Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Kesulitan Siswa Kelas XII SMA Labschool Untad Palu Dalam Menguasai Konsep Kelistrikan Aprilia Ningsih, Andi; Supriyatman, Supriyatman; Adi Untara, Ketut Alit; Kamaluddin, Kamaluddin; Ratnaningtyas, Delthawati Isti; Jarnawi, Muhammad
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 12 No. 3 (2024): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v12i3.3728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa dalam menguasai konsep kelistrikan di SMA Labschool UNTAD Palu. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan subjek 16 siswa kelas XII IPA 1 tahun ajaran 2023/2024. Dipilih 6 responden berdasarkan tes penguasaan konsep yang dibagi dalam tiga kategori yaitu tinggi, sedang, rendah. Tes berupa 6 soal pilihan ganda beralasan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesulitan siswa dalam menguasai konsep kelistrikan yaitu siswa keliru mengingat persamaan energi potensial listrik pada indikator mengingat (C1); siswa tidak memahami konsep muatan listrik pada indikator memahami (C2); siswa tidak dapat mengaplikasikan hubungan gaya Coulomb dengan jarak antar muatan menggunakan grafik pada indikator mengaplikasikan (C3); siswa tidak dapat menganalisis posisi suatu muatan dalam gaya Coulomb pada indikator menganalisis (C4); siswa tidak dapat membuktikan adanya konsep potensial listrik pada sel surya pada indikator mengevaluasi (C5); dan siswa kesulitan dalam merancang atau merencanakan bentuk gambar rangkaian kapasitor yang benar pada indikator menciptakan (C6).
Pengaruh Media Pembelajaran Augmented Reality Berbasis Etnosains Untuk Meningkatkan Literasi Budaya Peserta Didik Ture, Alan Roinaldo; Saehana, Sahrul; Tadeko, Nurgan; Werdhiana, I Komang; Adi Untara, Ketut Alit; Ratnaningtyas, Delthawati Isti
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 12 No. 3 (2024): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v12i3.3739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh media pembelajaran Augmented Reality (AR) berbasis Etnosains terhadap peningkatan literasi budaya peserta didik. Menggunakan desain penelitian quasi-eksperimen non-ekivalen pretest-posttest control group, penelitian ini melibatkan peserta didik kelas XI MIA 1 dan XI MIA 3 SMA Labschool Untad Palu. Instrumen penilaian literasi budaya digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik sebelum dan setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai rata-rata literasi budaya peserta didik eksperimen yang menggunakan media AR (dari 67,21 menjadi 81,93) dibandingkan dengan kelompok kontrol (dari 68,50 menjadi 70,93). Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara nilai pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen (sig. 2-tailed < 0,05). Analisis lebih lanjut dengan uji t bebas menunjukkan bahwa kedua metode pembelajaran, baik AR maupun konvensional, sama-sama efektif dalam meningkatkan literasi budaya. Namun, perhitungan N-gain dan effect size (1,581) menunjukkan bahwa media AR memberikan pengaruh yang lebih besar dan cepat dalam meningkatkan literasi budaya peserta didik. Hasil ini mengindikasikan bahwa media AR berbasis Etnosains memiliki potensi yang sangat baik sebagai alat bantu pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap budaya.
Perbedaan Hasil Belajar Fisika Materi Usaha Dan Energi Melalui Experiential Learning Berbasis Video dengan Pembelajaran Konvensional Nisra, Nisra; Saehana, Sahrul; Paramita, Ielda; Adi Untara, Ketut Alit; Ratnaningtyas, Delthawati Isti
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 1 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i1.4080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar fisika materi usaha dan energi melalui experiential learning berbasis video dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan quisi-eksperimen desain nonequivalent pretest-postest group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA,  sampel penelitian yang terdiri dari 30 siswa di kelas XI IPA 4 sebagai kelas eksperimen dan 30 siswa kelas XI IPA 5 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian dengan taraf signifikansi 0,05 untuk uji t diperoleh nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,000. Nilai sig. (2-tailed) 0,05 artinya H1 diterima. Hasil perhitungan uji N-Gain menunjukkan nilai kelas eksperimen sebesar 71,99% termasuk kriteria cukup efektif dan kelas kontrol sebesar 46,07% termasuk kriteria kurang efektif. Hasil penelitian pembelajaran fisika menggunakan strategi model pembelajaran experiential learning dan konvensional untuk hasil belajar pada materi usaha dan energi, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar terhadap pengaruh model pembelajaran experiential learning yang cukup efektif terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 1 pasangkayu.
