjukan terdapat penghambatan CARDS toxin yaitu quercetin 3-(6''''-feruloylglucosyl)-(1->2)-galactosyl-(1->2)-glucoside (-16.4 kcal/mol), gramisterol (-10.0 kcal/mol), taraxerol (-9.6 kcal/mol) dan quercetin (-9.0 kcal/mol) dibanding dengan kontrol. Nilai farmakokinenik SwissADME menunjukan senyawa bersifat lipofilik yaitu gramisterol dan taraxerol. Nilai absorbsi menunjukan hanya senyawa quercetin 3-(6''''-feruloylglucosyl)-(1->2)-galactosyl-(1->2)-glucoside dan quercetin memiliki nilai absorbsi yang tinggi sedanggkan senyawa lain masih sangat rendah. Hanya senyawa quercetin yang menghambat CYP1A2. Nilai bioavabilitas semua senyawa lebih dari 10%. Semua senyawa tanaman memungkinkan untuk dapat disintesis (range score 1-10). Kata Kunci:         CARDS Toxin, Pnemonia, Mycoplasma pneumoniae
EDUKASI DAN PENYULUHAN PENYAKIT KRONIS DI DESA PASIR GOMBONG Nuzul Gyanata Adiwisastra; Embriana Dinar Pramestyani; Hilmy, Salma; Marselina; Masita Sari Dewi; La Ode Muhammad Anwar; Zuhrah Giatamah
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/3w370677

Abstract

Penyakit kronik merupakan penyakit dengan durasi yang lama, serta umumnya perkembangannya lambat. Penyakit kronis dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan lansia, dalam hal ini kesehatan jiwa yaitu kecemasan. Kecemasan merupakan suatu perasaan dimana seseorang merasa tidak aman dan terancam atas suatu hal atau keadaan. Penyakit kronis yang mengalami peningkatan yang pertama  yaitu hipertensi naik dari 25,8% menjadi 34,1%, diabetes mellitus naik dari 6,9% menjadi 8,5%, prevalensi stroke naik dari 7% menjadi 10,9% dan penyakit gagal ginjal kronik naik dari 2% menjadi 3,8%. edukasi dan penyuluhan penyakit kronis merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian masyarakat dalam memberikan edukasi dan memberikan perhatian kepada masyarakat yang berada di Desa Pasir Gombong RT.01/RW.05. Metode pengabdian masyarakat dilakukan dengan interaksi langsung, melalui pemberian kuesioner berisi pertanyaan, materi presentasi dari narasumber, leaflet dan kuesioner lanjutan setelah peserta menerima edukasi mengenai penyakit kronis. Hasil analisa data nilai pre-test (39.6%) dan post-test (83.4%) telah terjadi meningkatan pemahaman Masyarakat terkait edukasi kesehatan penyakit kronik.  
EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG RASIONALITAS PENGOBATAN HIPERTENSI DAN PENYAKIT PENYERTA DIABETES PADA MASYARAKAT DESA KARANG ASIH, CIKARANG UTARA Marselina; Audrie Agustini Widiawati; Fadly Agung Fatah; Aeni Kusno; Antih Puspita Dewi; Evellia Priastuti; Hanifah Ikka Salamah; Cyto Yudha Kurniawan; Eka Ayu Riyanto; Destie Elmi Mufidah; Masita Sari Dewi; Nuzul Gyanata Adiwisastra; La Ode Muhammad Anwar; Salma Hilmy Rusydi Hashim; Ulyati Ulfah; Ike Maya Permanasari; Rosiana; Mohammad Haikhal Ramadani
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/00mx9951

