Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG BERISIKO DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Taraegi Evani Kanigia; Tri Cahyono
Buletin Keslingmas Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.259 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i4.3122

Abstract

Demam berdarah dengue Penyakit demam berdarah dengue adalah penyakit menular yang disebabkan olehvirus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Jumlah kasus DBD di KecamatanPurwokerto Timur periode Januari-Maret tahun 2016 sebanyak 60 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalahMengetahui faktor risiko lingkungan, perilaku, dan kepadatan hunian dengan kejadian Demam BerdarahDengue (DBD) di Purwokerto Timur Tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan analitik observasionaldengan desain Studi Case Control, jumlah sampel 40 kasus dan 40 kontrol. Variabel yang diteiti meliputikebiasaan menggunakan reppelent, adanya ruang gelap, kebiasaan menggantung pakaian, adanya tempatpenampungan alami, dan kepadatan hunian. Data dianalisis ke dalam univariat, bivariat dengan analisis Chisquaredan multivariat dengan uji regresi logistik.Hasil analisis bivariat kebiasaan menggunakan repplent(p=0,128 OR=2,510), adanya ruang gelap (p=1,000 OR=1,129), kebiasaan menggantung pakaian (p=0,277OR=2,122), adanya tempat penampungan alami (p=0,213 OR=2,125), kepadatan hunian (p=0,605 OR=1,495).Hasil bivariat menunjukan seluruh variabel yang diteliti tidak ada hubungan dengan kejadian DBD karena nilaip lebih besar dari nilai = 0,05. Hasil multivariat faktor yang paling signifikan kebiasaan menggunakanreppelent (p=0,079 OR=2,510).Simpulan penelitian ini adalah tidak ada variabel yang berhubungan dengankejadian DBD. Disarankan untuk masyarakat untuk mewaspadai faktor-faktor DBD lainnya
KOMPARASI EFEKTIVITAS HAND SANITIZER ALAMI “AC” DAN MERK E TERHADAP PENURUNAN ANGKA KUMAN PADA TANGAN PEKERJA DI LABKESMAS KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2017 Agustin Cicaningsih; Tri Cahyono
Buletin Keslingmas Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.233 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i3.3901

Abstract

Hand sanitizer yaitu cairan atau gel antiseptik yang digunakan untuk mencuci tangan. Peneliti membuathand sanitizersecara alami, tetapi efektivitasnya belum diketahui. Penelitianpre experiment denganpendekatan pre test and post testdesign. Sampel penelitian 3 orang di ruang penerimaansampel.Pengamatan tersebut angka kuman sebelum dan sesudah memakai hand sanitizer alami “AC” danmerk E menggunakan metode ALT. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan dan dilanjutmenggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian bahwa angka kuman tangan sebelum memakaihand sanitizer alami “AC” yaitu 49,00 CFU/Cm2 dan sesudah memakai yaitu 17,00 CFU/Cm2, terdapatperbedaan yang signifikan (p = 0,023 atau p 0,05). Angka kuman tangan sebelum memakai handsanitizer merk E yaitu 37,00 CFU/Cm2 , dan sesudah memakai yaitu 21,00 CFU/Cm2, tidak terdapatperbedaan yang signifikan (p = 0,133 atau p 0,05). Efektivitas hand sanitizer alami “AC” dalammenurunkan angka kuman sebesar 69,60%, efektivitas handsanitizermerk E sebesar 53,19%. Tidak adaperbedaan efektivitas kedua hand sanitizer tersebut dalam menurunkan angka kuman (p = 0,454 atau p 0,05). Kesimpulan penelitian ini yaitu tidak ada perbedaan yang bermakna antara efektivitas handsanitizer alami “AC” dengan merk E dalam menurunkan angka kuman di tangan.
STUDI PENGELOLAAN SAMPAH PADA KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT “ADIPATI MERSI” KABUPATEN BANYUMAS Irfan Septia Kurniawan; Nur Hilal; Tri Cahyono
Buletin Keslingmas Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.759 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i4.5496

