Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Penggunaan Obat Cacing pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Bangkahulu Kota Bengkulu Carissa Ingrid Aurelia; Samwilson Slamet; Oky Hermansyah; Dwi Kurnia Putri; Tika Hardini
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1662

Abstract

Penyakit cacingan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak-anak di Indonesia. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai penggunaan obat cacing dapat menyebabkan pemberian obat yang tidak tepat dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi cacing berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing pada anak di wilayah kerja Puskesmas Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner yang telah disusun berdasarkan indikator pengetahuan tentang penggunaan obat cacing. Sampel penelitian berjumlah 78 responden yang merupakan ibu yang memiliki anak usia 3-12 tahun dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden kategori baik sebanyak 21 responden (27%), kategori cukup sebanyak 26 responden (33%), dan kategori kurang sebanyak 31 responden (40%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang masih kurang mengenai penggunaan obat cacing pada anak. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing pada anak di wilayah kerja Puskesmas Muara Bangkahulu Kota Bengkulu masih tergolong kurang sehingga diperlukan peningkatan edukasi kesehatan kepada masyarakat mengenai penggunaan obat cacing yang benar.
Antioxidant Activity Of Body Lotion Formula Containing Rosella Petal Extract (Hibiscus sabdariffa) And Calamansi Orange Peel Essential Oil (Citrofortunella microcarpa) Suci Rahmawati; Oky Hermansyah; Rose Intan Perma Sari; Yendha Dwi Rolitta; Dwi Kurnia Putri; Tri Danang Kurniawan
Jurnal Pharmacopoeia Vol 5 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v5i1.1262

Abstract

Rosella petals contain anthocyanins, and calamansi orange peel essential oil contains limonene, both of which are antioxidant compounds. Antioxidants capture free radicals, allowing them to serve as active ingredients in preventing premature aging in skincare products such as body lotions. This study was aimed to formulate and test of the antioxidant level from body lotion formula containing roselle petal extract (Hibiscus sabdariffa L.) and calamansi orange peel essential oil (Citrofortunella microcarpa). Roselle petal extract was extracted by maceration method using 96% ethanol and calamansi essential oil was obtained by distillation using aquades. Body lotion formula was designed in three formulas (F1, F2, and F3) with differing concentrations of roselle extract and calamansi essential oil, respectively: F1 (1% and 3%), F2 (2% and 5%), and F3 (4% and 7%). The formulations were evaluated their physical properties (organoleptic characteristics, homogeneity, pH, spread ability, viscosity, and stability) and also antioxidant activity. The evaluation results were indicated that all formulations met physical standards but were unstable under heat. F1, F2, and F3 were semi-solid, homogeneous, pink in color, and had a distinctive calamansi aroma. The antioxidant evaluation yielded IC₅₀ values of 89.9 ppm, 81.7 ppm, and 69.7 ppm for F1, F2, and F3, respectively. In this study can be concluded that F3 formula had the highest antioxidant activity. This study was demonstrated that increasing the concentration both of roselle petal extract and essential oil of calamansi enhanced the antioxidant degree of body lotion formula.
Studi Komparatif Kadar Flavonoid Total Makroalga Caulerpa racemosa Asal Pantai Teluk Sepang Melalui Variasi Konsentrasi Pelarut Etanol Ade Apriansyah; Dwi Kurnia Putri; Putri Mulia; Ikhsan; Delia Komala Sari
Jurnal Pharmacopoeia Vol 5 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v5i1.1281

Abstract

Sea grapes are members of the Caulerpaceae algae family that have a thallus-like structure, a structure that can form chains or branches, and have small grains that resemble grapes, hence the name sea grapes. Furthermore, various modern studies have shown that Caulerpa racemosa contains important secondary metabolites, especially flavonoid compounds.  Flavonoids are a group of phenolic compounds found in almost all parts of plants, especially in the outer layer of leaves and fruit skin. The purpose of this study was to determine the total flavonoid content of 70% and 96% ethanol extracts of sea grape plants found in Teluk Sepang Beach, Bengkulu City. The method used was UV-Vis spectrophotometry with an aluminum chloride (AlCl₃) complexation colorimetric approach. This technique is relatively easy, fast, highly sensitive, and can be successfully applied to various extracts derived from natural materials, producing reliable results if accompanied by method validation. Measurement of flavonoid levels using quercetin as a comparison at a maximum wavelength of 430 nm and obtained a linear regression equat ion y = 0.0096x + 0.0535 and R2 = 0.9729. The total flavonoid content of 70% ethanol extract was 12.6 ± 0.16 mg QE/g and 96% ethanol extract was 44,1 ± 0.29 mg QE/g. Based on the results of this study, it can be concluded that 96% ethanol extract has a greater flavonoid content than 70% ethanol extract. Statistical analysis using the independent sample t-test confirmed a significant difference between the two treatments (p<0.05). This study concluded that 96% ethanol is a more effective solvent for extracting flavonoid compounds from Caulerpa racemosa than 70% ethanol, this shows that the difference does not occur by chance, but is a real effect of the difference in ethanol concentration in extraction.
FORMULASI DAN EVALUASI KAPSUL VITAMIN D2 DARI EKSTRAK ETANOL 96% JAMUR SAWIT (Volvariella volvacea) DENGAN MENGGUNAKAN METODE GRANULASI BASAH: FORMULATION AND EVALUATION OF VITAMIN D2 CAPSULES FROM 96% ETHANOL EXTRACT OF PALM MUSHROOM (Volvariella volvacea) USING WET GRANULATION METHOD Risqa Aulia; Oky Hermansyah; Dwi Kurnia Putri; Rose Intan Perma Sari; Suci Rahmawati
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 15 No. 1 (2026): JFL : Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Program Studi Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/ddvvkd13

