Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengaruh reading, question and answering berintegrasi problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah pelajaran biologi XI SMA Ariyanto, Alvian Nuzul Bagus; Sofiyana, Marinda Sari; Sholihah, Mar’atus
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v6i2.84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran RQA berintegrasi PBL pada mata pelajaran Biologi terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas XI SMA. Jenis penelitian ini adalah Quasi eksperimen. Subjek siswa kelas XI IPA SMAN 3 Kota Blitar. Sampel yang digunakan adalah 35 siswa sebagai kelas kontrol dan 34 siswa sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian pre-test dan post-test berupa tes kemampuan pemecahan masalah ter validasi 0,74 (74%) dengan kriteria layak digunakan untuk mengukur variabel terikat. Teknik analisis data menggunakan Uji prasyarat (normalitas dan homogenitas) dan Uji hipotesis (ANCOVA). Terdapat selisih peningkatan lebih tinggi pada kelas RQA+PBL sebesar 34,41% untuk kemampuan pemecahan masalah dengan Fhitung sebesar 156.222 taraf  signifikansi. 0,000 < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas XI di SMAN 3 Kota Blitar dengan penerapan model pembelajaran RQA berintegrasi PBL dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.
A Model Pembelajaran Quantum Teaching and Learning dalam Meningkatkan EQ Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS di Madrasah Ibtidaiyah Almaromi, Zaenah; Sholihah, Mar’atus
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2358

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis model pembelajaran Quantum Teaching and Learning dalam meningkatkan EQ siswa pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan deskriptif, pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi data. Dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Subjek penelitian yang dipilih kepala madrasah ibtidaiyah, dua guru, dan 36 siswa. Di MI Assunniyyah 45 Paseban Kencong Jember, dari 114 peserta didik, 25% mengalami kesulitan dalam komunikasi seperti gugup dan cemas saat berbicara, serta cenderung diam saat pembelajaran. Sedangkan, 30% peserta didik memiliki kecerdasan emosional yang rendah, termasuk kurangnya kesadaran diri, mengontrol diri, dan empati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas IV dan V menjadi lebih aktif, percaya diri, dan terlibat dalam pembelajaran IPAS dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching and Learning, pada pendekatan TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasi, Ulangi, Rayakan) yang telah mengubah gaya belajar menjadi lebih menyenangkan dan dinamis. Hal ini membantu meningkatkan kecerdasan emosional siswa pada tiga indikator EQ, yaitu: rasa ingin tahu siswa yang berkembang dari delapan siswa, mampu mengontrol emosi yang berjumlah sembilan siswa, dan empati sejumlah satu siswa. Hasil akhir pada penelitian ini menampilkan bahwa dari 36 siswa kelas IV dan V yang memiliki peningkatan EQ sebanyak 18 siswa.
The Model Pembelajaran Flipped Classroom Sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan Berbahasa Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Sofianah, Monika Dewi; Sholihah, Mar’atus
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2372

