Articles
PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA ORGANIK - ANORGANIK PADA MASYARAKAT WILAYAH PINGGIRAN SUNGAI
Setiawan, Herry;
Pertiwiwati, Endang;
Nisa, Aida;
Heldawati, Heldawati;
Putra, M.Aditya;
Nisvia, Natasha;
Apriliyanti, Riska;
Putra, Wahyu Eka
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2809
Sampah merupakan sisa buangan dari suatu produk atau barang yang sudah tidak dipergunakan lagi, sampah masih dapat didaur dengan campur tangan manusia untuk dapat terurai. Sampah organik bisa dikatakan sebagai sampah ramah lingkungan sedangakan sampah non organik merupakan sampah yang tidak dapat terurai. Kesadaran akan pengelolaan sampah pada masyarakat Kecamatan Martapura Timur masih sangat rendah. Tujuan dari edukasi kesehatan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membuang dan memilah sampah secara tepat. Metode pelaksanaan kegiatan dengan memberikan edukasi berupa cara mengidentifikasi sampah organik dan anorganik. Kegiatan ini. dilaksanakan bertempat di Puskesmas Martapura Timur. Pelaksanaan edukasi sebagai bentuk intervensi dihadiri oleh 26 peserta masyarakat sekitar yang diajarkan bagaimana cara pemilahan sampah organik - anorganik di rumah. Masyarakat dapat memahami akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah sesuai dengan jenisnya. Didapatkan hasil bahwa dengan metode edukasi serta demonstrasi dapat mempercepat pemahaman masyarakat terkait pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah sesuai dengan jenisnya sebagai bentuk nyata pengelolaan sampah rumah tangga. Pengelolaan sampah dapat mencegah terkena penyakit-penyakit berbasis lingkungan, mencegah terjadinya penyakit pencernaan, mencegah terjadinya penyakit kulit, mencegah terjadinya bencana banjir, dan meningkatkan peluang ekonomi kreatif jika sampah dapat dilakukan proses daur ulang.
Reinventing Global Trends Approach In Building A World Class University: Implementation Study At Lambung Mangkurat University
Mutiani Mutiani;
Atiek Winarti;
Irham Taufiqurrahman;
Rizky Amelia;
Herry Setiawan
The Innovation of Social Studies Journal Vol 6, No 2 (2025): The Innovation of Social Studies Journal, March 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/issj.v6i2.14329
The era of rapid globalization has increased the importance of human resource (HR) management in higher education institutions to achieve international competitiveness. Universitas Lambung Mangkurat (ULM), a state university in South Kalimantan, Indonesia, has embarked on a transformation journey towards becoming a World Class University (WCU) by aligning its strategy to the stringent criteria of the QS World University Rankings. This study examines ULM's HR development initiatives and strategic approaches to meet global standards while addressing local challenges. Using a SWOT analysis, this study highlights ULM's strengths, including its focus on locally-based research, such as wetland studies, and strong institutional support. However, significant weaknesses hinder progress, such as the limited number of doctoral-qualified lecturers and the low rate of international publications. Opportunities for international collaboration and global research funding indicate potential for strategic partnerships.Meanwhile, threats such as intense competition and fluctuating education policies demand adaptive strategies. The integration of international collaboration, digitalization, and capacity-building programs for ULM lecturers has shown promising results, as evidenced by the increasing partnerships with universities. ULM seeks to balance the dual mandate of global competitiveness and local community impact by harnessing unique local potential and aligning it with global trends. This research provides valuable insights into strategic human resource management and policy implications for universities aspiring to achieve WCU status while remaining relevant to regional needs.
