Eka Radiah
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 52 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan lnteraksi Sosial Anggota Kelompok Tani dengan Partisipasi Petani dalam Kegiatan Penyuluhan Pertanian di Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong Saidi Saidi; Mariani Mariani; Eka Radiah
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v5i1.21931

Abstract

The social interaction is useful in observing and studying the various problems in the community . By applying a participatory approach , it allows the community to identify their own problems andempower themselves to overcome the problems. The study determine the level of social interaction among members of farmer groups, the level of farmer participation in extension activities , and the correlation between two factors in Kecamatan Banua Lawas, Tabalong. The study finds that the level of social interaction, which include social contact and communication, and the level of farmer participation in extension activities are in the medium category . Both factors also have significant correlation.
Tingkat Motivasi Petani Milenial dalam Mengikuti Pelatihan Business Motivation Pathway (BMP) pada Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) Bintang, Rakha Nur; Radiah, Eka
Frontier Agribisnis Vol 9, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/fag.v9i4.16881

Abstract

Regenerasi sumber daya manusia pertanian melalui pelibatan generasi muda menjadi isu krusial dalam keberlanjutan sektor agribisnis di Indonesia. Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) hadir sebagai solusi strategis, salah satunya melalui pelatihan Business Motivation Pathway (BMP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat motivasi petani milenial dalam mengikuti pelatihan BMP serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, yang merupakan salah satu sentra penerima manfaat program. Metode penelitian menggunakan survei dengan pendekatan kuantitatif. Sampel sebanyak 72 petani milenial dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan skala Likert dan Analisis Theta untuk mengukur kekuatan hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi petani milenial dalam mengikuti pelatihan BMP tergolong tinggi, yang didorong oleh keinginan kuat untuk mengembangkan jejaring dan keterampilan usaha. Temuan menarik dari analisis hubungan menunjukkan bahwa aspek sumber daya ekonomi lebih dominan daripada aspek teknis. Faktor modal dan kepemilikan lahan menunjukkan hubungan yang lebih kuat (masing-masing θ=0,61) dibandingkan kompetensi (θ=0,43). Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun pelatihan teknis penting, akses terhadap aset produksi (lahan dan modal) menjadi pendorong utama motivasi wirausaha. Disarankan agar keberlanjutan Program YESS lebih difokuskan pada fasilitasi akses permodalan dan optimalisasi lahan bagi petani muda.