Abstract

Abstract This study investigates the use of a 96% ethanol extract of palm mushroom (Volvariella volvacea) as a source of vitamin D₂ in a capsule dosage form using the wet granulation method to improve stability. The aim was to formulate and evaluate granule and capsule characteristics in accordance with pharmacopeial standards. This experimental study used three formulations (F0, F1, and F2). Evaluations included organoleptic properties, moisture content, flow rate, angle of repose, weight uniformity, disintegration time, and vitamin D₂ content. The extract yield was approximately 10%. Granules met the requirements for moisture content and angle of repose, but flow rate decreased with higher extract concentration. Capsules met the requirements for weight uniformity and disintegration time (3–8 minutes). The highest vitamin D₂ content was found in F2, while F1 showed the best balance between physical properties and active content. In conclusion, wet granulation produced capsules that met quality requirements, with F1 as the optimal formulation. Keywords:  Vitamin D2, Palm mushroom, Wet granulation, Capsules, Formulation
ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa) TERHADAP Escherichia coli Windi Apriandri; Suci Rahmawati; Samwilson Slamet; Aina Fatkhil Haque; Dwi Kurnia Putri; Delia Komala Sari
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13362

Abstract

Masalah resistensi antibiotik dalam mengatasi infeksi bakteri saat ini mendorong pencarian bahan alam sebagai alternatif pengobatan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi aktivitas antibakteri dari kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang kunyit (Curcuma longa) terhadap bakteri Escherichia coli ATCC-8739 pada berbagai tingkat konsentrasi. Kedua bahan alam tersebut diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan melalui metode difusi cakram menggunakan variasi konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan rasio perbandingan kombinasi 1:1. Penelitian ini juga menggunakan DMSO sebagai kontrol negatif dan Ciprofloxacin sebagai kontrol positif. Hasil pengujian menunjukkan terbentuknya zona hambat di sekitar cakram pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% serta pada kontrol positif. Nilai diameter zona hambat yang dihasilkan secara berturut-turut adalah 0,7 ± 0,12 mm, 1,63 ± 0,41 mm, 3,93 ± 1,75 mm dan 6,13 ± 1,43 mm. Temuan ini membuktikan bahwa kombinasi kedua ekstrak tersebut memiliki efektivitas yang terus meningkat seiring bertambahnya konsentrasi. Konsentrasi 80% menghasilkan diameter zona hambat terluas dan menjadi konsentrasi terbaik dalam kategori sedang.
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) Terhadap Escherichia coli Saniyyah Aqilah Heryson; Suci Rahmawati; Oky Hermansyah; Fauzia Noprima Okta; Dwi Kurnia Putri; Delia Komala Sari
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13350

Abstract

Resistensi bakteri Escherichia coli terhadap antibiotik, sehingga diperlukan alternatif antibakteri dari bahan alam. Bakteri Escherichia coli yang dapat mengganggu saluran pencernaan dan memiliki potensi penyebab penyakit diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan menentukan konsentrasi terbaik dari kombinasi ekstrak etanol kulit buah kopi Robusta (Coffea canephora) dan jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap bakteri Escherichia coli. Jahe merah dan kulit buah kopi Robusta memiliki senyawa metabolit sekunder yang bermanfaat sebagai antibakteri. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan konsentrasi kombinasi 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan perbandingan 1:1. Kontrol positif yang digunakan adalah siprofloksasin dan kontrol negatif menggunakan DMSO 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol negatif DMSO 10% tidak memiliki aktivitas antibakteri, sedangkan pada kontrol positif siprofloksasin memiliki zona hambat dengan rata-rata sebesar 12,70±0,18 mm dan masuk ke dalam kategori kuat. Pada Konsentrasi 10%, 20%, dan 40% termasuk dalam kategori sedang (6,75±0,18 mm, 7,33±0,08 mm, dan 8,67±0,21 mm), sedangkan konsentrasi 60% dan 80% termasuk dalam kategori kuat (10,93 mm dan 11,58 mm). Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa konsentrasi 60% dan 80% efektif menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan rata-rata diameter zona hambat termasuk dalam kategori kuat.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Toner Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) Dengan Metode Sonikasi Tiara Nisrina Fitri; Tri Danang Kurniawan; Dwi Kurnia Putri; Putri Mulia; Rose Intan Perma Sari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1166