Pengembangan Modul Ajar Fisika Berbasis Tradisi Monyilo Untuk Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka Koriston, Meyling puspitasari; Haeruddin, Haeruddin; Kamaluddin, Kamaluddin; Jarnawi, Muhammad; Adi Untara, Ketut Alit; Santoso, Rudi
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 1 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i1.4114

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk adalah untuk mengetahui keterkaitan antara tradisi Monyilo dengan pembelajaran fisika yang dapat mendukung implementasi kurikulum merdeka. Jenis Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D) model ADDIE. Beberapa aspek yang di nilai dari modul ajar yang dikembangkan yaitu aspek identitas umum, aspek profil pelajar pancasila, aspek sarana/prasarana, aspek metode/model pembelajaran, aspek tujuan pembelajaran, aspek apengetahuan prasyarat, aspek pemahaman bermakna, aspek pertanyaan pematik, aspek kegiatan pembelajaran, aspek perangkat asesmen, aspek pengayaan/remedial,aspek refleksi guru/refleksi peserta didik, aspek materi pelajaran, aspek media pembelajaran, aspek glosarium, aspek daftar pustaka, aspek kebahasaan, aspek penyajian, dan aspek kegafrikan. Berdasarkan hasil validasi ahli menunjukan skor rata-rata 3,38 dengan kategori penilaian “Sangat Baik”, dan penilaian validasi oleh guru fisika sebagai praktisi menunjukan skor rata-rata 3,76 dengan kategori penilian “Sangat Baik”. Hasil belajar peserta didik degan pengisian Lkpd menunjukan skor rata-rata 92,72% dengan kriteria “Sangat Efektif”. Dapat disimpulksn bahwa kualitas dan pengembangan modul ajar fisika berbasis tradisi Monyilo termasuk dalam kategori layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa tampilan modul ajar fisika berbasis tradisi Monyilo untuk mendukung implementasi kurikulum merdeka yang dikembangkan termasuk dalam kategori “Sangat Baik”.
Pengaruh Model Pembelajaran Brain Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Fauzia, Tiara; Gustina, Gustina; N. Laratu, Wahyuni; Haeruddin, Haeruddin; Miftah, Miftah; Adi Untara, Ketut Alit
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 1 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i1.4166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran brain based learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI SMA Negeri 4 Palu. Jenis penelitian adalah Quasi-ekperimental, dengan desain penelitian adalah nonequivalent pretest-postest group design. Sampel penelitian ini sebanyak 36 orang peserta didik kelas Ekperimen dan 36 orang peserta didik kelas kontrol. Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran brain based learning terhadap kemampuan berpikir kritis dilakukan tes uraian berjumlah 6 soal. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Normalitas, Uji homogenitas, uji hipotesis dan uji effect size. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil postest kelas Ekperimen sebesar 85,50 dan kelas kontrol sebesar 71,06. Uji Normalitas posttest kelas Ekperimen diketahui nilai sig sebesar 0,091 > 0,05 dan kelas kontrol nilai sig sebesar 0,077 > 0,05. Uji homogenitas kelas postest yaitu diketahui nilai signifikansi (sig) sebesar 0,241 > 0,05. Uji Hipotesis (Uji-t) kelas postest nilai sig (2-sided prob) sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak dan H1 di terima. Artinya ada pengaruh model pembelajaran brain based learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Uji effect size  diperoleh  sebesar 2,61 dengan kategori efek sangat besar.
Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Satrianti, Satrianti; Kamaluddin, Kamaluddin; Darmadi, I Wayan; Adi Untara, Ketut Alit; Syamsuriwal, Syamsuriwal
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 2 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i2.4218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) pada siswa kelas VII SMP Negeri 19 Palu. Penelitian ini merupakan eksperimen kuasi dengan desain The Non-equivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari kelas VII A (n=26) sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B (n=26) sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan meliputi perangkat pembelajaran dan tes hasil belajar fisika. Hasil analisis data menunjukkan rata-rata skor posttest kelas eksperimen sebesar 65,38, sedangkan kelas kontrol sebesar 50,38. Uji hipotesis menggunakan Independent Samples Test menghasilkan nilai signifikansi 0,00 yang berarti H₀ ditolak dan H₁ diterima. Ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil belajar fisika siswa yang belajar dengan model TGT dan yang tidak. Hasil uji N-gain memperkuat temuan ini, dengan kelas eksperimen memperoleh nilai g = 0,50 (kategori sedang) dan kelas kontrol g = 0,30 (kategori sedang). Dengan demikian, penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT efektif dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas VII SMP Negeri 19 Palu.
Analisis Kesulitan Siswa Menyelesaikan Soal Fisika W Lapame, Evirahyani; Abd. Syukur, Muh. Syarif S.; Werdhiana, I Komang; Adi Untara, Ketut Alit
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 1 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i1.4220

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kesulitan siswa menyelesaikan soal fisika SMA Negeri 1 Baras. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu tes esai yang berasal dari guru mata pelajaran fisika. Data hasil tes kemudian dianalisis berdasarkan tahapan polya untuk menentukan presentase tingkat kesulitan siswa menyelesaikan soal fisika. Hasil penelitian menunjukan tingkat kesulitan siswa berdasarkan tahapan polya yaitu pada tahap memahami masalah kesulitan yang dialami siswa sebesar 42% dengan kesalahan tidak menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dan tidak menuliskan simbol. Kesulitan pada tahap menyusun rencana yaitu sebesar 33% yaitu siswa keliru dalam menuliskan rumus dan tidak menuliskan rumus. Pada tahap melaksanakan rencana kesulitan siswa sebasar 37% yaitu menuliskan langkah penyelesaian hanya 1 poin dan hasil akhir salah, menuliskan langkah penyelesaian soal tapi salah, keliru dalam perhitungan dan hanya menuliskan jawaban tanpa proses penyelesaian. Pada tahap memeriksa kembali kesulitan siswa sebesar 64% yaitu tidak memeriksa kembali jawaban sebelum dikumpulkan.
Pengembangan Video Pembelajaran Berbahasa Kaili Pada Materi Fisika untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa Rezeki, Annisa; Saehana, Sahrul; Paramita, Ielda; Gustina, Gustina; Adi Untara, Ketut Alit; Zaky, Muhammad
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 1 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i1.4251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sains pada siswa menggunakan video pembelajaran berbahasa kaili pada materi fisika pada siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Sindue Tobata. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain ADDIE (Analysis, design, development, implementation, and evaluation). Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas XI MIPA secara keseluruhan XI MIPA berjumlah 60 siswa yang terbagi dalam tig akelas sedangkan sampel dipilih satu kelas yaitu XI MIPA 3 dengan cara Purposiv Sampling yaitu Teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu. Jenis instrument yang digunakan berupa angket, tes, dan dokumentasi. Teknik Analisa data adalah menggunakan uji N-Gain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa N-Gain pada kelas eksperimen menunjukkan nilai akhir pretest 56 dan nilai postest sebesar 87 dengan nilai N-Gain sebesar 70 termasuk kedalam kategori tinggi yang artinya pengembangan video pembelajaran dapat meningkatkan literasi sains siswa. Tahap pengembangan (Development) melakukan rancangan produk yang selesai dirancang kemudian dikembangkan lebih lanjut dalam tahapan ini. Kelayakan rata-rata dari hasil penelitian oleh ahli materi sebesar 3,41% dengan kriteria sangat layak. Kelayakan rata-rata dari hasil penelitian oleh ahli media sebesar 3,60% dengan kriteria sangat baik. Kelayakan rata-rata hasil penelitian oleh ahli Bahasa sebesar 3,44% kriteria sangat baik.
