Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Multimedia Interaktif Berbantuan Adobe Animate Berorientasi Kemampuan Berpikir Kritis Pada Materi Asam Basa Juprizal Juprizal; Yusnidar Yusnidar; Febbry Romundza; Wilda Syahri; Isra Miharti
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i1.4107

Abstract

Materi asam basa dalam pembelajaran kimia sering dipersepsikan sulit oleh peserta didik karena bersifat abstrak, melibatkan konsep teoretis, simbol, serta perhitungan yang memerlukan pemahaman mendalam. Berdasarkan hasil wawancara dan analisis kebutuhan di SMA Negeri 13 Kota Jambi, ditemukan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam menyimpulkan teori asam basa, menentukan nilai pH dan pOH, serta mengaitkan konsep tersebut dengan kehidupan sehari-hari. Media pembelajaran yang digunakan masih terbatas pada PowerPoint dan video dokumenter sehingga belum optimal dalam melatih kemampuan berpikir kritis. Kondisi ini menunjukkan perlunya pengembangan media pembelajaran yang inovatif dan interaktif.Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia interaktif berbantuan Adobe Animate berorientasi pada kemampuan berpikir kritis serta mengetahui tingkat kelayakan produk yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Lee & Owens yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket validasi ahli materi dan media, angket penilaian guru, serta respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk memperoleh kategori sangat layak dari ahli materi (89%), ahli media (87%), guru (90%), dan peserta didik (91%), sehingga efektif mendukung pemahaman konsep asam basa.
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Chemo-Entrepreneurship (CEP) Berbantuan google sites Mendukung Kreativitas Siswa SMA Materi Reaksi Kimia M Fadhil Riyansah; Affrida Affrida; Febrry Romundza; Muhammad Haris Effendi Hsb; Isra Miharti; Firdiawan Ekaputra
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i1.4118

Abstract

Pembelajaran kimia pada materi reaksi kimia masih cenderung bersifat abstrak kondisi tersebut menunjukkan pentingnya inovasi media pembelajaran kontekstual dan interaktif. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menjelaskan proses pengembangan multimedia berbasis Chemo-Entrepreneurship berbantuan Google Sites pada materi reaksi kimia; (2) menganalisis kelayakan produk secara konseptual dan prosedural; (3) mengidentifikasi respon siswa terhadap penggunaan multimedia interaktif; dan (4) mengkaji kontribusi multimedia dalam mendukung kreativitas siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen pengumpulan data berupa lembar wawancara guru dan angket respon siswa. Produk divalidasi oleh ahli materi dan ahli media, kemudian dinilai oleh guru kimia serta diuji cobakan kepada siswa melalui tahap one to one dan kelompok kecil. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran interaktif dinyatakan sangat layak, dengan persentase validasi ahli materi sebesar 92,8%, ahli media 91,2%, dan penilaian guru 92,8%. Respon siswa pada tahap uji coba kelompok kecil mencapai 93,1% dengan kriteria sangat baik. Temuan penelitian ini mengidentifikasikan bahwa multimedia pembelajaran interaktif berbasis Chemo-Entrepreneurship berbantuan Google Sites layak digunakan sebagai media pembelajaran kimia dan berpotensi mendukung kreativitas siswa.
Pengembangan Video Animasi Berbasis PBL – Deep Learning Berbantuan Asesmen Quizizz pada Materi Ikatan Kimia Qurunul Syafiq; Zurweni Zurweni; Isra Miharti; Asrial Asrial; Yusnidar Yusnidar
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4133

Abstract

Kesulitan murid dalam memahami konsep Ikatan Kimia yang bersifat abstrak serta terbatasnya pemanfaatan media digital dalam pembelajaran menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini dirancang untuk menghasilkan media pembelajaran berupa video animasi yang terintegrasi dengan model Problem Based Learning (PBL) dan pendekatan Deep Learning, serta didukung asesmen berbasis Quizizz sebagai instrumen evaluasi pada materi Ikatan Kimia. Studi ini tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga menguji kelayakan media melalui validasi ahli serta mengkaji tanggapan pengguna. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas ahli materi, ahli media, guru kimia, dan murid kelas XI Fase F di SMAN 3 Kota Jambi. Data dikumpulkan melalui lembar validasi dan kuesioner respons, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase. Hasil menunjukkan tingkat validitas sangat tinggi, dengan skor ahli materi 95,83% dan ahli media 87%, serta penilaian guru 98,33%. Respons murid pada uji satu-satu dan kelompok kecil masing-masing 96,67% dan 92,31%, sehingga media dinyatakan valid dan layak digunakan.
Pengaruh Model Pembelajaran Socio Scientific Issues (SSI) Terintegrasi STEM pada Materi Kimia Hijau dalam Meningkatkan Literasi Sains Siswa Feni Situmorang; Epinur Epinur; Isra Miharti; Kriswantoro Kriswantoro
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4161