Abstract

Kulit wajah memerlukan perawatan yang tepat untuk menjaga kebersihan, kelembapan, dan kesehatan kulit, salah satunya melalui penggunaan toner. Daun Salam yang berpotensi digunakan sebagai bahan aktif perawatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan toner ekstrak etanol 96% daun salam menggunakan metode sonikasi. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan empat formula, yaitu F0 (kontrol), F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%) konsentrasi ekstrak. Evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, kelembapan, iritasi, dan hedonik. Hasil menunjukkan seluruh formula berbentuk cair, homogen, dan memiliki aroma green tea. Nilai pH berada pada rentang 5,40–6,47 dan viskositas 1,29–2,75 cPs yang memenuhi standar toner. Uji kelembapan menunjukkan peningkatan kelembapan kulit dari 65,08% pada F0 hingga 77,51% pada F3. Uji iritasi pada 10 panelis menunjukkan tidak adanya kemerahan, gatal, maupun pembengkakan. Uji hedonik menunjukkan formula F2 memperoleh tingkat kesukaan tertinggi sebesar 80%. Berdasarkan hasil evaluasi, F2 merupakan formula terbaik karena memiliki karakteristik fisik yang baik, mampu meningkatkan kelembapan kulit, tidak menimbulkan iritasi, dan paling disukai panelis.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Toner Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynous (L) Merr) Sebagai Pelembab Wajah Anggini dwi silfianti; Tri Danang Kurniawan; Dwi Kurnia Putri; Rose Intan Perma Sari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1174

Abstract

Daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) berpotensi digunakan sebagai bahan alami dalam sediaan perawatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 96% daun katuk menjadi sediaan toner serta mengevaluasi mutu fisik, efektivitas kelembapan, dan keamanan sediaan. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan empat formula, yaitu F0 (0%), F1 (3%), F2 (5%), dan F3 (7%) ekstrak daun katuk. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, kelembapan, iritasi, dan hedonik. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula berbentuk cair, homogen, dan memiliki nilai pH pada rentang 4,8–6,47 sehingga masih sesuai dengan pH kulit. Nilai viskositas seluruh formula berada pada rentang 0,96–3,24 cPs dan memenuhi persyaratan sediaan toner. Uji kelembapan menunjukkan nilai kelembapan kulit berkisar 62,3%–66,2%, dengan formula F2 dan F3 memberikan hasil lebih baik dibandingkan formula lainnya. Uji iritasi pada 10 panelis menunjukkan tidak adanya reaksi iritasi seperti kemerahan, gatal, maupun rasa perih pada kulit. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol 96% daun katuk dapat diformulasikan menjadi sediaan toner yang memenuhi persyaratan mutu fisik, aman digunakan, dan dapat dikembangkan.
Uji Efek Antipiretik Ekstrak Daun Gelinggang Yang Diberikan Secara Oral Pada Mencit Putih Jantan Fatima Khoirunisa; Dwi Kurnia Putri; Suci Rahmawati; Tri Danang Kurniawan
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1202

Abstract

Demam merupakan peningkatan suhu tubuh di atas normal yang terjadi karena adanya gangguan pada pusat pengatur panas di hipotalamus. Salah satu alternatif terapi yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan tanaman herbal seperti daun gelinggang (Cassia alata L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ektrak etanol daun gelinggang terhadap aktivitas antipiretik pada mencit putih jantan yang diinduksi ragi. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak lengkap menggunakan 5 kelompok, yaitu kontrol sehat (aquadest), kontrol negatif (Na-CMC), kontrol positif (paracetamol) serta kelompok perlakuan ekstrak dosis 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB. Induksi antipiretik dilakukan dengan pemberian ragi 40% kemudian dilakukan perlakuan setelah 1 jam induksi. Hasil uji Tukey menunjukkan bahwa ekstrak daun gelinggang memiliki efek antipiretik pada mencit. Dosis 200 mg/kgbb memiliki rata-rata suhu tubuh tertinggi dibandingkan kelompok lain dengan selisih 0,5433°C terhadap kontrol negatif. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun gelinggang dosis 200 mg/kgbb memberikan efek antipiretik yang lebih baik dibandingkan kontrol positif dan dosis 100 mg/kgbb. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan dosis ekstrak daun gelinggang dapat memperkuat efek penurunan suhu tubuh.
Uji Efektivitas Analgetik Ekstrak Etanol Daun Gelinggang (Cassia alata L) Pada Mencit Jantan (Mus musculus) Regina Anggun Pitri; Dwi Kurnia Putri; Vernonia Yora Saki; Tri Danang Kurniawan; Putri Mulia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1208

