Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Education on the Use of Black Cumin Seeds (Nigella sativa) on Metabolite Profiles, Compound Target Prediction, and Toxicity Testing in Karang Asih Village Anwar, La Ode Muhammad; Afriyani, Annisa Esabita; Okhanza, wanda Pramudita; Nissa, Zahra Maheswari; Putri, Carina Yulia
Abdi Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v7i2.9778

Abstract

The public still lacks understanding of black cumin seeds (Nigella sativa), especially regarding their bioactive content, benefits, and safety for consumption. To understand the proper use of herbal plants based on scientific evidence, the public needs research-based education. Therefore, this study aims to determine the education on the use of black cumin seeds in increasing public knowledge and measuring the basic health conditions of the people of Karang Asih Village. The technique used in this study was a quasi-experimental one-group pre-test-post-test design combined with a health survey. This online education was conducted through presentations, posters, and leaflets containing information on active metabolites, the mechanism of action of compounds, and scientific BSLT toxicity tests. To determine how well the participants understood, their knowledge was measured with a pre-test and post-test and analyzed with the Wilcoxon Signed Rank Test. Several parameters measured in the health survey to map the community's health conditions were blood pressure, postprandial blood sugar, total cholesterol, and body weight. Participants' knowledge increased significantly after education (p <0.001), with an average increase of 3.82 points. These results indicate that the public needs education on the safe use of herbs in accordance with clinical conditions. The results of this study can be used to support the idea that education-based research can increase public knowledge about the benefits and safety of black cumin seeds.
Potensi Imunomodulator Fraksi Etil Asetat Biji Jintan Hitam (Nigella sativa L.) terhadap Aktivasi Limfosit T dan Produksi IgG pada Model Tikus Jannah, Zam Zam Zainatul; Nurhakim, Deslia Putri; Ananda, Salsa Billa; Nurjanah, Nina; Putri, Felly Olivia Setya; Anwar, La Ode Muhammad; Hashim, Salma Hilmy Rusydi; Marselina, Marselina; Adiwisastra, Nuzul Gyanata
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.944

Abstract

Biji jintan hitam (Nigella sativa L.) merupakan tanaman herbal yang dikenal memiliki aktivitas sebagai imunomodulator, khususnya dalam meningkatkan fungsi sel imun dan produksi antibodi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan aktivitas fraksi etil asetat biji jintan hitam pada konsentrasi 10%, 15%, dan 20% terhadap sel limfosit T (CD4+ dan CD8+) serta kadar imunoglobulin G (IgG). Metode pada penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan desain eksperimental dilakukan secara in vivo menggunakan 18 ekor tikus jantan yang dibagi 6 kelompok dengan 3 kelompok uji dan 3 kelompok kontrol. Analisis senyawa dilakukan dengan GC-MS, nilai sel limfosit T diukur dengan Flow Cytometry, sedangkan nilai imunoglobulin G (IgG) diukur menggunakan ELISA Reader. Hasil penelitian bahwa fraksi etil asetat biji jintan hitam mengandung 79 senyawa metabolit. Nilai sel limfosit T (CD4+ dan CD8+) menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan, akan tetapi kelompok 3 fraksi etil asetat konsentrasi 20% memiliki aktivitas tertinggi dengan nilai sebesar 97,06%. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik One-Way ANOVA. Hasil penelitian nilai imunoglobulin G (IgG) menunjukan adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai sig. <0.05 dan aktivitas tertinggi serta fraksi yang paling baik terdapat pada kelompok 3 fraksi etil asetat konsentrasi 20% sebesar ±278,740 ng/mL. Hal ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat jintan hitam konsentrasi 20% berpotensi sebagai imunomodulator yang aman, serta dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, khususnya pada kondisi penurunan fungsi imun. Temuan ini menambah pengetahuan tentang potensi jintan hitam sebagai imunomodulator dan dapat menjadi dasar untuk penelitian selanjutnya guna mengetahui senyawa aktif serta cara kerjanya lebih jelas.
Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Terhadap Penggunaan, Penyimpanan dan Resistensi Antibiotik di Puskesmas Mekarmukti Kabupaten Bekasi Gyanata Adiwisastra, Nuzul; Dewi, Masita Sari; Marselina, Marselina; Muhammad Anwar, La Ode; Rusydi Hashim, Salma Hilmy; Ulfah, Ulyati; Rozak, Abdul
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7361