Abstract

Hipertensi dan diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan angka kejadian yang tinggi di Indonesia serta berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani secara tepat. Salah satu faktor utama dalam pengelolaan penyakit ini adalah kepatuhan terhadap terapi pengobatan yang rasional. Namun demikian, pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penggunaan obat secara tepat dan berkelanjutan masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai rasionalitas pengobatan hipertensi dan diabetes melitus di Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara. Penelitian menggunakan eksperimen dengan desain pretest-posttest terhadap 30 responden yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel secara mudah. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah pelaksanaan edukasi kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan edukasi. Sebelum edukasi dilaksanakan, sebanyak 76,7 % responden berada pada kategori pengetahuan yang rendah. Setelah pelaksanaan edukasi, sebanyak 46,7 % responden memiliki tingkat pengetahuan yang sangat baik, dan 33,3 % berada pada kategori pengetahuan yang baik. Hasil analisis statistik menggunakan uji Paired Samples t-test menunjukkan nilai p lebih kecil dari 0,05, yang menunjukkan bahwa edukasi kesehatan memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengobatan yang rasional. Oleh karena itu, program edukasi serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif dalam pengendalian penyakit kronis.
EFEKTIVITAS TERAPI HERBAL QING FEI PAI DU TANG TERHADAP NYERI SENDI DENGAN DIAGNOSIS SINDROM LEMBAB-DINGIN (HAN SHI ZHENG) DI PUSAT TERAPI BSM JAKARTA Hilman Rama Pratama; Hari Iskandar Kang; Stefanus Aditya; La Ode Muhammad Anwar
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hilman Rama Pratama / 224110019 / 2025 / The Effectiveness of Qing Fei Pai Du Tang Herbal Therapy on Joint Pain with a Diagnosis of Cold-Damp Syndrome (Han Shi Zheng) at the BSM Therapy Center Jakarta / Dr. Hari Iskandar Kang, B.C.M., M.C.M. Joint pain that arises after COVID-19 infection is a common manifestation of post- COVID conditions, often referred to as Long COVID. In Traditional Chinese Medicine (TCM), this condition is classified as Han Shi Zheng (cold-damp syndrome), characterized by joint stiffness, severe pain, and worsening symptoms in cold or humid environments. Qing Fei Pai Du Tang (QFPDT) is a classical herbal formula traditionally used to expel cold-damp pathogens, promote the circulation of Qi and Xue (blood), and warm the meridians. This study aimed to evaluate the effectiveness of QFPDT in reducing joint pain among patients diagnosed with Han Shi Zheng. A quasi-experimental one-group pre–post test design was applied, involving 30 patients at the BSM Therapy Center in Jakarta. Participants received QFPDT at a dosage of 6 grams per day for seven consecutive days. Evaluations were conducted using the Visual Analogue Scale (VAS) for pain, structured interviews, and tongue observations before and after therapy. The results showed an average reduction of 3.1 points in VAS scores, with 80% of participants experiencing significant pain relief. Tongue color changes from pale or purple to pink indicated improved Qi circulation and a reduction in pathological dampness. No serious adverse effects were reported. These findings demonstrate that QFPDT is clinically effective as a supportive therapy for alleviating joint pain in patients with Han Shi Zheng.
Pengaruh Konsumsi Ziziphus Jujuba Terhadap Kelelahan Akut Pada Remaja Dengan Sindrom Defesiensi Qi di Ponpes Mitsaqul Ummah Supangkat, Embang; Nando, Aryaprana; Khuril R, Muslihatin; Anwar, Laode Muhamad; Xaverius, Franciscus
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan akut pada remaja merupakan permasalahan yang kian meningkat, terutama pada lingkungan berasrama seperti pondok pesantren yang memiliki aktivitas padat. Dalam perspektif Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), kondisi ini banyak dikaitkan dengan sindrom defisiensi Qi, yakni ketidakseimbangan energi vital tubuh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh konsumsi Ziziphus jujuba (Angco) terhadap kelelahan akut pada remaja dengan sindrom defisiensi Qi di Pondok Pesantren Mitsaqul Ummah, Cianjur, serta menganalisis perubahan tingkat kelelahan dan efektivitasnya dalam konteks kehidupan pesantren.. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe one group pre-post test. Subjek penelitian berjumlah 20 remaja yang memenuhi kriteria sindrom defisiensi Qi. Intervensi berupa konsumsi Angco dalam bentuk seduhan sebanyak tiga kali sehari sebelum makan selama enam hari berturut-turut. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner skala konstitusi tubuh TCM. Teknik analisis data meliputi uji statistik deskriptif, uji normalitas (Shapiro-Wilk), uji homogenitas (Levene), serta uji hipotesis menggunakan paired sample t-test dan Wilcoxon Signed Rank Test untuk membandingkan tingkat kelelahan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada tingkat kelelahan setelah intervensi konsumsi Angco. Berdasarkan uji paired t-test, terdapat perbedaan yang bermakna antara skor pre-test dan post-test (p < 0.05), yang didukung pula oleh hasil uji Wilcoxon. Temuan ini menyimpulkan bahwa konsumsi  Ziziphus jujuba  efektif dalam mengurangi kelelahan akut pada remaja dengan sindrom defisiensi Qi. Oleh karena itu, Angco dapat dijadikan sebagai alternatif terapi herbal berbasis bukti yang aman, alami, dan sesuai dengan pendekatan PTT dalam konteks pendidikan berasrama.
Uji Antibakteri Deodorant Spray Ekstrak Terpurifikasi Kombinasi Daun Jambu Air dan Daun Mangga Wati, Isna; Hashim, Salma Hilmy Rusydi; Anwar, La Ode Muhammad; Adrianto, Madyo
Majalah Farmasetika Vol 10, No 5 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i5.66509

