Claim Missing Document
Check
Articles

MANAJEMEN REPRODUKSI DAN PAKAN UNTUK TUJUAN PEMBIBITAN DAN PENGGEMUKAN SAPI BALI DI DESA ALEBO KECAMATAN KONDA KABUPATEN KONAWE SELATAN takdir saili; Hasanuddin Bua; Astriana Napirah; Rusli Badaruddin; Syamsuddin Syamsuddin; Wa Laily Salido
JURNAL PengaMAS Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v3i1.1506

Abstract

Kecamatan Konda secara geografis  terletak  dibagian  timur  Ibu  Kota Kabupaten Konawe Selatan dan merupakan wilayah potensial sentral pengembangan komoditas pertanian dan peternakan. Jarak  tempuh  Kecamatan  Konda  dengan  Ibu  Kota Kabupaten ± 70 km, dan berjarak sekitar 15 km dari  Kota  Kendari  yang  merupakan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara. Kecamatan  Konda  merupakan kacamatan yang memiliki populasi ternak sapi tahun 2017 sebanyak 5.577 ekor atau 8.23% dari total populasi yang ada di Kabupaten Konawe Selatan. Salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Konda dengan populasi ternak sapi yang banyak adalah Desa Alebo. Populasi sapi di Desa Alebo menempati posisi ke dua (569 ekor) setelah Desa Lambusa (681 ekor).topografi Desa Alebo tergolong rata, dengan ketinggian tempat sekitar 25 m dpl. Sebagian besar masyarakat Desa Alebo mempunyai mata pencaharian sebagai petani beternak sapi. Seiring dengan perkembangan waktu, para petani ternak di Desa Alebo sepakat untuk membentuk kelompok tani ternak agar mendapatkan kemudahan di dalam mengakses bantuan permodalan dan sarana produksi serta pemasaran. Hasil yang telah dicapai pada kegiatan KKN-TEMATIK ini, yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peternak maupun petani dalam mengembangkan keberlanjutan usahanya dengan pemanfaatan hijauan pakan ternak berupa hijauan rumput (Odot, Benggala dan Setaria) dan pakan limbah pertanian (jerami padi), serta pemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi pupuk kompos dan limbah buah jeruk menjadi pupuk cair. Selain itu pula, telah terjadi peningkatan pendapatan yang diperoleh peternakan dari hasil penjualan pupuk kompos dan  pupuk cair .Kata kunci : Ternak sapi, Pakan ternak, Pupuk kompos, Pupuk cair
PENINGKATAN NILAI TAMBAH USAHA PETERNAKAN SAPI MELALUI PERBAIKAN KUALITAS PAKAN DAN PRODUKSI PUPUK ORGANIK DI KECAMATAN LADONGI KABUPATEN KOLAKA TIMUR Rahim Aka; Arsad Sani; Musram Abadi; Rusli Badaruddin; Syamsudin Syamsudin; Putu Nara Kusuma Prasanjaya; Nuraini Nuraini
JURNAL PengaMAS Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v1i1.764