Abstract

Gelinggang (Cassia alata L) mengandung metabolit sekunder yaitu, flavonoid, alkaloid yang diduga memiliki efektivitas analgetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas analgetik ekstrak daun gelinggang (Cassia alata L) pada mencit jantan (Mus musculus) dengan metode hot plate. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Gelinggang diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dilanjutkan dengan pemekatan dengan rotary evaporator. Mencit dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif, serta dua kelompok perlakuan ekstrak daun gelinggang dosis 250 mg/kgBB dan dosis 500 mg/kgBB. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati latensi. Hasil uji Anova menunjukkan (sig <0,05) yang berarti ada perbedaan yang bermakna antara kelima kelompok perlakuan. Kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey untuk melihat perbedaan antara kelompok perlakuan, di mana hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak 500 mg/kgBB menunjukkan aktivitas analgesik lebih baik karena mampu meningkatkan waktu latensi secara signifikan dibandingkan dengan kontrol negatif dan memberikan efek yang mendekati kontrol positif. Nilai rata-rata uji Tukey tertinggi terdapat pada kelompok positif (16,36), diikuti oleh ekstrak 500 mg/kgBB (15,92).
Co-Authors . Iskandarsyah : Samwilson Slamet, : Samwilson Ade Apriansyah Afifah Fauziyyah Aina Fatkhil Haque Amelia Cantika Hendri Anggini dwi silfianti Anissa nayla septri Annisa, Rully Armelia, Suci Carissa Ingrid Aurelia Cindy Ramadhona Delia Komala Sari, Delia Komala Dessy Triana Devi Maulina Dewi, Novita Rahma Dia Septiani Dian Handayani Dian Handayani Dominica, Dwi Dwi Citra Septiana Dyah Ayuwati Waluyo Dyah Ayuwati Waluyo Effionora Anwar Encik Putri Ema Komala Evi Maryanti Fatima Khoirunisa Fauzia Noprima Okta Fiiska Nur Safitri Fitriya Fitriya Fitriya, Fitriya Ginanjar Pratama Guntur Saputra Hardiyanti Syarif Hera Olani Jaya Ningsih Hernety Ibrahim Ayattulah Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Itok Dwi Kurniawan Kurniatul Hasanah M. Farid Maria Eka Patri Y Marisadonna Asteri Martinus, Martinus Milda Rianty Lakoan Muhammad Arifin Mulia, Putri Myran Nur Hinsany Nabilah Hana Alzahrah Najma Annuria Fithri Najma Annuria Fithri, Najma Annuria Novi Yantih Nurfitriyana Nurfitriyana Nurfitriyana Nurfitriyana Nurfitriyana Nurfitriyana Nurfitriyana Nurfitriyana Oky Hermansyah Oky Hermansyah Oky Hermansyah perma sari, rose intan Putri Mulia Putri Mulia Rahma Arenda Syafika Regina Anggun Pitri Rezqa Hasanah Riana Versita Rini Yanuarti Risky Hadi Wibowo Risqa Aulia Rizqa Hasanah Rizqa Hasanah Rose Intan Perma Sari Rose Intan Perma Sari Rose Intan Perma Sari Rose Intan Perma, Sari Ruri Ayu Agrace Sakinah Haryati Samwilson Slamet Samwilson Slamet Saniyyah Aqilah Heryson Sarmubella, Deka SEPTI WULANDARI Sindi Arlin Natasya Sintya Sipriyadi Siti Marwah Lestari Siti Marwah Lestari Siti Nurhaliza Suci Rahmawati Suci Rahmawati Suci Rahmawati, Suci Syarif, Hardiyanti Tania, Marta Tiara Nisrina Fitri Tika Hardini Tri Danang Kurniawan Tri danang kurniawan Vernonia Yora Saki Windi Apriandri Wirahmi, Nori Yendha Dwi Rolitta Yessica Nadeak