Eka Radiah
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 52 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

KEARIFAN LOKAL PETANI DALAM PENGELOLAAN USAHA TANI PADI LOKAL LAHAN RAWA PASANG SURUT DI KABUPATEN BARITO KUALA Ardi Ardi; Eka Radiah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13037

Abstract

Kearifan lokal dalam usahatani padi yang khususnya pada bidang pertanian sebagai pengembangan padi yang tidak hanya untuk ketahanan pangan, tetapi juga untuk mendorong kedaulatan lokal dan mendorong pengembangan komoditi daerah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan usahatani penanaman padi dan menganalisis permasalahan yang dihadapi petani dalam usahatani padi di wilayah lahan pasang surut di Kabupaten Barito Kuala. Metode analisis yang digunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, kearifan lokal petani dalam pengelolaan padi lokal lahan rawa pasang surut tipe lahan A di Kabupaten Barito Kuala dibagi dalam beberapa musim, yakni: wayah manugal, wayah maampak, wayah malacak, wayah maimbul dan wayah getem. Permasalahan yang sering dihadapi oleh petani, yakni pengendalian gulma, pengadaan pupuk gangguna hama berupa wereng dan walang sangit.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Usahatani Jagung di Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Ervina Feronika; Hamdani Hamdani; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 8, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i4.14591

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan produktivitas antara usahatani jagung skala luas dan sempit, menganalisis pengaruh faktor-faktor (skala usaha, benih, tenaga kerja, pupuk, pestisida) terhadap produktivitas usahatani jagung dan mengetahui permasalahan yang dihadapi para petani berkaitan dengan produktivitas usahatani jagung di Kecamatan Batu Ampar. Sampel dipilih dengan metode Proportionate stratified random sampling. Digunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program IBM SPSS Statistics versi 27. Hasil penelitian menunjukkan skala usahatani luas dan sempit memiliki perbedaan rata-rata produktivitas sebesar 17 kw/ha atau 24,9%. Model ini menunjukkan bahwa skala usaha, benih, tenaga kerja, pupuk dan pestisida secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produktivitas jagung. Sedangkan secara parsial hanya skala usaha dan benih yang berpengaruh signifikan, sisanya yaitu tenaga kerja, pupuk dan pestisida tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas jagung. Permasalahan yang dihadapi para petani yaitu kekurangan tenaga kerja dengan diikuti upah yang tinggi, serangan hama dan penyakit yang sulit dikendalikan, ketersediaan pupuk subsidi yang terbatas dan harga insektisida yang cenderung mahal. Hal-hal ini berdampak besar pada usahatani jagung serta produktivitasnya.
Analisis Pertumbuhan Produktivitas Jagung di Kabupaten Tanah Laut Muhammad Rizal; Kamiliah Wilda; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7826

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas penting, karena kebutuhannya yang meningkat setiap tahunnya. Salah satu daerah yang menghasilkan jagung dengan hasil tinggi adalah Kabupaten Tanah Laut, namun belum ada gambaran laju pertumbuhan produktivitas jagung dari tahun ke tahun, sehingga dilakukanlah penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju produktivitas jagung di Kabupaten Tanah Laut tahun 2000-2020 dan meramalkan pertumbuhan produktivitas jagung di Kabupaten Tanah Laut 2021-2025. Penelitian ini menggunakan data time series selama 21 tahun (periode dari tahun 2000 sampai dengan 2020) dengan analisis deskriptif, yakni berupa penyajian data dan meramalkan pertumbuhan produktivitas jagung dengan menggunakan persamaan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan produktivitas jagung di Kabupaten Tanah Laut dari tahun 2000 sampai tahun 2020 adalah 8,59%. Estimasi produktivitas jagung di Kabupaten Tanah Laut pada tahun 2021 hingga 2025 berkisar antara 10,63-15,00 ton/ha. Adapun saran dari hasil penelitian ini agar pemerintah Kabupaten Tanah Laut tetap mempertahankan luas lahan jagung seperti tidak mengizinkan adanya alih fungsi lahan, dan lebih baik lagi bisa meningkatkan luas lahan jagung dengan cara meningkatkan intensifikasi jagung yaitu pembukaan lahan baru untuk budidaya jagung sehingga estimasi produktivitas jagung di tahun selanjutnya mudah tercapai. Perlu adanya simbiosis antara pemerintah dan kementerian pertanian untuk memberikan informasi teknologi budidaya jagung terbaru yang dapat meningkatkan produksi jagung di Kabupaten Tanah Laut. Saran untuk penelitian selanjutnya untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi laju produktivitas jagung di Kabupaten Tanah Laut
Efektivitas Distribusi Pupuk Subsidi pada Tingkat Petani Padi Sawah di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Aziz Dian Saputra; Eka Radiah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7856

