Eka Radiah
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 52 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Perempuan Pesisir dalam Pengolahan Ikan Laut Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan Devi Permata Ijswari; Djoko Santoso; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.679

Abstract

Sebagian besar dari perempuan di Indonesia berupaya menutupi kekurangan kebutuhan keluarga karena penghasilan suami kecil dan tidak menentu. Oleh karena itu untuk menambah pendapatan maka perempuan pesisir melakukan kegiatan produktif diluar pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga seperti bekerja sebagai buruh upah atau sebagai pemilik usaha di sektor pengolahan hasil ikan. Akan tetapi, pengolahan hasil ikan laut yang dilakukan masih dikelola secara tradisional dan kurangnya pengetahuan perempuan pesisir dalam mengolah hasil laut tersebut membuat usaha yang dilakukan tidak berkembang. Sehingga, perlu adanya pemberdayaan dari pemerintah bagi perempuan pesisir. Pemberdayaan yang dilakukan pemerintah terkadang adanya yang tepat sasaran dan tidak tepat sasaran.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan peran pemberdayaan perempuan pesisir dalam pengolahan ikan laut untuk meningkatkan ekonomi keluarga di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu mulai bulan Agustus 2018 sampai bulan Oktober 2018. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kemudian dikaitkan dengan teori yang ada, selain itu penelitian ini juga menggunakan penilaian kriteria sehat usaha. Berdasarkan hasil penelitian bentuk pemberdayaan yang diberikan terdiri dari pelatihan pengolahan hasil perikanan, bantuan permodalan, peralatan produksi, pemasaran/promosi, bimbingan kegiatan administrasi dan pembangunan sentra pengolahan hasil perikanan. Pemberdayaan yang di berikan pemerintah sudah menunjang untuk memberikan perubahan bagi anggota kelompok kearah yang lebih baik agar dapat meningkatkan ekonomi keluarga, akan tetapi pemberdayaan yang dilakukan masih kurang optimal.Kata kunci: pemberdayaan, perempuan pesisir, sehat usaha, ekonomi keluarga.
KEMISKINAN PETANI KARET MENURUT STATUS KEPEMILIKAN LAHAN DI KECAMATAN SUNGAI PINANG KABUPATEN BANJAR Mahmud Mahmud; Eka Radiah; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i4.2927

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui seberapa besar (%) petani karet di Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar yang tergolong kedalam petani miskin menurut status kepemilikan lahan, mendeskripsikan kondisi sosial ekonomi petani miskin di Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar tersebut menurut umur, jenis kelamin, suku, status perkawinan, jumlah tanggungan, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan luas lahan menurut status kepemilikan lahan, mengetahui permasalahan yang dihadapi petani karet miskin menurut status kepemilikan lahan di Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar.Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Untuk menentukan jumlah responden menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Berdasarkan penelitian, petani karet miskin berdasarkan status kepemilikan lahan terbagi menjadi tiga yaitu petani karet pemilik sebesar 40% sebanyak 20 orang, sakap sebesar 54% sebanyak 27 orang dan sewa sebesar 6% sebanyak 3 orang, mendeskripsikan kondisi sosial ekonomi petani miskin di Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar tersebut menurut umur, jenis kelamin, asal daerah, status perkawinan, jumlah tanggungan, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan luas lahan menurut status kepemilikan lahan, mengetahui permasalahan yang dihadapi petani karet miskin menurut status kepemilikan lahan di Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar dan permasalahan yang dihadapi petani karet di Kecamatan Sungai Pinang terbagi atas empat permasalahan yaitu harga karet yang rendah, musim hujan dan panas, penyakit dan pemasaran.
Potret Pelaksanaan Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) di Desa Palingkau Lama Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas Rahman Rahman; Eka Radiah; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5945

Abstract

Program PUAP ialah program dari Kementeian Pertanian dalam membantu permasalahan yang dihadapi petani dan menumbuh kembangkan kegaitan usaha agrbisnis pedesaan yang sesuai dengan potensi wilayah. Tujuan penelitian mengetahui pelaksanaan secara teknis dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam program PUAP di Desa Palingkau Lama Kecamatan Kapuas Murung. Responden dalam penelitian ini adalah ketua atau sekretaris Gapoktan Sepakat Bersama di Desa Palingkau Lama. Analisis dilakukan dengan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dana program PUAP pada Gapoktan Sepakat Bersama diperoleh pada tahun 2008 dan berakhir pada tahun 2015. Dana bantuan PUAP tersebut dipergunakan untuk membeli sarana pertanian, berupa pupuk dan obat-obatan pestisida dengan bantuan modal Rp 350.000,00 s/d Rp 450.000,00/petani. Besar bunga yang dibayarkan petani 5% pada saat pengembalian pinjaman 3 blek (30 kg) gabah kering ke Lembaga Keuangan Mandiri (LKM). Permasalahan yang dihadapi dalam program PUAP pada Gapoktan Sepakat Bersama yaitu permasalahan persyaratan awal peminjaman, penyerahan bukti sertifikasi tanah dan Kartu Tanda Penduduk serta tunggakan pengembalian pinjaman dana PUAP.
Identifikasi Potensi dan Strategi Pengembangan Agrowisata Berbasis Usahatani Padi Sawah di Desa Kampung Jawa Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong Nurlina Nurlina; Eka Radiah; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9481

