Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Relationship of Sociodemography and Dental Visits With Dental Caries and Oral Hygiene At Kapuk 03 Pagi Public Elementary School in West Jakarta Theresia, Tiarma Talenta; Louisa, Marie; Kristanto, Cindy Vania; Winson, Angela
Jurnal Kesehatan Gigi Vol. 11 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkg.v11i2.11001

Abstract

In Indonesia, children still have a high incidence of dental caries; among children aged 5 to 9 years, the rate was 92.6%, and among those aged 10 to 14 years, it was 73.4%. Risk factors that contribute to childhood caries include child behavior and dental care utilization, family dynamics, and environmental. The health of teeth and mouths can be achieved with good oral hygiene. Oral hygiene can be influenced by gender, age, parental education, and dental visits. The study aimed to determine the relationship between sociodemography and dental visits with dental caries and oral hygiene at public elementary school in West Jakarta. This research is a cross sectional observational analytic using a questionnaire involving 174 respondents and direct examination of the oral cavity to obtain dental caries and oral hygiene. The results show that the p-values for the association between dental caries and gender, age, father’s education, mother’s education, and dental visits are 0.924, 0.588, 0.222, 0.172, and 0.115, respectively, all of which are greater than the significance level of 0.05. Similarly, the p-values for the association between oral hygiene and gender, age, father’s education, mother’s education, and dental visits are 0.231, 0.068, 0.064, 0.509, and 0.427, respectively, all exceeding the significance level of 0.05. In conclusion, the dental caries status of students at Kapuk 03 Pagi Public Elementary School is low, and their oral hygiene status is good. There is no correlation between dental caries and oral hygiene with gender, age, father's education and mother's education, and dental visits. 
Gambaran Capaian Indikator Mutu Hipertensi Puskesmas Taman Sari 2023-2024 Theresia, Tiarma Talenta; Lestari, Sri; Febryanti, Anisa; Manusama, Selma Safrina; Gunawan, Dika Andiana Sari; Liana, Firza; Gilberto Silimalar, Juan Arthur; Aini, Muqsita; Anggraini, Putri; Nabila, Rossa; Anjani, Salsabila
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i3.3690

Abstract

Latar Belakang: Menurut WHO, Penyakit Tidak Menular menyumbang persentase sebesar 71% penyebab kematian, salah satunya hipertensi. Prevalensi hipertensi di DKI Jakarta mencapai 12,6% dengan prevalensi di Kecamatan Taman Sari sebesar 33,43%. Puskesmas sebagai salah satu komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan memiliki fokus untuk memperkuat aktivitas promotif preventif kesehatan di Indonesia. Dalam penerapan aktivitas promotif preventifnya, Puskesmas Kecamatan Taman Sari memiliki target capaian indikator mutu yang bersinergi dengan SPM. Namun, satu-satunya Pustu yang belum mencapai target pada salah satu indikator adalah Pustu Keagungan. Tujuan: Untuk menganalisis capaian indikator mutu hipertensi di puskesmas Kecamatan Taman Sari pada tahun 2023-2024. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan sampel data sekunder Puskesmas Kecamatan Taman Sari 2023-2024. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Hasil: gambaran capaian indikator mutu penyakit tidak menular di Puskesmas Kecamatan Taman Sari pada tahun 2023-2024, terdapat variasi dalam pencapaian target pada setiap indikator mutu di masing-masing Kelurahan. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat variasi pencapaian indikator mutu hipertensi di Puskesmas Kecamatan Taman Sari pada tahun 2023-2024 dan ditemukan satu-satunya Pustu yang belum mencapai indikator penderita hipertensi yang dilakukan penapisan organ adalah Kelurahan Keagungan (38,75%). Tiga faktor utama penyebabnya meliputi rendahnya pengetahuan dan kepatuhan pasien, kurangnya alat pemantauan, terbatasnya media edukasi, dan peran lintas sektor yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan program perbaikan untuk meningkatkan pencapaian indikator mutu penyakit tidak menular.
Prevalensi Diabetes Melitus di Puskesmas Palmerah Tahun 2024 Lestari, Sri; Theresia, Tiarma Talenta; Hutagaol, Mula Batiswa; Santoso, James Hartono; Maharani, Febby Putri; Valeri, Clarissa; Yunizar, Vania Rizky; Aprilita, Aweni Tria; Muqodariah, Ratu Hobibah; Indira NP, Puri; Fitriantika, Gizella
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i3.3691