Abstract

Penggunaan antibotik yang kurang tidak sesuai menjadi penyebab utama meningkatnya resistensi bakteri terhadap pengobatan infeksi di Indonesia. Sebagian besar minimnya pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan, penyimpanan dan informasi bahaya resistensi antibiotik disebebkan tingginya swamedikasi dan ketidakpatuhan dalam konsumsi obat antibiotik menjadi permasalahan dimasyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Puskesmas Mekarmukti Kabupaten Bekasi dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan, penyimpanan, dan bahaya resistensi antibiotik. Metode kegiatan meliputi edukasi menggunakan leaflet, ceramah interaktif dengan presentasi power point dengan adanya indikator pengukuran tingkat pengetahuan melalui pre-test dan post-test terhadap 52 responden menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan hasil posttest tertinggi dengan nilai 75-100 dengan kategori pengetahuan baik meningkat dibandingkan dengan pretest nilai tertinggi 0-35 dengan kategori pengetahuan kurang, sehingga dapat diartikan responden masih kurangnya informasi tentang obat antibiotik. Peningkatan signifikan pengetahuan responden, dimana kategori pengetahuan baik meningkat dari 7 orang menjadi 40 orang, sedangkan kategori kurang menurun dari 27 orang menjadi 0 dengan hasil uji statistik T-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) menandakan adanya perbedaan bermakna antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang penggunaan, penyimpanan dan informasi bahaya resistensi antibiotik. Temuan ini membuktikan bahwa metode edukasi pemberian informasi kepada masyarakat dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan antibiotik dalam pencegahan resistensi antibiotik dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
ANALISIS ZAT BESI DAN VITAMIN C SERBUK LIOFILISASI UMBI BIT (Beta vulgaris L) KOMBINASI BUAH APEL HIJAU (Malus sylvestris Mill) sindi suryamin; Cindy Junita Romli; Nuzul Gyanata Adiwisastra; La Ode Muhammad Anwar; Marselina; Salma Hilmy Rusydi Hashim
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan zat besi dan evaluasi standar serbuk umbi bit (Beta vulgaris L) dan apel hijau (Malus sylvestris Mill) dalam meningkatkan kadar hemoglobin sebagai upaya penanganan anemia, serta menentukan konsentrasi optimal dari kombinasi tersebut. Proses pengeringan dilakukan dengan metode freeze drying untuk mempertahankan stabilitas senyawa aktif. Hasil serbuk umbi bit dan apel hijau masing-masing dari 5 kg bahan menghasilkan 153 g dan 386,8 g serbuk. Uji fitokimia menunjukkan bahwa kedua serbuk mengandung alkaloid, flavonoid, glikosida, dan polifenol yang berperan dalam penyerapan zat besi dan pembentukan hemoglobin. Uji organoleptik memperlihatkan bahwa serbuk memiliki ciri fisik dan aroma yang khas serta stabil. Hasil uji pH, homogenitas, susut pengeringan, kadar air, dan kadar abu menunjukkan bahwa serbuk memenuhi standar yang berlaku. Uji kadar zat besi dengan spektrofotometri serapan atom menunjukkan regresi linear (R² = 1) dengan kadar tertinggi pada konsentrasi 2 ppm. Uji kadar vitamin C menggunakan spektrofotometri UV-Vis juga menunjukkan hubungan linear kuat (R² = 0,9674) pada serbuk apel hijau, umbi bit, dan kombinasinya pada konsentrasi 20 ppm. Kombinasi serbuk umbi bit mengandung zat besi sebesar 48,392 mg/20 g, sedangkan apel hijau mengandung vitamin C sebesar 61,4052 mg/10 g yang berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin. Kesimpulannya, kombinasi serbuk umbi bit dan apel hijau berpotensi dikembangkan sebagai sediaan nutrasetikal untuk penanggulangan anemia. Namun, efektivitasnya belum dapat dipastikan karena penelitian ini belum menyertakan data uji biologis sehingga diperlukan penelitian lanjutan, termasuk uji in vivo dan in vitro.
FORMULASI DAN EVALUASI TABLET EFFERVESCENT UMBI BIT (Beta vulgaris L) DENGAN KOMBINASI APEL HIJAU (Malus sylvestris Mill) Triya Aryani Putri; Ilyas Ramadani Sidiq; Sindi Suryamin; Nuzul Gyanata Adiwisastra; La Ode Muhammad Anwar; Widya Lestari Pratama
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.590

