Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Optimasi Parameter Proses Injeksi Molding Material Biokomposit Serat Sisal dan Polypropylene Terhadap kekuatan Impak Tsany, Rahmat Basya Shahrys; Sholihah, Mar’atus; Fajardini, Ridhani Anita; Ahmad, Mahasin Maulana; Maulidhia, Alief Nur Aisyi; Ilman, Abdillah Fashiha
Jurnal Optimalisasi Vol 11, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jopt.v11i2.13623

Abstract

The demand for environmentally friendly materials has driven the utilization of natural fiber–based biocomposites as an alternative engineering material. This study aims to optimize the injection molding process parameters of polypropylene (PP)–sisal fiber biocomposites with the aid of maleic anhydride polypropylene (MAPP) as a compatibilizer. The research scope covers the effect of process parameter variations on the mechanical properties, particularly impact strength. The composite material consists of 85% PP, 10% sisal fiber, and 5% MAPP, which were extruded into pellets prior to processing using an injection molding machine. Optimization was carried out using the Taguchi method with an L9 (3⁴) orthogonal array design. Four main parameters were investigated: barrel temperature (200°C, 210°C, 220 °C), injection pressure (50 bar, 55 bar, 60 bar), holding pressure (40 bar, 45 bar, 50 bar), and injection velocity (60 mm/s, 65 mm/s, 70 mm/s). The response variable was impact strength (kJ/m²) according to ASTM D256-04 standards, while other parameters were kept constant. Data were analyzed using the Signal-to-Noise Ratio (S/N ratio) with the “larger-the-better” criterion to obtain the optimum condition. The results showed that the optimum parameter combination A1B3C3D2 (200 °C, 60 bar, 50 bar, 65 mm/s) provided the best response, as this combination yielded the highest Signal-to-Noise ratio with a more stable impact performance. Under these conditions, the material flowed well into the mold, fiber distribution was uniform, and stronger bonding occurred between fiber and matrix, thereby enhancing the mechanical properties.
Smart Pop Up Book Sebagai Penunjang Literasi Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Laela, Siti Nur; Sholihah, Mar’atus
Bidayatuna Vol 7 No 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat - Islamic Institute of Syarifuddin Lumajang, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/bidayatuna.v7i1.2980

Abstract

Literacy is the main pillar in the world of education.. Literacy problems experienced by MI Assunniyyah 45 Paseban students, out of a total of 115 students, there were 33 students whose literacy was still low. In increasing literacy, there is a need for learning media to support students for successful learning, the media used are:Smart Pop Up Book. The focus of this research is as follows: Learning media Smart Pop Up Book as supporting students' reading and writing literacy at Madrasah Ibtidaiyah. The type of research used is qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. The research location was at MI Assunniyyah 45 Paseban for approximately three months from March to May 2024. The research subjects were the school principal, first and second grade teachers and students. Based on the research results, it shows that by using mediaSmart Pop Up Book as supporting student literacy at Madrasah Ibtidaiyah, students are very enthusiastic about learning, during the learning process students do not feel bored, students feel happy reading through Pop Up Book so that some students who were previously still spelling have started to become fluent, writing becomes more neat and thorough.
Analisis Kesalahan Menyelesaikan Soal Cerita Program Linear berdasarkan Tahapan Newman dan Scaffolding-Nya Sholihah, Mar’atus
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita Program Linear berdasarkan analisis kesalahan Newman dan scaffolding- nya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif, dengan analisis data berupa: lembar tes siswa, hasil rekaman wawancara dan scaffolding yang diberikan jika siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan materi program linier. Hasil penelitiannya adalah: kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah cerita program linier berdasarkan analisis kesalahan Newman, yaitu: kesalahan membaca, kesalahan pemahaman, kesalahan transformasi, kesalahan keterampilan proses, serta kesalahan penulisan jawaban akhir, dan bentuk scaffolding pada tingkat 2 dan 3 yang dikemukakan oleh Anghileri dapat membantu siswa mengatasi kesalahan tersebut. Pada tingkat kedua, bentuk scaffolding meliputi (explaining) menjelaskan konsep, (reviewing) meninjau atau mengidentifikasi informasi penting dalam masalah, dan (restructuring) menyusun kembali pengetahuan siswa, berupa penyederhanaan konsep-konsep yang sulit. Pada tingkat ketiga, scaffolding yang dikemukakan Anghileri terdiri dari interaksi pengajaran yang secara jelas membahas perkembangan pemikiran konseptual dengan menciptakan peluang bagi siswa dan guru untuk membangun pemahaman.
Penguatan Moderasi Beragama dan Kearifan Lokal Melalui Manajemen Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Sholihah, Mar’atus; In'Ratnasari, Khurin; Ratu Balqis, Rizqiyah
Pandalungan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/pandalungan.v1i2.1427