Abstract

Keringat berlebih dapat menyebabkan timbulnya bau badan karena berinteraksi dengan proses metabolisme bakteri di kulit seperti Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Daun jambu air (Syzygium aqueum) dan daun mangga (Mangifera indica L.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, fenol, tanin dan saponin yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui zona penghambatan antibakteri pada ekstrak serta sediaan deodorant spray dengan ekstrak terpurifikasi kombinasi daun jambu air dan daun mangga pada perbandingan 1:1, 1:2, 2:1 dan formula sediaan deodorant spray dengan konsentrasi 5% (F1), 7,5% (F2), dan 10% (F3) melalui metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukan zona hambat ekstrak terhadap Staphylococcus aureus berurutan yaitu 8,24±0,09 mm, 12,34±0,12 mm, dan 10,31±0,06 mm dan pada Pseudomonas aeruginosa yaitu 7,25±0,15 mm, 8,36 ±0,13 mm, dan 7,36±1,00 mm. Zona hambat sediaan deodorant spray terhadap Staphylococcus aureus sebesar F1 10,32±0,09 mm, F2 11,64±0,10 mm, dan F3 13,70±0,09 mm, terhadap Pseudomonas aeruginosa yaitu F1 7,34±0,12 mm, F2 9,32±0,09 mm, dan F3 10,68±0,05 mm. Kesimpulan daya hambat ekstrak kombinasi terbaik pada 1:2 yaitu 8,36±0,13 dan 12,34±0,12 mm, dan deodorant spray pada formula F3 13,70±0,09 dan 10,68±0,05 dalam kategori kuat. 
Studi Farmakokinetik dan Toksisitas Senyawa Biji Jintan Hitam (Nigella sativa) Anwar, La Ode Muhammad; Anugrah, Anas Kiki; Pramestyani, Embriana Dinar; Harahap, Kurnia Pebriyanti; Rohmah, Hajar Nur Fathur; Widyawati, Audrie Agustini; Koniasari, Koniasari
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.661

Abstract

Studi farmakokinetik dan toksisitas merupakan salah satu parameter dalam pengembangan obat. Parameter farmakokinetik meliputi nilai absorbs, distribusi, metabolisme dan eliminasi obat sedangkan nilai toksisitas merupakan factor keamanan pada suatu komponen senyawa atau sediaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat nilai farmakokinetik dan toksisitas pada tanaman jintan hitam (Nigella sativa). Database senyawa diperoleh pada situs Take out "JAMU" of KNApSAcK dan dianalsis kode SMILES pada platfrom PubChem. Selanjutnya dilakukan analisis farmakokinetik dan toksisitas menggunakan situs pkCSM kemudian dievaluasi menggunakan kaidah aturan Lipinski. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 26 senyawa metabolit. Nilai absorbsi pada intestinal menunjukan semua senyawa terabsorbsi menyeluruh, sedangkan 4 senyawa terabsorbsi pada P-glycoprotein. Terdapat 24 senyawa yang tidak dapat menembus Blood-Brain Barrier (BBB) dan 10 senyawa tidak mampu menembus SSP. Semua senyawa bukan menjadi substrat CYP2D6 dan 9 senyawa yang menjadi substrat CYP3A4. Nilai total clearance antara -0.016 sampai 1.991 dengan 1 senyawa yang menjadi substrat OCT2. Uji toksisitas menunjukan terdapat 8 senyawa mutagenic dan 5 senyawa bersifat hepatotoksik. Evaluasi menggunakan aturan Lipinski terdapat 10 senyawa yang memenuhi syarat. Dapat disimpulkan bahwa, 10 senyawa yang terdapat pada biji jintan hitam memenuhi syarat dalam pengembangan obat baru.
Inhibitor Enzim Papain-Like Protease (Plpro) SARS CoV-2 dan Mediator Inflamasi TNF-? dan IFN-? pada Bawang Putih (Allium Sativum L): Inhibitors of Papain-Like Protease (Plpro) Enzyme SARS CoV-2 and Inflammatory Mediators TNF-? and IFN-? in Garlic (Allium Sativum L) Romadhona, Pipit; Anwar, La Ode Muhammad; Hashim, Salma Hilmy Rusydi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i1.2010

