Claim Missing Document
Check
Articles

Empowering Rural Women through Corporate Social Responsibility Initiatives : A Case Study of ExxonMobil’s Economic Impact in Bonorejo Village, Indonesia Ira Wida Alfiyani; Esa Septian; Junadi
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 5 No. 3 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v5i3.1219

Abstract

This study aims to analyze women's empowerment strategies through ExxonMobil's Corporate Social Responsibility (CSR) program in Bonorejo Village, Gayam District. The research approach is qualitative, with a case study method involving observation, structured interviews, and documentation. This study reveals that ExxonMobil's CSR program contributes significantly to women's empowerment through three main stages: awareness, capacity building, and empowerment. Training programs that include technical, managerial, and marketing skills have increased women's self-confidence and economic independence. The study results indicate that the awareness stage has made women aware of their rights and potential so that participants experience increased income and changes in gender status that are more inclusive in the community. This program also helps women actively participate in economic and social activities and household decision-making. The capacity-building stage of this program shows positive results, providing access to relations and assistance from ExxonMobil and the local village government is provided well. At the empowerment stage, this study recommends increasing access to capital, developing digital markets, and further training to support the program's sustainability. With this approach, CSR strengthens women's economic independence and promotes holistic village development.
Evaluation of the Restructuring Policy for the Relocation of Street Vendors (PKL) in Bojonegoro, Indonesia Enjelina, Adinda Ayu; Suprastiyo, Ahmad; Junadi, Junadi
Publik : (Jurnal Ilmu Administrasi) Vol 13, No 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/pjia.13.2.127-143.2024

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the street vendor control policy (PKL) on Street Kartini, Bojonegoro Regency. This policy is designed to create a more orderly, comfortable trade environment and support economic activities without disturbing the aesthetics of the city and public order. This study uses a descriptive qualitative method with a case study approach. Data was collected through in-depth interviews with street vendors, direct observation at the relocation site, and analysis of policy documents and implementation reports from related agencies. The study results show that this policy has successfully achieved several targets in strategic locations such as Street Kartini, where traders reported an increase in customer visits and revenue. However, the effectiveness of this policy is still uneven, especially in other locations such as Street Rajekwesi and Veteran, which are considered less strategic and lack adequate facilities. The main challenges of this policy include traders' resistance to relocation, lack of supporting facilities, and weak supervision of policy implementation. To improve the success of the policy, the government is advised to improve inter-agency coordination, improve facilities at relocation sites, and actively involve traders in the planning and evaluation process. These measures are expected to ensure that the policy provides fair economic benefits for merchants while improving the aesthetics of the city and public order.
Quality of Public Services Through Online Single Submission (OSS) at the Blora Investment and One-Stop Integrated Service Office Listiana Puspitasari, Heni; Suprastiyo, Ahmad; Junadi, Junadi
Publik : (Jurnal Ilmu Administrasi) Vol 13, No 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/pjia.13.2.144-156.2024

Abstract

The quality of public services is an important factor in building public trust and satisfaction. In Indonesia, the Online Single Submission (OSS) system was introduced to simplify the licensing process and increase transparency. In Blora, DPMPTSP manages OSS implementation, but challenges such as service instability, slow response, and technical issues are still found. This research aims to analyze the influence of public administration services through the Online Single Submission (OSS) system at the Blora Investment and One Stop Integrated Services Service (DPMPTSP) This study uses a qualitative descriptive approach to understand the influence of the service quality of the Online Single Submission (OSS) system on user satisfaction at DPMPTSP Blora. The data was collected through semi-structured interviews and observations, focusing on timeliness, officer response, and user barriers. The sample was purposively selected from employees involved in OSS management, with data validation through source triangulation and expert consultation. The results of the research in show that the inline single submission (OSS) system at the Blora Investment and One-Stop Integrated Services (DPMPTSP) has a positive impact on the efficiency of licensing service. The OSS system at DPMPTSP Blora improves licensing efficiency, supports the economy, and is supported by infrastructure and human resource development. Challenges such as limited human resources, internet access, and information need to be overcome to make OSS an inclusive and sustainable public service model. 
Implementasi E-Tilang Dalam Meningkatkan Disiplin Berlalu Lintas Masyarakat Kabupaten Bojonegoro (Suatu Studi Di Satlantas Polres Bojonegoro) Rohmatin, Novi Amilia; Junadi; Sawasanti, Ida; Lukito, Cahya
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 9 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v9i1.1147