Abstract

Masalah sampah di Indonesia merupakan masalah yang rumit karena kurangnya pengertian masyarakat terhadap akibat-akibat yang dapat ditimbulkan oleh sampah. Faktor yang menyebabkan permasalahan sampah di Indonesia semakin rumit adalah meningkatnya taraf hidup masyarakat yang tidak disertai dengan keselarasan pengetahuan tentang persampahan dan juga partisipasi masyarakat yang kurang untuk memelihara kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya .Metode yang digunakan peneliti yaitu observasi dan pengukuran. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara dimana penulis ingin mendapatkan informasi mengenai pengelolaan sampah p ada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Adipati Mersi di Kelurahan Mersi Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas.Hasil penelitian diperoleh bahwa pengelolaan sampah di KSM Adipati Mersi Kelurahan Mersi pada variabel penimbulan sampah skor 56 %, variabel pewadahan mendapat skor 84%, pengumpulan sampah mendapat skor 57,1%, pengangkutansampah  dengan skor total 100%, pengolahan dan pemanfaatan sampah dengan skor  100%, dan variabel pembuangan akhir sampah mendapat skor 85,7%.Kesimpulan dan saran yang dapat penulis berikan tentang studi pengelolaan sampah di KSM Adipati Kelurahan Mersi Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas tahun 2018 mendapat kriteria baik. Saran kepada KSM Adipati Kelurahan Mersi adalah hendaknya  sarana dan prasarana serta penerapan peraturan tentang pengelolaan sampah  yang tegas sangat diperlukan.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN AIR MINUM GALON TERHADAP TOTAL BAKTERI COLIFORM PADA DAM X DI DESA KARANGMANGU KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Dian Nita Utami; Djamaluddin Ramlan; Tri Cahyono
Buletin Keslingmas Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.297 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i3.2997

Abstract

Depot Air Minum merupakan usaha industri yang melakukan proses pengolahan air baku menjadi airminum. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, DAM X tidak melakukan pengeringan galon, tutup galon kontakudara bebas dan konsumen DAM X menggunakan air minum dengan lama waktu penyimpanan 2-6 hari per galon.Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh lama penyimpanan air minum galon terhadap total bakteri coliformpada DAM X. Metode penelitian yang digunakan quasi experiment dengan rancangan time series design.Hasilpenelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah total bakteri coliform hari ke-1=1,67 MPN/100ml, hari ke-2=2,4MPN/100ml, hari ke-3=1,47 MPN/100 ml, harike-4=1,47MPN/100 ml, hari ke-5=0,73 MPN/100 ml danhari ke-6=0 MPN/100 ml. Hasil analisis bivariate pengaruh lama penyimpanan air minum galon terhadap total baktericoliform pada waktu pengambilan jam 06.00 diketahuinilai R=0,284, R2=0,080, p=0,293, Y=2,627+(-0,303) X,waktu pengambilan jam 06.30 nilai R=0,293, R2=0,086, p=0,287, Y=1,760+(-0,189) X, waktu pengambilan jam07.00 nilai R=0,592, R2=0,350, p=0,108, Y=3,480+(-0,651) X dan rata-rata jumlah total bakteri coliform per hariR=0,864, R2=0,746, p=0,013, Y=2,626+(–0,382) X. Simpulan hasil penelitian adalah ada pengaruh lamapenyimpanan air minum galon terhadap total bakteri coliform pada DAM X di Desa Karangmangu KecamatanBaturraden Kabupaten Banyumas. Disarankan pengusaha Depot Air Minum meningkatkan hygiene sanitasi tempatdan peralatan sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya pencemaran bakteri terhadap air minum.
STUDI EFEKTIFITAS DESINFEKSI DAN STERILISASI DALAM MENURUNKAN ANGKA KUMAN ALAT SET MEDIKASI DI RUMAH SAKIT WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO TAHUN 2015 Mamay Maryani; Tri Cahyono
Buletin Keslingmas Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.641 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i1.3081

