Eka Radiah
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 52 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Motivasi Petani Menanam Padi Varietas Unggul di Desa Guntung Ujung Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Suci Tresa; Eka Radiah; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i3.5941

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi petani dalam menanam padi varietas unggul dan kendala yang dihadapi petani di Desa Guntung Ujung Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Proportionate random sampling dan dianalisis dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata motivasi yang mendorong petani untuk menanam padi unggul lebih besar berupa motivasi sosial (97%) dibandingkan motivasi ekonomi (72%). Kendala yang dihadapi petani dalam menanam padi varietas unggul adalah hama tikus, hama wereng, dan burung (54,5%), cuaca atau musim yang tidak menentu (27,3%), dan ketersediaan pupuk pada masa tanam (18,2%).
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas Aulia Rahman; Eka Radiah; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih petani padi di daerah penelitian dan untuk menganalisis kelayakan usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas. Pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari petani dengan cara membuat daftar kuesioner dan melakukan wawancara langsung dengan petani. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 petani dari populasi sebanyak 94 petani. Biaya usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung sebesar Rp 24.941.783 /usahatani atau Rp 14.252.447 /hektar. Total biaya usahatani ini terdiri dari biaya eksplisit sebesar Rp 11.060.630/usahatani atau Rp 6.320.360/hektar. Sedangkan biaya implisit usahatani padi ini yakni sebesar Rp 13.881.153/usahatani atau Rp 7.932.087/hektar. Pendapatan usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung yakni sebesar Rp 27.526.870/usahatani atau Rp 15.729.640/hektar. Sedangkan keuntungan usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung sebesar Rp 13.645.717/usahatani atau Rp 7.797.553/hektar. Nilai RCR dari usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung berdasarkan hasil perhitungan yakni sebesar 1,55. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung layak untuk diusahakan. Nilai RCR ini dapat diartikan, bahwa setiap Rp 1 biaya yang dikeluarkan oleh petani pada kegiatan usahatani padi memberikan penerimaan sebesar Rp 1,55. Melalui penelitian ini disarankan agara petani padi Kecamatan Kapuas Murung tetap menjalankan usahatani padi karena memiliki prospek yang baik kedepannya. Petani padi Kecamatan Kapuas Murung dapat melakukan pencatatan pada setiap musim tanam agar dapat diketahui pendapatan setiap petani pada setiap musim tanam.
Cadangan Beras Rumah Tangga Petani Padi Sawah Lahan Rawa Pasang Surut dan Hubungannya terhadap Ketahanan Pangan di Desa Simpang Warga Dalam, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar Ruri Ardianto; Eka Radiah; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.1962

Abstract

Strategisnya peranan beras menjadikan ketahanan sektor perberasan sangat memengaruhi ketahanan pangan. Kenaikan konsumsi untuk beras seiring dengan kenaikan pertumbuhan jumlah penduduk yang tidak diimbangi dengan peningkatan produksi beras nasional akan berakibat pada peningkatan impor. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cadangan beras, kemampuan cadangan beras melalui penggunaan stok hingga habis (coverage days), tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani, serta mengetahui hubungan cadangan beras terhadap ketahanan pangan rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode survei. Metode penarikan contoh yang digunakan proportionate random sampling yaitu suatu teknik sampling yang dilakukan dengan acak berimbang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis rata-rata cadangan beras, analisis coverage days, analisis HFIAS dan analisis uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cadangan beras rumah tangga petani sebesar 19.932 kg dengan rata-rata per rumah tangga petani sebesar 398,64 kg/RT/tahun. Kemampuan cadangan beras berdasarkan ketersediaan yang ada adalah 343,9 hari atau 11,46 bulan atau 0,96 tahun. Analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara cadangan beras dan ketahanan pangan pada rumah tangga petani responden dengan (p = 0,000 dan rs = 0,800).Kata kunci: ketahanan pangan, beras, pasang surut, Aluh-Aluh
Tingkat Motivasi Ibu Rumah Tangga dalam Usaha Kerajinan Purun di Kampung Purun Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Husnul Khatimah; Eka Radiah; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10314