Abstract

Radikalisasi di zaman teknologi ini tidak hanya menyasar para mahasiswa,namun juga mulai dikembangkan lebih luas lagi ke usia anak-anak. Pendoktrinan radikalisasi di usia-usia ini semakin berbahaya, dikarenakan nilai-nilai radikalisme akan lebih kuat melekat dalam alam bawah sadar mereka. Radikalisasi di dunia anak dibuktikan dengan berbagai data dari berita yang muncul terkait penanaman nilai radikasime di lingkungan anak pada beberapa tahun belakangan. Portal berita seperti Tempo, ABC dan Kompas sama-sama menunjukkan kepada masyarakat Indonesia bahwa radikalisasi anak sudah dimulai di jenjang pendidikan usia dini, bahkan. Anak-anak diajarkan oleh gurunya sendiri tentang cerita-cerita perang di Israel dan Palestina, serta tidak adanya upacara bendera dan cerita-cerita tentang kebudayaan setempat. Oleh karena itu tujuan daripendampingan ini yaitu Memberikan penguatan moderasi beragama dan kearifan lokal melalui manajemen core curriculum di Lembaga Pendidikan,metode pengabdian yang digunakan menggunakan PAR ( (Participatory Action Research). Hasil dari dampingan yaitu Bentuk penguatan moderasi beragama dapat dituangkan kedalam menajemen kurkulum MI dengan mata pelajaran, muatan local maupun kebiasaan embiasaan tersebut menjadi produk budaya siswa dan dapat dimanfaatkan dan diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat (pemberdayaan), Implikasi penguatan moderasi beragama dan kearifan lokal agar siswa yang memiliki budaya berpikir moderat dala, pemikiran, tingkah laku, maupun kebiasaan dalam lingkungan masyarakat.
Enhancing Students Learning Outcome in Class V Elementary School with Ecosystem Diorama Media Maghfiroh, Imas Zakiyatul; Sholihah, Mar’atus; Sofiyana, Marinda Sari
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 3 No 3 (2023): NOVEMBER
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/primed.v3i2.3072

Abstract

Penggunaan media pembelajaran untuk membelajarkan materi ekosistem pada siswa kelas V Sekolah Dasar(SD) di wilayah kabupaten Blitar masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan mediadiorama ekosistem untuk kelas V SD, 2) untuk mengetahui efektivitas media diorama ekosistem yang digunakan dalampembelajaran kelas V SD, 3) untuk mengetahui pengaruh penerapan media diorama dalam pembelajaran terhadap hasilbelajar siswa kelas V di SDI Hasanul Amin Talun Blitar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research andDevelopment dengan mengacu pada model pengembangan Borg and Gall yang dibatasi hingga tahap ke tujuh (revisi).Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDI Hasanul Amin Talun Blitar. Teknik pengumpulan data dengan angketdan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penilaian ahli media, materi, dan bahasa berturut-turut adalahsebesar 80.89%, 66%, 73.33%. Rata-rata skor dari ketiga validator diperoleh nilai sebesar 73.41% dengan kategorimedia layak digunakan dalam pembelajaran. Hasil uji respon guru dan siswa terhadap penggunaan media dioramaekosistem diperoleh persentase skor secara berturut-turut sebesar 91.1% dan 90.6% dengan kategori “sangat baik”.Media diorama ekosistem juga terbukti signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa yangbelajar dengan media diorama ekosistem juga terbukti lebih tinggi daripada kelas kontrol. Dengan demikian dapatdisimpulkan bahwa media diorama ekosistem yang dikembangkan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran sertadapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD.
Pengaruh reading, question and answering berintegrasi problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah pelajaran biologi XI SMA Ariyanto, Alvian Nuzul Bagus; Sofiyana, Marinda Sari; Sholihah, Mar’atus
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v6i2.84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran RQA berintegrasi PBL pada mata pelajaran Biologi terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas XI SMA. Jenis penelitian ini adalah Quasi eksperimen. Subjek siswa kelas XI IPA SMAN 3 Kota Blitar. Sampel yang digunakan adalah 35 siswa sebagai kelas kontrol dan 34 siswa sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian pre-test dan post-test berupa tes kemampuan pemecahan masalah ter validasi 0,74 (74%) dengan kriteria layak digunakan untuk mengukur variabel terikat. Teknik analisis data menggunakan Uji prasyarat (normalitas dan homogenitas) dan Uji hipotesis (ANCOVA). Terdapat selisih peningkatan lebih tinggi pada kelas RQA+PBL sebesar 34,41% untuk kemampuan pemecahan masalah dengan Fhitung sebesar 156.222 taraf  signifikansi. 0,000 < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas XI di SMAN 3 Kota Blitar dengan penerapan model pembelajaran RQA berintegrasi PBL dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.
A Model Pembelajaran Quantum Teaching and Learning dalam Meningkatkan EQ Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS di Madrasah Ibtidaiyah Almaromi, Zaenah; Sholihah, Mar’atus
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2358