Abstract

Dalam pengajaran kimia, siswa masih kesulitan dengan kurangnya literasi ilmiah. Hal ini terutama berlaku di bidang kimia hijau, yang berkaitan dengan keberlanjutan dan masalah lingkungan. Pentingnya sains dalam masyarakat dan lingkungan seringkali diabaikan oleh siswa karena pembelajaran yang berpusat pada guru dan kegagalan menerapkan prinsip-prinsip ilmiah pada masalah praktis. Hal ini menyoroti perlunya mekanisme pembelajaran yang dapat menerapkan ide-ide ilmiah abstrak pada masalah dunia nyata. Kerangka pedagogis Socio-Scientific Issues (SSI)/STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) adalah salah satu pilihan yang memungkinkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar dampak model pembelajaran SSI dengan STEM terhadap kemampuan siswa untuk memahami dan menerapkan konsep kimia hijau di kelas. Dengan menggunakan desain kelompok pretest-posttest, penelitian ini menggunakan teknik kuasi-eksperimental. Siswa tahun terakhir di SMAN 2 Kota Jambi dipilih secara acak untuk dijadikan populasi penelitian. Lembar observasi dan tes esai yang mengukur literasi ilmiah merupakan alat penelitian yang telah menjalani pengujian validasi dan reliabilitas. Uji independent sample t-test, uji homogenitas, dan pengujian normalitas data digunakan untuk analisis data. Perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol ditunjukkan oleh hasil analisis, yang menunjukkan Asymp. Sig (2-tailed) < 0,001 (< 0,05). Oleh karena itu, masuk akal untuk berasumsi bahwa pengetahuan siswa tentang isu keberlanjutan lingkungan dan literasi ilmiah mereka ditingkatkan dengan pengajaran kimia hijau menggunakan paradigma pembelajaran SSI terintegrasi STEM.
Pengembangan e-Modul Interaktif Berbasis Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Augmented Reality (Ar) Berorientasi Minat Belajar Murid Materi Ikatan Kimia Risma Junita Amriani; Rayandra Asyhar; Muhammad Haris Effendi Hasibuan; Wilda Syahri; Isra Miharti
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4169