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu tantangan kesehatan global yang terus meningkat. DKI Jakarta menjadi wilayah dengan prevalensi DM tertinggi. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi DM di Jakarta yaitu 3,9%. Puskesmas Palmerah berperan aktif dalam memberikan perawatan bagi penderita diabetes, dengan harapan dapat mengurangi peningkatan kasus serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tujuan: Mengetahui gambaran penyakit diabetes melitus di Puskesmas Palmerah. Metode Penelitian: Observasional deskriptif, menggunakan data dari Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Palmerah. Hasil: Pasien yang terdiagnosa positif diabetes melitus di Puskesmas Palmerah pada tahun 2024 sebanyak 597 kasus dengan peningkatan tertinggi pada bulan juni sebanyak 89 pasien, sedangkan pasien dengan diabetes melitus terkendali sebanyak 294 kasus dengan peningkatan tertinggi pada bulan mei sebanyak 70 pasien. Kesimpulan: Kasus diabetes melitus di Puskesmas Palmerah terus mengalami peningkatan setiap bulan pada tahun 2024, baik yang terdeteksi maupun terkendali. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Palmerah menunjukkan adanya dukungan yang baik dari berbagai sektor, namun masih menghadapi kendala terkait kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pengetahuan dan pencegahan diabetes melitus.
Upaya Puskesmas Kalideres Dalam Deteksi Dini dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri Theresia, Tiarma Talenta; Lestari, Sri; Sari, Helvyda; Sidabuta, Jane; Marliani, Cecilia; Fikriyanti, Adellia; Heriandi, Alyah; Yaputri, Beatrice Aprilia; Wangsa, Clarissa Wiemputri; Amelia, Dinda Syafiqa; Amanda, Felicia; Nabilah, Gandiz Ayu
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4125

Abstract

Anemia pada remaja putri umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi akibat menstruasi, pola makan tidak seimbang, dan kebiasaan diet. Kondisi ini dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan reproduksi. Data nasional dan lokal menunjukkan peningkatan prevalensi anemia pada remaja,, yang menegaskan urgensi pelaksanaan intervensi yang terstruktur dan berkelanjutan. Dalam hal ini, Puskesmas Kalideres turut berperan aktif dalam upaya penanggulangan anemia remaja di wilayahnya. Tujuan: Mengetahui upaya Puskesmas Kalideres dalam deteksi dini dan penanggulangan anemia pada remaja. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data sekunder dari Puskesmas Kalideres tahun ajaran 2023/2024. Hasil: Dari 5150 remaja putri yang menjadi sasaran, sebanyak 5.077 (98,58%) telah menjalani skrining kadar hemoglobin. Jumlah remaja putri kelas 7 yang terdiagnosis anemia sebanyak 1.431 (49,62%), yang terbagi anemia ringan sebanyak 600 (20,81%), anemia sedang sebanyak 825 (28,61%), anemia berat sebanyak 6 (0,21%). Sedangkan total remaja putri kelas 10 yang terdiagnosis anemia sebanyak 1.328 (60,56%), yang terbagi anemia ringan sebanyak 666 (30,37%), anemia sedang sebanyak 651 (29,69%), anemia berat sebanyak 11 (0,50%). Penanggulangan dilakukan melalui skrining anemia di sekolah, pemberian TTD sesuai tingkat anemia, edukasi gizi, dan rujukan kasus anemia berat ke fasilitas kesehatan. Kesimpulan: Puskesmas Kalideres menjalankan program deteksi dini dan penanggulangan anemia dengan cakupan luas serta pendekatan multisektoral yang efektif dalam mengidentifikasi dan menangani anemia pada remaja putri.
Upaya Peningkatan Kemandirian Keluarga Rawan Hipertensi di Wilayah Kelurahan Wijaya Kusuma Tahun 2024 Theresia, Tiarma Talenta; Lestari, Sri; Widyanto, Susilo; Amarasenja, Putu Kayla; Maharani, Thalia Carissa; Rebecca, Nathania Maharani; Azzahra, Aliyah; Az Zahra, Fathimah; Syarief B, Inayah Achmad; Wiguna, Michael Putra; Hamidah, Naya; Salsabila, Dinda Nasywa
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4126

