Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Borneo Journal of Medical Laboratory Technology

Karakteristik Sindrom Dispepsia pada Mahasiswa Angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Firiansyah, Alief Rezeky; P.Amir, Suliati; Muchtar , Amrizal; Hidayati , Prema Hapsari; Nur, Muhammad Jabal
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9528

Abstract

Dispepsia merupakan gangguan pencernaan yang umum terjadi dan ditandai dengan nyeri atau rasa tidak nyaman di perut bagian atas. Faktor risiko dispepsia meliputi pola makan tidak teratur, stres, infeksi Helicobacter pylori, penggunaan NSAID, serta kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu. Mahasiswa, terutama mahasiswa kedokteran, memiliki risiko tinggi mengalami dispepsia akibat pola makan yang kurang teratur dan tingkat stres yang tinggi akibat tuntutan akademik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sindrom dispepsia pada mahasiswa Angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif dengan metode cross sectional. Penelitian ini menunjukkan bahwa angka kejadian dispepsia pada mahasiswa angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia mencapai 84 responden. Mayoritas responden adalah perempuan (85,7%). Pola makan tidak teratur ditemukan pada 69% responden, sedangkan 31% memiliki pola makan teratur. Sebagian besar responden 81% jarang mengonsumsi makanan iritatif, sementara 19% sering mengonsumsinya. Tingkat stres juga menjadi faktor yang dominan, di mana 60,7% responden mengalami stres dan 39,3% tidak mengalami stres. Maka dapat disimpulkan bahwa sindrom dispepsia cukup banyak terjadi pada mahasiswa kedokteran, terutama pada perempuan, mereka yang memiliki pola makan tidak teratur, dan yang mengalami stres. Hasil ini menegaskan bahwa pola makan dan stres memiliki pengaruh terhadap kejadian dispepsia pada mahasiswa.
Analisis Resistensi Antibiotik di RSUP Wahidin Sudirohusodo Tahun 2023-2024 Anandhita, Anandhita; Muchtar, Amrizal; Zainal, Mohammad Reza; Gayatri, Sri Wahyuni; Reza, Darariani Iskandar
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12355

Abstract

Resistensi antibiotik saat ini menjadi ancaman serius global terhadap efektivitas pengobatan infeksi bakteri, dengan dampak berupa kegagalan pengobatan, kebutuhan obat alternatif yang lebih mahal dan aman, peningkatan angka kesakitan dan kematian, perpanjangan rawat inap, serta biaya layanan kesehatan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran resistensi antibiotik berdasarkan hasil uji sensitivitas (kategori Sensitif, Intermediate, dan Resisten) dari RSUP Wahidin Sudirohusodo pada tahun 2023–2024, serta menganalisis hubungan antara jenis bakteri dan pola resistensinya. Penelitian kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional ini menggunakan data sekunder hasil kultur dan uji sensitivitas antibiotik; sampel dipilih dengan total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan distribusi bakteri dan pola resistensi yang bervariasi antar rumah sakit; bakteri Gram negatif memperlihatkan resistensi terutama terhadap antibiotik beta-laktam tertentu dan fluorokuinolon, dengan sensitivitas relatif pada karbapenem dan aminoglikosida. Bakteri Gram positif menunjukkan sensitivitas yang baik terhadap vancomycin dan linezolid, namun resistensi terhadap penicillin, makrolida, dan tetrasiklin masih ditemukan pada sebagian isolat. Pada Mycobacterium tuberculosis, sebagian besar isolat sensitif terhadap rifampicin, tetapi terdapat pula respons intermediate dan resisten. Secara keseluruhan, pola resistensi di rumah sakit bersifat heterogen dan spesifik terhadap jenis bakteri, sehingga penggunaan data antibiogram lokal penting sebagai dasar pemilihan terapi antibiotik yang rasional.