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis serta menggambarkan proses pembuatan kerajinan purun dan tingkat motivasi ibu rumah tangga dalam menjalankan usaha kerajinan purun di Palam Kecamatan Cempaka kota Banjarbaru serta permasalahan dan solusi yang ada. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data primer serta data sekunder. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode proportional random sampling dan dianalisis menggunakan skala likert dengan dua penilaian yaitu motivasi ekonomi serta motivasi sosial. hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi ibu rumah tangga melakukan usaha kerajinan purun merupakan motivasi ekonomi dan motivasi sosial yaitu 68,85% kuat serta empat macam indikator 68,85% kuat.
Identifikasi Kelas Kemampuan Kelompok Tani di Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar Muhammad Rizky Ramadhani; Eka Radiah; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8271

Abstract

Identifikasi kelas kemampuan kelompok tani merupakan salah satu kelas belajar mengajar, unit produksi, kelompok usaha kearah komersial dan sebagai wahana kerjasama antara sesama anggota kelompok serta kerjasama antara kelompok tani dengan kelompok tani lainnya. Upaya pembinaan kelompok tani melalui penyuluh pertanian berkaitan dengan upaya pemberdayaan petani. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kelas kemampuan kelompok tani di Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode survei. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 24 orang. Berdasarkan hasil penelitian, identifikasi kelas kemampuan kelompok tani di Desa Panggalaman Kecamatan Martapura Barat dengan menggunakan 5 aspek yang terdiri dari: (1) Perencanaan dengan skor rata-rata 56,4; 2) Pengorganisasian dengan skor rata- rata 47,8; 3) Pelaksanaan dengan skor rata-rata 105,2; 4)Pengendalian dan Pengawasan dengan skor rata-rata 44,1; dan 5) Kepemimpinan dengan skor rata-rata 56,9. Identifikasi kemampuan kelas kelompok tani pada tahun 2022 dengan hasil perhitungan diketahui dari 24 kelompok tani yang tergolong ke dalam, yaitu: 1) kelas pemula ada sebanyak 5 kelompok tani; 2) kelas lanjut ada sebanyak 16 kelompok tani; dan 3) kelas madya sebanyak 3 kelompok tani; serta 4) kelompok tani kelas utama belum ada. Nilai tertinggi yaitu 611 dan tergolong ke dalam kelas madya adalah kelompok tani Bangun Karyo serta nilai terendah yaitu 124 dan tergolong kelas pemula adalah kelompok tani Subur Makmur.
ANALISIS KEGIATAN PENYULUH PERTANIAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI DI KECAMATAN BANUA LAWAS, KABUPATEN TABALONG Rabiatul Adawiah; Taufik Hidayat; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i4.635

Abstract

Keinginan akan adanya pengelolaan pelaksanaan kegiatan penyuluh pertanian merupakan suatu kewajiban, demi menciptakan sumberdaya manusia pertanian yang profesional, kreatif, inovatif, dan berwawasan global dalam rangka meningkatkan produktivitas padi untuk kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pelaksanaan kegiatan yang diberikan oleh penyuluh pertanian lapangan dalam rangka meningkatkan produktivitas padi, mengetahui produktivitas padi, serta permasalahan yang dihadapi penyuluh pertanian lapangan untuk mendinamiskan program pelaksanaan kegiatan dalam rangka meningkatkan produktivitas padi. Metode yang digunakan pada analisis data dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan pertanian yang diberikan oleh penyuluh dilaksanakan penyuluh adalah pembekalan penggunaan bibit unggul yang bersertifikat, teknik budidaya, manfaat sistem tanam jajar legowo, penggunaan pupuk berimbang, pengenalan alat pertanian, pengendalian hama penyakit tanaman secara terpadu, pemeliharaan tanaman, panen dan pasca panen, dan cetak sawah. Dengan sasaran kunjungan kekelompok tani dengan menggunakan metode kelompok, dan massal serta menggunakan teknik anjangsana, demonstrasi, ceramah, film untuk menyampaikan materi secara langsung. Produktivitas padi di Kecamatan Banua Lawas untuk Desa Hapalah pada sawah rawa lebak diperoleh produktivitas sebesar 5,02 ton/ha, sedangkan Desa Purai pada sawah tadah hujan diperoleh produktivitas sebesar 4,97 ton/ha, sehingga diperoleh rata-rata produktivitas padi di Kecamatan Banua Lawas sebesar 4,99 ton/ha. Permasalahan yang dihadapi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan adalah kurangnya fasilitas penyuluhan, sarana dan prasarana penyuluhan, kurang nya pemahaman petani dan sulitnya untuk mengumpulkan petani/ketersediaan petani untuk meluangkan waktu pertemuan serta hama dan penyakit sulit dikendalikan, kurang nya pemahaman petani dan sulitnya petani untuk menerima teknologi baru. Kata kunci : kegiatan penyuluh pertanian, tingkat produktivitas padi.
Analisis Usahatani Ubi Nagara di Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Sri Eka Ramadayanti; Eka Radiah; Ana Fauziatun Nisa
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10333