Abstract

Upaya mencegah terjadinya infeksi nosokomial dari alat medis salah satunya yaitu dengan proses sterilisasi. Di Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto terdapat proses desinfeksi cara kimia dan pemanasan panas basah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas desinfeksi dan sterilisasi untuk menurunkan angka kuman alat set medikasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil yaitu 5 alat medis. Analisis data menggunakan uji Friedman. Hasil pemeriksaan, rata-rata angka kuman alat set medikasi sebelum desinfeksi 450 koloni/cm2, sesudah desinfeksi 10 koloni/cm, dan sesudah pemanasan 1 koloni/cm2. Analisis data statistik dengan uji Friedmen didapatkan untuk tahap sebelum desinfeksi dengan sesudah desinfeksi yaitu 0,043 sehingga ada perbedaan angka kuman antara sebelum dan sesudah desinfeksi.Nilai p untuk tahap sebelum desinfeksi dengan sesudah sterilisasi yaitu 0,043 sehingga ada perbedaan angka kuman antara sebelum desinfeksi dan sesudah sterilisasi. Nilai p untuk tahap sesudah desinfeksi dengan sesudah sterilisasi yaitu 0,655 sehingga tidak ada perbedaan angka kuman antara sesudah desinfeksi dan sesudah sterilisasi, efektifitas desinfeksi 96% dan sterilisasi 99,67%. Peneliti menyimpulkan efektifitas desinfeksi 96% dan sterilisasi 99,67%. Peneliti menyarankan untuk peneliti selanjutnya agar lebih teliti dalam pengambilan dan penanaman sampel agar tidak terjadi kontaminasi.  2
Hubungan Personal Hygiene Dan Kepadatan Hunian Dengan Kejadian Skabies Pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto Ashilla Nurmala Afifa; Nur Hilal; Tri Cahyono
Buletin Keslingmas Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i2.8754

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit yang sering terjadi pada penduduk dengan kepadatan hunian yang tinggi seperti di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto. Data dari Poliklinik Lapas menunjukkan penyakit skabies meningkat setiap tahunya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara personal hygiene dan kepadatan hunian pada WBP di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik. Rancangan pada penelitian ini yaitu Cross sectional. Total populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 663 WBP. Besaran sampel penelitian sebanyak 70 sampel menggunakan metode simple random sampling per cluster. Hasil pemeriksaan petugas poliklinik lapas, sebanyak 31 responden (44,3%) mengalami skabies. Hasil uji statistik menunjukkan sebanyak 27,1% responden memiliki hygiene buruk dan sebanyak 68 kamar (97,1%) padat penghuni. Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan antara personal hygiene dengan kejadian skabies dengan nilai (p=0,000) dan tidak ada hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian skabies dengan nilai (p=1,000). Kesimpulan pada penelitian ini sebagian besar WBP memiliki personal hygiene yang baik, hanya kebersihan alas tidur dan sprei masih buruk. Kepadatan hunian yang tinggi juga meningkatkan risiko terjadi skabies. Hendaknya petugas lapas rutin memberikan penyuluhan kepada WBP mengenai penyakit skabies dan pentingnya personal hygiene.  
Survey Penerapan Protokol Kesehatan di Tempat Wisata Kawasan Baturraden pada Masa New Normal Nur Hilal; Tri Cahyono; Marsum Marsum; Febri Apwanti
Buletin Keslingmas Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i4.9262

Abstract

Obyek wisata merupakan tempat umum yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Sulama era covid 19 banyak objek wisata yang tidak di buka untuk umum selama kurang lebih 2 tahun.  Di Era new normal pengunjung obyek wisata meningkat, risiko penularan covid-19 masih ada. Apakah pengunjung di kawasan Baturraden masih menerapkan protokol kesehatan pada masa new normal atau tidak. Tujuan umum penelitian untuk mengetahui penerapan protokol kesehatan di tempat wisata Kawasan Baturraden pada masa new normal. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pendekatan survey terhadap tiga obyek wisata di Kawasan Baturraden yaitu tempat X, Y, dan Z. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, angket, dan dukumen. Analisis menggunakan narasi, deskriptif, penilaian, skor, persentase. Haasil wawancara angket penerapan protokol kesehatan terhadap pengunjung didapatkan pengunjung pada tempat X dengan umur rata-rata 33,84 tahun, dominan asal Purwokerto, skor nilai prokes 3,18, konversi 79,42% dalam katagori baik. Pengunjung pada Lokawisata Baturraden umur rata-rata 35,36 tahun, dominan asal Purwokerto, skor nilai prokes 3,21, konversi 80,17% dalam katagori baik. Pengunjung pada tempat Y dengan umur rata-rata 35,76 tahun, dominan asal Cilacap, skor nilai prokes 2,95, konversi 73,79% dalam katagori sedang. Kesimpulan, secara umum capaian penerapan protokol kesehatan pengunjung obyek wisata Kawasan skor 3,11 konversi 77,79% dalam katagori baik. Saran, para pengunjung obyek wisata di kawasan Baturraden diharapkan tetap menerapkan protokol kesehatan di era new normal, agar tidak terjadi penularan penyakit covid-19.
Pemeriksaan Angka Kuman Udara Ruang Di Salah Satu Puskesmas di Kabupaten BanyumasTahun 2022 Kodrat Widodo; Tri Cahyono
Buletin Keslingmas Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i1.9699