Abstract

Kecamatan Ladongi secara geografis terletak dibagian timur Ibu KotaKabupaten Kolaka Timur dan merupakan wilayah potensial sentra pengembangankomoditas pertanian dan peternakan. Jarak tempuh Kecamatan Landongi dengan IbuKota Kabupaten ±10 km, dan berjarak sekitar 110 km dari Kampus Universitas HaluOleo di Kota Kendari. Mata pencaharian masyarakatnya selain beternak sapi Bali adalahbertani palawija dan hortikultura yang mempunyai beberapa kelompok tani-ternak. Matapencaharian masyarakatnya selain beternak sapi Bali adalah bertani palawija danhortikultura yang mempunyai beberapa kelompok tani-ternak. Masing-masing kelompoktani-ternak ini beranggotakan 5-7 orang yang bergerak di bidang usaha pertanian danpeternakan. Selain kondisi topografi, keadaan iklim juga sangat mendukung daerah iniuntuk pengembangan berbagai komoditi pertanian dan peternakan sapi potong. Selamatahun 2016 di Kecamatan Ladongi menunjukkan bahwa komoditas kakao dari sub sektorperkebunan menempati produksi tertinggi, yaitu mencapai 33.807,55 ton. Sedangkantanaman pangan untuk komoditas padi menempati posisi pertama dalam produksi, yaitu96.288 ton. Jenis ternak yang dikembangkan di Kecamatan Ladongi meliputi ternakbesar (sapi), ternak kecil (kambing dan babi), serta unggas. Jumlah ternak sapi diKecamatan Ladongi sebanyak 2.124 ekor.Hasil yang telah dicapai pada kegiatan KKN-PPM ini, yaitu adanya peningkatanpengetahuan dan pemahaman kelompok mitra dalam mengembangkan keberlanjutanusahanya dengan pemanfaatan hijauan pakan ternak berupa hijauan rumput gajah danpakan limbah pertanian (jerami padi), peningkatan pengetahuan peternak tentang carapembuatan kandang yang ideal dan mengetahui manfaat pembuatan kandang sertapemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi pupuk kompos dan introduksi pupuk kompospada tanaman hortikultura yang diusahakan secara bersama-sama dengan ternak sapiyang dilakukan melalui pembuatan demplot sistem pertanian terpadu. Selain itu pula,telah teradi peningkatan pendapatan yang diperoleh peternakan dari hasil penjualanpupuk kompos dan peningkatan pendapatan petani hortikultura melalui peningkatanproduksi dari introduksi pupuk kompos yang telah dibuat.
PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN (PPK) BERBASIS USAHA BUDIDAYA DAN TEKNOLOGI HASIL PETERNAKAN DI FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS HALU OLEO Ali Bain; La Ode Arsad Sani; La Ode Syukur; Rusli Badaruddin; La Ode Muh. Safaat; I Putu Nara Prasanjaya
JURNAL PengaMAS Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v3i1.1457

Abstract

Lulusan perguruan tinggi memiliki potensi yang besar untuk dipersiapkan menjadi wirausahawan yang unggul, yang tidak hanya akan memandirikan dirinya secara ekonomi kelak, tetapi juga akan turut mengembangkan potensi ekonomi daerah yang pada gilirannya akan berdampak positif bagi perekonomian negara. Program-program pengembangan kewirausahaan bagi mahasiswa dicanangkan oleh pemerintah, sehingga banyak mahasiswa memulai aktivitas usaha sejak masa perkuliahan. Hal ini juga terjadi bagi mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo, yang banyak berusaha dibidang peternakan. Beberapa jenis usaha mahasiswa Fakultas Peternakan antara lain: usaha budidaya ternak terutama ternak unggas, usaha produksi hasil peternakan, dan usaha pengolahan limbah sisa hasil peternakan. Dalam menjalankan usaha, mahasiswa peeternakan banyak menghadapi kendala diantaranya adalah sebagai berikut: kurangnya keterampilan manajemen usaha dan manajemen keuangan, Kurangnya pengetahuan tentang strategi pemasaran yang baik, kurangnya pengetahuan dalam pemanfaatan teknologi informasi, tidak adanya jejaring usaha dan kurangnya permodalan. Dalam kegiatan program pengembangan kewirausahaan (PPK) ini, mahasiswa diberikan pelatihan dan bimbingan wirausaha sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam berusaha. Program pengembangan kewirausahaan ini dilaksanakan selama 3 tahun. Pada tahun pertama kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam PPK ini adalah sebagai beriku: (a) pelatihan kewirausahaan dengan manteri diantaranya menitik beratkan pada  manajemen produksi; (b) magang kewirausahaan di perusahaan yang sesuai dengan jenis usaha masing-masing; (c) busisness opportunity dengan perusahaan mitra; dan (d) pemberian bantuan dana bergulir. Tahun kedua kegiatan yang dilakukan sama dengan tahun pertama, namun dalam pelatihan kewirausahaan selain aspek produksi, juga lebih banyak pembahasan aspek pemasaran produk, aspek pembiayaan usaha, dan manajemen pembukuan usaha. Tahun ketiga, selain kegiatan yang dilaksanakan pada tahun pertama dan kedua, pada tahun ini juga kegiatan pelatihan dan pembimbingan diarahkan pada proses legalitas usaha dan upaya perluasan usaha. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat tercipta minimal 5 wirausahaan baru setiap tahun, yang mampu menghasilkan produk secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menghasilkan: (a) jurnal nasional terakreditasi pada Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis (JITRO) setiap tahun; (b) artikel media cetak lokal pada Koran Kendari Pos dan publikasi media online pada OKESULTRA.COM setiap tahun; (c) artikel prosiding seminar nasional pada tahun kedua dan ketiga; (d) paten sederhana pada tahun ketuga; (e) Usulan merk dagang produk yang dijual pada tahun ke 3 kegiatan; (f) desain produk industri pada tahun ke dua; (g)  Draf buku ber ISBN pada tahun ke 3 kegiatan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN BIMBINGAN TEKNIS BUDIDAYA AYAM BANGKOK DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PETERNAK Musram Abadi; La Ode Saidi; Rahim Aka; La Ode Nafiu; Rusli Badaruddin; Hamdan Has; Hairil A Hadini; Amiluddin Indi; Putu Nara Kusuma Prasanjaya
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v2i2.1452