Crisis Communication in the Digital Age: Analysis of Social Media Strategies for Reputation Recovery in Higher Education Institutions
Maulina, Novaria;
Setiawan, Herry;
Anhar, Vina Yulia;
Fathoni, Fathoni;
Hamdani, Riky
The Innovation of Social Studies Journal Vol 7, No 2 (2026): The Innovation of Social Studies Journal, March 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/issj.v7i2.17237
A communication crisis and public trust that is not managed properly will become a serious threat to institutions because it affects the image and reputation of the organization, including becoming a serious threat to higher education institutions that can impact public trust and organizational sustainability. This study aims to analyze the implementation of effective communication strategies in the era of social media based on SWOT analysis in restoring the reputation of higher education institutions and identifying factors that determine the success of image restoration campaigns. The study uses a qualitative approach with a case study method at a state university in Kalimantan during the period of July-August 2025. Data was collected through crawling using the Brand24 media monitoring application with analysis of social media content, websites and online news portals (via Instagram and TikTok), monitoring of public sentiment using the Brand24 application, and analysis of engagement metrics. Data analysis used triangulation techniques to validate findings from various data sources. The implementation of measurable communication strategies through social media showed significant results with a 71% increase in positive public sentiment and a decrease in negative public sentiment to 4%. On the Instagram social media platform, it achieved an engagement rate of 140.1% with a total reach of 422,423 accounts, while TikTok achieved an engagement rate of 672.3% with 777 thousand views. Fact-based counter-issue strategies and promotion of the Tridharma program have proven effective in changing public perception and restoring public trust. Systematic and measurable social media management using a SWOT approach can be an effective tool in restoring the reputation of higher education institutions. The key to success lies in the consistent dissemination of fact-based content, active engagement with stakeholders, and regular sentiment monitoring.
Hubungan Penjadwalan Dinas Perawat dengan Kepuasan Kerja Perawat di Instalasi Rawat Inap
Laila Rahmaniah;
Ichsan Rizany;
Herry Setiawan
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v3i1.554
Kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru masih rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah penjadwalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penjadwalan layanan keperawatan dengan kepuasan kerja perawat di Rumah. Metode penelitian ini menggunakan non-eksperimen dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah 91 pelaksana perawat di instalasi layanan rawat inap di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru, yang didapatkan melalui stratified random sampling. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat  hubungan positif antara penjadwalan layanan keperawatan dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru (p-value = 0,008; r = 0,274). Jadwal layanan keperawatan dapat memengaruhi kepuasan kerja perawat. Nilai penjadwalan layanan keperawatan masih rendah, sedangkan kepuasan kerja perawat tidak mencapai standar minimum. Penjadwalan layanan keperawatan yang baik dapat meningkatkan kepuasan kerja perawat.
Beban Kerja dengan Kualitas Pendokumentasian Asuhan Keperawatan sesuai SNARS
Nadila Nadila;
Herry Setiawan;
Ichsan Rizany
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v3i2.598
Pendokumentasian merupakan suatu tindakan pencatatan untuk dapat digunakan sebagai bukti tertulis yang akurat dilakukan oleh perawat pada sebuah tindakan asuhan keperawatan. Beban kerja merupakan faktor yang mempengaruhi pendokumentasian asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan sesuai SNARS di RSD Idaman Kota Banjarbaru. Desain penelitian mengggunakan crosss sectional melibatkan 22 perawat penanggung jawab asuhan (PPJA) dengan teknik total sampling dan 84 perawat pelaksana dengan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji Fisher Excat untuk PPJA dan uji Chi Square (Continuity Corretion) untuk perawat pelaksana. Hasil penelitian ini terdapat hubungan antara beban kerja PPJA dengan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan PPJA sesuai SNARS (p-value = 0,02), dan tidak ada hubungan antara beban kerja perawat pelaksana dengan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan perawat pelaksana sesuai SNARS (p-value = 1,00). Beban kerja PPJA yang berat dapat mempengaruhi kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan PPJA, sedangkan beban kerja berat dan ringan perawat pelaksana tidak mempengaruhi kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan. Adanya peran PPJA sebagai supervisi membuat kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan perawat pelaksana baik. Beban kerja yang sesuai dapat berdampak baik terhadap kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan perawat.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Timbang Terima
Shanisa Mairestika;
Herry Setiawan;
Ichsan Rizany
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v4i1.602
Timbang terima adalah proses penyampaian informasi pada saat pergantian shift perawat. Ketidakakuratan informasi yang disajikan selama proses timbang terima menyebabkan hampir 70% kejadian sentinel di rumah sakit. Faktor pengetahuan, motivasi, supervisi, fasilitas dan waktu pelaksanaan dapat mempengaruhi pelaksanaan timbang terima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan timbang terima. Desain penelitian adalah kuantitatif asosiatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden berjumlah 39 perawat penanggung jawab perawat shift dan ketua tim yang diperoleh melalui purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan (p = 0,721), motivasi (p= 0,369) dan fasilitas (p= 0,617) dengan pelaksanaan serah terima di RSD Idaman Kota Banjarbaru, dan ada hubungan antara supervisi dengan pelaksanaan dari serah terima (p= 0,023).
