Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR LINGKUNGAN FISIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANGKA KUMAN UDARA DI RUANG RAWAT INAP KELAS I, II, DAN III RST WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO TAHUN 2018 Citra Kusumawardhani U.P; Asep Tata Gunawan; Tri Cahyono
Buletin Keslingmas Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.027 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i2.4879

Abstract

Hospital Is An Health Service Tool Which Is Possible Make A Healthcare Associated Infection (Hais) That Can Caused Of The Number Of Airborne Germs. Secondary Data Bacteriology Inspection Result Is point that the floor of 2nd class Srikandi Inpatient room is not full the condition, the result is 26 colony/cm2. The large of population is 67, while the large of sample is 35 sample. Analysis model that is used on this research is Rank Spearman. Data collection is done by measurement and observation. Mean of the measurement is, the number of airborne germs is 7871,43 CFU/m3, temperature is 27,35oC, humidity is 56,20%, lighting intensity is 154,63 lux, room density is 10,3 m2/TT. Analysis result for temperature and the number of airborne germs is p=0,465; (rho)=0,128, humidity with the number of airborne germs is p=0,828; (rho)=0,038, lighting intensity with the number of airborne germs is p=0,061; (rho)=0,320, density room with the number of airborne germs is p=0,885; (rho)=0,025, ventilation with the number of airborne germs is p=0,113; (rho)=0,273, means of air circulation with the number of airborne germs is p=0,636; (rho)=0,083.  All of factors of independent variable is not in significant relation with the number of airborne germs (p value 0,05). We recommend that routine desinfection every month to reduce the number of airborne germs
KUALITAS FISIK UDARA DI TERMINAL BUS BULUPITU PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 Anugrah Putradana; Tri Cahyono
Buletin Keslingmas Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.976 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i3.3063

Abstract

Terminal Bus Bulupitu Purwokerto Kabupaten Banyumas merupakan tempat sarana transportasi darat tipeA dengan jam operasi 24 jam. Pengunjung 50% merasa kebisingan, 15% cepat pegal, 20% kepanasan, 15% merasapening. Mengukur kualitas fisik udara berupa intensitas suara, intensitas pencahayaan, suhu dan kelembaban.Metode penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini dilakukan di ruang pengelola terminal, ruang tunggupengunjung dan ruang pedagang. Hasil pengukuran intensitas suara pada hari pertama 65,48 dB(A)–73,76 dB(A)dengan rata-rata 69,72 dB(A), hari kedua 64,18 dB(A)–71,99 dB(A) dengan rata-rata 67,42 dB(A), dan hariketiga55,24 dB(A)–71,39 dB(A) dengan rata-rata 63,48 dB(A). Hasil pengukuran intensitas cahaya hari pertama 16Lux – 715 Lux dengan rata-rata 178,33 Lux, harikedua15 Lux–235 Luxdengan rata-rata 87,33 Lux, dan hari ketiga16 Lux–1035Lux dengan rata-rata 245,66 Lux. Hasil pengukuran suhu hari pertama 28ºC–30ºC rata-rata 28,6ºC,hari kedua 30ºC–32ºC rata-rata 31,16ºC, hari ketiga 27ºC–30ºC dengan rata-rata 28,5ºC. Hasil pengukurankelembaban hari pertama 52%-70% dengan rata-rata 60,5%, hari kedua 48%-57% dengan rata-rata 51,33% danhari ketiga 45%-58% dengan rata-rata 52,83%. Simpulan empat pengukuran kualitas fisik udara memenuhi syarat.Saran dapat dilakukan membuat celah di atap dengan kaca agar cahaya alami masuk.
PENGARUH PENGGUNAAN ION PLASMA TERHADAP PENURUNAN ANGKA KUMAN UDARA DI RUANG KELAS GEDUNG R2 JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG TAHUN 2017 Rina Febriani; Tri Cahyono; Hari Rudijanto IW
Buletin Keslingmas Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.842 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i4.3795