Abstract

Program pupuk subsidi merupakan salah satu program dari pemerintah yang pengadaan dan pendistribusiannya mendapat subsidi untuk kebutuhan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme perolehan pupuk subsidi, mengetahui efektivitas pencapaian distribusi pupuk subsidi pada petani padi sawah berdasarkan prinsip 6 (enam) tepat dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam pendistribusian pupuk bersubsidi di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 37 petani penerima pupuk subsidi. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan mekanisme perolehan pupuk subsidi yang ada di Kecamatan Pelaihari, sudah sesuai dengan regulasi mekanisme perolehan pupuk subsidi yang ditetapkan oleh pemerintah. Untuk efektivitas distribusi pupuk subsidi di Kecamatan Pelaihari berdasarkan indikator 6 (enam) tepat yaitu tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, tepat jumlah, tepat mutu dan tepat jenis dikatakan cukup efektif dengan persentase 60,81% dikarenakan harga pupuk subsidi yang dibeli oleh petani masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), pupuk subsidi masih sering datang terlambat, petani masih belum melakukan pemupukan berimbang karena keterbatasan permodalan petani, dan masih terdapat petani yang tidak memperoleh jenis pupuk subsidi sesuai RDKK. Dalam pendistriusian pupuk subsidi di Kecamatan Pelaihari masih ditemukan kendala diantaranya masih ada ditemui petani menjual kembali pupuk subsidi ke petani lain, pupuk subsidi masih sering datang terlambat, petani yang belum melakukan pemupukan berimbang karena keterbatasan permodalan, jenis pupuk subsidi yang didapat petani tidak sesuai dengan RDKK dan masih minimnya pengawasan hingga ke hilir yaitu petani sehingga masih terjadi penyelewengan dalam penerima pupuk subsidi.
Sikap Masyarakat Tani terhadap Anjuran Tanam Padi Unggul di Wilayah Pasang Surut di Desa Pemurus Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Nana Mardiana; Eka Radiah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7865

Abstract

Kebutuhan beras penduduk Indonesia meningkat setiap tahun, maka pemerintah mengeluarkan program anjuran penanaman padi varietas unggul kepada masyarakat tani salah satunya untuk di lahan rawa pasang surut. Program Anjuran tanam tersebut untuk setiap daerah termasuk di Desa Pemurus Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Pemerintah memberikan sosialisasi program tersebut kepada masyarakat tani. Untuk mengatahui keberhasilan suatu program salah satunya dapat diketahui dari sikap yang diberikan petani terhadap program tersebut. Sikap petani didefinisikan sebagai kecederungan memberi respon terhadap program tersebut yang diukur berdasarkan pengetahuan, perasaan atau keyakinan dan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap masyarakat tani terhadap anjuran tanam varietas padi unggul di sawah pasang surut dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh petani pada usaha tani padi varietas unggul di sawah pasang surut di Desa Pemurus Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 orang dan sampel yang diambil sebanyak 36 orang. Berdasarkan hasil penelitian, dari 3 indikator yang telah disajikan kepada responden, mayoritas petani responden memiliki sikap setuju terhadap anjuran tanam varietas padi unggul di sawah pasang surut Desa Pemurus Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar dengan rata-rata skor 76%. Permasalahan yang dihadapi oleh petani pada usaha tani varietas paadi unggul di Desa pemurus Kecamatan Aluh-Aluh adalah karena lahan yang tidak cocok disebabkan pasang surut sawah tergolong dalam tipe B, harga jual yang rendah dan pupuk yang cukup sulit didapatkan.
Respons Petani terhadap Program Lumbung Pangan Berkah di Desa Anjir Pasar Kota II Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala Raudatul Janah; Eka Radiah; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i2.15239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons petani terhadap Program Lumbung Pangan Berkah serta mengidentifikasi permasalahan dan solusi terhadap Program Lumbung Pangan Berkah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Anjir Pasar Kota II. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei terhadap 30 responden yang dipilih secara acak. Untuk menjawab tujuan penelitian, digunakan skala Likert dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons petani di Desa Anjir Pasar Kota II terhadap Program Lumbung Pangan Berkah menunjukkan respons yang netral atau tidak ada efek apa-apa dengan nilai sebesar 59,0%. Adapun Permasalahan dalam program Lumbung Pangan Berkah di Desa Anjir Pasar Kota II Kecamatan Anjir, Kabupaten Barito kuala, yaitu: a) kurangnya informasi dari Lembaga sekitar, b) pengalaman pada program sebelumnya dan c) kesesuaian program terhadap program. Serta solusi dalam pemasalahan pada program Lumbung Pangan berkah, yaitu: a) pemberian penyuluhan terkait informasi program, b) meningkatkan komunikasi yang yang efektif, c) melakukan perencanaan berikutnya yang sesuai dengan kebutuhan petani.
Tingkat Kesejahteraan Keluarga Petani Karet Rakyat di Desa Karang Indah Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu Dani Rian Rahmadi; Eka Radiah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7823