Abstract

Pelanggaran lalu lintas adalah setiap pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna jalan terhadap aturan lalu lintas. Bojonegoro merupakan salah satu Kabupaten yang masih banyak terjadi pelanggaran lalu lintas. Polri telah mengembangkan sebuah sistem informasi berbasis jaringan atau situs WEB yang dikenal sebagai tilang elektronik atau E-Tilang yang juga di Implementasikan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bojonegoro untuk mengedepankan penindakan tilang dengan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implementasi E-Tilang dalam meningkatkan disiplin berlalu lintas masyarakat Kabupaten Bojonegoro. Jenis penelitian yang digunakan dengan Metode Penelitian Kualitatif dengan menggunakan Teori George C EDWARD III yaitu: (1) Komunikasi (2) Sumber Daya (3) Disposisi (4) Struktur Birokrasi. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa wawancara, observasi, pengambilan dokumen dan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Tilang di Kabupaten Bojonegoro sudah mampu menekan angka pelanggar lalu lintas tetapi masih ada beberapa masalah atau perlunya peningkatan di antaranya Sosialisasi kepada masyarakat guna juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap elektabilitas petugas serta Infrastuktur terkait sarana dan prasarana dalam menunjang Implementasi yang masih di rasa kurang cukup untuk mendukung Impelentasi ini agar lebih efektif.
Pengaruh Kemampuan Kerja, Motivasi Kerja Dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Sekolah Tinggi Ilmu Maritim Jakarta Junadi, Junadi; Qamaruddin, Qamaruddin
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v1i1.36

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja, motivasi kerja dan beban kerja terhadap kinerja karyawan. Metode penelitian adalah kuantitatif dan teknik analisisnya menggunakan regresi linier berganda. Tempat penelitian adalah Sekolah Tinggi Ilmu Maritim “AMI” Jakarta dan cara pengambilan data melalui survei dengan kuesioner menggunakan sampel jenuh 50 karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja, (2) motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja, dan (3) beban kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan kinerja dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan kerja dan motivasi kerja.
PENYULUHAN KELOMPOK BINA KELUARGA LANSIA ( BKL ) DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA LANSIA TANGGUH DI KECAMATAN MALO KABUPATEN BOJONEGORO JUNADI
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 1 No. 1 (2017): February 2017
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v1i1.53