Abstract

AbstrakRuang perkuliahan Jurusan Kesehatan Lingkungan berpotensi mengalami pencemaran udara, yangdisebabkan oleh aktivitas penghuni dan keadaan bangunan it sendiri. Dampak kualitas udara yangrendah khususnya angka kuman dalam ruang terhadap kesehatan dapat terjadi baik secara langsungmaupun tidak langsung. Tujuan penelitian ini adaah menganalisis pengaruh penggunaan ion plasmdalam penurunan angka kuman udara di ruang kelas gedung R2 Jurusan Kesehatan LingkunganPoliteknik Kesehatan Kemenkes Semarang tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimendengan rancangan perbandingan kelompok statis (static group comparison). Pengumpulan datadilakukan dengan cara observasi, pengukuran dan pemeriksaan laboratorium. Variabel bebas ionplasma, variabel terikat angka kuman udara, variabel kontrol konstruksi bangunan, volume ruangan,luas ventilasi. Variabel pengganggu pencahayaan, suhu, kelembaban, jumlah penghuni, AC, aktivitaspenghuni dan perabot. Hasil pemeriksaan angka kuman udara rata-rata kelompok perlakuan adalah189,50 Koloni/Jam/Feet2 sedangkan rata-rata di ruang kontrol 196,66 Koloni/Jam/Feet2. Hasilpengukuran rata-rata ion plasma pada ruang perlakuan adalah 120,76 x104 ion/cm3, sedangkan padaruang kontrol sebesar 147,95 x104 ion/cm3. Hasil pengukuran rata-rata ion plasma generator padaruang perlakuan adalah 53,88 x104 ion/cm3. Simpulan dari hasil penelitian bahwa penggunaan ionplasma tidak ada pengaruh terhadap penurunan angka kuman udara di ruang kelas gedung R2Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang. Disarankan sebaiknyapenggunaan generator ion plasma disesuaikan dengan luas ruangan dan kegiatan.
EFEKTIVITAS SHOKIVI DESINFECTION TERHADAP PENURUNAN ANGKA KUMAN UDARA PADA RUANG KELAS GEDUNG R2 LANTAI 2 KAMPUS 7 POLTEKKES KEMENKES SEMARANG TAHUN 2018 Nur Latifah Prajawanti; Tri Cahyono; Asep Tata Gunawan
Buletin Keslingmas Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.05 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i1.4070

Abstract

Ruang kelas mempunyai risiko terjadinya pencemaran udara khususnya mikrobiologi. Angka kuman udara dapat disebabkan oleh aktivitas penghuni, sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Tujuan penelitian ini mengetahui efektivitas Shokivi Desinfection terhadap penurunan angka kuman udara pada ruang kelas gedung R2 lantai 2 jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Kampus 7 Poltekkes Kemenkes Semarang tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah Quasi eksperiment dengan rancangan  penelitian time series pre test – post test design. Hasil pemeriksaan angka kuman udara pada ruang perlakuan diperoleh hasil rata-rata angka kuman udara sebesar 150,25 koloni/jam/feet2. Hasil penghitungan efektivias shokivi desinfeksi dalam penurunan angka kuman diperoleh hasil 30,57 %. Simpulan dari hasil penelitian bahwa ada perbedaan yang tidak signifikan efektivitas Shokivi Desinfection terhadap penurunan angka kuman udara pada ruang kelas gedung R2 lantai 2 Kampus 7 Poltekkes Kemenkes Semarang tahun 2018.Disarankan sebaiknya penggunaan shokivi desinfection diseuaikan dengan volume ruangan. 
Air Germs Prediction Factors Analysis for Elementary School In Banyumas Regency 2020 Tri Cahyono; Linda Restu Pamuji; Sukma Cantika Graha Putri
Buletin Keslingmas Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.484 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v40i1.6764