Abstract

This research aims to examine the application of the Flipped Classroom learning model to improv the language skills of Madrassah Ibtidaiyah students. The approach used in this research is qualitative with descriptive methods. The data was collected through observation, interviews and documentation, and analyzed by using data reduction techniques, data presentation and drawing conclusions. The research was conducted at MI Baitul Mukmin Wringinagung with a sample of 26 grade IV students. The implementation of the Flipped Classroom learning model includes three stages: Pre-Class stage, The students study the material independently at home through videos and student assigment (LKS) books. In the In-Class stage, students engage with in-depth discussions and activities in class, with teacher guidance. The Out of Class stage involves formative evaluation to reflect student understanding. The research results showed that by implementing the Flipped Classroom model to improv students' language skills, especially in the listening and speaking aspects at MI Baitul Mukmin there was a significant increase. Previously, students experienced difficulty in understanding and determining the main idea, understanding the meaning of new vocabulary, and lacked confidence when expressing opinions and presentations due to being in a hurry and using inappropriate language. However, after implementing the Flipped Classroom learning model, 19 out of 26 students experienced significant improvements in language skills, especially in the listening and speaking aspects, with a 73% increase in their proficiency. Students are more motivated and able to understand the material better, creating a learning environment that is more interactive and effective in improv learning achievement. The average test scores of the 26 students increased from 67 to 80. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model pembelajaran Flipped Classroom dalam meningkatkan keterampilan berbahasa siswa Madrasah Ibtidaiyah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian dilakukan di MI Baitul Mukmin Wringinagung dengan sampel 26 siswa kelas IV. Penerapan model pembelajaran Flipped Classroom meliputi tiga tahapan: Tahap Pre-Class, siswa mempelajari materi secara mandiri di rumah melalui video dan buku LKS. Pada tahap In-Class, siswa terlibat dalam diskusi dan aktivitas mendalam di kelas, dengan bimbingan guru. Tahap Out of Class melibatkan evaluasi formatif untuk mencerminkan pemahaman siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan model Flipped Classroom dalam meningkatkan kemampuan berbahasa siswa khususnya pada aspek menyimak dan berbicara di MI Baitul Mukmin terjadi peningkatan yang signifikan. Sebelumnya siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan menentukan gagasan pokok, memahami makna kosakata baru, serta kurang percaya diri saat mengemukakan pendapat dan presentasi akibat terburu-buru dan penggunaan bahasa yang kurang tepat. Namun, setelah penerapan model pembelajaran Flipped Classroom, 19 dari 26 siswa mengalami peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berbahasa, terutama pada aspek mendengarkan dan berbicara, dengan persentase peningkatan mencapai 73%. Seluruh siswa lebih termotivasi dan mampu memahami materi dengan lebih baik, menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan efektif dalam meningkatkan prestasi belajar. Rata-rata nilai ulangan 26 siswa meningkat dari 67 menjadi 80.
PENINGKATAN CIRCULAR ECONOMI MELALUI INOVASI PRODUK LIMBAH TERKONVERSI DAN EKSTRAKSI MINYAK SEREH MERAH MENUJU KELURAHAN GEDOG BERDAMPAK Puspitorini, Palupi; Endrawati, Tri; Sholihah, Mar’atus; Darmadji
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.491

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Bina Desa ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Gedog, Kota Blitar, melalui dua mitra utama yaitu Bank Sampah Gong Lestari dan Kelompok Masyarakat Mandiri Hidrofarm. Masalah utama yang dihadapi adalah pengelolaan limbah plastik yang belum optimal serta rendahnya nilai tambah produk pertanian sereh merah. Solusi yang diusulkan meliputi inovasi teknologi pengolahan limbah plastik menjadi produk pressing dengan nilai ekonomi lebih tinggi dan peningkatan kualitas ekstraksi minyak sereh dengan standar nasional. Selain itu, program juga mencakup peningkatan manajemen bisnis dan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar produk mitra. Pendekatan partisipatif melibatkan mitra secara aktif dalam sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan evaluasi sehingga tercipta kemandirian berkelanjutan. Targetnya adalah peningkatan kapasitas produksi serta omzet, yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dan indikator kinerja perguruan tinggi. Program ini bertujuan mendukung ekonomi sirkular, pemberdayaan UMKM, dan pembangunan desa berdampak sosial dan ekonomi yang lebih baik. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan PRA.   Hasil pelaksanaan PKM meliputi tercapainya tercapainya target produksi plastik press 5000 kg/bulan dan produksi minyak sereh 5000 kg raw material. Program ini sangat penting dilakukan untuk meningkatkan ekonomi circular masyarakat melalui UMKM yangs esuai dengan permasalahan pemerintahan kelurahan Gedog Blitar.
Pendampingan Penyusunan Kurikulum Operasional Sekolah PAUD bagi Pendidik Himpaudi Sawit Boyolali Syafe’i, Muhammad; Sholihah, Mar’atus; Maharani, Maharani; Mufidah, Ni'mah; Roudhotul Jannah, Siti
Jurnal Inovasi dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat (June)
Publisher : CV. BImbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/jip-dimas.v3i1.742