Abstract

Agrowisata dituju sebagai diversifikasi bisnis di bidang pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian serta memberikan pengalaman yang unik bagi konsumen dalam aktivitas wisata pertanian. Agrowisata berbasis usahatani padi sawah (Embung Sawah) di Desa Kampung Jawa Kecamatan Jaro merupakan satu-satunya agrowisata yang berkembang di Kabupaten Tabalong. Panorama hamparan padi sawah dan background pegunungan menjadi daya tarik utama agrowisata ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi agrowisata, menganalisis strategi pengembangan agrowisata serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dan solusi dalam pengembangan agrowisata berbasis usahatatani padi sawah di Desa Kampung Jawa Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong. Metode yang digunakan dalam penentuan responden adalah teknik Critical Case Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis skoring, analisis SWOT dan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, agrowisata ini memiliki potensi serta layak untuk dikembangkan berdasarkan kriteria 4A, dengan skor masing-masing yaitu daya tarik (930), aksesibilitas (600), akomodasi (130) dan sarana dan prasarana (300). Hasil Matriks Posisi faktor internal dan faktor eksternal menunjukkan bahwa agrowisata ini berada pada posisi Kuadran I (menguntungkan), dimana skor pada matriks IFE dan EFE adalah sebesar 3,143 dan 3,126. Permasalahan yang ditemukan pada pengembangan agrowisata ini yaitu kurangnya kualitas sumber daya manusia, pengetahuan tentang konsep agrowisata, fasilitas dan akomodasi yang ditawarkan. Solusi untuk permasalan ini adalah menjalin kerjasama antara pengelola, masyarakat dan pemerintah dalam pemecahan masalah yang ada demi mewujudkan perkembangan agrowisata berbasis usahatani padi sawah di Desa Kampung Jawa Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong.
DAMPAK PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) TERHADAP PENGELUARAN RUMAH TANGGA DI BANJARBARU Noor Endah Fityanti; Luthfi Fatah; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2909

Abstract

Berkurangnya lahan terbuka hijau di Kota Banjarbaru diakibatkan oleh bertambahnya penduduk untuk pembangunan perumahan serta infrastruktur oleh pemerintah. Pekarangan mempunyai peluang untuk dikembangkan sehingga secara optimal dapat menopang kehidupan masyarakat. Kementerian Pertanian  melalui Badan Litbang Pertanian mengembangkan suatu Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) untuk optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan, utamanya melalui pemanfaatan berbagai inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) terhadap pengeluaran rumah tangga dan terhadap kondisi sosial di Banjarbaru serta untuk mengetahui kendala – kendala yang dihadapi oleh Kelompok Wanita Tani dalam pelaksanaan program KRPL di Banjarbaru. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Jumlah responden penelitian ini sebanyak 30 orang anggota wanita kelompok wanita tani yang ditentukan dengan metode proporsionate random sampling. Hasil penelitian menunjukkan berupa  penghematan pengeluaran untuk pangan, karena sebagian besar pengeluaran pangan untuk konsumsi dapat diperoleh dari program KRPL. Untuk pengeluaran non pangan terjadi peningkatan, karena masyarakat yang sebelumnya belanja untuk kebutuhanpangan dialihkan untuk belanja non pangan. Adapun dampak sosial yaitu mendapatkan ilmu tentang cara bercocok tanam dan hubungan antar tetangga terjalin baik. Kendala yang dihadapi pada saat pelaksanaan program yaitu pada kendala lingkungan berupa kekurangan air pada saat musim kemarau. Pada kendala sosial adalah tidak semua orang dapat berhadir pada saat pertemuan dengan penyuluh karena melakukan perawatan dikebun. Pada kendala ekonomi hasil pekarangan maupun kebun tidak dapat dijual karena hasilnya sedikit. Pada kendala teknis meliputi keterbatasan lahan pekarangan.
Analisis Usahatani dan Nilai Tambah Jagung Hibrida Pipil Kering Sebagai Pakan Ternak di Desa Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut Rivaldi Ramadani; Eka Radiah; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1305