Abstract

Tablet effervescent merupakan salah satu bentuk sediaan yang praktis digunakan dan dapat meningkatkan kepatuhan konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan menstandarisasi tablet effervescent kombinasi umbi bit (Beta vulgaris L.) dan apel hijau (Malus sylvestris Mill.) sebagai suplemen alami. Tiga formula dikembangkan dengan variasi konsentrasi dan dievaluasi melalui uji sifat fisik granul (laju alir, sudut diam, kompresibilitas, dan susut pengeringan) serta uji mutu tablet (keseragaman bobot, ukuran, kekerasan, kerapuhan, waktu larut, dan pH). Selain itu, dilakukan uji organoleptik dan hedonik untuk menilai penerimaan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi sebagian besar parameter mutu fisik sesuai Farmakope Indonesia, meskipun nilai sudut diam masih perlu dioptimalkan. Formula III menampilkan karakteristik terbaik, dengan laju alir 22,29 g/detik (kategori baik), sudut diam 82,4° (kategori buruk), kompresibilitas 3,18% (baik), serta susut pengeringan terendah sebesar 4,95%. Evaluasi tablet Formula III menunjukkan keseragaman ukuran dengan ketebalan 0,626 cm dan diameter 1,113 cm, serta bobot rata-rata 2,998 g tanpa penyimpangan. Nilai kerapuhan sangat rendah (0,03%), kekerasan 7,1 kg sesuai standar ideal (4–10 kg), waktu larut 4 menit 33 detik memenuhi syarat ?5 menit, dan pH 5 berada dalam rentang aman (4,0–6,8). Dari segi organoleptik, Formula III memiliki warna ungu kemerahan lebih terang, aroma khas umbi bit, serta rasa segar hasil kombinasi umbi bit dan apel hijau yang seimbang. Berdasarkan penelitian ini, Formula III merupakan formula paling optimal karena memenuhi standar mutu fisik tablet effervescent dan diterima secara sensori, sehingga dapat direkomendasikan sebagai formulasi terbaik.
PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL DI DESA SUKAJADI Rohani Siregar; Alvi Yandini; Cucu; Nurulita Anggraeni; La Ode Muhammad Anwar; PrismaLinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6706

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalah gizi utama di Indonesia yang dapat meningkatkan risiko anemia, perdarahan, persalinan prematur, serta bayi lahir dengan berat badan rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang selama kehamilan sebagai upaya pencegahan KEK di Desa Sukajadi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi makanan bergizi, serta pemeriksaan Lingkar Lengan Atas (LILA). Sasaran kegiatan adalah ibu hamil dengan dukungan tenaga kesehatan dan pemerintah desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai penyebab, dampak, dan cara pencegahan KEK setelah diberikan edukasi kesehatan. Selain itu, dukungan keluarga dan pemberdayaan masyarakat juga berperan penting dalam menjaga status gizi ibu hamil. Kegiatan edukasi kesehatan secara berkelanjutan diharapkan mampu menurunkan angka KEK dan meningkatkan kesehatan ibu serta bayi.
Combined Peperomia pellucida – Phyllanthus niruri Extracts: Pharmacokinetic, Target Prediction, and Total Phenolic Evaluation La Ode Muhammad Anwar; Marselina Marselina; Embriana Dinar Pramestyani
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v12i1.1048