Abstract

Sindangkasih merupakan salah satu desa penempatan transmigrasi pertama di Sulawesi Tenggara sejak tahun 1968 asal Jawa Barat  yang berada di wilayah Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Mata pencaharian masyarakatnya selain beternak sapi Bali dan ayam buras (bukan ras) adalah bertani palawija dan hortikultura yang mempunyai beberapa kelompok tani-ternak diantaranya Kelompok Ternak Parahiyangan. Namun seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, maka sejak  tahun  2015  peternak  setempat  mulai  membudidayakan  ayam  buras  dari keturunan Ayam Bangkok yang pertumbuhannya dirasakan relatif  lebih baik, dibandingkan ayam kampung biasa, sehingga ayam Bangkok dibudidayakan untuk tujuan wirausaha yang berorientasi bisnis.Namun demikian,  beberapa  kendala  yang  menjadi  keluhan  peternak  mitra untuk pengembangan dan keberlanjutan usaha adalah organisasi kelompok yang belum berjalan dengan baik serta pemahaman teknik budidaya ayam Bangkok juga belum optimal, hanya mengandalkan cara pengeraman alami, kondisi fasilitas kandang relatif sederhana dan dibuat seadanya. Kebersihan dan sanitasi kandang tidak diperhatikan dengan baik, karena feses ayam berserakan dalam kandang dan tidak ada upaya pengolahan lanjut menjadi pupuk organik. Kelompok mitra belum memahami cara memformulasi ransum sebagai upaya diversifikasi beragam jenis pakan yang memenuhi standar baku mutu seperti penyediaan pakan secara mandiri  (pellet).  Pemasaran  ayam  hanya  dijual  di  pasar-pasar  tradisional  dengan jumlah yang relatif terbatas.Berdasarkan hasil diskusi dengan kelompok mitra maka target yang ingin dicapai setelah pelaksanaan program PKM adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak tentang: (1) manajemen kelompok; (2) teknik budidaya ayam Bangkok; (3) pembuatan kandang yang memenuhi syarat teknis dan kesehatan; (4) penggunaan mesin tetas; (5) penggunaan probiotik, vaksin dan pengobatan ayam yang sakit; (6) pembuatan pellet secara mandiri menggunakan mesin tepat guna; (7) pembuatan pupuk organik; (8) promosi produk melalui media cetak seperti poster, dan leaflet; (9) perluasan pasar melalui pasar moderen (swalayan) dan warung makan sebagai konsumen potensial.Berdasarkan hasil kegiatan pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pada Kelompok Ternak Ayam Bangkok Parahiyangan di Desa Sindangkasih Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan melalui penyuluhan dan bimbingan teknis, diharapkan memberikan manfaat terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak ayam Bangkok dengan memanfaatkan teknologi tepat guna serta perbaikan sistem pemeliharaan secara intensif  guna meningkatkan pendapatan keluarga peternak ayam Bangkok.
PERAN SARANA PRASARANA DALAM MENUNJANG KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN Badaruddin Badaruddin; Muhammad Rusli
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 19, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v19i1.18462