Abstract

COVID-19 is an infectious disease caused by the SARS CoV-2 virus. Garlic (Allium sativum L) contains compounds that are responsible for immunomodulatory effects and have antiviral activity. This study aims to find out more about the compounds contained in garlic that have the potential for COVID-19 treatment. The research method is in silico. Macromolecules targeting papain-like protease enzyme tethering with code 6B18 and TNF-? mediators with code 1TNF and IFN-? with code 4Z5R. The results of research on 34 compounds in garlic obtained compounds that can inhibit the enzyme PLpro, namely the hyperin compound at -8.7 kcal/mol, compounds that can inhibit TNF-? mediators, namely phytol compounds at -8.0 kcal/mol, and compounds that can inhibit INF-a mediators, namely ergosterol compounds at -8.2 kcal/mol. Keywords:          COVID-19, PLpro, garlic, inflammation, TNF-a, IFN-a, in silico   Abstrak COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS CoV-2. Bawang putih (Allium sativum L) mengandung senyawa yang bertanggung jawab atas efek imunomodulator dan memiliki aktivitas antivirus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut senyawa yang terkandung didalam bawang putih yang berpotensi sebagai pengobatan COVID-19. Metode penelitian secara in silico. Makromolekul target penambatan enzim papain-like protease dengan kode 6B18, dan untuk mediator TNF-? dengan kode 1TNF dan IFN-? dengan kode 4Z5R. Hasil penelitian dari 34 senyawa pada bawang putih diperoleh senyawa yang dapat menghambat enzim PLpro yaitu senyawa hyperin sebesar -8.7 kcal/mol, senyawa yang dapat menghambat mediator TNF-? yaitu senyawa phytol sebesar -8.0 kcal/mol dan yang dapat menghambat mediator INF-a yaitu senyawa ergosterol sebesar -8.2 kcal/mol. Kata Kunci:         COVID-19, PLpro, bawang putih, inflamasi, TNF-?, IFN-?, in silico
The Effect of Temulawak (Shu Gu Jiang Huang) Administration on Stomach Pain in Patients with Stomach Heat Syndrome at LKP Daun Mas Marjati Tjuatja; Muslihatin Khuril R; Aryaprana Nando; La Ode Muhammad Anwar
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 4 (2025): IJHET NOVEMBER 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Gastric disorders with stomach heat syndrome are common digestive complaints encountered in clinical practice (World Gastroenterology Organization, 2021). Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) contains active compounds such as curcuminoids, xanthorrhizol, and sesquiterpenes, which possess anti-inflammatory, gastroprotective, antimicrobial, and analgesic properties (Ariyani et al., 2020; Riswanti et al., 2021). Methods: This study aimed to determine the effect of Temulawak (Shu Gu Jiang Huang) on gastric pain with stomach heat syndrome. A pre-experimental one- group pre-test post-test design (Sugiyono, 2021) was employed. Thirty patients at LKP Daun Mas were selected using simple random sampling (Sugiyono, 2020). Pain intensity was measured using the Visual Analogue Scale (VAS) (Notoatmodjo, 2020) before and after the intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Results: The results showed a significant reduction in pain (p = 0.000), from a majority of moderate pain cases before the intervention (63.3%) to mild pain after the intervention (93.3%). The findings indicate that Shu Gu Jiang Huang is effective in reducing gastric pain associated with stomach heat syndrome. Conclusion: Shu Gu Jiang Huang demonstrates significant effectiveness in alleviating gastric pain in patients with stomach heat syndrome, supporting its use as part of integrative therapy in Traditional Chinese Medicine.
TOXICITY TEST OF BANANA LEAF EXTRACT WITH BRINE SHRIMP LETHALITY TEST METHOD Armi, Armi; Pinem, Lina Herida; Setiawan, Yana; Ayu, Yennyka Dwi; Hartati, Susi; Anwar, La Ode Muhammad; Rachmita, Anisa
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.2816