Abstract

Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) merupakan langkah strategis dalam menyukseskan implementasi Kurikulum Merdeka di lembaga PAUD. Namun demikian, masih banyak pendidik di wilayah Himpaudi Kecamatan Sawit, Boyolali, yang belum memiliki pemahaman maupun kemampuan dalam menyusun KOSP secara mandiri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan teknis penyusunan KOSP kepada para pendidik PAUD anggota Himpaudi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi konsep KOSP, pelatihan teknis penyusunan, serta praktik langsung dan evaluasi hasil penyusunan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para pendidik memperoleh peningkatan pemahaman dan keterampilan menyusun KOSP yang sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta dan menghasilkan draf KOSP dari masing-masing lembaga. Program ini direkomendasikan untuk dilanjutkan secara berkala sebagai bentuk peningkatan kapasitas guru PAUD di masa mendatang.
Implementasi Pengomposan secara Aerobik sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Organik di RT 012 RW 008 Perumahan Sutorejo Indah Surabaya Rosalina, Amanda; Rismawati, Ria; Sholihah, Mar’atus; Aprilia Sari, Nur Fajar; Gastriani, Ovi Prina; Fajardini, Ridhani Anita
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah rumah tangga, terutama sisa makanan dan tumbuhan, menjadi salah satu penyumbang utama pencemaran lingkungan akibat kurangnya pemahaman masyarakat dalam pengelolaannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan warga tentang pengelolaan sampah organik melalui pembuatan kompos secara aerobik dari limbah rumah tangga. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, demonstrasi pembuatan kompos, dan pengamatan proses pengomposan selama 40 hari. Penelitian ini menerapkan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test, dan data dianalisis menggunakan uji t berpasangan (paired sample T-test) dengan software Minitab untuk mengukur perubahan tingkat pemahaman. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan antara nilai pre-test dan post-test, yang menandakan kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengolah sampah organik menjadi kompos serta mendorong perilaku ramah lingkungan di tingkat rumah tangga.
Representation of Cultural Awareness in EFL Textbooks in Indonesian Secondary Schools: A Descriptive Qualitative Study Sholihah, Mar’atus
Fast in Humanities Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Forum Akademisi dan Dosen Peneliti (FAST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine how cultural awareness is represented in Indonesian secondary school EFL textbooks. Cultural awareness forms essential component of intercultural communicative competence, and textbooks serve as primary sources shaping learners’ exposure to cultural perspectives. Depth and orientation of such representation require systematic investigation. The study employs descriptive qualitative design using qualitative content analysis. Corpus consists of three nationally aligned secondary school EFL textbooks at grade seven, eight, and nine levels. Unit of analysis includes reading texts, dialogues, visual images, and learning activities. Cultural awareness is analyzed through five categories: self-cultural awareness, awareness of other cultures, critical cultural reflection, cultural values and norms, and representational bias. Data are coded and examined to identify forms and structural patterns of representation. Findings show that cultural awareness is constructed mainly through descriptive presentation of local identity and selective exposure to foreign contexts. Narrative texts and visuals emphasize shared practices and socially endorsed norms. Foreign cultures appear predominantly through English speaking references with limited regional diversity. Reflective tasks are present but remain peripheral and largely restricted to surface comparison. Cultural awareness functions primarily as structured knowledge embedded in language themes rather than as sustained intercultural inquiry. Representational framing and pedagogical sequencing shape depth of engagement. Inclusion of cultural content alone does not ensure critical intercultural development.
Internalisasi Nilai Kedisplinan Melalui Figur Guru PAUD Laki-Laki Maharani; Syafe’i, Muhammad; Sholihah, Mar’atus; Nurshanti, Yuliana
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v12i1.5096

