Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Hasta Wiyata

YANG INDIGENOUS, YANG KONTEMPORER, DAN YANG FUTURISTIK DIMENSI SPIRITUAL CERPEN-CERPEN SETANGKAI MELATI DI SAYAP JIBRIL DANARTO Sudibyo, Sudibyo
Hasta Wiyata Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2022.005.01.06

Abstract

Artikel ini membahas entri ensiklopedi representasi spiritualitas dalam cerpen-cerpen Setangkai Melati di Sayap Jibril  karya Danarto. Dari analisis  fenomenologis  terhadap entri ensiklopedi representasi spiritualitas dalam cerpen-cerpen dalam buku itu dapat dikemukakan bahwa dimensi sipiritual dalam kumpulan cerpen Danarto , untuk jalan representasinya, menggali inspirasi spiritualitasnya  melalui sejumlah  entri enskilopedi. Secara sederhana, berbagai entri ensiklopedi  spiritualitas itu  bisa dipetakan ke dalam empat kategori, yakni  (1) representasi  spiritualitas yang mengolah mitos-mitos wali di Jawa, (2) representasi spiritlualitas yang mengolah kisah-kisah pewayangan, (3) representasi spiritualitas  yang menyelami peristiwa-peristiwa sosial kontemporer, dan (4) representasi spiritualitas yang  berusaha menjangkau kisah-kisah futuristik. Karena spiritualitas dari  entri mitos wali dan dunia pewayangan, keduanya, adalah dua ensiklopedi indigenous (pribumi),  maka dimensi  spiritual dalam buku kumpulan cerpen ini bisa dipetakan lebih sederhana  ke dalam tiga kategori entri, yakni  spiritualitas yang  berensiklopedi indigenous, spiritualitas  yang  berensiklopedi kontemporer, dan  spiritualitas yang  berensiklopedi futuristik.  Sebaran entri ensiklopedi jalan represenrtasi spirituali itu  menunjukkan bahwa cerpen-cerpen dalam buku ini bisa dikatakan sebagai representasi yang  menjaga makna spiritualitas pada esensinya, yaitu sebagai sesuatu yang bermakna tunggal, dan sekaligus menunjukkan bahwa representasi  spiritualitas  adalah  sesuatu yang bersifat  terbuka terhadap  keragaman kemungkinan pilihan jalan.
Co-Authors Abdul Aziz Agung, Langgeng Akmal Jaya Al Muttaqii, Muhammad Aldara, Intan Anggraeni, Pangesti Anggraeni, Tika Aprinus Salam Dahlan, Astryd Viandila Dewi, Aisha Andini Indira Dewojati, Cahyaningrum Diah Riski Gusti Dwi Cahyo Kartiko Eddy Hermanto Fadlil Munawwar Manshur Fahmi, Muhammad Zaki faruk faruk Fauziah, Sarah Ferry Budhi Susetyo Frastica Deswardani Ginting, JP Hanafiah, Luthfi Harendika, Melania Shinta Hary Sulistyo Ilma, Awla Akbar Indradewa, Rhian Jafar Lantowa Jati, Anisa Ambar Joanita, Ulfi Krisyono, Danar Hari Laksmidevi Juwono, Ariadne Lenny Marlinda Lismeri, Lia Lubi, Ahmad Manshur , Fadlil Munawwar Marbun, Maja Pranata Mochamad Ridwan Muhammad Amin Muhammad Ikbal Muhammad Taufiqurrohman, Muhammad Muratin, Muratin Novi Siti Kussuji Indrastuti Nulhakim, Lukman Peri Oktiarmi Prabawati, Theresia Sekar Pramudya, Injira Rizqy Pratama, Dian Septiani Priscila Fitriasih Limbong Pudjiastuti, Titik Puspita, Afifah Lingga Putri, Descenda Angelia Putriana, Silvia Ramadhan, Cahyo Setiadi Ramandani, Adityas Agung Ramdhani, Aditya Dwi Reva Edra Nugraha Rohman, Fakhrony Sholahudin Ronidin Ronidin Rozana, Monna Safitri Safitri Santiko, Erik Budi Saripudin, Khansa Syaima Rihaadatul Aisya Sarwan, Sarwan Sasmita, Ismoyo Aji Sinurat, Menita Situmeang, Rudy Tahan Mangapul Sjamsjul Anam Sugeng Priyanto, Sugeng Sukma, Vinda Avri Suprihatin Suprihatin Swastanto, Yoedhi Syaiful Anwar Tiurmaida, Serepina Tri Adi Sarwoko Wahyuni, Sri Amelia Widodo Widodo yati, indri Yudanto, Sigit Dwi Yuli Darni Yustinah Yustinah Zalianty, Sebila Aulia Zipora Sembiring Zulian, Muhammad Rizki Zuliana, Rina