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis model pembelajaran Quantum Teaching and Learning dalam meningkatkan EQ siswa pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan deskriptif, pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi data. Dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Subjek penelitian yang dipilih kepala madrasah ibtidaiyah, dua guru, dan 36 siswa. Di MI Assunniyyah 45 Paseban Kencong Jember, dari 114 peserta didik, 25% mengalami kesulitan dalam komunikasi seperti gugup dan cemas saat berbicara, serta cenderung diam saat pembelajaran. Sedangkan, 30% peserta didik memiliki kecerdasan emosional yang rendah, termasuk kurangnya kesadaran diri, mengontrol diri, dan empati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas IV dan V menjadi lebih aktif, percaya diri, dan terlibat dalam pembelajaran IPAS dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching and Learning, pada pendekatan TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasi, Ulangi, Rayakan) yang telah mengubah gaya belajar menjadi lebih menyenangkan dan dinamis. Hal ini membantu meningkatkan kecerdasan emosional siswa pada tiga indikator EQ, yaitu: rasa ingin tahu siswa yang berkembang dari delapan siswa, mampu mengontrol emosi yang berjumlah sembilan siswa, dan empati sejumlah satu siswa. Hasil akhir pada penelitian ini menampilkan bahwa dari 36 siswa kelas IV dan V yang memiliki peningkatan EQ sebanyak 18 siswa.
The Model Pembelajaran Flipped Classroom Sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan Berbahasa Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Sofianah, Monika Dewi; Sholihah, Mar’atus
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2372

Abstract

This research aims to examine the application of the Flipped Classroom learning model to improv the language skills of Madrassah Ibtidaiyah students. The approach used in this research is qualitative with descriptive methods. The data was collected through observation, interviews and documentation, and analyzed by using data reduction techniques, data presentation and drawing conclusions. The research was conducted at MI Baitul Mukmin Wringinagung with a sample of 26 grade IV students. The implementation of the Flipped Classroom learning model includes three stages: Pre-Class stage, The students study the material independently at home through videos and student assigment (LKS) books. In the In-Class stage, students engage with in-depth discussions and activities in class, with teacher guidance. The Out of Class stage involves formative evaluation to reflect student understanding. The research results showed that by implementing the Flipped Classroom model to improv students' language skills, especially in the listening and speaking aspects at MI Baitul Mukmin there was a significant increase. Previously, students experienced difficulty in understanding and determining the main idea, understanding the meaning of new vocabulary, and lacked confidence when expressing opinions and presentations due to being in a hurry and using inappropriate language. However, after implementing the Flipped Classroom learning model, 19 out of 26 students experienced significant improvements in language skills, especially in the listening and speaking aspects, with a 73% increase in their proficiency. Students are more motivated and able to understand the material better, creating a learning environment that is more interactive and effective in improv learning achievement. The average test scores of the 26 students increased from 67 to 80. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model pembelajaran Flipped Classroom dalam meningkatkan keterampilan berbahasa siswa Madrasah Ibtidaiyah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian dilakukan di MI Baitul Mukmin Wringinagung dengan sampel 26 siswa kelas IV. Penerapan model pembelajaran Flipped Classroom meliputi tiga tahapan: Tahap Pre-Class, siswa mempelajari materi secara mandiri di rumah melalui video dan buku LKS. Pada tahap In-Class, siswa terlibat dalam diskusi dan aktivitas mendalam di kelas, dengan bimbingan guru. Tahap Out of Class melibatkan evaluasi formatif untuk mencerminkan pemahaman siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan model Flipped Classroom dalam meningkatkan kemampuan berbahasa siswa khususnya pada aspek menyimak dan berbicara di MI Baitul Mukmin terjadi peningkatan yang signifikan. Sebelumnya siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan menentukan gagasan pokok, memahami makna kosakata baru, serta kurang percaya diri saat mengemukakan pendapat dan presentasi akibat terburu-buru dan penggunaan bahasa yang kurang tepat. Namun, setelah penerapan model pembelajaran Flipped Classroom, 19 dari 26 siswa mengalami peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berbahasa, terutama pada aspek mendengarkan dan berbicara, dengan persentase peningkatan mencapai 73%. Seluruh siswa lebih termotivasi dan mampu memahami materi dengan lebih baik, menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan efektif dalam meningkatkan prestasi belajar. Rata-rata nilai ulangan 26 siswa meningkat dari 67 menjadi 80.
PENINGKATAN CIRCULAR ECONOMI MELALUI INOVASI PRODUK LIMBAH TERKONVERSI DAN EKSTRAKSI MINYAK SEREH MERAH MENUJU KELURAHAN GEDOG BERDAMPAK Puspitorini, Palupi; Endrawati, Tri; Sholihah, Mar’atus; Darmadji
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.491