Abstract

Salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah semakin meningkatnya usia harapan hidup yang menyebabkan jumlah penduduk lanjut usia (Lansia ) terus meningkat dari tahun ketahun. Ketika memasuki usia pralansia, berbagai upaya harus dipersiapkan oleh lansia itu sendiri maupun keluarga agar nantinya menjadi lansia yang sehat, aktif, mandiri ,dan produktif yang disebut sebagai lansia tangguh. Penelitian ini secara umum bertujuan mengetahui dan menganalisa bagaimana penyuluhan kelompok Bina Keluarga Lansia dalam mewujudkan Keluarga Lansia Tangguh Di Kecamatan Malo. Sedangkan secara khusus tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ; 1) Pembentukan kelompok BKL meliputi: Persiapan, Penggalangan kesepakatan dan Pembentukan kelompok. 2) Sasaran penyuluhan dikelompok Bina Keluarga Lansia yaitu: Sasaran langsung dan Sasaran tidak langsung. 3) Kegiatan Penyuluhan meliputi: Kegiatan utama yang dilakukan pada kelompok BKL / Kader dan Kegiatan pengembangan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah pegawai dan kader lansia serta masyarakat khususnya lansia di kecamatan Malo Berdasarkan hasil temuan-temuan penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa; 1) Penyuluhan Bina Keluarga Lansia sangat bermanfaat dan sudah jelas mengenai penyuluhan serta tata cara kerja kelompok BKL sehingga dapat terbentuklah kelompok kerja (pokja) BKL bagi desa-desa yang awalnya belum terbentuk dan belum diterapkan sekarang sudah diterapkan dalam masyarakat. 2) Penyuluhan Bina Keluarga Lansia secara umum sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya lansia karena sudah mendapat peluang bimbingan dan motivasi yang ditunjukkan dengan merasakan badan menjadi lebih sehat dan kuat, mandiri, produktif serta bermanfaat bagi lingkungan sehingga terwujud keluarga lansia yang tangguh di masyarakat. 3) Penyuluhan BKL berkenaan dengan kegiatan olahraga yang dirasakan oleh lanjut usia yakni kesadaran untuk melakukan senam lanjut usia di Pokja maupun dirumah, serta melakukan jalan kaki dan grak jalan disekitar lingkungan rumah.
PERAN KEPALA DESA DALAM PEMBERDAYAAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA (LPMD) PADA PELAKSANAAN ALOKASI DANA DESA ( Suatu Studi di Desa Ngraho Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro ) Junadi
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 1 No. 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v1i2.61

Abstract

Kepala Desa merupakan pemimpin dan penanggunjawab dalam penyelengaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan. Pada struktur tata pemerintahan di Indonesia, desa merupakan bentuk wilayah pemerintahan yang terendah. Berdasarkan kajian sejarah, Desa adalah Daerah Otonom yang paling tua. Desa didirikan sebelum lahirnya daerah koordinasi yang lebih besar dan sebelum lahirnya Negara-Negara (Kerajaan) oleh karena itu, desa mempunyai hak otonomi penuh. Kekuasaan itu tidak berisi pemerintahan dalam arti sempit, akan tetapi juga berisi pemerintahan dalam arti luas, sebab desa juga berkuasa atas pengadilan, perundang-undangan, kepolisian dan juga pertahanan. Jadi daerah desa mempunyai otonom yang sangat luas dari daerah-daerah yang lebih besar yang didirikan dikemudian hari.Keberhasilan dalam pembangunan Desa sangat dibutuhkan partisipasi aktif segenap lapisan masyarakat Desa yang merupakan inti pembangunan Desa. Setelah masa reformasi dirasakan bahwa peran aktif masyarakat dalam pembangunan agak berkurang, bahkan pemahaman partisipasi lebih dikedepankan untuk menyoroti berbagai kelemahan dan kesalahan dari penyelenggara pemerintahan yang diaktualisasikan dengan demonstrasi dan protes yang mengarah pada bentuk anarkisme, bukan bagaimana mencari solusi pemecahan secara demokratis. Pemahaman demokratis lebih diartikan sebagai kebebasan dalam melakukan tindakan tanpa berpikir dampaknya dan dapat merugikan orang lain.Berbagai program pemberdayaan masyarakat telah dirumuskan oleh pemerintah dalam rangka mendorong tumbuh berkembangnya partisipasi aktif masyarakat, yang salah satunya adalah adanya program Alokasi Dana Desa (ADD) sebagai bentuk keberlanjutan dan pembenahan Program Instruksi Presiden dalam Pembangunan Desa (INPRES BANGDES).
EVALUASI PROGRAM DANA DESA (DD) DI DESA WOTSOGO KECAMATAN JATIROGO KABUPATEN TUBAN Junadi
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 2 No. 1 (2018): February 2018
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v2i1.72

