Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PERBANDINGAN PEMBERIAN TERAPI ESENSIAL OIL LAVENDER DAN PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI DI PMB A KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Ristiana, Ai Rika; Madinah Munawaroh H; Gaidha Khusnul Pangestu
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 8: Januari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i8.9390

Abstract

Data bayi yang mengalami masalah tidur di Kabupaten Garut belum diketahui secara pasti jumlahnya. Studi pendahuluan di wilayah Puskesmas Cigedug ada sekitar 83,3% atau 25dari 30 bayi tidurnya terganggu. Salah satu metode guna menanggulangi masalah tersebut yaitu dengan diberikan rangsangan berupa pijat atau massage pada bayi, selain itu cara lainnya adalah dengan memberikan terapi essensial oil lavender sehingga timbul rasa nyaman pada bayi. Tujuan penelitian ini untuk memberikan asuhan kebidanan serta mengkaji efektifitas pemberian terapi esensial oil lavender dan pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. By. A sebelum diberikan esssensial oil mengalami rewel, sulit tidur dan tidur malam < 9 jam, setelah 3 hari diberikan essensial oil lavender By. A tidak rewel lagi, tidur 10-13 jam, bangun malam 1-2 kali dan setelah 7 hari By. A sudah tidak mengalami gangguan kualitas tidur. By. L sebelum diberikan pijat bayi mengalami rewel, sulit tidur dan tidur malam < 9 jam, setelah 3 hari diberikan pijat bayi By. L tidak rewel lagi, tidur 9-10 jam, bangun malam 3 kali dan setelah 7 hari By. L tidak rewel lagi, tidur 10-13 jam, bangun malam 1-2 kali. Kedua metode sama-sama efektif namun terapi essential oil lavender memberikan hasil yang lebih yaitu bayi mengalami perbaikan kualitas tidur dalam 3 hari sedangkan yang diberikan pijat bayi, peningkatan kualitas tidur memerlukan waktu hingga 7 hari. Diharapkan bidan dapat meningkatkan kualitas asuhan kebidanan pada bayi dengan memberikan pijat bayi dan terapi essensial oil lavender untuk meningkatkan kualitas tidur bayi.
PERBANDINGAN PEMBERIAN REBUSAN DAUN SIRIH MERAH DAN REBUSAN DAUN BINAHONG TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POSTPARTUM DI TPMB D KABUPATEN GARUTTAHUN 2024 Priyanti, Decy; Hanifa, Fanni; Pangestu, Gaidha Khusnul
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 1 No. 10 (2024): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/chp46w35

Abstract

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, kejadian ruptur perineum mencapai 61% dari jumlah ibu yang melahirkan sementara di Puskesmas Citeras pada tahun 2022 terdapat 237 kasus ibu nifas (28,7%) yang mengalami luka perineum dari 823 ibu bersalin. Dampak yang terjadi apabila penyembuhan luka terhambat dapat menimbulkan banyak permasalahan diantaranya sub involusi uterus. Upaya untuk mencegah infeksi luka perineum dapat dilakukan melalui terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan pemberian rebusan daun sirih merah dan rebusan daun binahong terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada 2 orang ibu nifas yang mengalami luka perineum. Pemberian rebusan sirih merah dan rebusan daun binahong sama-sama efektif dalam penyembuhan luka perineum dengan skor luka yang sama yaitu sebelum diberikan intervensi sebesar 6 menjadi 0 sesudah diberikan intervensi selama 5 hari sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan efektivitas antara rebusan daun binahong dan rebusan daun sirih merah yang sama-sama efektif terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu dalam meningkatkan pengetahuan keluarga atau masyarakat tentang pengobatan dan perawatan luka perineum dengan menggunakan air rebusan daun binahong dan daun sirih merah dengan cara membasuh atau membersihkan luka sehingga masyarakat dapat melakukannya secara mandiri sesuai dengan arahan
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif: Literature Review Hanifa, Fanni; Putri, Magdalena Tri; Pangestu, Gaidha Khusnul; Hidayani, Hidayani
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 3 (2024): JUPIN Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.448

Abstract

ASI eksklusif merupakan praktik memberikan ASI tanpa memberikan cairan tambahan seperti susu formula, jus, madu, air, teh, atau air putih, serta tanpa memberikan makanan padat tambahan seperti buah-buahan, bubur susu, biskuit, bubur nasi, atau makanan tim, mulai dari usia 0 hingga 6 bulan. Bayi yang diberikan ASI memiliki keadaan kesehatan yang lebih baik dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula, karena risiko kematian akibat diare pada bayi yang diberi susu formula mencapai 3,94 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang menerima ASI eksklusif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemberian asi eksklusif pada bayi 0-6 bahkan dilakukan hinga usia 2 tahun. Metode yang dilakukan pada penelitian ini desain atau model yang digunakan adalah tinjauan pustaka, juga dikenal sebagai tinjauan literatur. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tujuh hambatan terbesar terhadap lamanya ibu menyusui adalah kurangnya pengetahuan ibu tentang menyusi, masalah laktasi, masalah sosial ekonomi dan kurangnya dukungan sosial, budaya, pekerjaan dan perawatan anak, dan layanan kesehatan. Peran tenaga kesehatan sangat dibutuhkan untuk memberikan edukasi terkait dengan pentingnya pemberian asi eksklusif, edukasi mengelola laktasi sehingga para ibu akan lebih termotivasi untuk memberikan ASI eksklusif. Ibu yang memahami apa itu ASI eksklusif, manfaatnya, faktor-faktor yang memengaruhi volume ASI, dan zat gizi yang terkandung di dalamnya tentunya akan lebih percaya diri dalam memberikan ASI kepada bayinya. Kata kunci: asi eksklusif, pengetahuan, sikap, perilaku, pekerjaan.
NUTRITIONAL INTERVENTION USING CHICKEN EGGS AND ZINC TO ENHANCE GROWTH IN STUNTED CHILDREN AGED 6–72 MONTHS Putri, Rizkiana; Pangestu, Gaidha Khusnul
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v15i1.9601

Abstract

The results of the 2023 Indonesian Health Survey showed that the prevalence of stunting and wasting in toddlers was 21.5% and 8.5%. The stunting rate in Central Java Province was 20.7%, while wasting was 7.1%. Toddlers who experience growth retardation as a result of poor nutritional intake or repeated infections have a high risk of death and illness. This study aims to determine the effect of providing chicken eggs and zinc to improve growth of children with stunting. The study used Quase-Experiment one group pre-posttest design with 30 respondent for 90 days of intervention. The results showed that 86.67% of toddlers were stunted and 13.33% were severely stunted. The analysis test showed a significant difference and there was an effect of providing chicken eggs and zinc on increasing toddler weight (p-value 0.00). Likewise, for height, the p-value was 0.00, indicating that there was an effect of providing chicken eggs and zinc on increasing toddler height. Providing chicken eggs and zinc can be considered as an intervention to improve toddler nutritional status.