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan agar dapat mengembangkan materi e-modul interaktif pembelajaran berbasis masalah (PBL) dan augmented reality (AR) untuk meningkatkan minat siswa terhadap ikatan kimia. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat siswa dan kesulitan memahami konsep abstrak ikatan kimia, serta penggunaan media pembelajaran non-interaktif. Metodologi penelitian dan pengembangan (R&D) yang digunakan mengacu pada model pengembangan Lee & Owens, yakni tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Studi percontohan terbatas dilakukan menggunakan instruksi individual dan eksperimen kelompok kecil dengan siswa kelas XI di SMA Negeri 8 Kota Jambi. Instrumen survei yang dipakai meliputi wawancara, kuesioner penilaian kebutuhan, lembar validasi oleh ahli ilmu material dan media, lembar evaluasi guru, dan kuesioner siswa. Hasil memperlihatkan bahwa e-modul yang dikembangkan memenuhi kriteria berdasarkan validasi ahli dan evaluasi guru. Respons siswa terhadap produk yang dikembangkan sangat positif. Integrasi sintaks PBL dan representasi visual 3D menggunakan AR memungkinkan siswa untuk memahami konsep secara lebih realistis, meningkatkan perhatian, keterlibatan, relevansi, dan kenikmatan dalam proses pembelajaran.
Pengembangan Flip Modul Pembelajaran Berbasis Proyek pada Materi Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Anita Aulia; Rayandra Asiyhar; Naswir Naswir; Epinur Epinur; Isra Miharti
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan flip modul pembelajaran berbasis proyek pada materi larutan elektrolit dan non-elektrolit untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa serta terbatasnya penggunaan bahan ajar inovatif di SMA Negeri 1 Bayung Lencir. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan model Lee & Owens yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari ahli materi, ahli media, guru kimia, serta siswa kelas X Fase E7 yang terlibat dalam uji coba perorangan (3 siswa) dan kelompok kecil (9 siswa). Data dikumpulkan melalui angket, lembar validasi, wawancara, dan kuesioner respon siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flip modul yang dikembangkan memperoleh persentase kelayakan sangat baik dari ahli media (98%), guru (88%), uji coba perorangan (90%), dan kelompok kecil (91,3%). Dengan demikian, modul dinyatakan valid, praktis, dan layak digunakan. Pengembangan selanjutnya disarankan untuk melakukan uji coba pada skala yang lebih luas.
Pengembangan Chemistry E-Magazine Berbasis Chemo-Edutainment Pada Materi Kimia Hijau di SMA Negeri 02 Kota Jambi Nabila Az Zahra; Wilda Syahri; Isra Miharti
JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Vol 19 No 2 (2025): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v19i2.3976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan chemistry e-magazine berbasis chemo-edutainment yang layak serta untuk mengetahui penilaian guru dan respon peserta didik terhadap pengembangan chemistry e-magazine berbasis chemo-edutainment pada materi kimia hijau di SMA Negeri 02 Kota Jambi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yakni Analysis (Analisis). Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Hasil validasi pada penelitian ini menunjukkan bahwa Chemistry e-magazine yang dikembangkan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Validasi ahli materi memperoleh skor 65 dengan rata-rata 4,3 dalam kategori Sangat Layak, dan validasi ahli media memperoleh skor 72 dengan rata-rata 4,5 dalam kategori Sangat Layak. Hasil penilaian guru menunjukkan bahwa chemistry e-magazine yang dikembangkan memperoleh skor 67 dengan rata-rata 4,46 dalam kategori Sangat Layak, dan hasil respon peserta didik memperoleh hasil skor 465 dengan persentase 93% yang termasuk kategori Sangat Baik. Secara keseluruhan, dari hasil validasi ahli materi, validasi ahli media, hasil penilaian guru dan hasil respon dari peserta didik dapat membuktikan bahwa chemistry e-magazine berbasis chemo-edutainment sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran dalam membantu guru dalam mengajar dan dapat memudahkan peserta didik dalam memahami materi kimia melalui media pembelajaran chemistry e-magazine.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Tiktok pada Materi Larutan Penyangga dengan Menggunakan Model PBL (Problem Based Learning) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMA Adinda Salsabila; Harizon Harizon; Wilda Syahri; Firdiawan Ekaputra; Isra Miharti
Syntax Idea Vol. 8 No. 1 (2026): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntaxidea.v8i1.14424

Abstract

The social media platform that is currently popular among teenagers is TikTok.This application allows users to upload short videos with various themes including education. Students' motivation to learn can increase through the use of video learning media, especially on the TikTok platform which is popular and attractive to today's digital generation. This study aims to find out the process of developing TikTok-based learning media using the Problem Based Learning (PBL) model on buffer solution materials to determine the feasibility of media developed based on material experts, media experts, practitioners as well as student responses and the impact on student motivation. The development of TikTok application-based learning media uses the Problem Based Learning (PBL) model using the 4D development model (Define, Design, Develop, and Disseminate). The research instruments used are in the form of interview guidesheets, questionnaires, documentation. The data analysis techniques used are qualitative data analysis and quantitative data analysis. The results of this study show that the use of learning media has a positive impact on students' learning motivation with a questionnaire score of 88% (very good category). From the feasibility aspect, the media was declared very valid based on the assessment of material experts and media experts with a percentage of 100%, as well as the validation of instructional design with an average score of 4.00. The results of the practicality test showed a student response of 89.0% (excellent category), which confirms that this learning media is practical, easily accessible, and in accordance with the characteristics of high school students as the digital generation. Based on the development process and research results, it is concluded that the development of TikTok application-based learning media using the Problem Based Learning (PBL) model on the buffer solution material is feasible to be used theoretically and practically as one of the teaching materials on the buffer line and has the potential to increase student learning motivation based on expert opinions and teacher assessments.