Abstract

Penelitian ini di laksanakan di Kabupaten Wakatobi, populasi dan sampel adalah Guru-Guru pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Dengan menggunakan sampel wilayah sebanyak tiga kecamatan dan sebanyak 50 Sekolah Dasar dan sampel obyek sebanyak 58 orang Guru Pendidikan Jasmani dan kesehatan di Sekolah dasar.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan presentase hasil wawancara dan data lapangan atau observasi sesuai data nyata. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan sarana prasarana sebagai media mengajar, peralatan olahraga dan prasarana menunjukkan hasil sebagai berikut :1) Sarana yang digunakan sebagai media pendidikan untuk kegiatan belajar baik teori dan praktik pendidikan jasmani dan kesehatan. Pengadaan sarana prasarana sebagai media mengajar, peralatan Olahraga dan prasarana menunjukkan hasil sebagai berikut :1).Pengadaan sarana sebagai media pendidikan untuk kegiatan belajar baik teori dan praktik pendidikan jasmani dan kesehatan, 2). Pengadaan sarana sebagai media olahraga, untuk kegiatan mengajar praktik olahraga dan kesehatan. Dengan demikian penelitian ini disimpulkan bahwa Pengadaan sarana prasarana, harus mendapat perhatian sebab kenyataan kegiatan pendidikan kurang dapat berjalan dengan baik dan lancar kerena keterbatasan peralatan yang mendukung.Serta perlu ditunjang oleh kemampuan tenaga pendidik yang lebih profesional dan memahami materi yang akan diajarkan, sebab masih banyak tenaga pendidik yang tidak sesuai dengan bidang kompetensinya.
EFEKTIFITAS METODE PEMBELAJARAN DAN KEMAMPUAN MOTORIK DASAR TERHADAP KETERAMPILAN DRIBBLING BOLA PADA SISWA SMA NEGERI 2 TOMIA KABUPATEN WAKATOBI Badaruddin Badaruddin; Muhammad Rusli
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 21, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v21i1.34453

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui efektifitas metode pembelajaran dan kemampuan gerak dasar terhadap keterampilan dribbling pada permainan sepak bola pada siswa SMA Negeri 2 Tomia kabupaten Wakatobi. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan desain faktorial 2 X 2. Data dianalisis dengan menggunakan teknik statistik Anova 2 jalur. Dari hasil penelitian diperoleh : 1) Secara keseluruhan terdapat perbedaan yang  signifikan keterampilan dribbling bola pada permainan sepak bola antara kelompok siswa yang  diajar dengan metode pembelajaran drill dengan kelompok siswa yang diajar dengan metode penelitian taksis dimana metode drill lebih baik dari metode taksis. 2) Metode pembelajaran drill pada kelompok yang memiliki kemampuan motorik tinggi lebih dari metode pembelajaran taksis. 3) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok yang memiliki kemampuan gerak dasar rendah antara kelompok siswa yang diajar dengan metode pembelajaran drill dengan kelompok siswa dengan kelompok siswa yang  diajar dengan  metode pembelajaran taksis. 4)  Tidak terdapat pengaruh faktor interaksi antara metode mengajar dengan kemampuan motorik dasar terhadap keterampilan dribling bola pada permainan sepak bola.
ANALISIS STATUS GIZI DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEMAMPUAN TUBUH MENGGUNAKAN OKSIGEN SECARA MAKSIMAL (VO2 Maks) Badaruddin Badaruddin
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 19, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v19i2.21825