Abstract

Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) merupakan teknik yang digunakan untuk mengevaluasi potensi toksisitas awal suatu senyawa berdasarkan kemampuan mematikan larva Artemia salina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi efek sitotoksik dari ekstrak daun pisang ambon (Musa paradisiaca) melalui uji BSLT. Penelitian menggunakan desain eksperimental uji toksisitas secara in vivo Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan larva A. salina sebagai subjek, dan dilakukan di Laboratorium Biomedik Universitas Medika Suherman pada periode 16 Agustus hingga 13 September 2024. Uji dilakukan pada beberapa konsentrasi ekstrak yaitu 500, 100, 50, dan 10 ppm, masing-masing dengan tiga kali pengulangan dan kontrol. Observasi dilakukan pada interval waktu 6, 12, 18, dan 24 jam. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear dan metode probit. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun pisang ambon memiliki nilai LC50 sebesar 272,13 ppm. Kesimpulannya, ekstrak ini menunjukkan aktivitas sitotoksik sedang dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut dalam penelitian farmakologis dan toksikologis.
Co-Authors Abdul Rozak Aditya, Stefanus Aeni Kusno Afriyani, Annisa Esabita Agus, dr.Henry AGUS, HENDRY AL-ZAHRI, DESI PERMATA Alvi Yandini Ananda, Salsa Billa Anas Kiki Anugrah Angela, Simbolon Rosa Antih Puspita Dewi Aprilina Sartika Armi, Armi Aryaprana Nando Aryaprana Nando Asyafa Nursyahada Audrie Agustini Widiawati Ayu, Yennyka Dwi Cahyati, Putri Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya Cindy Junita Romli Cindy Junita Romli Cucu Cyto Yudha Kurniawan Dandi Sanjaya Destie Elmi Mufidah Dewi Ratnasari Dewi Safitri Dewi, Masita Sari Ediati Sasmito Eka Ayu Riyanto Embriana Dinar Pramestyani Embriana Dinar Pramestyani Embriana Dinar Pramestyani Emmelia Kristina Hutagaol Erna Setiyawati Errol Rakhmad Noordam Evellia Priastuti Fadly Agung Fatah Ferry Ferdian Nugraha Franciscus Xaverius Galih Muhamad Faqih Giatama, Ns.Zuhrah Gyanata Adiwisastra, Nuzul Hajar Nur Fathur Rohmah Hanifah Ikka Salamah Harahap, Kurnia Pebriyanti Hari Iskandar Kang Hilman Rama Pratama Hilmy, Salma Husein, Alfi Iin Hardiyati Ike Maya Permanasari Ilyas Ramadani Sidiq Ismoyowati, Tri Wahyuni Jannah, Zam Zam Zainatul Jenny Adilla Jamtoputri Joao Manuel Correia Ximenes Kadarisman Sofian Irawan Khuril R, Muslihatin Kibtiyah, Azzahro Koniasari, Koniasari La Ode Akbar Rasydy Laela Pazri Lina Herida Pinem Lita Hasni Fatna Suri Madyo Adrianto Margaretha Pandiangan Marjati Tjuatja Marselina Marselina Marselina Marselina Marselina Marselina Masita Sari Dewi Mesu, Maria Antonia Mia Latifah Milinda Hidayani Mohammad Haikhal Ramadani Muhammad Khoirul Umam Muslih, Hamdan Faisal Muslihatin Khuril R Muslihatin Khuril R Nando, Aryaprana Ningsih, Nur Afni Delvia Agria Nissa, Zahra Maheswari Nur Aliyah, Dwi Nurhakim, Deslia Putri Nurjanah, Nina Nurul, Nurul Hikmah Nurulita Anggraeni Nuzul Gyanata Adiwisastra Okhanza, Awanda Pramudita Okhanza, wanda Pramudita Pipit Romadhona Pramestyani, Embriana Dinar Prismalinda Putri Utami, Nur Rochma Putri, Carina Yulia Putri, Felly Olivia Setya Rachmita, Anisa Rafadillah, Dea Putri Ramadhanty Raudya Tuzzahra Rendi Saputra Retno Tri Anjani Rini Afifah Puspitawati Rohani Hani Siregar Rohani Siregar Rohmah, Hajar Nur Fathur Romadhona, Pipit Romli, Cindy Junita Rosa Angela Rosiana Rusydi, Salma Hilmy Salma Hilmy Rusydi Hashim Salma Hilmy Rusydi Hashim Salma, Nabila Maudy Salsabila, Dyas Simbolon Simbolon sindi suryamin Supangkat, Embang Susi Hartati Triya Aryani Putri Ulfah, Ulyati Wati, Isna Widya Lestari Pratama Widyawati, Audrie Agustini Wiwin Try Ayu Rombe Xaverius, Franciscus Yana Setiawan Zuhrah Giatamah Zuhrah Giatamah