Abstract

Ubi Nagara (Ipomoea batatas L) adalah ubi lokal yang berasal dari provinsi kalimantan selatan yang ditanam didaerah rawa lebak di Kecamatan Daha Selatan Kota Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Ubi Nagara tumbuh dengan menjalar yang sangat adatif dilahan rawa lebak. Produksi ubi nagara ini jika musim panen sangat melimpah membuat harganya drastis turun saat dijual dipengepul. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menghitung dan menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani ubi nagara serta kelayakan usahanya. Metode yang dipergunakan yaitu proportionated random sampling. Hasil penelitian didapatkan hasil sebagai berikut, biaya total Rp 36.012.962,4/usahatani dan Rp 8.240.952,76/Ha. Penerimaan sebesar Rp 46.765.000/usahatani dan Rp10.702.000/Ha. Pendapatan sebesar Rp14.330.371,6/usahatani dan Rp 3.279.262/Ha. Keuntungan sebesar Rp10.752.037/usahatani dan Rp 2.460.421/Ha. Kelayakan diketahui hasil dari R/C ratio sebesar 1,299 dapat dikatakan usahatani ubi nagara ini layak, karena jika R/C > 1 dan dinyatakan bahwa usahatani ini layak untuk diusahakan, atau dijalankan.
ANALISIS FAKTOR PERILAKU KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN MAKANAN TRADISIONAL KUE APAM DI KECAMATAN BARABAI Hatmiyani Hatmiyani; Djoko Santoso; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2908

Abstract

Dalam menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen sehingga dapat meningkatkan nilai keuntungan, maka pelaku usaha perlu mengetahui faktor apa saja yang berperan dalam keputusan konsumen melakukan pembelian terhadap kue apam di Kecamatan Barabai. Dengan menganalisis variabel dalam pemilihan produk kue apam di segmen remaja diharapkan mampu mendapatkan kombinasi atribut yang sesuai dengan harapan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor apa saja yang menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan pembelian terhadap kue apam di Kecamatan Barabai. Dan apabila sudah diketahui faktor yang berpengaruh maka akan terlihat kontribusi masing-masing faktor tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan bulan September 2019. Metode dalam menentukan banyaknya sampel digunakan metode Multi-stage Cluster Random Sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan area dengan kriteria contoh adalah remaja yang terdiri dari 3 kelas (Perguruan Tinggi, SMA dan SMP). Dari 3 kelas tersebut masing-masing dipilih satu cluster secara acak. Kemudian pada sekolah terpilih, secara acak dipilih satu kelas/angkatan sebagai sampel dan dari daftar anggota kelas/angkatan yang terpilih secara acak dipilih lagi 20 responden sebagai sampel penelitian. Analisis data yang digunakan yaitu analisis faktor. Analisis faktor merupakan teknik untuk menyederhanakan variabel menjadi faktor baru yang jumlahnya lebih sedikit tanpa mengurangi informasi yang terkandung. Hasil analisis faktor menghasilkan 7 faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen remaja terhadap makanan tradisional kue apam di Kecamatan Barabai, masing masing yaitu faktor manfaat, faktor kesesuaian fisik produk, faktor pemasaran produk, faktor harga, faktor model produk, faktor jarak dan faktor aroma. Berdasarkan hasil penelitian yang lebih menyukai kue apam adalah konsumen perempuan yang merupakan remaja akhir.
Analisis Usaha Madu Kelulut (Trigona Sp.) (Studi Kasus Pada IRT Zahra di Desa Mangkauk Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar) Khoirul Nur Janah; Nuri Dewi Yanti; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8276