Abstract

Abstrak. Sebagai salah satu sumber bahan pangan, jagung telah menjadi komoditas utama dan menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto. Usahatani jagung pipil di Desa Tajau Pecah sendiri mengalami permasalahan. Iklim yang tidak menentu serta terbatasnya pengetahuan petani dalam analisis usahatani yang mereka jalankan menyebabkan kurang maksimalnya pengetahuan petani secara teorisits tentang usahatani jagung pipil yang dilakukan apakah memberikan keuntungan yang maksimum atau tidak jika dilihat dari RCR (Return Cost Ratio). Adanya nilai tambah terhadap penjualan jagung pipil, didasari oleh perbedaan harga jual antara jagung pipil kering dan jagung pipil basah. Tujuan penelitian ini yaitu, menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan, efisiensi usaha dan nilai tambah dari usahatani jagung pipil tersebut. Dalam pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode simple random sampling (contoh acak sederhana) yaitu 47 responden petani jagung pipil yang diambil. Analisis data yang digunakan adalah biaya eksplisit, biaya implisit, biaya total, penerimaan, pendapatan, keuntungan, efisiensi usaha dan nilai tambah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi usahatani jagung pipil untuk satu kali periode tanam mencapai 23.890,97 kg dengan jumlah 1.122.876 kg. Kemudian untuk penerimaan petani jagung pipil rata-rata sebesar Rp 69.283.838,30,00 dengan jumlah Rp 3.256.340.400 dari keseluruhan petani responden. Rata-rata biaya yang dikeluarkan petani dalam satu kali periode tanam sebesar Rp 33.950.143,61,00 dengan total biaya sebesar Rp 1.595.656.750,00. Pendapatan yang diperoleh petani sebesar Rp 1.799.905.650,00 dengan keuntungan sebesar Rp 1.660.683.650,00. Nilai R/C Ratio pada usahatani jagung pipil sebesar 2.21. Berdasarkan kriteria nilai R/C Ratio > 1 yang artinya usahatani jagung pipil di Desa Tajau Pecah dapat dikatakan efisiensi dan layak untuk diusahakan. Selanjutnya untuk nilai tambah yang diperoleh dalam usahatani jagung pipil kering sebesar Rp 1.285,00 Nilai tambah tersebut diperoleh dari pengurangan nilai output (jagung pipil kering) dengan biaya bahan baku dan biaya input lainnya.Kata kunci: biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, efisiensi usaha dan nilai tambah 
Strategi Komunikasi Pemasaran Berbasis Media Online (Studi Kasus Pada Fresh Sayur Market) di Banjarmasin Alya Shofiya; Masyhudah Rosni; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7816

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menjadi pemicu tingginya minat masyarakat untuk berbelanja menggunakan internet melalui jaringan media online atau biasa disebut dengan belanja online. Pertumbuhan e-commerce yang semakin pesat menjadi salah satu faktor maraknya fenomena belanja online yang terjadi di Indonesia. Salah satunya yaitu Fresh Sayur Market usaha di bidang penjualan sayuran hidroponik dan penyedia bahan makanan segar di Banjarmasin yang memilih menawarkan produk dan jasanya melalui media online. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan strategi komunikasi pemasaran online yang dilakukan oleh Fresh Sayur Market dan untuk mengidentifikasi proses komunikasi yang dilakukan oleh Fresh Sayur Market. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis Miles dan Huberman, dan untuk validitas data digunakan metode triangulasi data. Hasil dari penelitian ini adalah strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh Fresh Sayur Market melalui media online adalah strategi tarik melalui promosi penjualan, periklanan, Humas dan publisitas, pemasaran langsung dan word of mouth. Proses komunikasi yang dilakukan oleh Fresh Sayur Market merupakan model makro dari proses komunikasi, dan unsur-unsur dalam proses komunikasi tersebut adalah pengirim, penerima, encoding, decoding, media, pesan, dan umpan balik. Komunikasi yang dilakukan oleh Fresh Sayur Market adalah komunikasi satu tahap, yang mana informasi yang disampaikan oleh pengirim pesan melalui media langsung disampaikan tanpa melalui perantara kepada penerima pesan. Pesan-pesan yang disampaikan dalam proses komunikasi yang sedang berlangsung datang dari kedua belah pihak, yaitu Fresh Sayur Market dan melalui konsumen
Analisis Efisiensi Teknis Usahatani Padi (Oryza sativa) Sawah Lokal Pada Lahan Pasang Surut di Desa Sungai Tunjang Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala Muhammad Abiel Malik; Sadik Ikhsan; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.780