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang menjadi penyebab utama kematian dan komplikasi serius, termasuk di Indonesia, dengan prevalensi yang terus meningkat terutama pada usia produktif, sehingga memerlukan penanganan dan pencegahan sejak dini. Peningkatan kemandirian keluarga melalui Asuhan Keperawatan Keluarga menjadi strategi penting untuk mengendalikan hipertensi secara efektif dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Tujuan : untuk mengetahui tingkat kemandirian keluarga rawan hipertensi di wilayah Kelurahan Wijaya Kusuma sebagai dasar penyusunan upaya peningkatan kemandirian keluarga rawan hipertensi. Metode : Penelitian ini merupakan studi deskriptif cross sectional yang menggambarkan upaya peningkatan kemandirian keluarga rawan hipertensi di Kelurahan Wijaya Kusuma. Data sekunder diperoleh dari laporan proyek Tim PKM PENARI dan dianalisis untuk menilai hubungan antara upaya kemandirian dan kondisi keluarga rawan hipertensi. Hasil : Berdasarkan data Puskesmas Grogol Petamburan tahun 2024, hipertensi menjadi penyakit terbanyak dengan 24.793 kasus. Wilayah Wijaya Kusuma tercatat sebagai penyumbang kasus hipertensi tertinggi sebanyak 3.747 kasus. Kasus hipertensi berdasarkan jenis kelamin relatif seimbang, dengan 1.891 kasus pada laki-laki dan 1.856 pada perempuan. Tingkat kemandirian pasien hipertensi di Kelurahan Wijaya Kusuma sebanyak 3.747 KK untuk tingkat kemandirian I, II, III, dan IV. Kesimpulan : Hipertensi menjadi kasus terbanyak di Wijaya Kusuma pada tahun 2024 dengan 3.747 kasus, dan intervensi inovatif Puskesmas berhasil meningkatkan kemandirian keluarga hingga 100% pada Level IV.
Gambaran Karakteristik Penderita Tuberkulosis di Kecamatan Cengkareng Tahun 2024 Theresia, Tiarma Talenta; Lestari, Sri; Andriani, Andriani; Genesis Cokro, Wilbert Alvin; Wulan Dhari, Maria Rini; Febianti, Khairunnisa; Prayitno Putri, Nabila Cetta; Damayanti, Ning Tyas; Maharani, Putri; Angeline, Raynita Rosalinda; Parkesit, Salma Athiya; Lubis, Septina Sabilla; Putri, Syafiera Emelia
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4127