Abstract

Puskesmas sebagai tempat umum memiliki potensi menularkan permasalahan kesehatan, salah satunya melalui pencemaran udara. Rata-rata angka kuman udara ruangan di Puskesmas Kembaran I masih belum memenuhi syarat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah angka kuman udara ruangan di Puskesmas Kembaran I Kabupaten Banyumas Tahun 2022. Metode penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional dilihat dari analisisnya termasuk deskriptif. Hasil pengukuran angka kuman udara dari lima ruangan telah memenuhi syarat, hasil pengukuran suhu dari lima ruangan hasil pengukuran tidak memenuhi syarat, hasil pengukuran kelembapan satu dari lima ruangan yang dilakukan pengukuran hasil pengukuran memenuhi syarat, hasil pengukuran pencahayaan yang dilakukan pada lima ruangan satu dari lima ruangan yang dilakukan pengukuran hasilnya memenuhi syarat, hasil pengukuran kadar debu dari lima ruangan yang diukur hasil pengukuran tidak memenuhi syarat, hasil penilaian kesehatan lingkungan ruangan yang dilakukan pada lima ruangan hasil penilian sudah memenuhi syarat dengan skore penilaian ≥ 75%, dalam sehari rata-rata terdapat 60 pengunjung puskesmas, ruangan puskesmas dibersihkan dua kali sehari, ruangan didesinfeksi dengan metode semprot dengan desinfektan. Dari penelitian tersebut dapat disumpulkan bahwa dari lima ruangan yang dilakukan pengukuran angka kuman telah memenuhi syarat. Pada setiap ruangan sebaiknya dilakukan pengawasan terhadap suhu dan kelembapan ruang serta mengganti daya lampu yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan ruang.
Modifikasi Tongkat Kruk Kursi Ergonomis Terhadap Kenyamanan Beraktivitas Penderita Patah Tulang Kaki Djamaluddin Ramlan; Yulianto Yulianto; Tri Cahyono; Fauzan Ma'ruf
Buletin Keslingmas Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i2.11295

Abstract

Kesulitan berjalan yang dialami pasien patah tulang kaki akibat aktivitas fisik, olahraga dan kecelakaan lainnya yang mengakibatkan: memar, nyeri dan bengkak pada bagian kaki membutuhkan alat bantu agar dapat kembali berjalan. Kebutuhan alat bantu seperti kruk sangat dibutuhkan oleh orang atau penderita cacat kaki untuk membantu aktifitas maupun mobilisasi. Penggunaan kruk yang berulang akan menimbulkan penyempitan pada arteriaksilaris, sebab adanya pembebanan oleh berat badan untuk mengatasinya pengguna harus beristirahat. Pencarian tempat istirahat akan membutuhkan waktu dan jarak yang tidak mudah. Penelitian ini dikembangkan jenis Kruk sebagai alat bantu jalan saat ini berbentuk tongkat dengan kemampuan disesuaikan kebutuhan penggunanya, diantaranya adalah pegangan ditengah yang digunakan dengan cara dijepit di ketiak, tiang penyesuai jangkauan, jarak pegangan tangan dan pada bagian bawah diberi lapisan karet agar tidak licin, tahan tekanan serta sebagai inovasinya alat ini dapat dijadikan tempat duduk. Sebagai tahap evaluasi pengembangan tongkat kruk kursi ergonomi dapat lebih di uji pada berbagai aktifitas dan lokasi pasien dalam kegiatan rutinitas pada umumnya. Melalui pemodelan kruk kursi lipat ergonomi ini diharapkan menjadi Solusi bagi pata pasien cidera kaki untuk dapat merasakan kenyamanan beraktifitas dan meminimalisir kecelakaan yang terjadi pada penggunaan kruk yang lama.
PELATIHAN KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN STRATEGI INDIVIDUAL LEARNING PLAN UNTUK SISWA SMP Cahyono, Tri
Jurnal Borneo Humaniora Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_humaniora.v1i1.863