Abstract

The rising burden of chronic diseases has accelerated the search for phytotherapeutic combinations that offer multi-target pharmacological actions with lower toxicity. While Peperomia pellucida and Phyllanthus niruri are renowned for their individual antioxidant and anti-inflammatory properties, there is a significant gap in understanding their combined pharmacokinetic behavior and molecular interactions. This study aims to evaluate the pharmacological potential of combined P. pellucida and P. niruri extracts through an integrated approach encompassing phytochemical analysis, pharmacokinetic profiling, and protein-target interaction predictions. Bioactive compounds retrieved from the KNaPSacK JAMU database were analyzed using TargetNet and pkCSM to assess ADMET (Absorption, Distribution, Metabolism, Excretion, and Toxicity) characteristics. Concurrently, the Total Phenolic Content (TPC) of various extract combinations was determined experimentally in triplicate using the Folin–Ciocalteu method to quantify phenolic constituents, serving as a literature-based indicator of potential antioxidant activity. A total of twenty-two bioactive compounds were identified, predominantly comprising lignans, flavonoids, and triterpenoids. Pharmacokinetic modeling revealed a favorable predicted pharmacokinetic profile characterized by predicted good oral absorption, effective clearance rates, low hepatotoxicity, and the absence of CYP2D6 enzyme inhibition. In silico analysis indicated binding affinity to oxidoreductase enzymes (CYP1A2, polyphenol oxidase 2), nuclear receptors (estrogen and retinoic acid), and key regulatory enzymes such as COX-2 and PTPN1. Notably, TPC values increased proportionally with the concentration of P. pellucida, peaking at 212.44 ± 1.06 mg GAE/g at a 20:80 ratio (P. niruri:P. pellucida). The integration of experimentally measured TPC and in silico findings suggests that phenolic-rich formulations of this combination may possess a favorable pharmacokinetic profile and the potential to modulate multiple biological targets, supporting their further investigation as multi-target phytopharmaceuticals.
Effects of Ginger Brown Sugar Decoction on Reducing Primary Dysmenorrhea Pain with Yang Deficiency Syndrome Erna Setiyawati; Aryaprana Nando; Muslihatin Khuril R; Laode Muhamad Anwar; Franciscus Xaverius
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 8 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i8.52072