Abstract

Tuberkulosis atau TBC merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis). Penyakit ini dapat menyerang banyak bagian tubuh khususnya paru, yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk wilayah Kecamatan Cengkareng. Berdasarkan data dari Puskesmas Cengkareng, angka temuan kasus TBC masih tergolong tinggi, yang mengindikasikan perlunya penguatan upaya penanggulangan, baik dari segi deteksi dini, pengobatan, maupun edukasi masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik demografis dan klinis penderita TBC di Puskesmas Cengkareng, mengidentifikasi distribusi usia, jenis kelamin, dan status bakteriologis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif. Data sekunder dikumpulkan dari laporan program TBC Puskesmas Cengkareng tahun 2024, meliputi jumlah kasus, status pengobatan, dan angka kesembuhan. Hasil: Berdasarkan data hasil TBC yang didapatkan, penelitian menunjukkan bahwa penderita TBC tertinggi pada usia 35–44 tahun (19,42%), berjenis berjenis kelamin laki-laki, pekerjaan sebagai buruh (20,75%), penentuan metode TBC secara terkonfirmasi bakteriologis (74,43%), lokasi anatomi di paru (99,76%), pemeriksaan tuberkulin / IGRA (8,57%), pemeriksaan foto toraks tidak diketahui lesi (77,68%), pemeriksaan HIV negatif (96,86%), pemeriksaan DM negatif (87,82%), dan terapi DM OHO (80,22%). Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat beberapa karakteristik pasien TBC Kecamatan Cengkareng yang ditemukan lebih tinggi pada jenis kelamin laki-laki, kelompok usia 35-44 tahun, jenis pekerjaan buruh, segi laboratorium pasien terkonfirmasi secara bakteriologi, lokasi infeksi TBC paru, tes tuberkulin / IGRA tidak dilakukan, pemeriksaan foto toraks umumnya tidak dilakukan, komplikasi HIV negatif, komplikasi diabetes mellitus negatif.
Hubungan Kasus Demam Berdarah Dengue dengan Angka Bebas Jentik Tahun 2023 dan 2024 (Kajian di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan) Theresia, Tiarma Talenta; Lestari, Sri; Widyanto, Susilo; Andika, Steve Yosua; Tjingson, Natalia; Fantastika, Adela Dayu; Cikagri, Alifia Adinda; Tirtania, Carinna; Mulia, Maria Gresela; Nathania, Sabrina; Wongkar, Michelle Alicia
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i2.4128

Abstract

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue yang menjadi perhatian khusus bagi Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan karena jumlah kasus yang meningkat dari tahun 2023 menjadi 2024. Dalam menanggulangi masalah tersebut, salah satu upaya yang digencarkan pada masyarakat adalah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Melalui PSN, puskesmas mengajak masyarakat dan kader untuk mengontrol nyamuk yang menjadi reservoir penyakit DBD. Salah satu indikator pengendalian nyamuk penyebab DBD yang dicatat melalui PSN adalah Angka Bebas Jentik (ABJ) yang didefinisikan sebagai persentase rumah bebas jentik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ABJ dengan kasus demam berdarah (DBD) yang tercatat pada tahun 2023 dan 2024 di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan. Metode: Desain studi pada penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Data sekunder pada penelitian ini merupakan hasil rekap penyakit pada tahun 2023 dan 2024, dilengkapi hasil wawancara dengan petugas pelayanan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) DBD di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan. Hasil: Jumlah kasus DBD yang ditemukan di Puskesmas Grogol Petamburan sebanyak 56 kasus pada tahun 2023 dan 253 kasus pada 2024. Surveilans juga mencatat ABJ pada kedua tahun dengan rata-rata persentase sebesar 99,02% dan 99,1% secara berurutan. Hasil uji korelasi tidak menemukan adanya hubungan antara DBD dengan ABJ, baik pada tahun 2023 maupun 2024. Kesimpulan: Angka kasus DBD tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan naik atau turunnya angka ABJ di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan.
Gambaran Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Palmerah Tahun 2023–2024 Theresia, Tiarma Talenta; Lestari, Sri; Hutagaol, Mula Batiswa; Syauqi, Anindia Riana; Saraswati, Agrina Eka; Hamidjaja, Beverly Chloe; Prawira, Christian Adi; Marsenia, Elly; Dharma, Gracia Anindya; Amira, Khansa; Helza, Victoria Susantoputri Angenia
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i2.4129