Abstract

Kemandirian belajar (self-directed learning) adalah salah satu faktor yang paling mempengaruhi prestasi belajar siswa. Kemandirian belajar (self-directed learning) merupakan kemampuan untuk mengatur dan mengelola belajarnya sendiri. Pengelolaan belajar yang didasarkan pada inisiatif sendiri memungkinkan siswa untuk belajar sesuai minat dan kemampuannya tanpa adanya paksaan dari pihak lain. Pengelolaan belajar yang baik akan berdampak signifikan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk menguji strategi individual learning plans sebagai media untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa SMP. Individual learning plans dipilih karena metode perencanaan belajar ini memiliki keunggulan-keunggulan, seperti self instructional, stand alone, self contained, adaptive dan use friendly. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi individual learning plans mampu meningkatkan kemandirian belajar siswa SMP secara signifikan. Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat keefektifan strategi ini terutama pada subjek dengan karakteristik yang berbeda.
Co-Authors , SST., M.Si, Sugeng Abdullah Agus Subagiyo Agustin Cicaningsih Amaliah, Nurul Anugrah Putradana Aprina Titis Mustika Arif Widiyanto Arif Widyanto Aris Santjaka Asep Tata Gunawan Asep Tata Gunawan Asep Tata Gunawan, Asep Tata Ashilla Nurmala Afifa Aulia, Salma Fitri Badrul Jamal Budi Utomo Budi Utomo Chatarina Umbul Wahyuni Christian Herdinata Citra Kusumawardhani U.P Dian Nita Utami Djamaluddin Ramlan Djamaluddin Ramlan, Djamaluddin Dwi Budi Santoso Dwi Candra Ningsih Dwi Setyorini Epa Paujiah, Epa Eric Harianto Ersa Maya Asanti Fara Destiara Fauzan Ma’aruf Febri Apwanti Fidiyawati, Eni Fitri Setyaningsih Graha Putri, Sukma Cantika Hadiansah, Hadiansah Halfa Sausan Mardlia Hari Rudijanto Indro Wardono Hari Rudijanto IW Hari Rudijanto IW Hari Rudijanto IW Herni Pusparini Hidayah, Nurul Izzah Husnul Yusmianti, Siti Nur I Ketut Suada Ibnu Misbahul Munir Irfan Septia Kurniawan Ismuniar, Cici Iswan Noor Izza, Sofia Nurul Jidi, Jidi Kodrat Widodo Kurniawan, Irfan Septia Lagiono Lagiono, Lagiono Linda Restu Pamuji Linduajie, Binzar Lumba, Desika M. Choiroel Anwar Ma'ruf, Fauzan Magdalena Sirait, Emma Juwita Mamay Maryani Maratus Solikha Marsum Marsum Maryunani Maryunani, Maryunani Mela Firdaust Meldiana, Reva Merlin Merlin, Merlin Mohamad Ilham Maulana Latif Nazwa Manurung Nur Hikmawati Nur Hilal Nur Hilal, Nur Nur Latifah Prajawanti Olasode, Tikristini Olivia Anggraeni Yuliarti Pamuji, Linda Restu Prantasi Harmi Tjahjanti Prasetyo Udi Utomo Restutusi Ayu Waluyo Retno Wuryatmi Rina Febriani Rina Yuliana Salma Salma Sirait, Emma Juwita M Siti Masitoh Siti Rahmi, Siti Sovayunanto, Riski Sugeng Abdullah, Sugeng Sukma Cantika Graha Putri Sunaryo Sunaryo Suriata, Suriata Taraegi Evani Kanigia Taraegi Evani Kanigia Tauleka, Abdul Rohim Teguh Widiyanto Teguh Widiyanto Tri Marthy Mulyasari Utomo, Nur Wardhani, Alfiana Kusuma Wati, Verra Septiana Widiyanto, Teguh Widiyanto Yudastuti, Ririh Yulianto Yulianto Yulianto Yulianto Yulianto Yulianto Yulianto Zaeni Budiono Zaeni Budiono