Abstract

Menstrual pain (dysmenorrhea) affects approximately 45–95% of women of reproductive age in Indonesia and may interfere with daily activities. Dysmenorrhea is a gynecological disorder caused by an imbalance of progesterone in the blood, leading to pain. In Traditional Chinese Medicine (TCM), dysmenorrhea is referred to as tongjing and is often associated with yang deficiency syndrome. Ginger and palm sugar decoction has natural warming, anti-inflammatory, and analgesic effects, making it suitable for treating cold-type menstrual pain based on TCM principles. Objective: To determine the effect of ginger and palm sugar decoction on reducing primary dysmenorrhea in adolescents with yang deficiency syndrome. Methods: A quantitative study using a single-group pretest-posttest design without a control group. A total of 20 adolescent girls aged 10–18 were given the decoction three times a day for two days. The study was conducted at Mitshaqul Ummah Islamic Boarding School, Cianjur Regency. Results: The average pain score decreased from 4.10 to 1.75 after intervention. The Paired Sample T-Test showed a t-value of 14.104 (df = 19) with a significance level of p < 0.001, indicating a statistically significant reduction in pain. A 50% decrease was also found in seven key indicators of yang deficiency symptoms, based on a TCM physical constitution questionnaire. Conclusion: Ginger and palm sugar decoction significantly reduces the severity of primary dysmenorrhea and alleviates symptoms of yang deficiency. These findings are consistent with TCM principles, which emphasize warming the body and strengthening yang energy to relieve pain.
GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS CIPAYUNG KOTA DEPOK TAHUN 2022 Nurul, Nurul Hikmah; Dewi, Masita Sari; Anwar, La Ode Muhammad
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 2 No 2 (2023): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang menyebabkan kematian terbanyak di dunia. Penyakit ini menyebar ketika penderita tuberkulosis paru mengeluarkan droplet yang mengandung bakteri ke udara, seperti saat batuk. Infeksi dapat terjadi jika droplet tersebut terhirup ke dalam saluran pernafasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan obat antituberkulosis (OAT), menggambaran kesesuaian penggunaan OAT berdasarkan Pedoman Penanggulangan Nasional Tuberkulosis tahun 2016 dari Kementrian Kesehatan RI, dan uji hubungan antara hasil pengobatan dengan umur, jenis kelamin, lama pengobatan, dan banyaknya penyakit kronik. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara pengambilan data secara retrospektif yang dapat dilihat dari data rekam medis pasien pada periode Januari-Desember 2022 di Puskesmas Cipayung Kota Depok. Hasil penelitian berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa jumlah penderita laki-laki lebih banyak dari pada perempuan yaitu laki-laki sebesar 53,2% dan perempuan 46,8%. Berdasarkan usia, jumlah terbanyak berada pada rentang usia 21-59 tahun yaitu sebesar 74,0%. Berdasarkan lama pengobatan menunjukkan bahwa pasien terbanyak yang menjalani pengobatan tepat 6 bulan yaitu sebesar 94,8%. Berdasarkan pemberian jenis KDT (Kombinasi Dosis Tetap) yaitu sebesar 100%. Berdasarkan kesesuaian penggunaan obat yaitu kesesuaian dosis, indikasi, dan pemlihan kombinasi OAT telah memenuhi standar pedoman penanggulangan TB. Kesimpulan berdasarkan analisis hubungan antara usia, lama pengobatan, jenis kelamin, dan penyakit penyerta kronik terhadap hasil pengobatan pasien diperoleh hasil bahwa usia dan lama pengobatan memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil pengobatan pasien. Sedangkan jenis kelamin dan penyakit penyerta kronik tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil pengobatan pasien.
PENETAPAN NILAI SPF DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN ANTARA EKSTRAK TERPURIFIKASI DAN EKSTRAK DAUN JAMBU AIR (Syzygium aqueum (Burm.f) Alston) Ramadhanty Raudya Tuzzahra; Salma Hilmy Rusydi Hashim; La Ode Muhammad Anwar; Nuzul Gyanata Adiwisastra
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 11 No 1 (2026): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v11i1.553