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis akibat kekurangan gizi dalam waktu lama yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk wilayah urban seperti Kecamatan Palmerah. Kondisi ini dapat berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, serta kualitas hidup anak di masa depan. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Palmerah tahun 2023–2024. Bahan dan metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data sekunder diperoleh dari rekapan Puskesmas Kecamatan Palmerah selama tahun 2023 hingga 2024. Sampel meliputi seluruh balita usia 0–59 bulan dari sepuluh kelurahan di wilayah kerja puskesmas. Variabel yang dianalisis mencakup usia, jenis kelamin, lokasi kelurahan, dan capaian program kesehatan. Analisis dilakukan untuk melihat distribusi stunting serta efektivitas program intervensi seperti ASI eksklusif, imunisasi, dan pemantauan tumbuh kembang. Hasil penelitian: Hasil menunjukkan adanya penurunan jumlah balita stunting dari 9.640 kasus pada tahun 2023 menjadi 8.286 kasus pada tahun 2024. Kelompok usia 24–59 bulan merupakan kelompok dengan prevalensi stunting tertinggi, dengan dominasi kasus pada balita laki-laki. Kelurahan Palmerah I dan II tercatat sebagai wilayah dengan angka stunting tertinggi, sedangkan Slipi I dan II terendah. Program imunisasi dan pelayanan ibu hamil mencapai target >100%, sementara ASI eksklusif dan pemantauan tumbuh kembang masih belum mencapai target nasional. Kesimpulan: Prevalensi stunting di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Palmerah mengalami penurunan namun masih belum mencapai target nasional, sehingga perlu diperkuat upaya edukasi, pendampingan kader, dan sinergi lintas sektor secara berkelanjutan.
Gambaran Angka Perilaku Open Defecation di Wilayah Kecamatan Taman Sari Tahun 2023-2024 Theresia, Tiarma Talenta; Lestari, Sri; Febryanti, Anisa; Setiawan, Jeremy Iwan; Rachma, Nindya Lutfia; Berliana, Dinda; Husain, Syafia; Safiri, Alfira; Prayorina, Namita; Saldy, Aqila Fildzah Safira; Fadhila, Putri Khansa; Tjie, Shirley
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i2.4130