Abstract

Pemanfaatan lahan marginal pada lahan pasang surut dinilai cukup potensial untuk pengembangan pertanian tanaman pangan terutama padi dengan melalui penerapan teknologi, sistem pengelolaan dan penggunaan faktor yang tepat. Penggunaan faktor produksi yang efisien secara teknis berdampak dalam peningkatan produksi padi. Tujuan penelitian ini dilaksanakan adalah untuk mengidentifikasi pengaruh dan untuk menganalisis tingkat efisiensi teknis faktor produksi menggunakan metode Maximum Likehood Estimation (MLE) dalam fungsi produksi frontier stochastic. Penelitian dilaksanakan di Desa Sungai Tunjang yang ditentukan secara purposive. Sebanyak 60 orang petani padi lokal diambil sebagai sampel menggunakan metode simple random sampling. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh nyata dan positif terhadap produksi batas (frontier) adalah input lahan, kapur dan tenaga kerja. Untuk input produksi pupuk dan  pestisida secara statistik tidak berpengaruh dan positif, sedangkan benih secara statistik tidak berpengaruh nyata dan bernilai negatif. Sebaran tingkat efisiensi menunjukkan rata-rata ukuran efisiensi teknis sejumlah 0,86  dengan 0,35 dan 0,97 masing-masing sebagai ukuran terendah dan tertinggi. Sebanyak 83,4% petani responden termasuk usahatani padi efisien secara teknis dan 16,6% petani responden tidak efisien dalam berusahatani padi. Pengukuran inefisiensi teknis menunjukkan bahwa variabel umur, pengalaman dan pendidikan secara statistik tidak berpengaruh. Namun dari nilai koefisiean  variabel  umur bernilai positif sedangkan variabel pengalaman dan pendidikan bernilai negatif terhadap tingkat inefisiensi teknis.Kata kunci: efisiensi teknis, fungsi produksi stochastic frontier, maximum likehood estimation (MLE)
Analisis Pendapatan Bersih Wanita Pedagang Sayur di Pasar Tradisional Astambul Rusmiawati Rusmiawati; Eka Radiah; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i4.11548

Abstract

Tujuan peneitian adalah mengetahui profil wanita pedagang sayur di Pasar Tradisional Astambul yaitu umur, pedidikan formal, jumlah tanggungan, pekerjaan suami, lama atau pengalaman berdagang sayur di Pasar Tradisional Astambul. Serta mengetahui masalah yang dihadapi oleh wanita pedagang sayur dalam menjalankan usahanya. Penelitian dilaksanakan di Pasar Tradisional Astambul Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan pada bulan Desember 2022. Hasil Penelitian yang diperoleh bahwa profil wanita terbagi atas : umur wanita pedagang sayur umumnya berusia 25-50 tahun, pendidikan formal yang ditamatkan wanita pedagang sayur pada umumnya tamatan Sekolah Dasar. Pendapatan bersih seluruh wanita pedagang sayur untuk komoditi sayuran yaitu Rp51.086.248,-/bulan dengan rata-rata pendapatan bersih Rp3.929.711,-/bulan. Dimana pendapatan bersih untuk jenis sayuran daun yaitu Rp15.514.893,-/bulan (30,37%), pendapatan bersih jenis sayuran buah adalah Rp25.583.993,-/bulan (50,80%) dan pendapatan bersih jenis sayuran umbi yaitu Rp9.614.432-/bulan (18,82%). Adapun total pendapatan wanita pedagang sayur berdasarkan jumlah jenis sayuran yang dijual yaitu Rp52.210.372,-/bulan. Masalah utama yang dihadapi wanita pedagang sayur adalah cuaca buruk, kekurangan modal untuk menambahkan variasi sayuran dan konsumen yang rewel terus menawar harga sayur meski sudah mendapat potongan harga.
Persepsi Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat terhadap Usaha Tani Padi Siti Fatimah; Eka Radiah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10321

Abstract

Tujuan dari penelitian ini mengetahui persepsi mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat terhadap usaha tani padi dan mengetahui permasalahan yang dihadapi jika bekerja pada usaha tani padi. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 78 orang diambil menggunakan metode simple random sampling, dimana pengambilan sampel secara acak. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa persepsi mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat terhadap usaha tani padi menjanjikan dengan nilai presentase (69,23%). Hal ini dilihat dari faktor-faktor penentu persepsi kepemilikan lahan orang tua (25,64%), mempunyai pengetahuan dan keterampilan (19,23%), pekerjaan orang tua (15,38%, serta keberlanjutan usaha tani padi (8,97%). Adapun permasalahan yang dihadapi mahasiswa jika bekerja pada usaha tani padi adalah cuaca atau iklim yang berubah-ubah (37%), permasalahan kedua mengenai teknologi yang tidak memadai (alat pertanian usahatani padi yang mahal) (21%), harga hasil panen yang tidak menentu dengan presentase (19%), besarnya modal untuk berusaha tani dengan presentase (18%), serta kurangnya kesuburan lahan sebanyak (5%).