Abstract

Background Schools and formal education can be a bridge for airborne disease to spread caused by air germs. Measurement of air germs result, shows that class 4 (9482 CFU/m3) and class 5(2371 CFU/m3) in SDN 5 Teluk, Purwokerto Selatan district.  The average air gems rate is 1685.33 CFU/m3 in SDN Karangmangu, Baturaden district. The aims of this study was to analyze predictive factors for air germs number in public elementary schools in Banyumas Regency. Methods This research is observational study with cross sectional analytic approach. The independent variables or predictive variables are temperature, humidity, lighting, occupancy density, occupant behavior, cleaning frequency, and ventilation area. The dependent variable is the number of air germs. The sample size was 46 classrooms. The analysis used simple and multiple regression. Research Resulth average temperature (29.9130C), humidity (74.087%), lighting (225.304 lux), occupancy density (2.050 m2 / person), cleaning frequency (2.5 times / day), occupant behavior (53.470% active), ventilation area (9,171%), air germ rate (3425,130 CFU / m3), wind speed (not detected by tools). Prediction of temperature with the number of air germs, Y = 1026.505 + 80.187 X, R = 0.169, p = 0.262. Prediction of humidity with the number of air germs, Y = 2719.038 + 9.531 X, R = 0.083, p = 0.585. Prediction of exposure with air germ count, Y = 3343.684 + 0.361 X, R = 0.059, p = 0.696. Prediction of occupancy density with air germ numbers, Y = 3959.041 + (-260.389) X, R = - 0.386, p = 0.008. Prediction of cleaning frequency with air germ count, Y = 3204.664 + 88.187 X, R = 0.150, p = 0.320. Prediction of occupant behavior with air germ count, Y = 3632.488 + (-3.878) X, R = - 0.160, p = 0.289. Prediction of ventilation area with air germ count, Y = 3965.421 + (-58.911) X, R = -0.427, p = 0.003. Simultaneously predict temperature, humidity, lighting, occupancy density, cleaning frequency, occupant behavior and ventilation area with air germ count, Y = (-1267.495) + (-194.907) (density p = 0.049) + (-42.019) ( Ventilation p = 0.061) + 148.449 (Temperature p = 0.072) + 90.826 (Cleaning p = 0.379) + 12.187 (Humidity p = 0.543) + (-2.205) (Behavior p = 0.561) + 0.111 (Exposure p = 0.913), R = 0.5850. Conclusion ,  predictive factors for occupancy density, ventilation and temperature are significant in predicting the number of airborne germs. Suggestions need to regulate the number of students in each class, the availability standard ventilation, and the addition of an Exhauster.
STUDI ANGKA KUMAN UDARA PUSKESMAS KABUPATEN BANYUMAS Fitri Setyaningsih; Tri Cahyono
Buletin Keslingmas Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.603 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i3.5394

Abstract

Pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promontif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Tujuan penelitian ini adalah megukur parameter fisik udara (suhu,kelembapan, pencahayaan), mendeskripsikan sarana sanitasi dan sarana prasarana bangunan , mendeskripsikan aktifitas pada Ruangan, dan mengukur jumlah angka kuman udara. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif observasional yang bertujuan untuk mengetahui jumlah kuman pada Ruangan di Puskesmas I Purwokerto Utara. Hasil penelitian menunjukan bahwa parameter suhu udara di Puskesmas 1 Purwokerto utara pada Ruang Poli gigi, Poli Lansia, Pemeriksaan Umum, Gizi dan MTBS masih ada yang belum memenuhi Syarat. rata-rata suhu ruangan 280C, Kelembapan rata-rata 45,75%, Pencahayaan rata-rata 867,5Lux, dan angka kuman udara rata-rata285.555 CFU/m3. Sarana sanitasi yang terdapat pada ruangan seperti lantai, dinding, langit-langit, Ac. Penelitian menyimpulkan Kondisi fisik lingkungan berupa suhu, kelembapan, pencahayaan, belum memenuhi syarat. Peneliti menyarankan untuk melakukan pemeriksaan angka kuman udara secara berkala dan melakukan pengendalian angka kuman udara menggunakan alat UV countinue serta pelaksaan pengepelan (dusting) dengan menngunakan desinfektan yang intensif.
EFEKTIVITAS BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya) DAN WAKTU PENGUJIAN TERHADAP JUMLAH HINGGAP NYAMUK Aedes aegypti Aprina Titis Mustika; Arif Widyanto; Tri Cahyono
Buletin Keslingmas Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.929 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i3.4576