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara status gizi dengan kemampuan tubuh menggunakan oksigen maksimal. Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah dapat menambah pengetahuan dan wawasan dalam rangka pembinaan keadaan gizi, kesehatan dan kesegaran jasmani karena kemampuan tubuh menggunakan oksigen menentukan tingkat kesegaran jasmani, dan dapat menjadi pengetahuan khususnya bagi para pembina, pelatih, atlet dan pecinta olahraga.            Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara purposive yaitu, 50 pelajar SMP Negeri  12 Kendari dalam hal ini laki-laki yang mewakili SMP Negeri 12 Kendari. Data status gizi dan kemampuan tubuh menggunakan oksigen secara maksimal; data status gizi  diperoleh dengan cara mengukur tinggi badan (TB dalam cm), berat badan (BB dalam  kg), kemudian dimasukkan dalam  tabel antropometri gizi menurut berat badan dan tinggi badan pada batas ukur (6 – 17 tahun) menurut jenis kelamin. Data kemampuan tubuh menggunakan oksigen secara maksimal diperoleh dengan cara tes lari-jalan 15 menit kemudian data yang diperoleh dimasukkan dalam rumus VO2 maks.            Analisis data yang digunakan  adalah teknik analisis persentase mengenai tingkat status gizi. Dari sampel 50 orang ditemukan 39 orang  (78%) berstatus gizi normal  (N), 11 orang  (22%) berstatus kurang (K), dan 0% berstatus gizi buruk dalam artian bahwa dari 50 orang sampel tidak ada yang berstatus gizi buruk.            Untuk menguji hipotesis digunakan teknik analisis korelasi serial. Dengan analisis ini diperoleh hasil akhir nilai koefisien korelasi negatif sebesar – 0,756 dan koefisien determinannya 57%. Ini berarti bahwa ketergantungan kemampuan tubuh menggunakan oksigen secara maksimal sebesar 57% ditentukan oleh status gizi. Sedangkan koefisien korelasi negatif (- 0,756) berarti bahwa makin tinggi status gizi makin rendah kemampuan tubuh menggunakan oksigen secara maksimal, demikian pula sebaliknya.            Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kemampuan tubuh menggunakan oksigen secara maksimal, karena data korelasinya menunjukkan rser XY = - 0,756 < 0,297 (95%) < 0,361 (99%) (tabel harga kritik R product-moment).
Kadar Kolesterol, Asam Urat dan Glukosa Darah Ayam Petelur yang Diberi Jus Daun Sirih (Piper betle Linn) pada Level yang Berbeda: Cholesterol, Uric Acid and Blood Glucose Levels of Laying Chickens Given Different Levels of Betel Leaf Juice (Piper betle Linn) Rusli Badaruddin; Rahim Aka; Abdul Rahman Ollong; Ning Ayu Dwi Tiya
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v11i1.172