Hubungan Motivasi Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat pada Masa Pandemi COVID-19 di Rawat Inap
Muhammad Khairul Fikri;
Ichsan Rizany;
Herry Setiawan
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1362
Tingkat kepuasan perawat bekerja di Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru masih rendah pada masa pandemi COVID-19. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja dengan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain cross sectional. Teknik yang digunakan yaitu stratified random sampling. Sampel terdiri dari 112 perawat pelaksana di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan yang positif antara motivasi kerja dengan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 (p value = 0,0001 < 0,05; r = 570). Motivasi kerja perawat dapat mempengaruhi kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19. Nilai motivasi kerja dan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 masih perlu ditingkatkan, terutama kepuasan kerja yang masih dibawah standar minimum kepuasan kerja. Motivasi kerja yang baik dapat meningkatkan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19.
Hubungan Pengetahuan Perawat dengan Pelaksanaan Patient Safety di RSD Idaman Kota Banjarbaru
Ajrina Nurwidya Sari;
Herry Setiawan;
Ichsan Rizany
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1371
Upaya yang dilakukan untuk menurunkan insiden keselamatan pasien yaitu dengan pelaksanaan patient safety. Salah satu faktor yang memengaruhi pelaksanaan patient safety yaitu pengetahuan dimana pengetahuan merupakan sesuatu yang diperoleh berdasarkan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan perawat dengan pelaksanaan patient safety di Instalasi Rawat Inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain kolerasi menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 79 perawat pelaksana yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan uji Spearman’s rho dengan nilai (p-value=0,00, r=0,655**). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan kuat antara pengetahuan perawat dengan pelaksanaan patient safety. Pihak rumah sakit diharapkan dapat mengevaluasi secara langsung pemahaman perawat mengenai patient safety untuk meningkatkan pelaksanaan patient safety sesuai kebijakan rumah sakit.
Hubungan Pengetahuan Perawat dengan Pencegahan Risiko Jatuh
Prinandita Syafira;
Herry Setiawan;
Ichsan Rizany
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v6i2.1372
Risiko jatuh merupakan suatu kejadian yang rentan terjadi pada pasien di rumah sakit yang disebabkan karena faktor ekstrinsik seperti lingkungan dan faktor instrinsik seperti kondisi fisiologis pasien. Dampak dari jatuh yaitu cedera yang dialami 30% sampai 51% pada pasien di rumah sakit. Penerapan pencegahan risiko jatuh dalam situasi klinis didasarkan pada faktor personal yaitu pengetahuan perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan perawat dengan pencegahan risiko jatuh. Desain penelitian adalah cross sectional dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling yang dilakukan pada 77 responden perawat pelaksana di ruang rawat inap. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan p-value = 0,000 dengan batas kemaknaan (α<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan perawat dengan pencegahan risiko jatuh. Perlu adanya sosialisasi maupun pelatihan yang dilakukan untuk perawat di ruang rawat inap terkait dengan keselamatan pasien khususnya risiko jatuh yang sesuai standar prosedur operasional rumah sakit agar perawat dapat mengakses informasi terbaru mengenai keselamatan pasien
Motivasi kerja perawat dengan penerapan prinsip 6 benar dalam pemberian obat
Firda Rosa Meliyani;
Herry Setiawan;
Ichsan Rizany
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v7i1.1373
Prinsip 6 benar merupakan standar prosedur operasional pemberian obat dengan menerapkan 6 benar, yaitu benar obat, benar dosis, benar pasien, benar cara pemberian, benar waktu pemberian dan benar dokumentasi. Motivasi kerja perawat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penerapan prinsip 6 benar dalam pemberian obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja perawat dengan penerapan prinsip 6 benar dalam pemberian obat di instalasi rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Jenis penelitian menggunakan cross sectional melibatkan 76 perawat pelaksana dengan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square (Continuity Correction). Hasil penelitian ini Terdapat hubungan antara motivasi kerja perawat dengan penerapan prinsip 6 benar dalam pemberian obat (p-value= 0,020). Motivasi kerja perawat dapat mempengaruhi penerapan prinsip 6 benar dalam pemberian obat. Peneliti menyarankan agar pihak rumah sakit dapat meningkatkan motivasi kerja perawat, agar perawat lebih bersemangat dalam menerapkan prinsip 6 benar dalam pemberian obat yang dapat mencegah kesalahan pemberian obat (medication error).