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina. Pengendalian kimiawi, sebagai salah satu pengendalian yang aman terhadap kesehatan dan ramah lingkungan adalah dengan menggunakan repellent alami. Daun pepaya merupakan tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, saponin dan tanin yang dapat bermanfaat sebagai repellent untuk mengendalikan nyamuk Aedes aegypti. Tujuan penelitian yaitu dapat diketahuinya efektivitas berbagai konsentrasi ekstrak daun pepaya (Carica papaya) sebagai repellent terhadap nyamuk Aedes aegypti. Jenis penelitian ini adalah true eksperimen (eksperimen murni) dengan desain penelitian post test only control group design. Analisis statistik yang digunakan Anova Faktorial dengan uji lanjut LSD (Least Significant Difference). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 20% mempunyai jumlah hinggap 2,5%, dengan daya proteksi 48,9%. Konsentrasi 40% mempunyai jumlah hinggap 2,7%, dengan daya proteksi 37,2%. Konsentrasi 60% mempunyai jumlah hinggap 2,8%, dengan daya proteksi 37,2%. Konsentrasi 80% mempunyai jumlah hinggap 1,9%, dengan daya proteksi 58,6%. Hasil analisis Anova Faktorial didapatkan nilai p = 0,000 α (0,05), yang artinya terdapat perbedaan jumlah nyamuk Aedes aegypti yang hinggap pada tangan probandus pada berbagai konsentrasi ekstrak daun pepaya. Kesimpulan penelitian adalah ekstrak daun pepaya pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% tidak efektif sebagai repellent (daya tolak) terhadap nyamuk Aedes aegypti karena daya proteksinya 90%. Disarankan agar peneliti lain melakukan penelitian sejenis dengan menggunakan ekstraksi yang berbeda atau dengan menggunakan ekstrak jenis tanaman yang lain.
EFEKTIFITAS STERILISASI MENGGUNAKAN ULTRAVIOLET (UV) PADA RUANG PERAWATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS TAHUN 2016 Restutusi Ayu Waluyo; Tri Cahyono
Buletin Keslingmas Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.145 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i3.2976

Abstract

Latar belakang RSUD Banyumas merupakan rumah sakit tipe B. Ruang perawatan pada RSUD Banyumas adalah ruang perawatan yang melayani penyakit infeksius dan noninfeksius, sehingga berpotensi terjadinya infeksi nosokomial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas sterilisasi menggunakan UV pada ruang perawatan di RSUD Banyumas.Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jenis variabel yang digunakan yaitu variabel bebas (penggunaan UV), variabel terikat (angka kuman udara), dan variabel pengganggu (suhu, kelembaban, pencahayaan, luas ventilasi dan volume ruangan). Berdasarkan hasil pemeriksaan Rata – rata angka kuman sebelum sterilisasi adalah 18.500CFU/m3. Rata – rata angka kuman sesudah sterilisasi adalah 8.250CFU/m3 . Rata-rata suhu pada ruang perawatan adalah 29,5oC. Rata-rata kelembaban pada ruang perawatan adalah 84,0%. Rata – rata intensitas cahaya pada ruang perawatan adalah 113 lux. Rata – rata luas ventilasi adalah 1,08m2 . Rata-rata volume ruangan pada ruang perawatan adalah adalah 55,8m3.Rata – rata efektifitas sterilisasi adalah (- 56,24%).Peneliti menyimpulkan penggunaan sterilisasi efektif dalam menurunkan angka kuman udara. Peneliti menyarankan untuk melakukan sterilisasi pada ruang perawatan setiap kali ruangan digunakan.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANGKA KUMAN UDARA DI SD NEGERI KECAMATAN BATURRADEN Olivia Anggraeni Yuliarti; Tri Cahyono; Tri Marthy Mulyasari
Buletin Keslingmas Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1238.457 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i1.4537