Abstract

IRT Zahra di Desa Mangkauk merupakan sebuah usaha yang bergerak pada budidaya lebah madu kelulut. Usaha ini terus berkembang, tetapi belum adanya penelitian yang menganalisis berapa biaya, penerimaan dan keuntungan dari usaha madu kelulut IRT Zahra. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis biaya, penerimaan dan keuntungan usaha madu kelulut IRT Zahra di Desa Mangkauk Kecamatan Pengaron. Metode analisis yang digunakan analisis deskriptif dan analisis keuntungan. Berdasarkan hasil penelitian, madu yang terkumpul dalam wadah penampungan madu, selanjutnya dikemas. Produksi madu kelulut ini sebanyak 104 liter/bulan dan dikemas sebanyak 340 produk yang terdiri dari 40 botol kemasan 100 ml, 200 botol kemasan 250 ml dan 100 botol kemasan 100 ml. Biaya total usaha madu kelulut IRT Zahra periode Januari 2022 sebesar Rp 16.968.183/bulan dengan penerimaan total diperoleh sebesar Rp 33.600.000/bulan, sehingga keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 16.631.817/bulan.
ANALISIS FINANSIAL DAN NILAI TAMBAH USAHA PENGOLAHAN KOPI ROBUSTA (Coffea robusta) DI KECAMATAN ASTAMBUL KABUPATEN BANJAR Taufik Rahman; Eka Radiah; Artahnan Aid
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2612

Abstract

Kopi dapat dianggap sebagai salah satu penyumbang devisa negara yang cukup potensial dan juga merupakan mata pencaharian bagi setidaknya satu setengah juta jiwa petani kopi yang tersebar di Indonesia. Untuk menambah nilai ekonomis suatu produk, maka diperlukan pengolahan agar bahan mentah mampu menjadi produk yang memiliki nilai tambah, tidak terkecuali dengan pengolahan produk kopi robusta (Coffea robusta) seperti yang dilakukan pengolah kopi di Kabupaten Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme pengolahan kopi, mengetahui perbedaan pendapatan dan keuntungan dari produk kopi yang diolah, mengetahui nilai tambah dari pengolahan kopi, serta hambatan yang dihadapi pengolah kopi. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode sensus dengan jenis data berupa data primer dan data sekunder. Jumlah responden yang diambil berjumlah 6 orang pengolah kopi. Penelitian ini dilakukan di Desa Jati Baru, Kecamatan Astambul, dimana wilayah tersebut adalah satu-satunya tempat pengolahan kopi di Kabupaten Banjar. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari sampai September 2019, dimana pengambilan data pada September 2019. Berdasarkan hasil penelitian untuk mekanisme pengolahan kopi memiliki beberapa tahapan seperti sotarsi kopi biji kering, penyangraian, pendinginan, pengayakan dan pembubukan biji kopi. Kemudian untuk perbedaan pendapatan dan keuntungan dari produk kopi yang diolah, untuk rata-rata pendapatan kopi biji sangrai dalam satu bulan sebesar Rp 600.583, sedangkan untuk kopi bubuk Rp 3.976.583. Untuk rata-rata keuntungan kopi biji sangrai dalam satu bulan sebesar Rp 600.583, sedangkan untuk kopi bubuk Rp 2.056.583. Untuk nilai tambah yang diperoleh pengolahan kopi dari kopi biji kering menjadi kopi biji sangrai sebesar Rp 7.667 dan nilai tambah dari kopi biji kering menjadi kopi bubuk sebesar Rp 7.701. Selanjutnya untuk hambatan yang dihadapi oleh pengolah kopi, yaitu kurangnya modal, kurangnya bahan baku kopi robusta Pengaron dan kurangnya ilmu pengetahuan infomasi dan komunikasi.Kata kunci: nilai tambah, kopi robusta, pengolahan, pendapatan, keuntungan