Abstract

This research aims to describe the role of male teachers in instilling discipline in early childhood. The focus of the research is the strategy of instilling discipline in early childhood carried out by male teachers. This research uses a qualitative approach with research subjects being male teachers at RA Ar Rohmah, Cawas District, Klaten Regency. This research uses data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. Data analysis uses Miles and Huberman's interactive model analysis techniques (data reduction, data display, and drawing conclusions). Test the validity of the data using triangulation of data sources and techniques. The research results show that male teachers can accustom children to discipline in worship and related self-control abilities, such as: queuing, taking turns playing, etc. The obstacles experienced were the discontinuity of getting used to it at home and at school and the teacher's lack of attention because he was too busy with his workload. So, it is hoped that schools can invite parents to instill discipline in their children from an early age.
Implementasi Program Adiwiyata dalam Kegiatan UKS dan Pengelolaan Sampah dengan Pendidikan Moral di Madrasah Ibtidaiyah Paseban Jember Khotimah, Khusnul; Sholihah, Mar’atus
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 11, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v11i1.38730

Abstract

Environmental problems such as pollution, waste accumulation, and low hygiene behavior indicate the importance of integrating environmental education with moral education since the Madrasah Ibtidaiyah level. The purpose of this study is to analyze the implementation of the Adiwiyata Program in building the values of responsibility, discipline, and religiousness through environmental health activities, cleanliness, and waste management as a means of character building for students. This study uses a qualitative approach with a phenomenological type. The research subjects include the Madrasah Principal, the Adiwiyata team, teachers, and students. Data collection in this study was carried out through in-depth interviews, observation, and documentation, while data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity was strengthened through source purposive sampling. The results of the study show that hygiene habits are carried out through class and prayer room duty, routine community service, garden maintenance, maintaining the cleanliness of 2 toilets, namely teachers and students, and the habit of saving water and electricity. Waste management based on 3R (Reduce, Reuse, Recycle) through sorting organic and inorganic waste, making compost, and utilizing used goods as learning media. The values of responsibility, discipline, and religion are internalized through duty duty, compliance with regulations, manners to teachers, greeting guests, and the use of ablution water to water plants gradually from grades 1 to 6. The Adiwiyata program has proven to function as a means of contextual and sustainable moral education.
APLIKASI SINGING METHOD MATA PELAJARAN BAHASA SEBAGAI PENDALAMAN KOGNISI MEMORI SISWA DI MADRASAH IBTIDAIYAH Zakiyyah, Naily; Sholihah, Mar’atus
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.45343

Abstract

Learning Indonesian and English in Madrassa Ibtidaiyah often faces various challenges. Many students find Indonesian boring due to monotonous and less interactive teaching methods. Whereas English, students have difficulty memorizing and understanding foreign languages. This study aims to analyze the application of the singing method in language subjects as a deepening of students' memory cognition through material adaptation by changing the subject matter into song lyrics to create a pleasant atmosphere and stimulate students' brains to make it easier for students to remember and memorize the material. This research was conducted at MI Al-Ma'arif Karangrejo, Gumukmas District, Jember Regency. The method used in this study is qualitative with a phenomenological approach. Data sources were collected through observation, interviews and documentation with subject teachers, homeroom teachers and students in grades 1 and 2, other data sources were books and journals, analyzed using data reduction techniques, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study showed that the adaptation of material through the singing method was applied in the form of familiar songs such as "kring kring kring ada sepeda", "pelangi", "miss manis seorang punya", "twinkle twinkle little star", and changing the lyrics into Indonesian and English learning materials. The singing method was proven to be a learning method that was able to create a fun atmosphere, 73 out of 81 students in grades 1 and 2 were enthusiastic and active in class, and stimulated students' brains in remembering and memorizing learning materials so that daily test scores increased by 25% and the percentage of completeness scores also increased by 75%. This study contributed practically to become a reference for learning methods in Madrasah Ibtidaiyah.