Abstract

Pendahuluan: Paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif pada kulit, seperti penuaan dini dan kanker kulit. Daun jambu air (Syzygium aqueum) diketahui mengandung flavonoid dan vitamin C yang berpotensi sebagai tabir surya alami sekaligus antioksidan. Purifikasi ekstrak dilakukan untuk meningkatkan kandungan senyawa aktif yang berperan dalam efektivitas fotoproteksi dan aktivitas antioksidan. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental in vitro dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian nilai SPF dilakukan dengan metode Mansur menggunakan spektrofotometer UV-Vis, sedangkan aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA melalui SPSS. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa pada konsentrasi 10.000 ppm, ekstrak terpurifikasi memiliki nilai SPF 43,98 ± 0,559, sedangkan ekstrak kental 28,00 ± 0,409. Aktivitas antioksidan keduanya tergolong sangat kuat, dengan nilai IC₅₀ masing-masing 1,518 µg/mL dan 3,893 µg/mL.. Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada nilai SPF dengan nilai Sig.0,048 (p<0,05), namun tidak terdapat perbedaan signifikan pada nilai IC50 dengan nilai Sig.543 (p>0,05). Simpulan: Purifikasi ekstrak daun jambu air terbukti mampu meningkatkan efektivitas fotoproteksi, namun tidak memberikan perbedaan bermakna terhadap aktivitas antioksidan yang dimilikinya.
Co-Authors Abdul Rozak Aditya, Stefanus Aeni Kusno Afriyani, Annisa Esabita Agus, dr.Henry AGUS, HENDRY AL-ZAHRI, DESI PERMATA Alvi Yandini Ananda, Salsa Billa Anas Kiki Anugrah Angela, Simbolon Rosa Antih Puspita Dewi Aprilina Sartika Armi, Armi Aryaprana Nando Aryaprana Nando Asyafa Nursyahada Audrie Agustini Widiawati Ayu, Yennyka Dwi Cahyati, Putri Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya Cindy Junita Romli Cindy Junita Romli Cucu Cyto Yudha Kurniawan Dandi Sanjaya Destie Elmi Mufidah Dewi Ratnasari Dewi Safitri Dewi, Masita Sari Ediati Sasmito Eka Ayu Riyanto Embriana Dinar Pramestyani Embriana Dinar Pramestyani Embriana Dinar Pramestyani Emmelia Kristina Hutagaol Erna Setiyawati Errol Rakhmad Noordam Evellia Priastuti Fadly Agung Fatah Ferry Ferdian Nugraha Franciscus Xaverius Galih Muhamad Faqih Giatama, Ns.Zuhrah Gyanata Adiwisastra, Nuzul Hajar Nur Fathur Rohmah Hanifah Ikka Salamah Harahap, Kurnia Pebriyanti Hari Iskandar Kang Hilman Rama Pratama Hilmy, Salma Husein, Alfi Iin Hardiyati Ike Maya Permanasari Ilyas Ramadani Sidiq Ismoyowati, Tri Wahyuni Jannah, Zam Zam Zainatul Jenny Adilla Jamtoputri Joao Manuel Correia Ximenes Kadarisman Sofian Irawan Khuril R, Muslihatin Kibtiyah, Azzahro Koniasari, Koniasari La Ode Akbar Rasydy Laela Pazri Lina Herida Pinem Lita Hasni Fatna Suri Madyo Adrianto Margaretha Pandiangan Marjati Tjuatja Marselina Marselina Marselina Marselina Marselina Masita Sari Dewi Mesu, Maria Antonia Mia Latifah Milinda Hidayani Mohammad Haikhal Ramadani Muhammad Khoirul Umam Muslih, Hamdan Faisal Muslihatin Khuril R Muslihatin Khuril R Nando, Aryaprana Ningsih, Nur Afni Delvia Agria Nissa, Zahra Maheswari Nur Aliyah, Dwi Nurhakim, Deslia Putri Nurjanah, Nina Nurul, Nurul Hikmah Nurulita Anggraeni Nuzul Gyanata Adiwisastra Okhanza, Awanda Pramudita Okhanza, wanda Pramudita Pipit Romadhona Pramestyani, Embriana Dinar Prismalinda Putri Utami, Nur Rochma Putri, Carina Yulia Putri, Felly Olivia Setya Rachmita, Anisa Rafadillah, Dea Putri Ramadhanty Raudya Tuzzahra Rendi Saputra Retno Tri Anjani Rini Afifah Puspitawati Rohani Hani Siregar Rohani Siregar Rohmah, Hajar Nur Fathur Romadhona, Pipit Romli, Cindy Junita Rosa Angela Rosiana Rusydi, Salma Hilmy Salma Hilmy Rusydi Hashim Salma Hilmy Rusydi Hashim Salma, Nabila Maudy Salsabila, Dyas Simbolon Simbolon sindi suryamin Supangkat, Embang Susi Hartati Triya Aryani Putri Ulfah, Ulyati Wati, Isna Widya Lestari Pratama Widyawati, Audrie Agustini Wiwin Try Ayu Rombe Xaverius, Franciscus Yana Setiawan Zuhrah Giatamah Zuhrah Giatamah