Abstract

Pendahuluan: Sanitasi layak merupakan hak dasar untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan higienis. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan, dengan ribuan rumah tangga di DKI Jakarta masih melakukan buang air besar sembarangan (BABS). Di Jakarta Barat, hanya 17,8% kelurahan yang berstatus bebas BABS pada tahun 2021. Kecamatan Taman Sari menjadi salah satu wilayah dengan angka Open Defecation (OD) tertinggi, khususnya di Kelurahan Keagungan, Krukut, dan Maphar pada tahun 2023. Sejak 2019, program STBM pilar pertama telah diterapkan untuk menurunkan angka OD. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan program STBM di wilayah Puskesmas Kecamatan Taman Sari tahun 2023–2024 serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penurunan angka OD. Tujuan: Untuk melihat gambaran angka perilaku Open Defecation pada wilayah Kecamatan Taman Sari tahun 2023-2024. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik purposive sampling, dengan memanfaatkan data sekunder yang tercatat di Puskesmas Taman Sari pada tahun 2023–2024. Hasil: Status OD pada Kelurahan Taman Sari dari tahun 2023 hingga 2024 memiliki jumlah 0. Terdapat penurunan OD pada kelurahan Krukut, Pinangsia, Maphar, dan Tangki. Kelurahan Glodok, Mangga Besar, dan Keagungan tidak terjadi perubahan OD sejak tahun 2023 hingga 2024. Kesimpulan: Pada tahun 2023–2024, Kelurahan Keagungan, Krukut, dan Maphar mencatat angka OD tertinggi. Meskipun di Kelurahan Keagungan terjadi peningkatan jumlah KK dan pembangunan septic tank, namun tidak terjadi penurunan angka OD. Penurunan angka OD tertinggi terjadi di Kelurahan Maphar, sementara capaian OD terendah terdapat di Kelurahan Taman Sari. Beberapa kelurahan seperti Glodok, Keagungan, dan Mangga Besar tidak menunjukkan penurunan angka OD.
Co-Authors Aini, Muqsita Amalia, Alyssa Devina Amanda, Felicia Amanda, Nabila Risqy Amarasenja, Putu Kayla Amelia, Dinda Syafiqa Amira, Khansa Andika, Steve Yosua Andrian Nova Fitri Andriani Andriani Angeline, Raynita Rosalinda Anggraini, Putri Anjani, Salsabila Annisa, Fauziah Rahma Aprilita, Aweni Tria Arifin, Sariyani Pancasari Audry Asia, Raden Roro Asyurati Az Zahra, Fathimah Azzahra, Aliyah Berliana, Dinda Bertus, Goalbertus Budiyanto, Jeremy Hans Charity Joy, Astrid Cikagri, Alifia Adinda Damayanti, Ning Tyas Deminius, Kevin Dharma, Gracia Anindya Effendi, Nadira Zahrani Fadhila, Putri Khansa Fadillah, Tri Ananda Fantastika, Adela Dayu Febianti, Khairunnisa Febryanti, Anisa Fikriyanti, Adellia Fitriantika, Gizella Gabriela, Maria Genesis Cokro, Wilbert Alvin Gilberto Silimalar, Juan Arthur Goalbertus Gultom, Andrew Gunawan, Dika Andiana Sari Gustiawan, Muhammad Rakha Hamidah, Naya Hamidjaja, Beverly Chloe Helza, Victoria Susantoputri Angenia Heriandi, Alyah Hibatillah, Ahmad Dzaki Husain, Syafia Hutagaol, Mula Batiswa Indira NP, Puri JK, Febry Anggreani Jordan, Bryan Matthew Kissanti, Wahyu Ari Kristanto, Cindy Vania Liana, Firza Lias, Steffy Louisa, Marie Lubis, Septina Sabilla Luthfiyah, Ananda Meidy Maharani, Febby Putri Maharani, Thalia Carissa Manusama, Selma Safrina Marcoo Somawihardja, Sebastian Maringka, Stella Maria Fidela Marliani, Cecilia Marsenia, Elly Meylani, Dhea Mulia, Maria Gresela Muqodariah, Ratu Hobibah Nabila, Rossa Nabilah, Gandiz Ayu Nathania, Cindy Nathania, Sabrina Novelino, Frederico Parkesit, Salma Athiya Parorrongan, Chrisanty Anastasia Prawira, Christian Adi Prayitno Putri, Nabila Cetta Prayorina, Namita Putranto, Ricky Anggara Putri Maharani Putri, Anzany Tania Dwi Putri, Cornellia Aninda Kusuma Putri, Resthie Rachmanta Putri, Stephanie Lowis Putri, Syafiera Emelia Putridwita, Ailsa Fadhilah Rachma, Nindya Lutfia Rebecca, Nathania Maharani Safiri, Alfira Saldy, Aqila Fildzah Safira Salsabila, Dinda Nasywa Santoso, James Hartono Saraswati, Agrina Eka Sari, Helvyda Septifionna, Haura Agni Setiawan, Jeremy Iwan Shavitri, Nadya Sidabuta, Jane Silviany, Rahmawaty Susilo Widyanto, Susilo Syafila, Zahra Alfi Syakhshiyyah, Azka As Syaqila, Abigail Rifda Syarief B, Inayah Achmad Syauqi, Anindia Riana Tirtania, Carinna Tjie, Shirley Tjingson, Natalia Tobing, Fiona Priscilia Dinata Tri Erri Astoeti Urrohman, Auliya Valeri, Clarissa Wangsa, Clarissa Wiemputri Widijanto Sudhana Widyanto, Petronella Wiguna, Michael Putra Wijaya, Johanna Augusta William Yusuf, Timotius Winson, Angela Wongkar, Michelle Alicia Wulan Dhari, Maria Rini Yaputri, Beatrice Aprilia Yunizar, Vania Rizky