Abstract

Desa sebagai pijakan pertama atau tolok ukur pembangunan di Indonesia, baik itu pembangunan fisik maupun pembangunan non-fisik. Selain sebagai pijakan pertama dalam hal pembangunan, Desa juga menjadi ukuran kemajuan sebuah Negara. Ketika kesejahteraan Negara dalam aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, suprastruktur dan hal lainnya baik, maka hal tersebut dirasakan juga oleh Pemerintah diatasnya. Namun ketika kesejahteraan di Desa tidak baik dan bahkan menurun, maka pemerintah diatasnya dapat dikatakan gagal dalam memberikan otonominya.Sesuai Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2015 pasal 6 (bidang pembangunan desa), untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan, prioritas penggunaan Dana Desa diarahkan untuk pelaksanaan program dan kegiatan Desa, meliputi : pembangunan, pemeliharaan sarana dan prasarana kesehatan masyarakat, dan pengembangan prasarana pendidikan, sosial dan kebudayaan. Untuk bidang pemberdayaan masyarakat sesuai dengan pasal 8, meliputi: peningkatan investasi melalui ekonomi perdagangan, dukungan kegiatan ekonomi baik yang dikembangkan oleh BUM Desa atau BUM Desa bersama, bantuan peningkatan kapasitas untuk program dan kegiatan ketahanan pangan Desa.
IMPLEMENTASI PROGRAM DANA STIMULAN RT (RUKUN TETANGGA) TERHADAP PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT TAHUN 2017 (Suatu studi di Kelurahan Babat Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan) Junadi
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 2 No. 2 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v2i2.75

Abstract

Pada umumnya pembangunan merupakan suatu upaya perubahan yang dilakukan secara terencana melalui tahapan pembangunan yang tujuannya yaitu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan pelaksanaan program pembangunan tergantung pada pemilihan tujuan yang akan dicapai dengan cara menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut perlu adanya koordinasi antar aparat pelaksana pembangunan. Koordinasi merupakan salah satu cara untuk mempersatukan usaha dari setiap penanggung jawab pelaksana pembangunan yang ada di suatu daerah. Tehnik pengumpulan data dalam penulisan Tugas akhir ini adalah dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teknik analisis yang digunakan adalah kualitatif. Berdasarkan fokus penelitian dari hasil penelitian ini pelaksanaan progran dana stimulan di Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan meliputi Perencanaan, dan pendataan. Pelaksanaan yaitu tepat sasaran, tepat administrasi dan tepat jumlah. Hal ini untuk melihat sejauhmana koordinasi antar masyarakat dengan perangakat setempat dilakukan. Disarankan Pemerintah hendaknya lebih meningkatkan koordinasi dan pengawasan antar instansi, masyarakat agar program dana stimulan tersebut benar–benar dimanfaatkan untuk pembangunan di RW, RT maupun Kelurahan Babat secara tepat.
Kemandirian Keuangan Desa Sembung Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban Dari Aspek Pendapatan Asli Desa Junadi
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 3 No. 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v3i1.351

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa Kemandirian Keuangan Desa Sembung, Kecamatan Parengan, Tuban dan faktor-faktor yang yang mempengaruhi Kemandirian Keuangan Desa. Fokus pada penelitian ini adalah pada Kemandirian Keuangan desa dengan melihat Pendapatan Asli Desa Sembung dan juga mengidentifikasi potensi desa yang berpotensi untuk memandirikan keuangan desa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan untuk mengetahui kemandirian keuangan desa adalah teori yang digunakan oleh Halim dan Tangkilin mengenai Kemandirian Keuangan dan Faktor – faktor yang mempengaruhi Kemandirian Keuangan. Hasil penelitian menunjukkan, Kemandirian Keuangan Desa Sembung Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban dari Aspek PADes adalah rendah sekali. Ini dibuktikan dengan minimnya PADes dan banyaknya potensi yang belum dapat dikembangkan dengan baik.