Analisis Rancangan Alat Ukur Berdasarkan Indeks Bias untuk Pengembangan Pembelajaran Fisika di SMA Waenggo, Olivia; Muslimin, Muslimin; Napitupulu, Nurasyah Dewi; Adi Untara, Ketut Alit
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 3 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i3.5194

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis rancangan alat ukur berbasis indeks bias sebagai upaya pengembangan pembelajaran fisika di tingkat SMA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rancangan alat praktikum sederhana yang berlandaskan Hukum Snellius serta mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai media pembelajaran kontekstual. Rancangan alat dikembangkan menggunakan komponen sederhana yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar dan dapat diaplikasikan di laboratorium sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan menguji kemampuan alat dalam mengukur indeks bias zat cair, khususnya minyak goreng, sebagai representasi penerapan konsep optika dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat tinggi (96,87%) dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran. Selain itu, LKPD hasil pengembangan memperoleh kategori sangat valid dengan skor 85%. Penggunaan alat dan LKPD ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konseptual siswa terhadap pembiasan cahaya secara aplikatif, memperkuat keterampilan ilmiah, menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, serta mendukung pelaksanaan pembelajaran fisika berbasis eksperimen dan kontekstual di SMA.
Development of Jono Oge ‘Walking House’ Liquefaction Media for Science Learning and Mitigation Unggul Wahyono; Ketut Alit Adi Untara; Marungkil Pasaribu; Moh Syarif
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 8 (2025): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i8.10806

Abstract

When an earthquake occurs, there is a strange phenomenon, namely the liquefaction of large areas of land. The liquefaction of the soil caused the houses to sink into the ground along with the casualties. In addition, there were also houses that shifted hundreds of metres from their initial position because the foundation soil was liquid and was on a slope so that it was like a ‘walking house’ After this phenomenon occurred and the peak of the earthquake had ended, the soil under the foundation of the house that shifted gradually solidified again as before. In science, this phenomenon is called liquefaction. Liquefaction is a phenomenon in which the soil loses much of its strength and stiffness in a short period of time. The soil contracts at the onset of cyclic loading due to earthquake shaking, so that the pore water pressure increases to near or beyond its normal stress. In order for a stable building to stand on the ground, the soil layer must be safe from liquefaction hazards. Seeing the above phenomena and problems, as a researcher in the field of education, it is appropriate to conduct research in the form of developing props for the phenomenon of ‘walking houses’ during liquefaction for science learning. The development research that will be carried out has a problem formulation, namely how to develop teaching aids for the ‘walking house’ phenomenon. The purpose of the research is to develop props for the phenomenon of ‘walking houses’ during liquefaction for science learning. As well as providing an understanding that the phenomenon of walking houses and trees is a natural scientific event that can occur in liquefied areas. This development research uses the 4D model. The 4D model used has several stages, defining, designing, developing, and disseminating. The results of the research on the development of props for the walking house phenomenon can provide a complete scientific understanding of how the house can walk or move when liquefaction occurs while some other houses collapse and sink. The results of this research can also be used for disaster learning so as to provide in-depth knowledge for all students so that in the event of a disaster they are expected to take appropriate and accurate action which in turn can reduce the number of casualties. Based on the normal gains of the application of the ‘walking house’ props for science learning and mitigation at SMPN1 Sigi 0.31 SMPN 13 by 0.33 Sigi SMPN 27 Petobo by 0.19 and SMPN 21 Petobo by 0.32 Petobo said the ‘walking house’ props are effective for science learning and mitigatio