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Bina Desa ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Gedog, Kota Blitar, melalui dua mitra utama yaitu Bank Sampah Gong Lestari dan Kelompok Masyarakat Mandiri Hidrofarm. Masalah utama yang dihadapi adalah pengelolaan limbah plastik yang belum optimal serta rendahnya nilai tambah produk pertanian sereh merah. Solusi yang diusulkan meliputi inovasi teknologi pengolahan limbah plastik menjadi produk pressing dengan nilai ekonomi lebih tinggi dan peningkatan kualitas ekstraksi minyak sereh dengan standar nasional. Selain itu, program juga mencakup peningkatan manajemen bisnis dan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar produk mitra. Pendekatan partisipatif melibatkan mitra secara aktif dalam sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan evaluasi sehingga tercipta kemandirian berkelanjutan. Targetnya adalah peningkatan kapasitas produksi serta omzet, yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dan indikator kinerja perguruan tinggi. Program ini bertujuan mendukung ekonomi sirkular, pemberdayaan UMKM, dan pembangunan desa berdampak sosial dan ekonomi yang lebih baik. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan PRA.   Hasil pelaksanaan PKM meliputi tercapainya tercapainya target produksi plastik press 5000 kg/bulan dan produksi minyak sereh 5000 kg raw material. Program ini sangat penting dilakukan untuk meningkatkan ekonomi circular masyarakat melalui UMKM yangs esuai dengan permasalahan pemerintahan kelurahan Gedog Blitar.
Pendampingan Penyusunan Kurikulum Operasional Sekolah PAUD bagi Pendidik Himpaudi Sawit Boyolali Syafe’i, Muhammad; Sholihah, Mar’atus; Maharani, Maharani; Mufidah, Ni'mah; Roudhotul Jannah, Siti
Jurnal Inovasi dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat (June)
Publisher : CV. BImbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/jip-dimas.v3i1.742

Abstract

Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) merupakan langkah strategis dalam menyukseskan implementasi Kurikulum Merdeka di lembaga PAUD. Namun demikian, masih banyak pendidik di wilayah Himpaudi Kecamatan Sawit, Boyolali, yang belum memiliki pemahaman maupun kemampuan dalam menyusun KOSP secara mandiri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan teknis penyusunan KOSP kepada para pendidik PAUD anggota Himpaudi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi konsep KOSP, pelatihan teknis penyusunan, serta praktik langsung dan evaluasi hasil penyusunan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para pendidik memperoleh peningkatan pemahaman dan keterampilan menyusun KOSP yang sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta dan menghasilkan draf KOSP dari masing-masing lembaga. Program ini direkomendasikan untuk dilanjutkan secara berkala sebagai bentuk peningkatan kapasitas guru PAUD di masa mendatang.