Abstract

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANGKA KUMAN UDARA DI SD NEGERI KARANGMANGU KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2019 XVI + 116 halaman : gambar, tabel, lampiranSekolah sebagai sarana pendidikan formal di Negeri ini, sudah sepatutnya menjadi tempat yang nyaman untuk belajar, selain itu sekolah juga dapat menjadi ancaman penularan penyakit bagi anak jika tidak dikelola dengan baik. Uji pendahuluan yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa di ruang kelas 2A, 4A, dan 6A SD Negeri Karangmangu tidak memenuhi syarat (2A=3,066 CFU/m3; 4A=2.337 CFU/m3; dan 6A=2.467 CFU/m3). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan angka kuman udara di SD Negeri Karangmangu Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas Tahun 2019.Metode yang digunakan observasional, pendekatan analitik cross sectional. Besar populasi 26 ruang, dan sampel 12 ruang kelas. Variabel yang diteliti adalah suhu, kelembapan, pencahayaan, kepadatan hunian, perilaku penghuni, angka kuman udara, kecepatan angin, arah angin, frekuensi pembersihan, dan frekuensi penggunaan desinfektan. Analisis data menggunakan uji regresi sederhana dan uji regresi berganda.Hasil penelitian menunjukan rata-rata suhu (28,11oC), kelembapan (75,59%), pencahayaan (320,45 lux), kepadatan hunian (2,12 m2/orang), perilaku penghuni 2 ruang kelas tidak aktif, 7 ruang kelas cukup aktif, 3 ruang kelas aktif, angka kuman udara (1685,33 CFU/m3), kecepatan angin (0,0083 m/s), arah angin (176,83o), frekuensi pembersihan (1kali/hari), dan frekuensi penggunaan desinfektan (0kali/hari). Faktor yang berhubungan yaitu suhu (p=0,15; Y = -6735,04 + 299,55X), kelembapan (p=0,54; Y=5766,83+(-53,98)X), pencahayaan (p=0,85; Y=1773,15+(-0,27)X), kepadatan hunian (p=0,22; Y =2931,93+(-587,09)X), dan perilaku penghuni (p=0,20; Y=2717,25+(-495,32)X).Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor yang memiliki hubungan paling signifikan dengan angka kuman udara yaitu suhu, kelembapan, dan pencahayaan (p=0,09), dengan persamaan garis Y = (-52885,67) + 1132,62X1 + 313,39X2 + (-2,99)X3. Peneliti menyarankan perlu adanya ketersediaan ventilasi, kipas angin, exhauster, dan gorden.Daftar bacaan39 (1989 - 2018)Kata kunciAngka Kuman Udara, Sekolah Dasar, Kesehatan LingkunganKlasifikasi-
HIGIENE SANITASI PENGELOLAAN MAKANAN DI INSTALASI GIZI RSUD AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 Ibnu Misbahul Munir; Tri Cahyono
Buletin Keslingmas Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.773 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i4.3046