Abstract

Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui tingkat kesejahteraan keluarga petani karet rakyat dan permasalahan apa yang dihadapi petani karet di Desa Karang Indah Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling dan dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif Skala Guttman dengan analisis persentase untuk menjelaskan tingkat kesejahteraan keluarga petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kesejahteraan keluarga petani karet rakyat di Desa Karang Indah terbanyak berada pada tingkat keluarga sejahtera III sebanyak 11 orang dengan indikator terpenuhi 18 indikator (85,71%). Sedangkan tingkat kesejahteraan keluarga terkecil berada pada keluarga sejahtera III plus sebanyak 3 orang, dengan indikator terpenuhi sebanyak 21 indikator dengan persentase sebesar 100%. Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar keluarga petani karet yang berada di Desa Karang Indah sudah berada pada tingkat keluarga sejahtera III. Serta permasalahan yang dihadapi para petani karet sebagian besar yaitu gugur daun sebanyak 18 orang dengan persentase 78,26%.
Hubungan Luas Lahan Dengan Tingkat Kesejahteraan Keluarga Petani Padi (Oryza sativa L) di Desa Sumber Sari Kecamatan Pulau Laut Barat Kabupaten Kotabaru Akhmad Yani; Eka Radiah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7849

Abstract

Kesejahteraan keluarga petani sangatlah penting. tinggi rendahnya kesejahteraan petani diduga berhubungan dengan luas lahan garapan yang dimiliki petani. Sehingga tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kesejahteraan keluarga petani padi, mengetahui hubungan antara luas lahan dengan tingkat kesejahteraan keluarga petani padi dan untuk mengetahui permasalahan yang dialami oleh petani padi di Desa Sumber Sari. Pengambilan sampel menggunakan probability random sampling dengan populasi petani padi sebesar 139 orang dengan sampel terpilih sebesar 44 orang. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat kesejahteraan keluarga petani padi di Desa Sumber Sari dilihat dari luas lahan garapan keluarga petani yang paling tinggi berada pada kategori KS I dengan persentase sebesar 85,8% yang terdiri dari petani di lahan sempit, sedang maupun luas. Selanjutnya terdapat hubungan yang signifikan antara luas lahan dengan tingkat kesejahteraan keluarga petani di desa Sumber Sari Kecamatan Pulau Laut Barat. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil uji t yaitu jika thitung (2,159) > ttabel (1,682) maka hipotesis nol (H0) ditolak dengan kata lain hipotesis alternatif (H1) Diterima. hal ini berarti bahwa luas lahan memiliki hubungan dimana jika luas lahan yang dimiliki petani semakin luas maka semakin baik pula tingkat kesejahteraan keluarga petani. Permasalahan yang dihadapi petani ada 3 yaitu lahan yang dimiliki oleh petani lebih dari 1 ha masih sedikit yaitu sebesar 20,46%, jumlah tanggungan keluarga yang tidak sesuai dengan pendapatan, dan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang tidak terkendali. Hal tersebut tentunya dapat menjadi masalah bagi petani dalam memenuhi indikator-indikator tingkat kesejahteraan petani.
Tingkat Kesejahteraan Buruh Tani Tanaman Pangan di Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Danhartani Danhartani; Eka Radiah; Usamah Hanafie
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 2, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v2i3.20706

Abstract

The study is purposed to know landless farmers welfare and to identify their problems. Landless farmer refers to farmer who cultivate crop in agricultural land owned by others. From 278 landless farmers, 30 per cent (83 farmers) were randomly selected as respondents. About 66.27 per cent of respondent work with 1 – 2.5 hectares, while the rest work with 3 – 3.5 hectares. The study finds, landless farmer in Kecamatan Aluh-Aluh are below the poverty line as their income only Rp 19,102 below World Bank standard US$ 2 per day (Rp. 19,800). The study also finds that farmer who works on 1 – 2.5 hectares has income below Rp 9,800, while farmers who work with 3 – 3.5 hectares generate income more than Rp 9,800. Problem faced by farmers are: low yield price in harvest season, unavailable of credit, and sea-water intrusion which lead to harvest failure.
Analisis Kinerja Finansial Koperasi Karta Jaya Kembang Besar Desa Tabihi Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan Ratih Noviartie; Eka Radiah; Kamiliah Wilda
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v4i2.21922

Abstract

The study is purposed: (1) to assess the community satisfaction on CSR program supporled by Adara; and (2) to excavate the community expectation on the program. The study site was Kecamatan Paringin - Kabupaten Balangan and 82 respondents were involved. The Importance Performance Analysis was used to measure the variables or attributes, so the importance and perforce level can be determined to develop further CSR program. According to the community opinion, the responsibility to develop the community is the most important attribute (4.26), while the suitability is less important. The score of community participation on the program proposal and planning is 3.44. The highest performance level is the need of suitability (3.37), while the community participation in proposing activities is the lowest (2. 60). The community expects that the program should be accompanied by professional adviser to guide them in implementing aff activities.