Abstract

ABSTRACT This study aims to assess cholesterol, uric acid and blood glucose levels in laying hens which are fed with the addition of betel leaf juice (Piper Bettle Linn). There were 16 chickens used in layer phase hens. The cage used is an individual cage equipped with a place for feeding and drinking water. The treatments in this study consisted of: (P0) commercial feed + 0 ml of betel leaf juice, (P1) commercial feed + 5 ml of betel leaf juice, (P2) commercial feed + 10 ml of betel leaf juice, and (P3) commercial feed + 15 ml of betel leaf juice. The variables observed were cholesterol, uric acid and blood glucose levels. The data obtained from the research results were analyzed using variance and continued with Duncan's multiple range test. The results showed that the administration of betel leaf juice had no significant effect (p <0.05) on cholesterol, uric acid and blood glucose levels in layer phase hens. Based on the results of the study, it can be concluded that the administration of betel leaf juice does not affect the amount of cholesterol, uric acid, and glucose levels in layer phase hens, but these conditions are still in normal physiological conditions. Keywords: uric acid, layer hens, glucose, cholesterol ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang kadar kolesterol, asam urat dan glukosa darah ayam petelur yang diberi penambahan jus daun sirih (Piper betle Linn) pada level yang berbeda. Ayam yang digunakan sebanyak 16 ekor induk ayam petelur betina fase layer. Kandang yang digunakan yaitu kandang individu yang dilengkapi dengan tempat pakan dan air minum. Perlakuan pada penelitian ini terdiri atas: (P0) pakan basal + 0 ml jus daun sirih, (P1) pakan basal + 5 ml jus daun sirih, (P2) pakan basal + 10 ml jus daun sirih, dan (P3) pakan basal + 15 ml jus daun sirih. Variabel yang diamati adalah kadar kolesterol, asam urat, dan glukosa darah. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jus daun sirih tidak memberikan pengaruh yang nyata (p<0.05) terhdadap kadar kolesterol, asam urat dan glukosa darah ayam petelur fase layer. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian jus daun sirih tidak mempengaruhi jumlah kadar kolestero, asam urat, dan glukosa ayam petelur fase layer, namun kondisi tersebut masih dalam kondisi fisiologis normal. Kata Kunci : asam urat, ayam petelur, glukosa, kolesterol
Bimbingan Teknis Pembuatan Pakan Ternak Fermentasi Dan Pupuk Organik Cair Berbasis Bahan Baku Lokal Di Desa Alebo Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan Natsir Sandiah; La Ode Arsad Sani; Andi Murlina; Fuji Astuty Auza; Syamsuddin Syamsuddin; Rusli Badaruddin; Takdir Saili; La Ode Nafiu; Wa Laili Salido
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpmit.v4i1.26566

Abstract

Pengembangan sistem pakan berbasis sumberdaya lokal menjadi pilar yang mendukung perkembangan produksi peternakan di Indonesia yang berkelanjutan, efisien dan kompetitif. Hasil sisa, hasil samping dan limbah berbagai jenis tanaman merupakan sumber bahan baku pakan alternatif yang potensial. Limbah pertanian seperti jerami banyak digunakan sebagai pakan ternak tetapi belum melalui teknologi pengolahan pakan, sedangkan limbah ternak berupa feses digunakan sebagai pupuk tanpa proses pengolahan serta urin hanya dibuang. Dengan demikian diperlukan konsep integrasi pertanian dan peternakan dalam rangka pelaksanaan zero waste farming. Program bina desa ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat tani-ternak dalam pembuatan pakan ternak dan pupuk organik cair biokultur dan biourin menggunakan feses dan urin sapi dalam mewujudkan zero waste farming sistem. Penggunaan bahan baku limbah dan bahan baku lokal yang telah diolah terlebih dahulu menggunakan teknik pengolahan memadai serta analisis kandungan nutrien pakan, diharapkan dapat meningkatkan utilitas dari limbah itu sendiri dan dapat menjadi solusi program pemanfaatan limbah dan pengembangan pakan. K
HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN DENGAN KEMAMPUAN LEMPAR LEMBING PADA SISWA SMA NEGERI 1 PURIALA Andriawan; Asmuddin; Badaruddin
Journal Olympic (Physical Education, Health and Sport) Vol. 1 No. 1 (2021): Edisi April 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.807 KB) | DOI: 10.36709/olympic.v1i1.6