Abstract

Penyelenggaraan makanan di rumah sakit sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan di rumah sakityang mendukung upaya penyembuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Higiene SanitasiPengelolaan Makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang. Metode penelitian yang di gunakanadalah deskriptif. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan pemeriksaan kualitasmikrobiologi makanan.. Hasil penelitian menunjukkan cara pengamanan bahan makanan (98,11%), carapenyimpanan bahan makanan (87,5%), cara pengolahan bahan makanan (96,55%), cara penyimpanan makanan(88,89%), cara pengangkutan makanan (96,15%), cara penyajian makanan (100%) dan Kualitas mikrobiologismakanan dari tiga sampel yang di periksa menunjukkan hasil negatif E.coli seperti bubur (0/gram sampel), tahu(0/gram sampel), Oseng sayur (0/gram sampel). Higiene Sanitasi Pengelolaan Makanan di Instalasi Gizi RumahSakit Umum Daerah Ajibarang memenuhi syarat sesuai dengan Kepmenkes RI No.1204 tentang KesehatanLingkungan Rumah Sakit. Disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebihbanyak, variabel yang berbeda dan tempat yang berbeda.
Co-Authors , SST., M.Si, Sugeng Abdullah Agus Subagiyo Agustin Cicaningsih Amaliah, Nurul Anugrah Putradana Aprina Titis Mustika Arif Widiyanto Arif Widyanto Aris Santjaka Asep Tata Gunawan Asep Tata Gunawan Asep Tata Gunawan, Asep Tata Ashilla Nurmala Afifa Aulia, Salma Fitri Badrul Jamal Budi Utomo Budi Utomo Chatarina Umbul Wahyuni Christian Herdinata Citra Kusumawardhani U.P Dian Nita Utami Djamaluddin Ramlan Djamaluddin Ramlan, Djamaluddin Dwi Budi Santoso Dwi Candra Ningsih Dwi Setyorini Epa Paujiah, Epa Eric Harianto Ersa Maya Asanti Fara Destiara Fauzan Ma’aruf Febri Apwanti Fidiyawati, Eni Fitri Setyaningsih Graha Putri, Sukma Cantika Hadiansah, Hadiansah Halfa Sausan Mardlia Hari Rudijanto Indro Wardono Hari Rudijanto IW Hari Rudijanto IW Hari Rudijanto IW Herni Pusparini Hidayah, Nurul Izzah Husnul Yusmianti, Siti Nur I Ketut Suada Ibnu Misbahul Munir Irfan Septia Kurniawan Ismuniar, Cici Iswan Noor Izza, Sofia Nurul Jidi, Jidi Kodrat Widodo Kurniawan, Irfan Septia Lagiono Lagiono, Lagiono Linda Restu Pamuji Linduajie, Binzar Lumba, Desika M. Choiroel Anwar Ma'ruf, Fauzan Magdalena Sirait, Emma Juwita Mamay Maryani Maratus Solikha Marsum Marsum Maryunani Maryunani, Maryunani Mela Firdaust Meldiana, Reva Merlin Merlin, Merlin Mohamad Ilham Maulana Latif Nazwa Manurung Nur Hikmawati Nur Hilal Nur Hilal, Nur Nur Latifah Prajawanti Olasode, Tikristini Olivia Anggraeni Yuliarti Pamuji, Linda Restu Prantasi Harmi Tjahjanti Prasetyo Udi Utomo Restutusi Ayu Waluyo Retno Wuryatmi Rina Febriani Rina Yuliana Salma Salma Sirait, Emma Juwita M Siti Masitoh Siti Rahmi, Siti Sovayunanto, Riski Sugeng Abdullah, Sugeng Sukma Cantika Graha Putri Sunaryo Sunaryo Suriata, Suriata Taraegi Evani Kanigia Taraegi Evani Kanigia Tauleka, Abdul Rohim Teguh Widiyanto Teguh Widiyanto Tri Marthy Mulyasari Utomo, Nur Wardhani, Alfiana Kusuma Wati, Verra Septiana Widiyanto, Teguh Widiyanto Yudastuti, Ririh Yulianto Yulianto Yulianto Yulianto Yulianto Yulianto Yulianto Zaeni Budiono Zaeni Budiono