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between arm muscle strength and the javelin throwing ability of students of SMA Negeri 1 Puriala. The formulation of the problem in this study is "is there a relationship between arm muscle strength and the javelin throwing ability of students of SMA Negeri 1 Puriala. The population in this study were 370 students of SMA Negeri 1 Puriala, consisting of 210 girls and 160 boys, the sample in this study was taken by purposive sampling technique, namely the sample was selected with the consideration of male gender as much as 20% of 160 male students. in order to obtain a sample of 32 people. The instrument used to measure the arm muscle strength test was thetest pull up for 60 seconds, while the instrument used to measure the javelin throwing ability test was the javelin throwing test which was carried out 3 times per student. The research data were analyzed using the product moment statistical technique at a significant level of 0.05. The results obtained from testing the hypothesis show that Rxy  = 0.93> r table at a significant level of 0.05 = 0.349. The value of the coefficient of detrimination of arm muscle strength with the ability to throw the javelin is 0.86 or 86%. In this study, it can be concluded that there is a significant relationship between arm muscle strength and the javelin throwing ability of the students of SMA Negeri 1 Puriala.
Co-Authors Abdul Rahman Ollong abdul saman Abdurrohman Muzakki Ahmad Risal Aliasis Maruka Almia, Siti Amiluddin Indi Amiludin Indi Andi Murlina Andi Murlina Tasse Andriawan Ardi Darmawan Arniyanti Nadin AS Aku, AS Asma Bio Kimestri Asmida Asmida Asmuddin Asmuddin Asmuddin Astriana Napirah Ayu Asriwaty Bahtiar, . Bana, Sahindomi Claritha Saraswati Deki Zulkarnain Edi Setiawan Fadli Ma’mun Pancar Febry putra setiawan Fitrianingsih Fitrianingsih Fuji Astuti Auza Fuji Astuty Auza Gusti Ayu Kade Sutariati Hairil Adzulyatno Hadini Hamdan Has Harapin Hafid H. Hasanuddin Bua Hasanuddin Jumareng Hasriani Hasriani, Hasriani Hendrika Utami Hikmawati Hikmawati I Putu Nara Prasanjaya Idrus Salam Ilham Indi, Amiludin Irmawati Irmawati Irvan Irvan Ishak Ady Putra Utama Isnaeni, Purnaning Dhian Ita Andriyani Jamaluddin Hos Jud Jud Kadir Kadir La Intan La Ode Arsad Sani La Ode Muh. Safaat La Ode Muhamad Munadi La Ode Muhamad Randi La Ode Nafiu La Ode Saidi LA ODE SYUKUR, LA ODE La Sawali, La Sawali Lisa Andriani Majid Majid marsuna, marsuna Mauludin Hamid melda lisi Misriani Misriani Mongsidi, Wolter Muh Agung Ashiddiq Muh Idham Anda Rukanda Muh. Rusdin Muhammad Amrullah Pagala Muhammad Fajri Muhammad Rusli Muhammad Rusli Muhammad Yusril Muhammad Zaenal Arwih Muhtar Asshagab Munadi Munadi Musram Abadi Mustamin Anggo Natsir Sandiah Ning Ayu Dwi Tiya Nur Asma Nur Fitry Yanti Nur Santy Asminaya Nuraeni Primawati Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nurhayanto, Nurhayanto Nuriadin Nuriadin Nurjani Nurjani Nylan Aulia Sari Purnaning Dhian Isnaeni Purnaning Dhian Isnaeni Putu Nara Kusuma Prasanjaya Rahmat Hidayat Rahmat Mulhazaa Restu Libriani Rifki Gifari Amir Riko Rinaldi Middin Rizky Arizona Saifu Saifu Sandi Trio Ramadhan Sariul Sariul Sarnely Uge Sawaludin Sawaludin Selpion Degei Sitti Marni Ruhana Suhartiwi sulpinda budiana Syamsuddin Syamsuddin Syamsudin Syamsudin TAKDIR SAILI Tanzil Tanzil Tiya, Ning Ayu Dwi Usman Rianse Vina Eka Prasetia Anisa W. Kurniawan Wa Ipa Wa Laili Salido Wa Laily Salido Wa Ode Lidya Arisanti Yaddi, Yafsin Yuni Lestari